Reborn As A Duke's Daughter

Reborn As A Duke's Daughter
Tamu Kerajaan



Audrey yang merasa curiga dengan para bandit yang menyerangnya beberapa hari yang lalu, mulai memata-matai kediaman Viscount dengan mengendalikan beberapa pelayan di sana. Dalam beberapa hari ini tidak ada gerak-gerik mencurigakan yang di sana. Viscount tetap melakukan tugasnya, putrinya kembali bersekolah di Akademi, dan tersisa Cassandra yang diam disana.


Audrey menggunakan pelayan yang ditugaskan Viscount untuk mengurus Cassandra menjadi boneka tanpa jiwa. Dengan begitu Audrey dapat memantau pergerakan Cassandra.


Saat asisten Jefford sedang menyeleksi calon kepala pelayan yang baru, utusan dari pelayan datang dengan membawa surat undangan. Mengatakan bahwa akan diadakan pesta, untuk merayakan kerjasama antar kerajaan. Bill menyampaikan pesan itu kepada Jefford yang selalu sibuk dengan tumpukan dokumen di mejanya.


Audrey yang kebetulan berada di sana, sedang mengobrol dengan sang Ayah ikut mendengar. " Kapan itu diadakan? " Jefford membacanya sebentar, " Besok malam " meletakan surat itu di atas meja.


Keduanya lanjut mengobrol, karena akhir-akhir ini keduanya merasa terlalu sibuk dengan urusan masing-masing, sehingga tidak memiliki waktu bersama.


Saat hari mulai siang, Audrey menghampiri Arcel yang diam di ruang baca. Arcel menyadari keberadaan Audrey dan dengan cepat memeluknya " Kakak " Audrey membalas pelukannya.


" Ayo ikut " Arcel menatapnya bingung


" Kemana? " - Arcel


" Ke pasar di desa. Ayo, kita cari suasana baru. Kakak dengar hari ini akan diadakan festival di sana " Arcel menatapnya penuh minat, dan mengangguk semangat.


Pasar ramai dengan para penduduk yang sedang menata hiasan seperti lampion, bendera dan yang lain. Para pedagang mulai berjualan dan beberapa baru membuka kedainya. " Ramai sekali " Arcel menatap kagum pada suasana yang baru pertama kali dia lihat.


Audrey mengajaknya untuk berkeliling dan sesekali membeli makanan khas di sana, Arcel menghampiri beberapa pedagang aksesoris. " Kak ini cantik kan? " menunjukan gelang mutiara pada Audrey. Dia mengangguk meng-iyakan. Arcel merogoh kantong celananya dan mengeluarkan beberapa koin. Selesai membayar, Arcel memasangkan gelangnya pada tangan Audrey.


Keduanya terus berkeliling dengan canda tawa. Saat di dekat air mancur, kerumunan orang berkumpul memasang kembang api untuk malam ini. Kerumunan bertambah dan pegangan tangan keduanya terputus. Arcel terbawa kerumunan dan Audrey kelimpungan mencari Arcel di antara kerumunan.


" ARCEL?! " kerumunan masih bertambah dan Audrey semakin kesulitan menembus kerumunan. Ingin rasanya menggunakan kekuatan, namun Audrey ingat sekarang sedang berada di antara manusia awam. Dia takut melukai orang-orang yang ada.


Tak lama kerumunan mulai mereda dan Audrey bisa keluar dari sana. Melihat ke kanan dan kiri untuk menemukan sosok Arcel. Namun hasilnya nihil. Audrey melepaskan bayangan di antara kerumunan untuk menemukan Arcel di antara mereka.


Audrey merasakan aura Arcel yang jauh dari kerumunan. Audrey dengan cepat mengikutinya.


" AGHH "


Beberapa pria berbadan kekar mengerumuni Arcel dan gadis yang lebih tua di antaranya. Tersenyum penuh hinaan menatap Arcel.


" Ternyata sampah ini memang belum mati " menutup separuh wajahnya dengan kipas. Arcel berusaha bangkit, namun tiba-tiba kepalanya diinjak oleh salah satu pria. " Siapa yang mengijinkan mu bangun?! " semakin menekan kepala Arcel.


" Kalian hajar saja dia, kalaupun mati juga tidak akan ada yang peduli. Malah semakin bagus " tawa penuh hinaan terdengar dari balik kipas itu. Gadis itu meninggalkan gang sempit dan meninggalkan Arcel dengan para pria itu. Arcel menatap penuh marah padanya, tapi segera hilang kesadaran setelah di kroyok hingga babak belur.


" ARCEL " Audrey mengangkat tubuh Arcel yang penuh luka. Menatap sekeliling dan tidak menemukan siapapun di sana. Menyebarkan bayangan di sekitar tempat itu, untuk mencari siapa yang membuat Arcel seperti ini.


..._______________...


" Lukanya cukup parah. Luka lebam di wajah, dan luka tusuk di dekat matanya. Karena luka lama pada mata membuatnya tidak bisa melihat, di tambah luka baru... kecuali dengan kekuatan suci atau obat tertentu dia akan tetap buta pada salah satu matanya. Luka di badannya tidak terlalu parah, hanya patah kaki yang dapat sembuh dalam beberapa bulan " jelas dokter.


Audrey mengangguk mengerti, seorang pelayan mengantar dokter yang hendak pulang. Audrey menatap sedih pada Arcel yang masih belum sadarkan diri.


Bayangan yang Audrey sebar kembali setelah menemukan siapa dalang di balik ini semua. Audrey keluar dari kamar Arcel dan kembali ke kamarnya. Audrey menggeram marah.


" Si*lan " menghela nafas lelah.


..._____________...


Halaman istana penuh dengan kereta kuda. Para ksatria berkeliling dan menjaga pintu masuk. Aula istana penuh, Audrey menatap sekeliling mencari tempat yang tidak terlalu ramai. Jefford ingin mengikuti Audrey, namun Audrey melarangnya " Ayah pergi saja. Aku hanya akan duduk disana dan menunggu " Jefford mengangguk dan meninggalkan Audrey.


Anggota keluarga kerajaan hadir semua, kecuali beberapa yang sedang tidak berada di dalam negeri. Audrey menatap salah satunya dengan pandangan tajam. Lalu menatap Pangeran Yuiko yang duduk tak jauh dari Raja. Kerajaan lain juga turut hadir dan mengobrol bersama dengan yang berkepentingan.


" Saya dengar pangeran pertama sedang mengenyam pendidikan militer? Sangat cocok untuknya "


" Putri ke lima juga sangat cantik. Pangeran dari Kerajaan kami pernah memujinya "


Putri ke lima tersipu malu juga tersenyum bangga. Mengibaskan rambutnya yang menjuntai hingga ke punggungnya. Sambil menatap mereka dari kejauhan, Audrey samar-samar mendengar percakapan di antara mereka. Lalu tersenyum remeh.


Saat dansa, pangeran dari Kerajaan sebrang mengajak putri ke lima-Mayamni untuk berdansa dengannya. Putri Mayamni dengan senang hati menerima ajakan tersebut. Dan saat dansa di mulai, Putri Mayamni terjatuh hingga hidungnya mengeluarkan darah dan gaunnya robek menampilkan pahanya.


Para tamu undangan termasuk pangeran yang berdansa dengannya menatap tanpa berkedip. Pada dasarnya Putri Mayamni adalah sosok yang cantik dengan wajah manis, siapa yang akan berpaling saat dia berpenampilan seperti saat ini? Menampilkan paha mulusnya dengan posisi yang memalukan.


Raja melihat itu dan menggeram marah. Karena sama saja peristiwa ini memalukan Kerajaan Fairuz. Dayang Putri Mayamni memapahnya dan menutupi pahanya. Namun gaunnya kembali robek. Beberapa putri bangsawan menahan tawa, dan menatapnya penuh hina. Sedangkan para pria menatapnya dengan pandangan mesum.


Dengan perasaan malu Putri Mayamni berlari menjauh dari aula dengan dayang yang mengikutinya. Audrey dari kejauhan tertawa kecil, menarik kembali bayangannya dan menjauh dari kerumunan, kembali ke tempat duduknya semula. ' Masih belum ' kembali tersenyum mendengarkan bisikan-bisikan yang ada.


Maaf kalau banyak typo


Jangan lupa like yaa