
Aula pesta
Para bangsawan yang akan menghadiri pesta kedewasaan berkumpul di aula pesta. Tuan muda dan nona muda bangsawan yang akan melakukan tes kekuatan sedikit tegang. Pasalnya mereka tak tau bisa membangkitkan kekuatan atau tidak.
Berbeda dengan Cassandra yang terlihat senang. Ia yakin pasti akan membangkitkan kekuatan. Sekarang Cassandra sedang mengobrol dengan beberapa tuan muda dan nona muda lain.
" Nona Cassandra pasti akan membangkitkan kekuatan yang hebat "
" Benar. Tidak seperti wanita itu... dia bahkan tidak terlihat di sini haha "
" Dia pasti malu untuk datang, benarkan? "
" Jangan seperti itu... Audrey sedang sakit keras, jadi tidak bisa datang " jawab Cassandra dengan raut sedih. Lalu mengapa mereka tidak tau bahwa Audrey menghilang? Keluarga Darold menyebarkan berita bahwa Audrey sakit keras. Dan mengenai Ratu dan orang-orang nya, mereka mengetahui yang sebenarnya dengan mencari informasi sendiri.
....
" Tuan muda Franklin Horren " pengetesan kekuatan talah di mulai.. mereka akan di panggil secara acak oleh pendeta dan penyihir. Pengetesan kekuatan terus berlanjut hingga nama Cassandra di panggil.
" Nona Cassandra Euginia Darold " Cassandra maju dengan percaya diri. Menempelkan tangannya dan seketika bola untuk mengetes kekuatan bersinar. Memunculkan warna biru. Warna yang menunjukkan kekuatannya cukup kuat. Yang melihat bertepuk tangan.
Pendeta dan penyihir akan memanggil nama yang lain, namun semua terhenti oleh suara pintu aula yang didorong kuat oleh seseorang. Tentu siapa lagi kalau bukan Audrey.
Audrey berjalan perlahan masih dengan tudung yang menutupi tubuhnya. Hingga ia berhenti di depan bola sihir. Lalu berbalik dan membuka tudungnya. Semua yang melihat sontak terkejut. Yang mereka tau Audrey sakit keras sehingga tidak dapat menghadiri pesta.
Beberapa dengan Ratu dan orang-orang nya, mereka terkejut namun tampak senang. Cassandra sendiri tidak percaya dengan kehadiran Audrey saat ini. Tapi, ia masih tersenyum karena ia berhasil membangkitkan kekuatan turun-menurun keluarga Darold. Itu tandanya ia yang akan menjadi kepala keluarga selanjutnya dan Audrey tidak akan bisa merebutnya.
" Heh.. percuma saja kau datang kesini. Karena kau terlambat dan aku sudah menang Audrey " bisik Cassandra pelan.
" Hey?! Apa yang kau lakukan disini? Cepatlah turun jika bukan peserta " ucap salah satu penyihir.
" Hm? Kenapa kau bilang begitu. Aku juga salah satu peserta loh " jawab Audrey dengan senyuman tipis. Bangsawan lain mulai berbisik. Mereka yakin, tak ada gunanya Audrey datang karena Cassandra yang telah membangkitkan kekuatan.
Semua berjalan lancar dan cepat. Tak terasa waktu Audrey telah tiba.
" Letakan tangan anda di atas bola sihir ini. Lalu konsentrasi "
Audrey melakukan seperti yang di katakan salah satu penyihir. Dengan perlahan ia meletakan tangannya dan berkonsentrasi. Perlahan bola sihir mulai bercahaya, namun kembali redup. Dan di saat terakhir berwarna hitam kelam lalu pecah berkeping-keping.
Yang lain terkejut dengan hal itu. Sama halnya dengan para penyihir dan pendeta. Setau mereka hal itu terjadi jika, bola sihir tak mampu mengukur kekuatan.
" Hahahah... kau tidak bisa mengalahkanku Audrey " bisik Cassandra yang masih tidak mengetahui apa yang terjadi. Semua bangsawan heboh.
" B-bagaimana mungkin masih ada seseorang yang seperti ini?! " gumam kepala penyihir.
" Hm? memangnya kenapa? " tanya Audrey.
" Ambilkan bola sihir yang lain. Yang kapasitas nya lebih besar?! " bukannya menjawab pertanyaan Audrey. Dia malah meminta bawahan nya untuk mengambil bola sihir lain.
Selang beberapa menit, seorang penyihir kembali membawa bola sihir yang lain. Lalu memberikannya pada kepala penyihir.
" Coba tes lagi "
Audrey hanya menurut dan mengetes kekuatan nya lagi. Kali ini bola sihir tidak pecah dan memunculkan warna hitam kelam, namun tidak lama karena kembali pecah.
" Kau?! Astaga. Dari mana kau mendapatkan kekuatan yang begitu dasyat?! " gumam kepala penyihir yang masih bisa di dengar oleh beberapa orang.
Maaf kalau banyak typo.
Jangan lupa like dan komen.
Terima kasih🙏