Reborn As A Duke's Daughter

Reborn As A Duke's Daughter
Debutante



Audrey duduk di meja rias menatap pantulan dirinya di cermin besar. Beberapa perias dengan lembut memoles wajahnya dengan make-up tipis. Selesai merias mereka dengan telaten menatap rambut Audrey yang biasanya tergerai. Menempelkan beberapa aksesoris. Penampilannya memukau siapapun yang melihat. Audrey sendiri merasa terpukau dengan dirinya.


" Nona anda sangat cantik?! "


" Semua akan menatap anda nanti. Anda akan menjadi pemeran utama malam ini "


Audrey tersenyum menanggapi. Hari ini adalah debutante nya. Usianya menginjak enam belas tahun dan sudah waktunya untuk terjun ke dunia sosialita. Lima tahun berlalu begitu cepat. Audrey merasa bangga pada dirinya sendiri karena mampu bertahan selama ini.


Walau sedikit tertekan karena banyaknya aturan dalam kehidupan bangsawan, Audrey tidak bisa melawan. Dia bersyukur Ayahnya masih mengizinkannya untuk memegang pedang. Selama lima tahun Audrey membuat perkembangan yang signifikan, dan hal itu membuat Silas merasa puas.


Bisa di katakan Audrey telah mencapai level A di usianya yang masih muda. Hanya dalam waktu lima tahun, Audrey telah mencapai banyak hal secara diam-diam tentu saja.


Dia secara pribadi kaya. Bisnis batu permata yang dia lakukan dengan Visconti Maria berjalan mulus. Audrey memegang sebagian saham dari pertambangan. Audrey tidak perlu risau dengan masalah finansial.


Dia sering datang ke istana untuk menemui pangeran Yuiko. Dalam waktu lima tahun keduanya semakin akrab. Beberapa petinggi yang berada di pihak pangeran Yuiko cukup mendukung hubungan keduanya. Namun sayang, Audrey dan pangeran Yuiko hanya sebatas sahabat. Beberapa membicarakan tentang hubungan yang lebih serius, tapi dengan tegas keduanya menolak.


Arcel dan Elen tumbuh dengan baik, mereka dengan ketat menerima pendidikan dari guru Baplo. Arcel tumbuh menjadi remaja tampan, Arcel cukup tertarik dengan politik dan berkuda sejak kecil. Sedangkan Elen menjadi anak manis yang suka menyendiri, dan hanya berbicara pada Audrey, Arcel dan Caesar. Pribadinya cukup tertutup. Elen juga menjadi murid dari Silas, karena melihat potensi Elen yang tinggi Silas tanpa ragu memintanya menjadi muridnya.


" Nona tuan Duke menunggu anda di luar " seorang pelayan masuk dan mengatakan Duke sedang menunggu Audrey diluar. Audrey bergegas keluar dan menemui Ayahnya. Mereka tersenyum sejenak lalu berjalan beriringan menuju aula.


Pesta debutante Audrey di adakan secara meriah. Bukti kasih sayang Jefford pada putri semata wayangnya. " Kau sangat cantik hari ini " Jefford tidak bisa berpaling dari Audrey. Itu mengingatkannya pada Devina, mereka dalam beberapa aspek memiliki kemiripan.


" Maksud Ayah selama ini aku tidak cantik? " Audrey bertanya dengan nada menggoda. Keduanya tertawa dan sampai di aula yang telah ramai dengan para tamu.


Setelah mengucapkan beberapa patah kata, Audrey berdansa pertama dengan Ayahnya. Lalu dengan pangeran Yuiko yang juga hadir untuk memberi selamat. Debutante keduanya diadakan hampir dalam waktu berdekatan.


" Kalau seperti ini kau terlihat benar-benar anggun. Orang-orang tidak akan percaya kau memegang pedang " tawa mengejek pangeran Yuiko membuat Audrey tanpa segan menginjak kakinya. " Berhenti mengejekku monyet " keduanya tertawa pelan. Saling menghina seperti ini adalah hal biasa, mereka menghapus batas status dan berbicara dengan bebas saat berdua.


Audrey merasakan kakinya pegal. Dansa terus-menerus melukai tumitnya. Jika bukan acara formal Audrey lebih suka menggunakan pakaian dan alas kaki yang lebih nyaman. Pangeran Yuiko menertawakannya dari samping. Acara debutante terus berlanjut hingga larut malam.


" Audrey bersiaplah, Ayah akan menunggu di depan " Jefford meninggalkan Audrey yang sedang mempersiapkan barang bawaannya. Beberapa pelayan membantu mengemas barang dan segera memindahkannya ke dalam kereta barang.


Hari ini Audrey akan melakukan tes masuk akademi, setelah debutante tuan dan nona muda bangsawan bisa masuk akademi. Begitupun dengan Audrey, dua hari setelah debutante nya Audrey menerima surat undangan masuk akademi. Tidak menolak dan merasa senang, Audrey langsung setuju.


Kereta berjalan perlahan " Audrey jika ada yang menyusahkan mu katakan pada Ayah " Jefford dengan tidak rela melepaskan anaknya untuk masuk akademi. " Tentu. Ayah tenang saja, aku akan baik-baik saja " Audrey meyakinkan Jefford agar tetang dan tidak khawatir padanya.


Audrey berbaring lelah menatap langit-langit kamarnya. Dia akan tinggal dengan satu siswi lagi nanti, tapi sepertinya dia belum datang. Dua jam lagi adalah acara penyambutan siswa baru, dan Audrey berniat untuk tidur sebentar.


Seorang siswi menepuk pelan pipi Audrey. Dia meminta Audrey agar segera bangun dan pergi untuk penyambutan siswa baru " Hei bangun " dia kembali menepuk pipi Audrey. Audrey merasa terganggu dan membuka mata, dia masih mengantuk namun harus segera bangun. " Acara penyambutan siswa barunya akan segera dimulai. Kita harus pergi ke aula " Audrey mengangguk mengerti.


Aula ramai dengan siswa baru. Audrey menatap malas dengan kebisingan yang mereka buat. Saat kepala sekolah datang dan berdiri di podium, semua siswa diam dan menciptakan suasana hening. Setelah memberi penyambutan, siswa-siswi di berikan kebebasan untuk berkeliling dan melihat lingkungan akademi.


Saat berjalan keluar dari aula Audrey tanpa sengaja melihat Cassandra. Dia menatap bingung pada keberadaan Cassandra di Akademi. " Kenapa dia ada di sini? " menatap bayangan Cassandra yang menghilang di antara kerumunan.


Audrey duduk sendiri di meja taman. Menatap siswa-siswi yang sedang berlalulalang. Audrey memikirkan Cassandra. Selama lima tahun, Audrey hampir tidak pernah bertemu Cassandra. Beberapa kali Audrey memang mendapat masalah karena Angela selalu berusaha menyingkirkannya. Namun selalu gagal. Begitupun dengan Audrey, dia juga ingin segera membereskan Angela namun gagal.


" Kenapa Cassandra yang datang ke Akademi dan bukan putri kandung Viscount? " Audrey masih heran. Di kehidupannya kali ini peraturan sangat ketat. Seperti pendidikan, jika dalam keluarga hanya memiliki anak perempuan makan yang bisa mengenyam pendidikan hanya satu orang. Sisanya hanya akan belajar etika dan menjadi istri yang baik.


Karena itu banyak bangsawan yang mengambil selir untuk mendapat keturunan laki-laki. Anak laki-laki bisa mengenyam pendidikan dengan bebas, walau dalam keluarga terdapat lima anak laki-laki maka semua harus mendapatkan pendidikan.


Setau Audrey Byla-pitri Viscount adalah anak yang cerdas. Mengherankan jika yang datang ke Akademi adalah Cassandra, yang notabenya adalah anak tiri. Walau dalam cerita asli Cassandra adalah anak yang cerdas. Audrey merasakan kepalanya sakit memikirkan itu.


Saat sedang fokus mencari cara untuk membereskan Angela dan Cassandra, seseorang menghampiri Audrey. Audrey menoleh dan menatap teman sekamarnya.


" Kau tidak berkeliling? " Audrey menggeleng, dia terlalu lelah untuk berkeliling di bangunan yang begitu luas ini.


" Namaku Isabella, siapa namamu " di dalam Akademi nama keluarga di sembunyikan. Walau kebanyakan siswa sudah saling mengenal mereka tidak boleh mengatakan nama keluarganya. Peraturan ini bertujuan agar semua fokus pada pelajaran dan tidak terpatok pada kasta dan status. Di dalam Akademi semua siswa memiliki status setara.


" Namaku Audrey, senang berkenalan denganmu " mereka mengobrol ringan dan duduk di taman hingga sore hari. Keduanya kembali ke kamar asrama dan berniat istirahat. Saat mengobrol bersama Isabella, Audrey baru mengetahui bahwa putri kandung Viscount meninggal karena kecelakaan.


Itu terjadi dua bulan setelah Angela menikah dengan Viscount. Karena itu Audrey jadi tau alasan Cassandra berada di Akademi. Dia tersenyum mengejek memikirkan trik murahan Angela. Kematian putri Viscount pasti dia dalangnya. Tapi Audrey tidak menyangka Viscount adalah pria bodoh.


Maaf kalau banyak typo


Jangan lupa like yaa


Episode ini menurutku bosenin, aku nggak kepikiran ide buat nulis. Secara garis besar di setiap episode udah ada, tapi setiap mau di tulis malah bingung:v