Reborn As A Princess Of Norea

Reborn As A Princess Of Norea
Membantu



Tak lama kemudian Mercia berjalan ke arah Mary yang sudah lelah, dan membantunya melawan monster besar itu. Mercia mengeluarkan pedang kaca es nya dari dalam kantung roknya.


"Leona, Xiery, kalian pergilah beristirahat. Di sini biar aku yang selesaikan, " ucap Mercia menyarankan. Dengan penuh semangat Mercia menyerang duluan ke arah monster besar itu.


"Mercia! Hati - hati, dia memiliki sihir tinta! " teriak Mary dari kejauhan. Mercia mendengar teriakan Mary dan terhenti di hadapan monster besar itu. Tiba - tiba monster itu mengeluarkan tinta hitam ke arah Mercia, bagaikan cumi - cumi yang menyerang menggunakan tinta.


Mercia yang terkena tinta itu pun merasa kesal karena monster besar itu mengotori tubuhnya dengan penuh tinta hitam. Mercia pun menegaskan pedangnya ke arah monster besar.


Monster besar itu merupakan monster yang seharusnya ada di lautan luas. Bentuknya juga hampir sama dengan cumi - cumi besar. Bedanya, hanya kakinya. Kaki cumi - cumi merupakan tentakel, sedangkan monster besar memiliki kaki seperti hewan berkaki pada umumnya.


Sayangnya serangan Mercia tidak mempan, dan hanya mempan memotong beberapa kakinya. Mercia mulai heran dan membuat sebuah penggalang penyerap energi untuk berjaga - jaga. Akhirnya Mercia membentukkan monster besar yang sudah tidak memiliki energi menjadi ukuran kecil.


Perlawanan pun selesai. Mereka pun kembali ke enam negara besar.


***


Di perjalanan Mochi terlihat sangat senang karena bisa membantu Mercia menguris beberapa masalah.


"Kamu sangat hebat Mochi, " ucap Mercia memuji. Mochi yang mendapat pujian dari Mercia pun merasa malu - malu, dan wajahnya sedikit merah. Mercia menatapnya dan tersenyum tulus.


Sesampainya di asrama academy. Mercia pergi melaporkan misi selesai dan menyerahkan monster yang tadinya bertubuh besar dan menjadi kecil itu ke bagian pemeriksaan Kekaisaran.


Karena terlalu lama di perjalanan. Mercia pun pulang ke istana Norea dan berbaring di sofa kamarnya.


"Hah... " Mercia menghembuskan nafasnya dengan kasar dari mulutnya. Setelah berbaring sebentar, Mercia merasa lapar. Karena dari bangun tidur sampai sekarang masih belum memakan apa pun. Mercia pun keluar kamarnya dan pergi ke arah ruang makan. Biasanya Lilyer yang selalu membawakan makanan ke kamarnya. Tapi, karena Lilyer sedang melakukan tugas lain, jadi Mercia pergi ke ruang makan.


Di ruang makan istana sangatlah banyak kursi berjajar di sepanjang meja makan. Tentu saja itu wajar, setiap istana kerajaan pasti memiliki banyak tempat makan yang banyak. Di salah satu kursi meja makan itu, terlihat Kevin sedang duduk menunggu makanan di antar.


"Lilyer sedang melakukan tugas lain. Jadi dia tidak ada di sini, " balas Mercia sambil menaruh beberapa gula di piring kecil. Dan memberikannya kepada Mochi yang sedang duduk di atas meja makan.


Kevin hanya memperhatikan Mercia yang sedang memberikan makan Mochi. Tak lama kemudian makan malam sudah tiba. Mercia pun langsung mengambil pisau khusus makan, dan garpu untuk memotong daging sapi yang ada di hadapannya. Kevin juga melakukan hal yang sama dengan Mercia.


"Mercia kenapa kamu akhir - akhir ini jarang sekali melakukan misi?" tanya Kevin memecahkan keheningan sambil menyuapkan suapan pertama nya.


"Aku merasa bosan kalau melakukan misi sendirian. Mungkin aku akan mulai mengajak Mary dan Hyerin bergabung lagi, " balas Mercia setelah menelan suapan keduanya.


Beberapa menit kemudian makan malam pun selesai. Mercia yang hendak berdiri dari duduknya, terhenti oleh Kevin yang menarik tangan Mercia. Mercia pun duduk kembali.


"Mercia kapan kamu akan melakukan pertunangan dengan Karvein? " ucap Kevin tiba - tiba. Mercia yang mendengarnya langsung terkejut. Karena Mercia belum memikirkannya sampai ke pertunangan. Mercia dan Karvein juga sangat jarang bertemu karena melakukan misi.


"Kenapa kamu menanyakan itu? Aku masih belum memikirkan hal itu! Dan juga mungkin pikiran Karvein masih jauh dari itu, " balas Mercia sambil meminum teh melatinya dengan dua petak gula.


Kevin pun pergi meninggalkan Mercia sendirian di ruang makan. Karena tugas sebagai raja sangatlah banyak, bukan hanya memerintah dan menandatangani dokumen. Setelah Mochi selesai memakan gula terakhirnya. Mercia pun kembali ke kamarnya dan duduk di tepi ranjangnya.


Kenapa Kevin tiba - tiba bertanya hal yang tidak masuk akal. Dia menanyaiku tentang pertunangan, dia sendiri masih belum memiliki permaisuri. Apa lagi aku yang masih muda ini mau bertunangan. Tapi, di zaman eropa begini memang para bangsawan sudah bertunangan di umur sekarang. Batin Mercia masih memikirkan pertanyaan Kevin di ruang makan tadi.


Hari sudah mulai gelap. Lilyer kembali sambil membawa sebuah minyak wangi yang sedang trand di ibu kota. Lilyer masuk ke kamar Mercia dan menunjukkan minyak wangi yang ia beli di ibu kota tadi.


"Putri lihatlah saya membawa minyak wangi yang sedang trand di ibu kota, " ucap Lilyer sambil membuka pintu kamar Mercia yang sedikit terbuka. Tapi, sayangnya Mercia sudah tertidur pulas di tepi ranjang dengan posisi setengah di ranjang dan bagian kaki di bawah ranjang.


Lilyer yang melihat posisi tidur Mercia dengan sengaja mengubah posisi Mercia.


Putri, mau bagaimana pun sifat, kebiasaan, kemampuan anda. Saya akan terus menjadi pengikut anda dan selalu melindungi anda. Karena anda adalah cahaya bagi kehidupan saya yang gelap gulita ini. Batin Lilyer sambil menyelimuti Mercia yang tertidur pulas.