Reborn As A Duke's Daughter

Reborn As A Duke's Daughter
Sparing dengan Pangeran



Di area latihan Audrey dan pangeran Yuiko berdiri berdampingan, dari arah berlawanan seorang Ksatria menghampiri keduanya " Yang Mulia, putri Duke selamat pagi. Apa yang kalian lakukan disini? " menatap penuh kebingungan. " Kami ingin berduel " jawab pangeran Yuiko membuat ksatria itu terkejut


" Anda ingin berduel? Dengan siapa Yang Mulia? " ksatria itu celingukan mencari tuan muda mana yang akan berduel dengan pangeran Yuiko, namun tidak menemukan siapa pun. " Kau tidak lihat aku sekarang berdiri dengan siapa? "


" Maksudnya... dengan putri Duke? Anda hanya bercanda kan Yang Mulia? " ksatria itu bertanya untuk meyakinkan lagi dan hanya mendapat anggukan dari Audrey. " Cukup, ambilkan kami pedang kayu, aku tidak yakin Audrey bahkan bisa mengangkat pedang " berjalan meninggalkan Audrey yang memutar bola mata malas dan ksatria yang menatap penuh kebingungan, " Umm nona? " kembali ingin memastikan " Ambilkan saja " sambil tersenyum lalu menyusul pangeran Yuiko.


Kini keduanya berdiri berhadapan di tengah lapangan. Mereka saling menatap, pangeran Yuiko sudah siap dengan posisi kuda-kuda, yang bisa di katakan sempurna. Sebelum benar-benar mulai, ksatria tadi mengatakan pada Audrey bahwa pangeran Yuiko pandai bermain pedang dan termasuk jenius dalam bermain pedang.


Saat ksatria memberi aba-aba Audrey dan pangeran Yuiko bergerak maju dan saling menyerang. " Wow aku tidak percaya kau bisa mengayunkan pedang. Tapi kau akan kalah " ayunan pedangnya semakin kuat dan gesit. Audrey menangkis semua serangan, karena tubuhnya yang ramping dia dengan mudah bergerak di sela-sela serangan.


" Saya tidak yakin kalau anda akan menang " membalas serangan, ayunan pedang Audrey cepat dan ringan seperti hembusan angin. Pangeran mulai sedikit kesulitan saat berhadapan dengan permainan Audrey yang cepat. Merasa kesal dan tanpa sengaja mengayunkan pedang dengan mengalirkan kekuatan aura di dalamnya.


Audrey sedikit terkejut dengan perubahan kekuatan dalam ayunan pedang pangeran. Pangeran Yuiko terus menyerang dengan agresif tanpa memberikan Audrey kesempatan untuk melawan balik. Ksatria yang melihat mulai sedikit khawatir melihat pertarungan keduanya. " Kenapa pangeran menggunakan kekuatan aura?! Dia bisa melukai putri Duke jika begitu " bingung menatap ke kanan dan ke kiri.


' Dia menggunakan kekuatan aura? ' Audrey memiliki pendengaran yang tajam setelah pembekuan nadi, dia tanpa sengaja mendengar ucapan ksatria tadi. Setelah mengetahui alasan serangan pangeran yang tiba-tiba menjadi lebih kuat, Audrey mulai lebih santai.


Diam-diam mengumpulkan mana pada pedang kayunya, lalu mengayunkan pedang itu dengan cepat ke arah rusuk kiri pangeran Yuiko. Pangeran Yuiko terlempar beberapa meter dan memegang rusuknya. Ksatria tadi menghampiri pangeran Yuiko, " Yang Mulia anda baik-baik saja? " pangeran Yuiko diam mencerna apa yang baru saja terjadi. Audrey berdiri tetap di tempatnya melihat kebingungan di wajah pangeran.


" Aku.. kalah? " dengan linglung menatap ksatria di depannya, ksatria itu juga bingung dan terkejut dia hanya mengangguk. " Anda kalah pangeran " tak jauh dari mereka Audrey menatap pedang kayunya yang rusak dengan sedikit jejak es disana ' Sepertinya aku terlalu banyak mengalirkan mana, aku harus berhati-hati lain kali atau orang lain akan tau kalau aku sudah mulai membangkitkan kekuatan ' lalu berjalan mendekat ke arah pangeran Yuiko.


" Anda baik-baik kan? " mengulurkan tangan, pangeran Yuiko menatapnya sejenak lalu menepis tangan Audrey " Aku tidak papa, kau pulanglah aku lelah dan ingin beristirahat " berjalan menjauh dan masuk ke dalam istana.


Audrey hanya menatapnya " Nona, anda juga baik-baik saja? Jika ada yang terluka saya akan memanggil dokter untuk anda " dia tidak ingin di salahkan jika sampai Audrey terluka.


" Aku tidak terluka. Baiklah aku akan pulang, terima kasih sudah menjadi wasit untuk duel kami tadi " berjalan menjauh. Di dalam lorong istana pangeran Yuiko masih berjalan dengan perasaan tidak percaya, ' Aku kalah? Dari seorang perempuan? Tidak mungkin kan ' lalu menghentikan langkahnya ' Tadi aku sempat merasakan aliran mana yang tajam saat mendapatkan serangan darinya. Dia bisa menggunakan mana? Bukankah dia seusia denganku? Atau dia juga termasuk jenius sama seperti ku? ' menggelengkan kepala dan kembali melangkah.


Ksatria tadi sedang membereskan lapangan dan ingin membuang pedang kayu yang telah rusak saat digunakan berduel tadi. Namun, saat menyentuh pedang milik Audrey dia merasakan sedikit mana. Awalnya dia tidak yakin dan mengira aliran mana itu milik pangeran. Tapi setelah mengingat bagaimana Audrey memukul mundur pangeran, dia sedikit menduga kalau memang jejak mana ini milik Audrey.


' Dia juga bisa menggunakan mana di usia ini? Pantas saja pangeran Yuiko kalah, tidak masuk akal pangeran kalah jika hanya dengan kekuatan biasa. Bahkan beberapa ksatria junior tidak bisa mengalahkannya ' menghancurkan pedang yang telah di gunakan Audrey, untuk menghilangkan jejak mana di sana. Dia berfikir mungkin Audrey ingin menyembunyikan kekuatannya dengan menghapus jejak mana tadi, namun masih tersisa sedikit.


Seorang remaja yang sedang bermain melihat sosok Audrey dari kejauhan, " Tuan datang?! " dia berteriak dan berlari menghampiri yang lain. Semua menatap sosok Audrey yang berjalan mendekat, mereka dengan senang menyambut Audrey penuh senyuman.


" Tuan selamat datang "


" Anda sudah makan? Kami memasak banyak makanan enak di dalam, mari makan bersama setelah ini "


" Kami merindukan anda "


Sambutan hangat terus Audrey terima. Dia berinteraksi dengan hangat kepada orang-orang, " Aku lapar. Ayo kita makan bersama " mereka mengikuti Audrey masuk. Meja makan seketika penuh dengan makanan yang berbau harum dan masih hangat. Mereka makan bersama sambil berbincang. Tak ada larangan untuk berbicara saat makan, awalnya mereka takut Audrey merasa risih karena mereka berisik.


Namun, berbeda dari yang mereka pikirkan Audrey malah ikut mengobrol dengan santai. Mereka merasa Audrey berbeda dari bangsawan lain yang sangat ketat terhadap etika dan bersikap kaku. " Hm mulai besok atau lusa aku akan mengirim beberapa ksatria untuk mengajari kalian ilmu dasar bermain pedang, juga beberapa guru " Audrey pikir lebih cepat lebih baik untuk melatih mereka.


" Oh jika di antara kalian ada yang memiliki keahlian khusus, kalian bisa mengatakannya padaku. Aku juga sudah meminta dokter untuk datang secara rutin, untuk mengecek keadaan kalian dan gizi kalian " tanpa ada yang membantah atau menolak mereka semua mengangguk. Tak ada alasan bagi mereka untuk menolak kebaikan Audrey, lagi pula mereka juga harus menunjukkan rasa setia mereka.


Audrey tidak lama di sana, setelah selesai makan tak lama dia pulang. Saat matahari hampir terbenam Audrey baru sampai di istana duke. Di saat berjalan melewati dapur karena bosan sehingga berkeliling istana, Audrey tanpa sengaja melihat kepala koki mengobrol dengan kepala pelayan.


" Saat stok bahan makanan datang, simpan sebagian seperti biasa. Aku sudah meminta pada tuan duke agar menambahkan uangnya. Dia tidak banyak bertanya dan sepertinya tidak peduli. Jadi aku akan mengambil setengahnya dan gunakan sisanya untuk menyetok bahan makanan, ambil beberapa stok dan sembunyikan di tempat biasa "


Audrey menguping sambil bersembunyi di balik tembok samping. Setelah mendengar obralan keduanya, Audrey tersenyum menahan marah ' Berani juga mereka melakukan korupsi di dalam istana duke ' lalu berjalan menjauh. Kepala koki menatap kearah pintu, " Ada apa? " kepala koki hanya menggeleng " Tidak sepertinya hanya khayalan ku saja. Baik seperti yang kau katakan, aku akan menyimpan sebagian stok bahan makanan nanti " kepala pelayan mengangguk lalu berjalan keluar. " Sepertinya tadi ada orang? Mungkin aku terlalu lelah sehingga berkhayal " gumam kepala koki.


Maaf kalau banyak typo


Jangan lupa like yaa


Info : Mulai episode awal sudah ku revisi ya, aku saranin kalian baca dari awal biar nggak bingung sama alurnya, karena alurnya berubah banyak. Tadi aku sempet cek kalau masih ada episode yang judulnya " Shadow lord " padahal sudah ku hapus sekitar semingguan. Kalian lewatin aja yang judulnya episodenya " Shadow lord " baca aja yang judul episode nya baru okeyy. Terima kasih🙏