Reborn As A Duke's Daughter

Reborn As A Duke's Daughter
Shadow Lord



Beberapa hari setelah kejadian di kediaman Marquess. Banyak tersebar rumor mengenai Audrey. Bahkan rumor tersebut sampai pada telinga Raja dan Ratu.


Saat ini Audrey sedang bersama dengan bawahannya, di kediaman pribadi Audrey. Tak ada yang tau mengenai keberadaan kediaman ini.


" Sesuai dengan rencana, besok kita akan pergi ke lembah elf "


" Baik " jawab serentak para ke lima bawahan Audrey.


" Ah... lalu bawa bocah itu juga "


" Tapi, bukankah perjalanan menuju ke lembah elf terlalu berbahaya? "


" Bukan masalah... yang jelas kita harus membawa bocah itu "


" Baik "


Setelah itu, Audrey berjalan menuju ke sebuah kamar. Saat masuk, nampak seorang anak laki-laki yang nampak berusia sekitar lima tahun. Terbaring lemah di atas tempat tidur. Audrey menatapnya. Perlahan anak laki-laki itu membuka mata.


" Oh. Kau sudah bangun? "


Anak laki-laki itu tersenyum. Lalu mengangguk.


" Apa kau merasa baikan? "


" Ya. Itu semua berkat mu "


" Besok aku akan mengantarmu pulang "


" Benarkah? Kalau begitu terima kasih "


" Ya. Bukan masalah besar, lagi pula aku juga ingin meminta bantuan mu "


" Bantuan? Memangnya apa? Jika aku bisa, maka aku akan membantu "


" Hanya hal kecil, namun aku membutuhkannya "


Anak laki-laki itu duduk dan perlahan wujudnya berubah. Menjadi laki-laki dewasa dengan ciri khas bangsa elf.


" Wow... kau sudah pulih ternyata "


" Tidak sepenuhnya. Tapi berkat bantuanmu, setidaknya aku tidak mati "


" Baiklah. Sebaiknya, kau istirahat saja aku akan kembali besok sebelum matahari terbit " lalu menghilang dengan bayangannya.


Keesokan harinya


Sebelum matahari terbit, Audrey sampai di kediaman pribadinya. Bersama dengan para anggotanya yang lain, yang telah siap untuk pergi menuju ke lembah elf.


" Master... benar kita boleh membawa anak ini? "


" Benar. Apa tidak terlalu berbahaya? "


Audrey menoleh, " Tak perlu khawatir tentang itu... kalian akan mengetahuinya nanti " Sementara yang lain hanya mengangguk.


Perjalanan pun dimulai. Mereka harus melewati dua desa kecil di area perbatasan, lalu masuk ke hutan di area bukit hingga menemukan pintu masuk menuju lembah elf. Perjalanan yang di tempuh hanya butuh waktu beberapa jam, karena Audrey menggunakan kekuatannya untuk berpindah tempat. Karena lama saat mencari pintu menuju hutan elf.


Hingga saat matahari mulai tenggelam, baru pintu menuju lembah elf di temukan. Itu pun berkat arahan dari anak laki-laki yang di bawa oleh Audrey. Namun, sedikit lebih lama karena adanya kabut tebal yang menghambat perjalanan mereka.


" Kita sudah sampai " ucap anak laki-laki


Audrey mengangguk paham. Lalu menurunkan anak laki-laki itu dari gendongannya. Beberapa saat kemudian, anak laki-laki itu kembali ke wujudnya yang semula, menjadi laki-laki dewasa dari bangsa elf.


" Jadi... kau bangsa elf?! "


" Benar. Perkenalkan namaku Stevan Algo "


" Master?! Master sudah mengetahui ini?! " Audrey hanya mengangguk.


" Ayo kita menuju ke rumah ku "


Mereka mengikuti Stevan yang memimpin jalan menuju rumahnya. Rumah Stevan cukup dekat dari pintu masuk menuju lebah elf. Sehingga, tak membutuhkan waktu lama untuk sampai di sana.


....


" Hey. Bagaimana master bisa menemukanmu? "


" Hm? Yaa dia menolongku saat itu "


" Bagaimana? Ayo ceritakan aku sangat penasaran "


" Hm... Saat itu aku keluar dari lembah elf untuk bermain ke dunia manusia. Aku sudah biasa melakukan itu. Namun, saat tengah di perjalanan baru saja aku keluar dari hutan... ada sekelompok manusia yang nampak jahat. Aku berusaha kabur, namun mereka mengejarku "


" Lalu? "


" Lalu, aku berusaha melawan dengan kekuatan ku. Tapi, aku lupa kalau saat berada di dunia manusia pada saat itu aku belum memulihkan kekuatanku. Jadi, aku tak bisa melakukan banyak hal. Dan saat mereka memasukan ku ke dalam kandang, Audrey datang. Dia awalnya hanya lewat saja dengan santai. Karena aku tidak tahu apa yang harus di lakukan, jadi aku nekat meminta tolong padanya. Dan... pada akhirnya dia menolongku "


" Master memang keren " kagum Veneca.


Tak lama, Audrey datang.


" Stevan. Aku ingin meminta bantuanmu "


" Baik. Jadi, apa yang kau inginkan? "


" Aku butuh ini " jawab Audrey sambil menyerahkan selembar kertas kecil pada Stevan. Dan Stevan menerimanya.


" Ah?! Kau mencari ini ternyata. Aku akan memberikannya padamu. Ayo ikut denganku "


Audrey mengikuti Stevan menuju ke luar rumah lalu, berjalan ke dekat pohon tua di belakang rumah Stevan.


" Sebentar, aku akan mengambilnya " Stevan memetik beberapa buah yang ada di pohon tua itu. Lalu menyerahkannya ke pada Audrey.


" Apa segini cukup? Jika kurang kita bisa mengambilnya lagi di kebun temanku. Lagi pula buah ini banyak tumbuh di sini, hanya saja pohon miliku yang lain belum berbuah "


" Tidak ini sudah cukup. Terima kasih "


" Sama-sama. Tapi, untuk apa buah ini? Kau akan memakannya? "


" Bisa di katakan begitu. Tapi, aku tidak memakannya langsung. Aku akan membuatnya menjadi ramuan yang akan sangat berguna "


" Wahhh hebat. Jika kau membutuhkannya lagi, bilang saja padaku " Audrey hanya mengangguk.


Setelah dua hari mereka tinggal di rumah Stevan, atas paksaan dari Stevan. Semalam mereka baru bisa pulang dan kembali ke kediaman pribadi Audrey. Audrey memilih untuk tidur di kediaman pribadinya, lalu sebelum matahari terbit ia kembali ke kediaman Darold.


Maaf kalau banyak typo.


Jangan lupa like.


Terimakasih 🙏