Reborn As A Duke's Daughter

Reborn As A Duke's Daughter
Penyihir?



Kota di bagian utara Kerajaan kerap di sebut kota dengan penduduk paling sedikit. Kota ini tidak memiliki nama, dengan hanya dua puluh kepala keluarga sebagai penduduk. Tidak banyak yang mengetahui tentang kota ini, hampir terlupakan seakan tak pernah ada.


Audrey berjalan dengan santai, melihat sekeliling yang sepi. Hanya terlihat rumah warga yang sederhana, beberapa toko kelontong yang buka. Diujung kota hanya ada satu rumah yang terlihat tidak berpenghuni.


Audrey mengetuk pintu pelan. Tak ada yang menjawab, dia terus mengetuk. Sampai tak lama terdengar suara ledakan dari arah belakang rumah. Audrey berlari untuk melihat, dan mendapati seorang pria lusuh dengan bagian belakang rumah yang hancur.


" Ah sial aku gagal lagi " gumam pria itu bangun dan membereskan kekacauan yang telah dia buat. Audrey terus menatapnya, pria itu dengan mudah membereskan kekacauan dan rumahnya kembali seperti sedia kala. Audrey diam-diam takjub dengan itu.


Perlahan Audrey menghampiri pria itu " Ahh siapa?! " pria itu terkejut dengan kedatangan Audrey yang mendadak ada di sebelahnya.


" Kau benar Silas? Satu-satunya mage di kota ini? " Audrey menatap penuh binar. Pria itu menatap Audrey waspada, dia bingung mengapa ada yang mengetahui keberadaannya. " Bukan, kau salah orang " dan berjalan masuk ke dalam rumahnya.


" Oh tunggu " bayangan mengikat kaki pria bernama Silas itu, sehingga dia tidak bisa berjalan. " Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Jadi tolong tunggu dan dengarkanlah " Audrey berjalan mendekat. Silas semakin waspada karena tidak dapat bergerak. " APA YANG KAU MAU?! " berteriak histeris saat Audrey menyentuh lehernya.


" Kau benar Silas?! Aku kemari ingin bertemu denganmu, dan ternyata benar kau berada di sini " Audrey tersenyum senang, tujuannya pergi ke kota ini ingin mencari keberadaan Silas. Silas adalah mage tingkat tinggi, namun hampir tidak ada yang mengetahui keberadaannya.


Dia adalah mantan b*dak sekaligus narapidana beberapa tahun lalu. Silas di kabarkan kabur dengan membakar habis penjara dan tidak meninggalkan jejak. Raja secara pribadi memerintahkan agar mencarinya, namun tidak pernah di temukan hingga sekarang. Dulu Silas di kenal dengan nama Ily. Dan di juluki penyihir gila.


" Lepaskan?! " Silas berontak, tapi entah kenapa tetap tidak bisa bergerak. Dia sendiri bingung, seharusnya mage tingkat rendah tidak akan bisa melakukan ini padanya.


" Sial. Apa maumu " Silas menyerah, dia menatap Audrey dengan penuh selidik. " Aku ingin kau menjadi guruku " lalu melepaskan bayangan yang mengikat Silas.


Silas menatap bingung " Untuk apa? " Audrey juga menatap bingung " Aku butuh guru sihir. Aku masih belum paham betul cara mengendalikan sihir. Jadi aku ingin kau menjadi guruku " Audrey menjawab apa adanya. Silas diam bersendekap menatap Audrey dari bawah hingga ke atas berulang kali.


" Kelihatannya kau ini bangsawan. Kalau kau butuh guru sihir, kau bisa langsung ke menara sihir dan mengajukan surat. Aku tidak minat jadi segera pergi dari sini " kembali berjalan masuk. Tanpa ia sadari Audrey ikut masuk. Saat menoleh kebelakang, Silas terkejut. " Kau?! Bagaimana bisa masuk?! " Silas memeriksa penghalang di sekitar rumahnya, tidak ada yang salah. Dia kebingungan karena Audrey bisa masuk ke dalam.


" Memangnya kenapa? " Silas menggeram marah namun juga entah kenapa merasa senang. " Keluar " Audrey tidak mendengarkan dan terus mengikuti Silas kemanapun. " Silas. Dimensi spasial mu sangat kuat, bahkan itu melukaiku tadi " Audrey mengangkat tangannya, ada beberapa goresan dan luka yang cukup dalam.


Silas berhenti " Itu salahmu sendiri karena menerobos masuk " melanjutkan aktivitas nya tanpa memperdulikan Audrey. " Silas, ajari aku membuat dimensi spasial yang kuat " Audrey membayangkan berlatih tanpa ada gangguan dan menggunakan dimensi spasial di area kastilnya.


" Tidak mau " Silas kembali menata berbagai macam kristal di mejanya. " Silas, apa syarat yang aku butuhkan agar kau bisa menjadi guruku? " Audrey tidak menyerah dengan penolakan Silas. Dia merasa hanya Silas yang paling cocok menjadi gurunya.


Dalam dua hari terakhir Audrey terus berlatih di dalam bukit. Agar tidak mengganggu aktivitas Silas. Sulit, karena ini pertama kalinya bagi Audrey. Berbagai macam buku ia baca agar tau cara membuat dimensi batin, Audrey juga diam-diam mengamati dan melihat Silas saat membuat dimensi spasial.


Dengan berbekal itu, dalam tiga hari Audrey berhasil membuat dimensi batin tingkat dua. Audrey menatap lesu, jika hanya tingkat dua Silas tidak akan menerimanya sebagai murid. Audrey kembali berlatih, dan saat tengah malam dia mendatangi Silas yang sedang tertidur pulas.


" SILAS?! " Silas terbangun menatap kesal pada Audrey. " Apa?! Ini tengah malam aku ingin tidur " kembali ingin berbaring.


" Aku berhasil membuat dimensi batin tingkat tiga " mendengar itu Silas kembali bangun.


" Jangan bercanda, kau sedang berhayal? " Silas tidak percaya dengan apa yang dikatakan Audrey " Kenapa kau tidak percaya? Aku benar-benar berhasil membuatnya " Audrey menunjukkan dimensi batin tingkat tiga yang berhasil dia buat.


Silas menatap tidak percaya pada penghalang di sekitar raga Audrey. Dimensi batin adalah dimana keadaan jiwa terkunci dari dunia luar, guna melatih kekuatan jiwa dan memperkuat nya. Lalu akan muncul penghalang untuk melindungi raga dari serangan.


Audrey menghilangkan dimensi batin yang dia buat, menatap penuh kemenangan pada Silas. " Kau harus menepati janjimu sekarang Silas " Silas menatap rumit pada Audrey, menghela nafas. Dia berjalan ke arah meja dan mengambil sebuah gelang berwarna merah, lalu menyerahkannya pada Audrey.


" Pakai sekarang " Audrey mengangguk dan langsung memakainya. " Ini sudah tengah malam. Aku mengantuk dan akan kembali tidur. Pergi keluar sekarang " Silas kembali bersiap tidur. " Guru, biarkan aku tidur di sini. Sekarang aku muridmu jadi biarkan akan tidur dengan nyaman disini " Audrey membujuk Silas agar mengizinkannya tidur di dalam rumahnya.


" Tidak, tidur di luar " Silas masih enggan membiarkan orang asing seenaknya tidur dirumah nya. Audrey hanya mengangguk pasrah lalu berjalan keluar.


Saat matahari terbit, Silas membangunkan Audrey " Bangun, waktunya latihan " Audrey segera terbangun. Silas memberikan contoh dan menjelaskan bagaimana cara melakukan telekinesis. Silas melatih Audrey mulai dari hal sederhana, dan mengamati kecepatan Audrey dalam mempelajari hal baru.


Audrey mengangkat tangannya, dan beberapa batu mengapung di udara. Untuk pertama kalinya, Silas menganggap hal ini sudah cukup baik. Menurut pengamatan Silas, Audrey dengan cepat memahami dan mempraktikkan apa yang dia ajarkan. Silas diam-diam bangga menjadikan Audrey muridnya.


" Terus latihan, sampai kau bisa mengendalikan barang berat dan berukuran besar. Sore nanti aku akan melihat perkembangannya " Silas menghilang tanpa jejak, Audrey hanya melihat debu bertebaran di tempat Silas tadi berdiri.


Maaf kalau banyak typo


Jangan lupa like yaa