Reborn As A Duke's Daughter

Reborn As A Duke's Daughter
Gosip



Audrey menatap malas ruang latihan, matanya terpejam, lalu perlahan membukannya sembari menghela nafas berat. Dia piker kelas khusus yang begitu dia minati ini akan sangat menyenangkan, banyak hal yang akan dia pelajari. Namun nyatanya sangat berbeda dengan yang Audrey bayangkan.


Mereka bahkan tidak di ijinkan memegang pedang sungguhan, ruang latihan tidak begitu bagus dengan fasilitas yang bisa di bilang cukup buruk.Begitu juga dengan guru yang mengajar, mereka tidak mengajar dengan benar. “ Hahh sialan. Jika seperti ini pantas saja kerajaan ini tidak masuk salah satu kerajaan terkuat. Padahal aku sudah berharap akan ada kegiatan memburu monster atau bertarung sungguhan “ gumamnya pelan. Bangkit dari acara duduknya, Audrey melangkah pergi meninggalkan ruang latihan. Dia sudah terlalu bosan duduk diam di sana.


Pov Audrey


Aku terus berjalan di sepajang koridor sekolah, suasana masih sepi karena saat ini jam pelajaran. Aku sangat tertarik dengan pedang dari pada sihir yang cukup aku kuasai, itu semua berkat bantuan Silas tentu saja. Sudah dua bulan aku mengikuti kelas khusus tapi terasa membosankan.


Aku juga sedikit kesal karena pada awalnya aku membawa pedang sungguhan untuk berlatih di sana, namun seorang pelatih ingin merampasnya. Tentu aku menolak, dan berkat itu aku di skors tiga hari karena tidak mematuhi aturan. Tak terasa aku berjalan cukup jauh hingga sampai di belakang asrama putri. Aku melihat sekeliling yang memang masih sepi, aku memilih duduk di salah satu gazebo menikmati air mancur yang tepat berada di sampingnya.


Kegiatanku di akademi cukup terbatas, jujur saja aku berniat untuk berlatih diam-diam. Namun, banyak pengawas yang berpatroli. Beberapa kali aku tertangkap dan mendapat hukuman entah itu skors atau menulis ulang peraturan akademi di buku hukuman. “ Apa aku keluar saja dari sini?! Benar juga. Disini membosankan dan hanya kan membuang waktuku saja, lebih baik aku mengundurkan diri dari akademi jelek ini dan berpetualang “ aku mengepalkan tangan senang dengan ide yang ku anggap cermelang.


Jika aku berpetualang aku pasti bisa mendapatkan apa yang aku inginkan. Aku ingin pertarungan, aku juga suka kebebasan.


Ketika jam istirahat berlangsung, aku berada di dalam kamar asrama, menata barangku dan memasukkannya ke dalam koper, kemudian menyimpannya di dalam cicin ruang milikku. Isabella tidak ada, dia sedaang sibuk beberapa hari ini karena kelas khususnya dan tugasnya di perpustakaan, jadi dia selalu kembali larut malam atau bahkan tidak kembali. Aku mengeluarkan batu komunikasi dan segera menyambungkannya. Suara piipp terdengar, yang berarti panggilan sudah tersambung.


“ Halo “ suara yang aku rindukan, saat mendengarnya aku langsung tersenyum.


“ Hai Arcel “ setelah mengatakan itu aku mendengar suara teriakan Arcel dan suara berisik lainnya.


“ Arcel kau baik-baik saja? “ aku terkekeh pelan lalu menunggu balasan dari Arcel.


“ Kakak itu kau?! Sebentar aku akan memanggil Elen juga?! Dia pasti akan sangat senang, tunggu sebentar jangan di matikan?! “


“ Baiklah, aku akan menunggu “ lagi, aku tertawa pelan sembari menunggu Arcel di seberang sana. Aku hanya mendengar suara langkah kaki tergesa dan suara dobrakan pintu yang cukup keras.


“ Kakak, kau masih di sana? “ oh ini suara Elen, aku tau dari suaranya yang lebih lembut dari pada Arcel yang sedikit berat.


“ Ya ini aku. Bagaimana kabarmu Elen? Kau tidak pernah mengirimiku surat, apa kau masih marah? “ dan aku hanya mendengar dengusan halus dari Elen. “ Aku tidak marah, hanya saja aku malas menulis surat untuk kakak “ aku tertawa kencang, jelas sekali dia marah, mendengar dari nada bicaranya yang terdengar ketus itu. Aku mengobrol dengan Arcel dan Elen cukup lama, lalu meminta mereka untuk menyerahkan batu komunikasi pada Ayah. Beruntung Ayah berada di rumah, jadi aku bisa langsung berbicara padanya.


Setelah bertanya kabar dan basa-basi sebentar, aku segera mengatakan tujuanku pada Ayah tentang niatku untuk keluar dari akademi. Aywalnya Ayah bertanya alasanku keluar akademi, aku menjelaskannya secara singkat dan tanpa banyak tanya lagi Ayah langsung menyetujuinya.


Rencanaku setelah keluar akademi adalah pulang terlebih dulu lalu pergi ke kastilku. Untuk sementara aku ingin berlatih bersama Silas dan yang lain. Lalu bersiap untuk berpetualang ke berbagai kerajaan di luar sana.


Selama Audrey sibuk dengan rencananya, akademi ramai dengan gosip yang tangah beredar. Pada jam makan malam, Audrey pergi ke kantin sendirian karena Isabella yang belum kembali. Sampai di kantin Audrey langsung di sambut denganberbagai tatapan, bukan tatapan yang baik tentu saja. Awalnya Audrey acuh dan mengambil makanannya, namun saat baru saja dirinya duduk di salah satu kursi.


Byurrr


Cairan berwarna orange menetes deras dari kepala Audrey. Dia terkejut lalu mendongak menatap siapa yang berani melakukan hal ini padanya. Di belakangnya ada lima siswi yang tertawa dan menatap remeh. Audrey berdiri dengan urat tangan dan leher yang menonjol. Acara makan malamnya terganggu oleh kumulan serangga yang tidak dia kenal. “ Itu cocok untukmu “ siswi yang berada paling belakang dengan rambut kuncir kuda menunjuk Audrey sembari tersenyum remeh.


“ Kenapa kau tampak marah? Itu cocok untukmu, kau tau “ lagi, suara tawa mengejek di tunjukan untuk Audrey oleh kelima siswi tersebut. Audrey menatap datar, lalu tanpa aba-aba dia menarik keras rambut siswi berkuncir kuda itu, dan membantingnya ke lantai yang dingin. Siswa-siswi di kantin terkejut dengan sikap kasar Audrey yang berani. “ APA YANG KAU LAKUKAN?! “ teriak yang dekat dengan siswi berkuncir kuda itu. Audrey tidak menghiraukannya, dan menatap siswi berambut pendek yang tepat di depannya.


“ Apa? Yang dia katakana benar, itu cocok untukmu. J*lang sialan?! “ tatapnya nyalang pada Audrey. Audrey berbalik dan meraih nampannya di meja, lalu menumpahkannya di atas kepala siswi tadi. Siswi itu terkejut dan menatap marah pada Audrey, “ KAU?1 “ tanganya bersiap untuk menampar Audrey. Belum sempat tangannya bergerak, tendangan kuat dia dapatkan di perutnya, hingga siswi itu terdorong jauh ke belakang dan menabrak meja lain. Suasana semakin ramai dan beberapa bersorak senang melihat perkelahian yang terjadi.


“ Kau duluan yang mulai. Sekarang ku tanya apa alasanmu menyiramku dengan jus jeruk “ Audreymenatap tajam ketiga siswi yang tersisa. Mereka menatap takut pada Audrey dan hanya diam menunduk. Audrey bersiap pergi karena tidak mendengarkan jawaban apapun, juga tubuhnya yang terasa lengket karena jus jeruk. “ OI J*LANG?! Mau pergi kemana kau hah?! Dasar tidak tahu malu, kau berani merusak hubungan Yang mulia putra mahkota dan Putri mahkota ah?! “ Audrey berhenti mendengar hal itu, ‘ Hubugan? Aku? Dengan siapa? ‘.


“ HAH AKU BENARKAN? SEKARANG KAU TIDAK BISA KABUR?! SEMUANYA SUDAH TAU TENTANG TABIAT BURUKMU ITU?! “


Audrey melangkah pelan kearah siswi yang berteriak tadi, dengan sekuat tenaga dia menendang lengan siswi itu hingga terpental dan lengan kiri bengkok. Suasana tiba-tiba hening dan tidak ada yang berani bersuara. Mereka hanya menatap ngeri pada Audrey kerena memiliki tenaga yang begitu kuat.


“ Katakan lagi maka kepalamu yang akan bengkok “, menatap semua yag berada di kantin, “ Siapa yang menyebarkan gosip tidak jelas itu “ tanyanya menatap tajam mereka satu persatu, lagi tidak ada yang menjawab. Mereka semua bimbang, beberapa tentu tau siapa di balik semua ini, tapi tidak ada yang berani bersuara dan memilih untuk diam. Mereka bingung harus mengatakan apa, di satu sisi mereka takut dengan kekuasaan putri mahkota, namun di sisi lain mereka juga takut dengan kekuatan Audrey walau banyak yang mengatakan Audrey hanya rakyat jelata.


Tapi mendengar dari gosip yang beredar saat ini, Audrey adalah bangsawan yang berusaha untuk mendapatkan posisi putri mahkota.


Mereka percaya dengan gosip yang beredar saat ini, karena berita putra mahkota yang ingin mengganti posisi putri mahkota dengan orang lain. Tidak sepenuhnya salah karena putra mahkota memang tertarik pada Audrey dan pernah melamarnya untuk menjadi selir. Namun dengan tegas Audrey menolak, dia tidak berminat menjadi seorang selir.


Mendapat penolakan dari Audrey putra mahkota marah, lalu beberapa hari kemudian muncul berita bahwa putra mahkota ingin mengganti putri mahkota dengan orang yang dia sukai.


Putri mahkota begitu marah dan tanpa pernah bertatap mata dengan Audrey secara langsung, dia membuat garis permusuhan. Putra mahkota menarik kesimpulan dari jawaban Audrey, bahwa dia tidak ingin menjadi selir maka dia ingin menjadi ratu. Dan tanpa pikir panjang putra mahkota membatalkan pertunangannya dengan putri mahkota.


Maaf kalau banyak typo


Jangan lupa like yaa


Sorry lama ngga up aku sakit guys jadi ngga bisa nulis 👋