Reborn As A Princess Of Norea

Reborn As A Princess Of Norea
Festival



Negara besar yang sekarang telah bergabung mengadakan festival perayaan lahirnya gabungan negara besar yang ke 20 tahun.


Terlihat Mercia yang sedang duduk sembari membaca buku kisah cinta sang ahli pedang, yang tidak sengaja terbawa saat di markas.


"Cinta yah... " Gumam Mercia yang hampir selesai membaca buku.


"Oh... buku yang kau baca di markas yah, " Ucap Mary yang tiba tiba muncul.


"Mary... apa kau tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu? " Kata Mercia dengan wajah cool.


"Bukan aku aja kok yang masuk " Jawab Mary sambil menengok ke arah belakang.


Terlihat Mercia yang melihat ke arah Karvein yang datang bersama Mary.


Blush,wajah Mercia yang memerah.


"Ciachi, apa kau akan pergi ke festival nanti malam? " Tanya Mary tiba tiba.


"Ma... ry... jangan mengganggu suasana yang di penuhi aura cinta ini, jika kau menggangu akan menjadi canggung, jadi ayo pergi bersamaku, " Ucap Lucas yang tiba tiba datang.


.


.


.


Mercia yang merasa sedikit canggung itu langsung menawarkan karvein secangkir teh melati.


Karvein yang hanya bisa diam dan melihat Mercia, yang sedang terguling di sofa sembari meminum teh yang di berikan Mercia.


"Mercia, apa kau tidak malu menggunakan celana pendek di depan pria? " Tanya karvein yang sedikit tergoda.


"Hm? he... apa kau tergoda dengan tubuhku yang langsing ini? " Goda Mercia sembari berjalan ke arah karvein yang wajahnya sedikit merah.


"Ekhem! tidak aku adalah pria sejati yang baik aku tidak akan tergoda oleh gadis jelek sepertimu, " Jawab karvein dengan cool dan sedikit mengejek Mercia.


Malamnya


Terlihat Mercia yang sedang menunggu karvein datang di depan toko bunga. Mercia yang sedang menunggu itu terlihat sangat cantik, dengan rambut setengah diikat dan baju rok pendek berpaduan dengan sepatu boots tinggi.


Tidak lama kemudian karvein datang dengan kaos hitam dan celana jeans panjang warna putih.


"Maaf, apa kau sudah lama menunggu? " Tanya karvein yang baru saja datang.


"O-oh.. tidak aku juga baru datang kok, " Ucap Mercia sedikit berbohong.


Mereka berdua pun langsung pergi ke festival berdua. Mercia yang baru pertama kali melihat karvein memakai baju bebas selain baju seragam khusus misi.


"Ternyata begini sosok karvein saat menggunakan baju bebas, kalau di lihat dari dekat... Karvein memang tampan, " Gumam Mercia sambil berjalan.


Mercia dan karvein yang berdekatan tanpa halangan, terlihat sangat serasi dan akur tanpa perkelahian.


"Apa kau mau membeli sesuatu Mercia? " Tanya karvein dengan rambut yang terhembus angin malam yang dingin.


"Sepertinya tidak ada, apa kau mau bermain sebentar? " Tanya balik Mercia.


Karena Mercia mengajukan untuk bermain sebentar, karvein langsung memainkan panah yang telah di beri mana sihir. Tap... Tap... Tap... Karvein dengan gagahnya menepatkan semua sasaran dan mendapatkan hadiah dua pasang gantungan kunci couple.


Karvein yang mendapatkan hadiah tersebut memberikan salah satunya kepada Mercia, karena sudah menemaninya ke festival.


Mercia dengan senang hati menerima pemberian pertama dari karvein.


"Terima kasih, " Ucap Mercia sambil tersenyum senang.


"Ini hanyalah sebuah hadiah kecil, kenapa kau sangat senang sekali? Hahaha! " Tanya karvein sambil tertawa lepas.


"Karena.... hadiah tidak di lihat dari barangnya tapi di lihat dari orangnya, aku senang karena ini adalah hadiah pertama yang kau berikan, " Ucap Mercia dengan berani tanpa ragu.


"Blush..., i-itu hanyalah salah satu hadiah kecil dariku, " Gumam karvein dengan wajah merah.


"Hah? apa kamu tadi mengatakan sesuatu? " Tanya Mercia dengan penuh penasaran.


"Tidak ada apa apa, bagaimana kalau kita pergi melihat kembang api perayaan di dekat pohon dewa? " Tanya karvein dengan wajah cool sambil tersenyum.


Pohon dewa


Duar... Duar... Terdengar suara bising kembang api yang terlihat di langit malam yang gelap yang di sinari cahaya bulan. Terlihat Mercia dan karvein yang saling berpegangan tangan sembari melihat kembang api, di tengah tengah kota.