
Mercia dan Karvein menerima pelatihan dari Ganboku sannin. Mereka berdua akan tinggal di gunung sampai mereka berhasil menghasilkan sihir barunya.
Mercia yang masih belum resmi menjalani kontrak dengan Kirai, berusaha untuk menjadi tuan dari kirai secara resmi, dengan cara Mercia harus dapat menjinakkan atau menjalani hubungan yang akrab dengan Kirai.
"Baiklah! Ayo mulai latihan gabungannya, " Ucap Mercia dengan semangat.
Karvein yang tadinya hanya duduk santai, tiba tiba menjadi semangat karena tekad Mercia yang membara itu.
"Latihan akan di mulai bersiaplah, latihan ini sama dengan menjalankan misi tingkat dua yang biasa kalian jalankan, " Jelas Ganboku sannin dengan tatapan serius.
"Bukankah misi tingkat dua itu sangat mudah, kenapa harus bersiap, " Ucap Mercia sembari mengangkat alisnya.
"Misi apa pun itu bisa menjadi tidak sesuai dengan tingkatnya, bisa lebih tinggi dari tingkat aslinya atau lebih rendah. Baiklah, aku ingin kalian mengeluarkan pedang milik masing masing, " Jelas Ganboku sannin sambil tersenyum.
Mercia dan Karvein mengeluarkan liontin kaca es mawar dan liontin hitam api, dan mengubahnya ke bentuk pedang.
"Lakukan kombinasi gabungan dengan sihir partnermu, setelah selesai beritahu aku. Aku akan pergi istirahat dulu, " Ucap Ganboku sannin yang terlihat sudah paruh baya itu.
"Hei! bukankah kau ingin kami latihan denganmu, kenapa kau malah pergi! " Ucap Mercia dengan lantang kepada Ganboku sannin yang mulai menjauh.
"Aku sudah tua jadi aku tidak bisa terus terusan berdiri sepertimu, jika tidak aku akan mati dan tidak bisa melatihmu. Pada akhirnya sia sia kau datang ke gunung Kiriano tanpa hasil, " Jawab Ganboku sannin membuat alasan.
Mercia dengan pasrah melakukan latihan tanpa Ganboku sannin. Mercia berusaha melakukan kombinasi gabungan sihir dengan sihir Karvein yang sama langkanya dengan sihir yang di miliki Mercia, akan tetapi kombinasi gabungan itu lebih sulit dari perkiraan Mercia dan Karvein.
"Kombinasi gabungan sihir tidak bisa di lakukan jika tidak memiliki kecocokkan antara sihir masing - masing, " Ucap karvein yang sudah hampir menyerah.
"Hah... benarkah, bagaimana kita akan menggabungkan kombinasi sihir jika kita tidak memiliki kecocokkan sihir... " Keluh Mercia yang sudah menyerah.
Plak... Plak... terdengar suara kepakan burung dari kejauhan. Terlihat burung elang berwarna hitam dengan mata merah mendekat ke arah karvein.
"Vein! aku dengar kau ada di sini. Jadi setelah latihan aku mencari jejak mana sihir milikmu dan menemuimu secepatnya, " Ucap seekor burung elang hitam itu.
Karvein yang melihat temannya itu langsung mengelus tubuh burung itu. Mercia yang hanya melihat dan diam langsung pergi berkeliling.
"Hm? apa itu gadis yang kau s... *terpotong, " Ucap Armado ( burung elang hitam mata merah).
Karvein dengan cepat langsung menutup mulut Armado dengan sihirnya. Mercia yang sedikit terdengar ucapan Armado langsung menoleh ke arah karvein yang tengah mengobrol dengan Armado, tentu saja itu pura - pura.
Mercia pergi berkeliling untuk mendinginkan kepalanya. Di pertengahan jalan Mercia melihat Kirai ( elang biru Crystal) yang sedang tertidur.
Mercia dengan sengaja mendekat pada kirai yang sedang tertidur, dan mengelus perlahan tubuh kirai yang di penuhi bulu elang berwarna biru.
"Aku... tidak akan memaksamu untuk menjadi Hewan sihir ku... aku akan mencari hewan lain yang bisa berinteraksi denganku. Walaupun hanya kau yang cocok dengan sihir yang ku punya, " Ucap Mercia dengan perlahan dan pergi mencari hewan sihir yang bisa ia jadikan hewan sihirnya.
Kirai yang setengah terbangun. Mendengar ucapan Mercia, dan sedikit merasa nyaman saat Mercia mengelus tubuhnya yang dingin bagaikan es itu.
"Aku... tidak ingin menjadi hewan sihir siapa pun kecuali putri dari dia. Karena aku sudah berjanji padanya untuk menjadi hewan sihirmu Mercia... " Ucap Kirai dan kembali tidur pulas.
Sedangkan Mercia pergi berinteraksi dengan berbagai hewan sihir, tetapi tidak ada satu pun yang membuat Mercia merasa akrab. karena Mercia sudah mendinginkan kepalanya, Mercia pun kembali ke tempat latihannya.
"Karvein... ayo kita latihan lagi... " Ucap Mercia yang sedikit murung.
"Kau tidak akan bisa latihan jika kau seperti ini. Lebih baik kau duduk dulu dan memikirkan yang membuatmu senang, " ucap karvein yang berusaha menghibur.
"Hei gadis! Kau tidak boleh murung dan tidak fokus latihan karena burung angkuh itu. Jika kau memang ingin sekali menjadikan dia hewan sihir mu, kau harus berusaha dan perlihatkan kekuatanmu yang hebat itu "
"Maksudku... tunjukkan kekuatanmu yang sebenarnya yang ada di dalam sini dan segel mawar itu! " Jawab Armado sambil menunjuk ke dada Mercia.
"Di sini... Ah! itu dia! karvein ayo latihan sekali lagi menggunakan perasaanmu yang dalam itu! " Seru Mercia dengan penuh perasaan yang membara.
Karvein yang hanya diam dan menghibur Mercia langsung merasa senang saat Mercia tersenyum.
Perlahan - lahan kombinasi gabungan sihir itu mulai menyatu.
"Tinggal beberapa langkah lagi kita bisa menyelesaikan ini... " Ucap Mercia yang sudah kelelahan karena terlalu menguras staminanya saat latihan kombinasi gabungan.
Karena hari sudah mulai malam Mercia dan Karvein menghentikan latihannya itu dan makan malam.
"Sudah cukup latihannya, kalian makan lah dulu. Besok pagi lanjutkan lagi latihan kombinasi gabungan sihir, " Ucap Ganboku sannin.
Mercia dan Karvein pergi makan malam di rumah Ganboku sannin, akan tetapi makanan itu bukanlah makanan manusia normal tetapi sayuran yang ada di gunung Kiriano.
"Uh.... makanan macam apa ini!? " Ucap Mercia dengan raut wajah yang pucat.
"Ini adalah sayuran khas gunung Kiriano yang paling terkenal. Bukankah ini sangat enak? " Ucap Ganboku sannin
"Kakek selera makanmu sungguh aneh, " Jawab Karvein dengan nada mengejek.
***
"Apa kau masih memikirkan Kirai? " Tanya Armado sambil duduk di sebelah Mercia.
" Tidak juga.... " Jawab Mercia dengan singkat.
"Kau sangatlah tidak pandai berbohong Mercia jadi jujur saja jika kau memikirkannya." Ucap karvein sembari meletakkan kepalanya di kaki Mercia.
"Mercia... aku akan menceritakan sedikit tentang si Kirai sialan itu, walaupun aku sangat membencinya, " Ucap Armado dengan raut wajah yang sedikit kesal.
***
Armado dan kirai dulunya adalah teman yang sangat dekat dari kecil, saking dekatnya kirai selalu menceritakan semua rahasia yang ia milikki. Armado benci kepada kirai karena kirai terlalu meremehkan penyihir. Karena Kirai pernah menjalani kontrak dengan seseorang. Kirai membenci penyihir karena kirai pernah di jadikan barang jualan ke tanah gelap.
Kirai yang sangat membenci penyihir kecuali seorang pertapa legenda ginroku sannin kakek dari Ganboku sannin. Ginroku sennin pernah menyelamatkannya saat kirai akan di bawa ke tanah gelap. Ginroku sannin merasa kasihan kepada Kirai dan membawanya ke gunung Kiriano sebagai salah satu keluarga besarnya.
Suatu hari kirai terpanggil ke dunia penyihir sebagai hewan sihir, pertama tama Kirai tidak menyetujui kontrak hewan sihir dengan seorang wanita yang merupakan penyihir yang memanggilnya itu. Pada akhirnya kirai menjalankan kontrak dengan penyihir wanita itu dan mulai berkomunikasi dengan beberapa penyihir. Wanita itu pernah berkata
"Penyihir tidak semuanya memiliki hati yang jahat dan kejam, ada beberapa penyihir yang baik hati. Ingatlah itu, " Saat meninggalnya wanita itu masih sempat mengatakan beberapa kata kepada Kirai.
"Kau harus menjaga putriku yang saat di umurnya yang sudah cukup nanti, "Putri itu adalah Mercia.
***
Paginya...
Mercia dan Karvein berhasil menggabungkan kombinasi gabungan sihir sepenuhnya dan memulai latihan yang baru yaitu membuat jurus sihir gabungan.
Setelah keberhasilan Mercia dan Karvein menggabungkan sihirnya. Kirai datang dan berkata "Selamat kamu sudah menyelesaikan latihan tahap pertama mu Mercia, aku.... akan menjadi partnermu yang sangat hebat dalam hal apa pun, " Kata Kirai sambil tersenyum.
Mercia yang sangat senang dengan perkataan kirai. Akhirnya Kirai menjadi hewan sihir resmi Mercia.