
Sore hari seperti janji Silas, dia kembali untuk melihat perkembangan Audrey. Baru saja dia tiba di area belakang rumahnya, Silas di kejutkan dengan pohon besar yang melayang dan hampir mengenainya. Dia menatap dari asal pohon itu melayang.
Audrey berdiri di sana dengan banyak debu bertebaran di sekitarnya. Silas ter batuk pelan saat baru saja mendekat ke arah Audrey.
" Sudah bisa mengendalikan barang berat? " Silas menghampiri Audrey yang masih setia berdiri menatap ke arah bukit. Audrey berbalik saat mendengar suara Silas di belakangnya.
Dia mengangguk " Iya. Ini semua berkat ajaran mu, jadi saat mempraktikkannya terasa lebih mudah dan tidak sesulit membaca dari buku "
Sila mengintip kearah bukit, saat melihat gerak-gerik Audrey yang sedikit mencurigakan. " Menyingkir, kenapa kau bersikap aneh? " Silas mendorong tubuh Audrey ke samping. Lalu menatap tidak percaya pada pemandangan di depan matanya.
Bukit yang awalnya rimbun dan begitu indah, sekarang sebagian rusak. Pohon-pohon besar tumbang, beberapa terbakar dan sebagian tanah retak. Silas beralih menatap Audrey dengan pandangan terkejut. " K-kau apa yang terjadi tadi? " Silas menunjuk bukit di belakang rumahnya, yang sekarang nampak berbeda.
" Maaf guru. Aku tidak sengaja, eumm lalu merusak beberapa pohon hehe " Audrey menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia tidak berani menatap Silas secara langsung. Karena ini pertama kalinya bagi Audrey belajar sihir secara manual, dia cukup kesulitan saat mengendalikannya.
Walau biasanya Audrey dengan mudah mengendalikan kekuatannya, namun itu hanya berlaku pada elemen yang ada apa dirinya. Kali ini Audrey menggunakan mana eksternal dan berakhir merusak sebagian bukit saat latihan.
Suasana hening membuat Audrey tidak nyaman. Dia memberanikan diri melihat Silas. Urat leher Silas terlihat jelas, dan Audrey dapat merasakan aura gelap pada Silas.
' Tamat sudah ' Audrey meneguk ludah kasar.
" BERESKAN KEKACAUAN INI SEKARANG?! " teriakan Silas terdengar nyaring. Audrey tanpa aba-aba langsung membereskan kekacauan yang sudah di buat. Silas melarang Audrey menggunakan telekinesis untuk sekarang. Silas sendiri heran, Audrey cepat dalam belajar dan mahir menggunakan sihir.
Lalu kenapa hanya melakukan telekinesis dan berakhir seperti ini. " Pemandangan kesayangan ku " gumam Silas mengingat pemandangan indah yang selalu dia lihat saat di belakang rumahnya. Silas menghela nafas berat, lalu kembali memperhatikan Audrey yang diam-diam menggunakan bayangannya untuk membantu.
Silas menatap bayangan itu dengan teliti. Ini pertama kalinya Silas melihat elemen bayangan. Menatap penuh minat " Sejak kapan kau bisa menggunakan bayangan? " Audrey berhenti lalu menatap pada Silas yang juga menatapnya.
" Beberapa bulan lalu, saat aku benar-benar membangkitkan kekuatanku. Aku juga tidak perlu belajar cara mengendalikannya, karena secara alami ini mengikuti pikiranku " Silas mengangguk mengerti. Meminta Audrey untuk kembali membereskan kekacauan.
" Ini pertama kalinya untukku melihat elemen bayangan. Karena memang tidak ada yang memiliki elemen itu, ah walau pernah dulu. Tapi hanya ada dalam buku, dan sejak puluhan tahun sebelum aku lahir sampai sekarang tidak pernah ada " Silas duduk di kursi kayu. Mengingat-ingat buku yang menceritakan pemilik elemen bayangan.
Audrey berbalik dan menatap Silas " Benarkah tidak ada? Kalau begitu aku orang yang spesial " Audrey sedikit tertawa, dia berniat bercanda untuk mencairkan suasana. Audrey sendiri tidak paham dan tidak terlalu tertarik dengan itu. Tujuannya memperbaiki mederian nya juga semata-mata untuk bertahan hidup.
Mengingat jalan cerita yang ada di dalam buku.
" Dan sekarang kau bangga " tertawa mengejek, " Benar, tidak pernah ada yang memiliki elemen bayangan. Dan bayangan juga tidak tercatat sebagai salah satu elemen yang ada. Lalu bagaimana caramu untuk membangkitkan elemen bayangan itu? "
" Entahlah, aku juga tidak tau. Itu muncul secara tiba-tiba. Aku juga awalnya tidak menyadarinya, dan saat bayangan itu muncul sesuai pikiranku aku terkejut " Audrey memegang pinggangnya sembari menatap kekacauan yang telah dia bereskan.
" Begitu ya. Apa keluargamu mewariskan elemen bayangan? Atau pernah ada nenek moyangmu yang pernah memilikinya? " Silas siap untuk mencatat informasi penting yang akan di katakan Audrey. Audrey menggeleng dan mengangkat bahu tidak peduli.
" Apa-apaan itu " raut wajah Silas nampak kecewa, " Bagaimana kau bisa tidak tahu, seharusnya kau itu mengumpulkan informasi penting untuk kepentingan dirimu sendiri " Silas heran pada Audrey, ingin menjadi kuat namun tidak mempelajari beberapa hal secara mendalam. Akan sangat bagus jika Audrey mengetahui silsilah keluarganya, dan mengetahui sejarah kekuatannya.
" Aku hanya mengumpulkan informasi yang dirasa penting saja " Audrey duduk di sebelah Silas dan menutup mata. Badannya terasa letih setelah membereskan kekacauan yang dia buat sendiri. Ini juga akibat dari menggunakan mana eksternal secara tidak terkendali, sehingga menguras tenaganya.
" Kapan kau akan pulang? Cepatlah pergi, aku tidak mau rumahku hancur karena latihan mu nanti "
" Kenapa guru mengusir ku. Tenang saja, aku tidak akan membuat kekacauan lagi nanti "
" Aku tidak yakin " Silas menatap malas pada Audrey. Suasana hening sejenak, Audrey tiba-tiba merasa mengantuk dan berniat tidur sejenak.
" Ada apa? " Audrey datang dan ikut melihat lewat jendela. Dia juga bingung karena tiba-tiba mendengar suara gaduh. Apakah latihannya mengganggu para warga? Tapi permukiman warga dan rumah Silas sangat jauh.
" Cepat angkat kaki dari sini?! "
" Pergi "
" Penyihir jahat?! Pergi sekarang"
Teriakan warga terdengar saling bersahut-sahutan. Silas sedikit terkejut.
' Bagaimana mereka tau aku penyihir? '
Audrey hanya diam dan menatap Silas. Hanya ingin melihat apa yang akan dilakukan Silas saat menghadapi kejadian seperti ini. Karena Silas dijuluki ' Penyihir Gila ' akankah dia memusnahkan para warga sipil?
" Apa yang akan guru lakukan selanjutnya? "
Silas memijat pangkal hidungnya, " Aku ingin memusnahkan mereka semua. Tapi mereka hanya warga sipil, itu akan melukai harga diriku "
" Kalau begitu guru pindah saja " Audrey memberikan saran tanpa pikir panjang. Silas melotot " Enteng sekali bicara mu. Memangnya aku bisa pindah kemana sekarang? Mereka pasti masih mencari ku "
" Kalau begitu pindah ke rumahku saja "
.......
.......
.... ...
Dan berakhirlah mereka berdua di depan hutan terlarang. Silas menatap Audrey ngeri, walau dia mage tingkat tinggi tetap saja hutan terlarang sedikit berbahaya. Dia mendengar hutan ini terdapat berbagai monster tingkat tinggi. " Kenapa kau membawa ku kemari "
Audrey tidak menjawab dan membuka penghalang yang dia buat. Silas menatap tidak percaya setelah penghalang dibuka.
" Bagaimana ini bisa terjadi? " Audrey kembali diam. Dia sendiri juga bingung, pada awalnya dia secara tidak sengaja menemuka hutan ini.
Lalu secara tidak terduga bagian dalam tidak seperti rumor yang beredar.
Pemandangan tetap asri dan sangat hijau. Audrey mencari tahu mengenai hutan ini, dan secara tidak terduga menemukan kastil tua yang sekarang dia gunakan. Audrey mencari tau siapa pemilik kastil itu, dan hanya menemukan beberapa potret yang sudah usang. Dengan merenovasi nya sedikit sekarang kastil menjadi layak huni.
Audrey menduga rumor, tanda hutan terlarang dan segala macam informasi yang di ketahui orang-orang hanya tipuan. Itu semua kebohongan yang sengaja di buat, untuk menutupi keberadaan tempat ini.
" Mulai sekarang guru bisa tinggal disini. Tidak akan ada yang dapat membahayakan guru. Jadi guru bisa tenang. Oh ada banyak bawahan ku yang juga tinggal disini, tolong bersikaplah ramah " Audrey menuntun Silas ke arah kastil. Audrey memperkenalkan Silas pada yang lain, dan menyiapkan kamar di lantai atas untuknya.
Maaf kalau banyak typo
Jangan lupa like yaa