Reborn As A Princess Of Norea

Reborn As A Princess Of Norea
Misi baru tingkat 2 yang mengejutkan



Sepulang Mercia dari festival...


Bruk!? terlihat Mercia yang baru saja kembali dari festival perayaan ke 20 tahun enam negara besar. Mercia yang terlihat sangat lelah langsung terbaring di tempat tidurnya itu. Mercia terbaring sembari menatap langit langit kamarnya yang di penuhi cahaya lampu.


"Hah... sungguh melelahkan, " Gumam Mercia yang terbaring di tempat tidurnya sembari melihat langit langit kamarnya yang di terangi cahaya lampu.


"Akhir - akhir ini tidak ada tanda - tanda kemunculan Juuri. Aku selalu ingin menanyakan ini kepada Juuri. Sebenarnya dia itu apa? Dia terlihat sangat berbeda dengan manusia biasa atau pun manusia penyihir. "


Mercia yang terbaring perlahan - lahan tertidur pulas dalam sesaat.


Clack!? terdengar suara pintu kamar Mercia terbuka. Terlihat Michelle yang datang melihat Mercia yang sedang tertidur pulas.


"Mercia... maaf ayah tidak bisa selalu menemanimu, ayah selalu memikirkanmu sepanjang hari, ayah selalu ingin mengobrol denganmu selayaknya ayah dan anak. Ayah tidak akan memaksamu menikah muda, atau pun menjodohkanmu dengan pria pilihan ayah. Ayah akan selalu menghargai semua pilihanmu dengan syarat itu adalah pilihan terbaik untukmu, " Kata Michelle dengan lemah lembut sembari mengusap kepala Mercia yang tengah tidur pulas.


Brak!? suara pintu kamar Mercia yang tertutup.


***


Keesokan harinya di ruang ketua academy. Terlihat Mercia dan karvein yang di panggil oleh Raiya untuk menjalani misi bersama.


"Ehem! baiklah aku akan mulai bicara " Ucap Raiya yang sedang duduk di kursi putar.


".... Oh, " Jawab Mercia dengan singkat.


....


"Ah sudahlah, aku ingin kalian melakukan misi tingkat dua di gunung Kiriboku. " Ucap Raiya dengan wajah serius, seakan akan itu misi tingkat tinggi.


Mercia yang melihat raut wajah Raiya yang sedikit mencurigakan, langsung merasa tidak yakin untuk melakukan misinya itu.


"Aku sudah meminta izin kepada paman Michelle dan paman Raino ( ayah karvein). mereka berdua sudah mengizinkan kalian pergi ke gunung Kiriano " Ucap Raiya dengan jelas sambil menatatap tajam Mercia.


"Ketua, apa yang akan kami lakukan di gunung Kiriano? " Tanya Karvein dengan penuh penasaran.


"Kalian akan di beri tahu nanti oleh orang - orang gunung Kiriano, " Jawab singkat Raiya.


"Baiklah, baiklah, katakan di daerah mana gunung Kiriano itu. Aku dan karvein akan langsung pergi. " Ucap Mercia dengan nada kesal.


Tiba - tiba! Mercia dan Karvein yang sedang berada di kantor ketua academy, langsung pindah tempat di atas langit, dan hampir terjatuh. Untungnya Mercia dengan cepat mengeluarkan piring kaca es miliknya dan turun perlahan ke bawah.


"Oh! Itu sepertinya ada daratan, " Ucap Mercia sambil menunjuk ke bawah.


"Baiklah, ayo kita turun ke bawah dan lihat apa misi yang harus kita selesaikan, " Kata karvein sembari mengendalikan kaca es Mercia.


"Dimana ini? Apa kau tau di daerah mana ini Mercia? " Tanya karvein sambil melihat sekeliling.


"Entahlah, di sini sepertinya banyak sekali hewan aneh. Apakah di daerah ini sedang perang? " Tanya Mercia sembari melihat sekelilingnya dengan penasaran.


Tiba - tiba muncul seorang kakek tua mengarah ke arah Mercia dan karvein, yang tengah kebingungan.


"Itu bukan hewan aneh dan juga di gunung ini sangat damai tanpa perang " Jawab kakek tua itu sambil tersenyum.


"Maaf... apakah kakek tau dimana ini? " tanya Karvein dengan sopan dan tersenyum.


Mercia yang tadinya ada di samping karvein langsung menghilang entah kemana.


"Sebelum kamu bertanya, lebih baik kamu cari dulu temanmu yang satunya itu, " Ucap sang kakek tua kepada Karvein.


Karvein yang baru sadar bahwa Mercia tidak ada di sisinya langsung pergi mencari Mercia yang tiba tiba menghilang.


MERCIA! MERCIA! DIMANA KAU!? teriak karvein sambil melihat sekitar dan mencari Mercia.


"Wah...!? " Terdengar suara jeritan Mercia dari arah kanan.


Karvein yang terkejut melihat Mercia terduduk ketakutan karena ada burung elang raksasa di hadapannya.


"Mercia!? bertahanlah aku akan menyelamatkanmu!? " Ucap karvein dengan raut wajah cemas.


"Wah...! kau kan hewan sihir yang pernah ku panggil saat latihan!? " Kata Mercia dengan lantang.


"Hah? Ehem! Mercia dari mana saja kau, ku kira tadi kau menghilang! " Ucap Karvein dengan nada kesal.


"Elang itu bernama Kirai, dia adalah salah satu hewan sihir tingkat dewa di gunung Kiriano, " Ucap kakek tua itu dengan jelas.


Mercia dan karvein yang baru teringat kembali bahwa mereka di beri misi ke gunung Kiriano. Mercia yang tadinya tenang langsung heboh dan bertanya tanya tentang gunung Kiriano.


"Aku adalah pertapa di gunung Kiriano ini. aku mengurus semua hewan sihir yang ada di sini, dan aku mengundang kalian untuk melatih mana sihir gabungan kalian. " Jelas kakek tua itu.


"Ah! Aku baru ingat sekarang, kakek pasti Ganboku sannin yang pernah di ceritakan oleh master Jishen, " Ucap Mercia yang baru teringat bahwa Jishen pernah menceritakan tentang gunung Kiriano dan Ganboku sannin.


"Apakah kakek tua ini adalah Ganboku sannin sang penjaga dunia hewan sihir yang melegenda itu? " Tanya karvein dengan raut wajah penasaran.


"Iya! Kalian di titipkan oleh Raiya kepadaku, " Kata Ganboku sannin dengan singkat.


Mercia dan karvein dengan senang hati menerima pelatihan dari Ganboku sannin yang melegenda. Mercia yang tadinya curiga pada Raiya yang tiba tiba menyuruh Mercia dan karvein melakukan misi tanpa Mary, Hyerin, Orlando, dan Lucas. Karena Raiya memberikan misi tingkat dua yaitu misi pelatihan kombinasi mana sihir dari Ganboku sannin yang melegenda.