Reborn As A Duke's Daughter

Reborn As A Duke's Daughter
Shadow Lord



Keesokan harinya, Cassandra menemui Clara di sel tahanan. Clara yang masih belum benar-benar di vonis bersalah, hanya akan di tahan sampai waktu yang tidak di tentukan atau bukti yang lebih kuat ada. Saat Cassandra datang, Clara spontan mendekat ke arah jendela kecil pada pintu sel.


" Kakak?! " panggil Clara.


" Clara, bagaimana keadaanmu? "


" Kakak?! Kakak harus segera membebaskanku?! Aku tidak suka berada di sini?! " - Clara.


" Kakak akan mencari cara untuk membebaskanmu secepatnya. Kakak akan meminta keringanan pada hakim, agar dapat menebusmu " - Cassandra.


" Kakak... cepat bebaskan aku dari sini "


" Ya, kau tenang saja. Ah kakak harus segera kembali waktu kunjungan hampir habis "


Saat Cassandra berbalik dan pergi menjauh, terdengar suara teriakan Clara yang memanggil nama Cassandra. ' Bersyukur aku tidak menjadi saksi, atau mendukung Clara pada saat itu. Dia benar-benar membuat kekacauan, dan aku beruntung tidak terseret di dalamnya ' - batin Cassandra.


" Aku harus mencari cara untuk membebaskannya. Bagaimanapun, dia adalah pion yang masih berguna " bisik Cassandra.


....


" Aku harus menemukan cara agar bisa mewarisi gelar Duke. Bagaimanapun, Cassandra masih belum menerima gelar Duke walau telah membangkitkan kekuatan nya. Namun, kurasa akan banyak rintangan yang harus aku lalui untuk itu. Aku memang telah membangkitkan kekuatan, namun bukan kekuatan dari keluarga Darold.


Para dewan juga pasti akan menolak, jika aku yang mewarisi gelar Duke. Walaupun, aku tidak begitu peduli dengan gelar Duke. Tapi, untuk menstabilkan kekuatan ku di kalangan sosial, aku butuh gelar itu " - gumam Audrey.


Saat ini Audrey tengah berada di kediaman pribadinya, sejak kemarin dia tidak kembali ke kediaman Darold.


" Master " panggil Veneca.


" Ada apa? "


" Master. Aku telah menyelesaikan tugas yang Anda berikan " - menyerahkan sebuah amplop kepada Audrey. Setelah Audrey menerimanya dia memeriksanya sebentar, lalu meletakan nya di atas meja.


Termenung sebentar. Tiba-tiba Audrey mengingat sesuatu yang mungkin dia butuhkan.


" Veneca "


" Iya master "


" Carikan aku seseorang untuk menjadi pelayan pribadiku di kediaman Darold. Kurasa aku membutuhkannya " - Audrey. Veneca mengangguk, lalu pamit undur diri.


Audrey kembali menyibukkan dirinya dengan lembaran dokumen yang menumpuk di atas meja kerjanya. Beberapa adalah surat - surat penting untuk bisnisnya saat ini. Karena Audrey diam - diam menjalankan bisnis tanpa sepengetahuan orang lain.


Lalu, saat matanya menatap ke arah kantong dimana buah yang ia dapatkan dari Stevan waktu itu. Mengingatkan nya dengan sesuatu yang harus dia kerjakan. Mengambil sekantong buah tersebut, lalu berjalan menuju ke ruang laboratorium di ujung.


Audrey meletakkan kantong penuh berisi buah tersebut di atas meja. Lalu mengambil sebuah buku dan membukanya. Setelahnya, ia mengambil beberapa cairan dan serbuk berwarna biru. Mencampur bahan-bahan yang ada sesuai dengan instruksi pada buka, dengan beberapa cara baru yang dia ciptakan sendiri.


Setelah beberapa jam bergelut dengan pot pemanas. Audrey menatap cairan yang terdapat di dalam pot tersebut. Mengambil beberapa botol berukuran kecil, lalu dengan perlahan memasukan cairan tersebut kedalam botol hingga tandas.


Hingga waktu menunjukkan sore hari. Audrey meminta yang lain untuk berkumpul di rumah kaca di belakang kediamannya. Setelah semuanya berkumpul, Audrey meminta mereka untuk duduk.


" Apa master membutuhkan sesuatu? " - tanya laki-laki yang tiga tahun lebih tua dari Audrey, sekitar sembilan belas tahun, dia biasa di panggil Shawn.


Audrey diam tidak menjawab, lalu mengeluarkan beberapa botol dari kantong sihirnya.


" Bisa kalian mencoba ini? " - Audrey.


Tanpa pikir panjang, kelima orang tersebut meminumnya. Mereka tidak memiliki kecurigaan sama sekali terhadap Audrey. Sepenuhnya percaya kepada masternya.


Beberapa saat setelah meminumnya. Energi di sekitar mereka lebih pekat.


" Ah?! Aku merasakan tubuhku lebih ringan dan kekuatan magisku meningkat?! " seru anak laki-laki yang seusia Audrey, dia di panggil Arby. Yang lain mengangguk setuju dan menatap Audrey dengan antusias.


" Aku baru saja membuatnya. Itu seperti penarik kekuatan magis atau mana, agar berkumpul di sekitar orang yang meminumnya " jelas Audrey.


" Bagaimana anda bisa menciptakan sesuatu yang sangat istimewa seperti ini?! " seru Veneca antusias.


" Jangan berlebihan. Itu sedikit lebih mirip dengan batu magis stone. Hanya saja lebih efektif dan memiliki jangka waktu penggunaan lebih lama. Aku membuatnya dengan buah dari lembah elf " jelas Audrey lagi. Cairan tersebut memang lebih efektif dan jangka waktu penggunaannya lebih lama. Namun, masih belum benar-benar sempurna. Masih harus di sempurnakan kembali, agar dapat memadat dan menarik lebih banyak mana.


" Aku berencana untuk memproduksi dalam skala besar. Namun, itu masih belum sempurna. Masih dalam bentuk cairan dan tidak bisa di padat kan " -Audrey.


" Jika anda ingin memadatkan nya... Mungkin anda bisa menggunakan sihir pemadatan " usul Nano. Anggota yang paling ahli dalam pengolahan bahan herbal.


" Ah kau benar. Tapi, aku tidak dapat melakukan sihir pemadatan " -Audrey.


" Anda tenang saja?! Saya akan membantu " -Nano dengan antusias. Audrey sedikit tersenyum. Dia tahu bahwa Nano adalah anggota nya yang paling memiliki minat besar dalam hal seperti ini. Lalu Audrey mengangguk dan meminta Nano untuk datang ke ruang laboratorium malam ini, untuk melakukan percobaan.


Malam hari


Nano dan Audrey berada di ruang laboratorium. Untuk melakukan uji coba. Percobaan pertama ada sedikit kegagalkan, namun di percobaan kedua Nano berhasil melakukannya. Sekarang cairan tersebut telah menjadi butiran kecil seukuran kelereng. Satu botol cairan dapat menjadi tiga butir.


Dengan begitu Audrey bisa tenang. Dan meminta Nano untuk beristirahat dan melanjutkan nya esok pagi. Lagi pula Audrey masih belum membuat banyak cairan. Dia bahkan hanya menggunakan seperempat dari buah yang dia dapat dari Steven.


....


Sesuai dengan janji. Audrey dan Nano sibuk di ruang laboratorium seharian ini. Hingga pada saat mata hari terbenam, keduanya baru saja keluar dari ruang laboratorium. Mereka tersenyum cerah, terutama Nano yang terlihat sangat bahagia. Karena, dia juga di beritahu Audrey tentang bahan-bahan yang di butuhkan dan catatan resepnya. Hal itu tentu membuat Nano sangat bahagia.


Malam harinya, Audrey meminta yang lain untuk kembali berkumpul di ruang tengah saat selesai makan malam. Nano mengeluarkan lima butir pil dan menyerahkannya pada masing-masing anggota. Mereka kembali mencoba dan hasilnya lebih bagus dari yang kemarin. Nano bangga dengan itu.


Maaf kalau banyak typo.


Jangan lupa like.


Terima kasih🙏