
Beberapa orang yang mendengar hal itu bingung. Sedangkan Audrey masih santai walau tak begitu paham dengan masud kepala penyihir. Setau Audrey, kekuatannya memang spesial juga hebat. Namun, apakah sehebat itu?
" D-dari mana kau mendapatkan kekuatan seperti itu? " tanya kepala penyihir.
" hm? Apakah sehebat itu? " Audrey tidak menjawab, namun memberikan pertanyaan.
" Bisa kita bicara nanti? Kita harus membicarakan ini. Hal ini sangat serius " pinta kepala penyihir. Audrey diam sejenak, lalu mengangguk.
Yang lain tak bisa mendengar percakapan antara kepala penyihir dengan Audrey di podium. Mereka hanya bisa bingung dengan apa yang tengah terjadi.
....
Pesta akan kembali di lanjutkan pada malam hari. Audrey sendiri tengah berada di menara sihir.
Kepala penyihir hanya memberikan beberapa pertanyaan dan mencoba mengetes ulang kekuatan Audrey. Di tes ketiga, bola sihir kembali pecah.
Yang mereka tau, kekuatan milik Audrey lebih kuat dari pada kapasitas bola sihir, yang mampu menampung kekuatan kelas A level 3. Jujur menara sihir masih belum memiliki bola sihir yang dapat menampung kekuatan di atas kelas A level 3, karena tak ada yang memiliki kekuatan sebesar itu di Kerajaan ini.
Selesai mengobrol dengan kepala penyihir. Audrey memilih kembali pulang ke kediaman Darold.
" Aku jadi merindukan keluargaku " gumam Audrey.
....
" Hah?! "
Audrey diam. Dia hanya menatap pelayan dengan dingin.
" Hei.. apa yang sedang kau lakukan?! Segera lah kembali bekerja?! " teriak pelayan lain.
Audrey diam, dan langsung masuk ke dalam tanpa memperdulikan kedua pelayan itu. Yang satu masih syok dan yang satu marah-marah. Audrey malas meladeninya.
Sampai di kamar pun, Audrey hanya duduk termenung menghadap ke arah jendela. Menikmati suasana yang sudah lama tak ia rasakan. Menarik nafas dalam lalu menghembuskannya. Suasana masih baik-baik saja untuk saat ini.
Tak terasa waktu makan malam telah tiba. Audrey berjalan menuju ruang makan dan langsung duduk di meja utama. Selang beberapa menit, yang lain tiba di ruang makan. Mereka duduk, namun berbeda dengan Cassandra yang tetap diam berdiri.
" Apa? APA YANG KAU LAKUKAN DISINI?! " teriak Cassandra.
Audrey melirik sebentar, lalu menjawab " Ini rumahku. Mau aku ada disini atau tidak itu bukan urusanmu "
" Hah?! Aku adalah kepala keluarga yang baru di sini?! Kau... hanya sampah yang tidak dapat membangkitkan kekuatan. AKU YANG MEMBANGKITKAN KEKUATAN KELUARGA DAROLD. Jadi, pergi dari sini?! Sekarang?! "
" Apa? Tentu saja sudah jelas, aku yang membangkitkan kekuatan keluarga Darold. Jadi, kau tidak membangkitkan kekuatan keluarga Darold. Apa kau sudah paham? " Cassandra tersenyum meremehkan.
Audrey hanya diam. Bukan karena tidak bisa menjawab, namun makanan sudah siap. Audrey merasa sangat lapar sekarang, dan mengabaikan ucapan Cassandra. Audrey makan makanan yang telah di sajikan dengan nikmat, tanpa merasa risih dengan kehadiran Cassandra yang berdiri di sampingnya.
" Kau?! Bagai- " ucapan Cassandra terpotong oleh Jefford yang sudah malas mendengar ocehan Cassandra.
" Duduk " hanya kata itu yang Jefford keluarkan, namun sudah mampu membuat Cassandra tak berkutik. Aura yang Jefford keluarkan cukup mengintimidasi orang yang ada di ruang makan. Namun, berbeda dengan Audrey yang tetap makan dengan tenang.. seakan tidak merasakan apapun.
Jefford sempat kaget dengan reaksi Audrey. Namun, ia kembali menetralkan ekspresinya. Makan malam kembali di lanjutkan. Setelah selesai makan malam, Audrey ingin kembali ke kamar namun di tahan oleh Jefford.
" Tunggu "
Audrey berhenti dan menoleh ke arah Jefford. Seakan menunggu apa yang ingin Jefford sampaikan.
" Datang ke ruangan ku. Ada yang ingin ku bicarakan dengan mu " ucap Jefford lalu berlalu pergi meninggalkan ruang makan. Audrey diam sejenak, lalu melangkah meninggalkan ruang makan.
....
Di ruangan Jefford.
" Jadi? " tanya Audrey memulai pembicaraan.
" Selama ini kau dari mana? "
" Apa itu urusanmu? "
" Hah.. kau jangan membuat masalah. Dan tetap diam dirumah "
" Kau pikir kau siapa?! Jangan ikut campur dengan urusanku " geram Audrey.
Jefford diam. Audrey yang kesal pergi meninggalkan ruangan Jefford.
Maaf kalau banyak typo.
Jangan lupa like dan komen.
Terima kasih 🙏🙏