Reborn As A Duke's Daughter

Reborn As A Duke's Daughter
Undangan Pesta



Beberapa hari kemudian Audrey menerima undangan pesta ulang tahun seorang putri bangsawan. Pada awalnya Audrey tidak ingin menghadirinya, namun undangan itu datang hingga dua kali. Audrey penasaran dengan alasan undangan itu dikirim hingga dua kali, padahal Audrey telah mengirim surat balasan bahwa ia tidak bisa hadir.


Setelah bersiap, Audrey lekas berangkat untuk datang ke pesta. Lokasi cukup jauh karena berada di pinggiran kota. Saat sampai, terlihat suasana telah ramai. Yang mengundangnya kali ini adalah putri Viscount. Namun saat masuk ke dalam Audrey tidak sengaja melihat sosok yang dia kenal.


" Cassandra? " Audrey melihat anak yang di bawa Angela waktu itu, tentu tanpa di beri tahu Audrey akan mengenalnya. ' Kenapa dia ada disini? ' Audrey mencoba menduga-duga, seharusnya putri bangsawan rendah jarang di undang. Dan Cassandra sebagai anak bangsawan Baron, namun sudah tidak memiliki marga bangsawan di namanya tetap diundang? " Dia sudah bukan bangsawan lagi kan? "


Tak lama acara pesta dimulai, Audrey duduk di meja paling belakang tidak jauh dari pintu masuk. Dia menatap terus gerak-gerik Cassandra di pesta. Awalnya tidak ada yang mencurigakan, namun Viscount turun dari lantai atas dan memberi sambutan. Hal yang mengejutkan adalah, dia mengajarkan putrinya dengan Cassandra dan mengungumkan sesuatu yang lebih mencengangkan.


" Di pesta ini, saya ingin memperkenalkan putri angkat saya, dia adalah Cassandra. Dan mulai sekarang dia akan menjadi bagian dari keluarga ini " pengumuman itu membuat para nona/tuan muda berbisik. Banyak yang heran kenapa tiba-tiba Viscount mengangkat seorang anak? Sedangkan dia memiliki putri kadung yang terkenal dengan ke pintarannya.


Audrey juga menatap terkejut " Apa-apaan " beberapa waktu lalu Angela ingin menggaet Ayahnya namun Audrey menggagalkan nya. Dan sekarang dia akan menargetkan Viscount? Namun Audrey merasa sesuatu yang janggal. " Tidak mungkin Viscount langsung menerimanya kan? Setauku dia sangat mencintai keluarga kecilnya, walau istrinya telah meninggal beberapa tahun lalu "


Sepulang dari pesta, di tengah perjalanan kereta Audrey di hadang oleh sekumpulan bandit. Para ksatria bergegas untuk melindungi Audrey. Audrey sedikit bingung dengan bandit yang tiba-tiba muncul, di area yang tak jauh dari kediaman Viscount tadi. Dan lagi kereta yang dia gunakan terdapat lambang keluarga Duke, dan para bandit ini masih berani untuk menghadangnya.


" NONA CEPAT LARI?! MEREKA BUKAN BANDIT BIASA?! " suara teriakan salah satu ksatria terdengar menyuruh Audrey untuk lari. Audrey mengintip dari jendela kereta. Audrey hanya membawa tiga ksatria saat ini, itupun karena paksaan dari ksatria itu.


" Aku tidak mungkin lari " melompat keluar dan ikut menyerang. Audrey tetap tidak ingin mempublis kekuatannya, dan hanya menggunakan pedang yang diam-diam dia aliri dengan mana.


Bergerak cepat ke salah satu bandit, Audrey langsung mengincar bagian vital. Bandit yang menyadari keberadaan Audrey tidak menghindar, namun dengan cepat menodongkan pedangnya ke arah Audrey. Seketika pikiran Audrey mengatakan para bandit itu memang mengincar nyawanya sejak awal.


Pertarungan sengit terus berlanjut. Dengan jumlah yang tidak seimbang, pihak Audrey yang hanya berisi empat orang beserta dirinya. Dan para bandit yang hampir dua puluh orang. Salah satu ksatria terluka di bagian bahu kanan, setelah itu pertarungan dikuasai oleh para bandit.


Audrey mulai geram dengan ini, dan tanpa pikir panjang menggunakan kekuatannya. Dia sudah tidak peduli lagi dengan ksatria yang melihatnya, dan fokus untuk membunuh para bandit di depannya. Lapisan es menyelimuti para bandit secara perlahan. Audrey menggunakan elemen esnya, dan membuat sekitarnya membeku. Dengan sekejap para bandit tertutup es, lalu Audrey menghancurkan esnya hingga berkeping-keping berserta para bandit yang ikut hancur.


Di perjalanan, Audrey memikirkan orang di balik bandit tadi. Siapa yang dengan beraninya ingin membunuhnya? Audrey mengingat undangan pesta kali ini, jika diingat mereka mengirim undangan sebanyak dua kali bahkan setelah Audrey mengirim surat balasan untuk menolak. Audrey berasumsi bahwa bandit kali ini pasti ada hubungannya dengan Viscount. Mengingat kembali saat Cassandra diumumkan sebagai putri angkatnya, Audrey semakin yakin.


Saat sampai Audrey bergegas untuk menuju ruang kerja Ayahnya. " Ayah " Duke menoleh dan menghentikan kegiatannya. Audrey berdiri di depan meja kerja Ayahnya " Ayah. Apa kau sudah membatalkan untuk pernikahan dengan wanita itu? " Audrey bertanya untuk memastikan sesuatu. Jefford mengangguk " Iya, Ayah sudah membatalkan nya " Audrey mengangguk. " Ada apa? Apa ada yang mengganggu mu? " Jefford bertanya penasaran, " Tidak ada. Aku akan menemui Elen " lalu berjalan keluar.


Audrey tidak menemui Elen, dan menuju kamarnya. Didalam Audrey mulai memikirkan jika memang Viscount berada di balik bandit-bandit itu, mengapa? Apa alasan dia melakukan itu. " Apa itu permintaan Angela atau Cassandra? Jika iya bagaimana mereka meyakinkan Viscount untuk melakukan nya? Tidak mungkin mereka menyewa sendiri, lantaran mereka tidak memiliki banyak uang "


______________________________________________


Seorang wanita berjalan gelisah " Mereka masih belum memberi kabar sampai sekarang " lalu duduk dan meremat gaunnya. " Mereka tidak mungkin gagalkan? Aku sudah menghabiskan begitu banyak uang yang telah di berikan Viscount untuk membayar mereka " menggigit kukunya.


Senyum tipis menghiasi bibirnya " Dia hanya penghalang untukku. Aku berhasil menyingkirkan Ibunya maka akupun bisa menyingkirkan anaknya dengan mudah. Jika sekarang gagal maka masih banyak cara lain yang bisa ku gunakan " tertawa sumbang.


Wanita itu menyentuh kalung di lehernya " Aku adalah ibu pemeran utama, jadi aku bisa melakukan apapun yang aku mau. Tapi, aku harus mendapatkan Duke, karena pemeran utamanya adalah putrinya dan aku " sekali lagi dia tertawa. Membayangkan kehidupan yang bahagia dan semua yang menatapnya penuh hormat. " J*lang sialan aku akan menyingkirkan mu, lihat saja itu "


Disisi lain Duke memikirkan Audrey " Pasti ada yang mengganggu nya " mengingat kembali Audrey yang bertanya mengenai wanita itu. Duke diam-diam memikirkan bahwa wanita itu pasti telah mengganggu Audrey, dia meremat kertas dengan kuat dan membuangnya.


Pandangannya menajam " J*lang itu berani sekali mengganggu putriku " memanggil asisten nya. " Tuan " asisten itu membungkuk hormat " Bill mata-matai wanita itu dan laporkan padaku jika ada sesuatu yang mencurigakan. Lalu cari tau apa yang hari ini terjadi pada Audrey " Bill mengangguk mengerti, lalu izin undur diri.


Maaf kalau banyak typo


Jangan lupa like yaa