
Malam telah tiba. Aku segera keluar dari tempat makan, dan menuju ke arah kasino berada. Sampai di depan kasino, aku diam sebentar untuk mengamati keadaan sekitar. Lalu karena merasa aman, aku masuk ke dalam kasino. Ada dua pelayan di kasino yang menyambut ku. Mereka mengarahkan ku untuk menuju meja pembayaran, untuk membayar biaya masuk. Setelah membayar aku di ijinkan untuk bermain sepuas ku.
Aku melihat banyak sekali jenis permainan. Terutama di meja yang berada di tengah. Sepertinya itu permainan kartu, atau biasa di sebut blackjack. Aku mendekat ke arah sana. Ikut menonton dan beberapa saat kemudian, salah satu pemain kalah. Dia kehilangan semua uang yang ditaruhkannya. Beberapa orang yang menonton tidak tertarik untuk ikut bermain. Lebih tepatnya ragu. ' Kurasa dia pemain pro di kasino ini ' batinku menilai pemain yang menang.
" Bukankah dia pemain yang tidak pernah kalah? "
" Benar. Aku juga ingin main, tapi jika dia lawannya... aku hanya akan menonton saja "
" Sudah berapa banyak orang bodoh yang menantangnya, dan berakhir kalah "
Bisikan dari dua orang di sampingku. Aku menyeringai sebentar, lalu aku maju dan duduk di kursi yang berada di sisi lain. Orang-orang sekitar yang menonton permainan ini melongo. Aku tidak begitu peduli dengan mereka, bahkan ada yang berbisik. Sedangkan, pemain yang ada di depanku hanya diam dan tersenyum remeh ke arahku.
" Kau ingin bermain apa? " tanya orang yang akan menjadi lawanku.
" Blackjack " jawabku singkat. Dia membalas dengan tersenyum remeh lagi ke arahku. Aku hanya diam. Lalu meminta pelayan yang bertugas sebagai wasit untuk menyiapkan permainan.
Setelah itu, kami mulai bermain. Dia bertaruh satu juta koin emas. Aku bertaruh sama dengannya. Kami terus bermain. Aku juga selalu memperhatikan gerak-geriknya. Tak ada yang mencurigakan. Kurasa dia menang karena kemampuannya sendiri dan bukan hasil curang. Saat kartu terakhir keluar, dia tampak tersenyum. Dan melirik kearah belakang kursiku. Dia menang.
Perasaan ku tidak enak. Kurasa dia memainkan trik di saat terakhir. Mana mungkin aku kalah dengan begitu mudah. Aku sudah terbiasa bermain judi di kehidupan ku sebelumnya. Dan seketika aku ingat. Dia tadi melirik ke arah belakang kursiku. Kemudian, aku langsung melirik ke arah yang dia tuju tadi.
Dan aku menemukan ada sebuah cermin dengan ukuran sangat kecil.
Aku jadi tau kenapa dia dengan begitu percaya dirinya bisa menang. Dan selalu tampak tenang. Ternyata itu bukan karena dia pro. Tapi, karena dia selalu mengawasi lewat cermin di kursi pihak lawan. Aku menyeringai. Aku punya ide bagus untuk itu. Aku akan pura-pura tidak tau triknya. Sedangkan, aku akan mempermainkan nya.
Kami melanjutkan bermain. Aku mengubah kartu yang akan aku keluarkan terakhir dengan mengunakan sebuah trik. Dia memang selalu melirik ke arah cermin itu. Dia tidak akan tau kartu mana yang akan aku keluarkan di saat terakhir.
Saat kartu terakhir dibuka. Aku menang. Dia nampak terkejut. Begitu pula dengan orang-orang yang menonton. Tapi, kami bermain lagi. Kurasa dia mengira kalau aku hanya beruntung. Kali ini taruhannya lebih besar. Aku diam-diam tersenyum.
....
" Gila?! Siapa dia? "
" Menang berturut-turut seperti itu. Aku belum pernah melihatnya di sini? "
" Apa dia orang baru? "
" Kurasa begitu. Dia menang banyak "
" Dan ini pertama kalinya orang itu kalah dalam bermain judi. Bahkan di kalahkan oleh pemain baru? Oh sungguh sulit di percaya "
Bisikan-bisikan terus terdengar. Aku mengabaikan hal itu. Dan mengambil semua uang taruhanku. Saat ingin pergi, ada seorang pelayan yang memanggilku. Dia menawarkan untuk membuat kartu member. Dia menjelaskan kegunaan kartu member itu. Aku cukup tertarik dengan itu. Apalagi di poin terakhir, yang mengatakan kalau aku bisa keruangan khusus untuk bermain dengan member lain, di jam lewat dari tengah malam. Atau bahkan dengan para bangsawan yang datang untuk bermain judi di kasino ini.
Aku setuju untuk menjadi member. Setelah menunggu untuk membuat kartu, dan saat kartunya sudah jadi aku keluar dari kasino. Aku akan pulang ke kediaman Darold. Sudah hampir tengah malam sekarang. Besok aku akan pergi ke pasar gelap.
Jadi, hari ini cukup sampai di sini saja. Aku akan melanjutkan misiku besok.
Maaf kalau banyak typo.
Jangan lupa like dan komen.
Terima kasih🙏