Reborn As A Duke's Daughter

Reborn As A Duke's Daughter
Shadow Lord



Sampai pagi berikutnya, Jefford masih belum sadarkan diri. Dan pada hari itu juga, rumor kembali tersebar di kalangan bangsawan. Banyak yang menduga kalau memang benar Audrey yang melakukannya. Namun, beberapa orang merasa tidak yakin dengan apa yang di katakan oleh Clara semalam.


Audrey saat ini berada di kediaman pribadinya.


" Master. Rumor mengenai anda mulai menyebar "


" Apa perlu kita membereskannya? "


" Tidak perlu. Aku bisa melakukannya sendiri " jawab Audrey.


" Tak ada yang bisa kami bantu? "


" Ah... tolong cari racun jenis apa yang diminum Ayah, dan dari mana Clara mendapatkan nya " ucap Audrey. Yang lain mengangguk mengerti.


Esok harinya, Audrey beserta keluarga Darold di minta untuk pergi ke pengadilan. Pengadilan kali ini di buka untuk umum, namun hanya bangsawan yang dapat menghadirinya.


Audrey datang dan menuju ke kursi untuk terdakwa. Sedangkan Clara beserta keluarga Darold yang lain duduk di sebrang sebagai pelapor. Hakim mulai mengetukan palu pertanda sidang di mulai.


" Sidang di mulai. Silahkan saksi memberikan kesaksiannya "


" Saat itu aku masuk ke kamar kakak, karena aku mencari Ayah. Dan saat itu kakak sudah menyediakan teh. Kakak memintaku untuk meminumnya juga, awalnya aku menolak namun kakak memaksa... hiks " ucap Clara.


" Lanjutkan " pinta hakim.


" Aku belum sempat meminumnya, namun Ayah sudah meminumnya dan setelah itu Ayah muntah darah lalu pingsan " lanjut Clara.


Para penonton heboh. Banyak yang berbisik atas kesaksian Clara.


" *Apa itu benar? "


" Entahlah... "


" Aku tidak percaya dengan semua ini "


" Menurut mu siapa pelakunya*? "


Hakim kembali mengetuk palunya. Sehingga semua penonton diam.


" Apakah ada pembelaan dari terdakwa " tanya hakim. Dan Audrey mengangguk.


" Clara mengatakan kalau aku dan Ayah sedang minum teh saat itu, lalu dia datang ke kamar untuk menemui Ayah. Lalu, dia bilang kalau aku memaksanya untuk ikut meminum teh juga. Bukankah itu janggal? " ucap Audrey.


" Lanjutkan "


" Bagaimana aku menyiapkan tiga cangkir teh saat itu, kalau aku sedang minum bersama Ayah " lanjut Audrey. Lagi-lagi hal ini membuat bingung penonton. Karena memang benar untuk apa Audrey menyiapkan tiga cangkir teh saat itu.


" Karena kakak tau aku akan datang menemui Ayah, jadi kakak sudah menyiapkan satu cangkir teh lagi " balas Clara.


" Bagaimana aku bisa tau kau akan datang ke kamar? Kalau aku tau aku tidak mungkin meracuni Ayah pada saat itu? Bukankah aku bodoh jika melakukan nya? " balas Audrey.


" Nona hakim?! Lihat kakak mengakui kalau dia telah meracuni Ayah?! "


" Jadi, terdakwa apa ada yang lain? "


" Ya. Kalau memang aku yang melakukannya, apakah ada saksi mata lain? Atau kau memiliki bukti bahwa aku yang melakukannya? "


" Tentu aku memiliki saksi. Dia adalah pelayanan yang ada di rumah, dia bisa jadi saksi " jawab Clara.


Lalu, seorang pelayan datang.


" Baiklah. Lanjutkan kesaksiannya " pinta hakim.


" Saya adalah pelayan pribadi nona Audrey. Dan pada saat itu nona Audrey meminta saya untuk menyiapkan teh untuk tuan Duke. Lalu, sebelum saya keluar saya sempat melihat kalau nona Audrey memasukan serbuk ke dalam cangkir milik tuan Duke " ucap pelayan itu.


" Aku tidak ingin memiliki pelayan pribadi. Apa kau yakin dengan itu? Apa hanya itu bukti yang kau miliki? " Ucap Audrey.


" Bohong?! Ini adalah pelayan pribadi kakak?! Kakak segeralah mengakui kesalahan kakak. Kakak yang telah meracuni Ayah?! " bantah Clara.


" Apa saksi yakin? " tanya hakim. Lalu pelayan tersebut mengangguk.


" Ada. Pertama, pada saat itu aku tidak meminum teh bersama Ayah. Kedua, aku tidak begitu menyukai teh. Ketiga, aku tidak memiliki pelayan pribadi sama sekali. Keempat, kau yang membawa teh itu ke dalam kamar bersama pelayan itu, lalu memaksaku untuk meminumnya "


" BOHONG?! KAKAK YANG MENYIAPKAN TEH ITU. KAKAK JUGA YANG MEMAKSAKU UNTUK MEMINUMNYA " bantah Clara.


" Kalau aku yang melakukannya, dan memaksamu untuk minum teh itu juga. Kenapa aku membiarkan mu hidup, sedangkan kalau kau hidup akan ada saksi mata "


" Benar juga. Kenapa nona Audrey harus membiarkan saksi mata yang dapat membahayakan nya? "


" Aku bingung siapa pelaku sebenarnya "


" Kau tidak bisa menuduhku tanpa bukti yang jelas" ucap Audrey.


" Aku sudah membawa saksi?! Dan itu adalah bukti yang jelas " Clara menunjuk ke arah Audrey.


" Saksi bisa berbohong. Bisa saja kau yang menyuruhnya untuk mengatakan hal itu, dan memberikan kesaksian palsu "


" Apa saksi memiliki bukti lain? " tanya hakim.


" Ya. Aku memilikinya. Ini, surat yang kakak berikan kepada penjual obat itu " Clara menyerahkan surat tersebut kepada asisten hakim. Lalu, hakim membacanya dan memang benar kalau itu terlihat seperti surah transaksi.


" Baik. Apakah benar ini surat dari penjual obat itu? Apa saksi dapat mendatangkan penjual obat tersebut " Clara mengangguk lalu tak lama, seorang pria masuk dan memberikan kesaksiannya sebagai penjual obat.


" Aku bahkan tak mengenalnya " -Audrey


" Baik. Pelapor telah memberikan kesaksiannya "


" Tunggu " ucap seseorang yang masuk ke dalam ruang sidang. Dan dia adalah Veneca, bawahan Audrey.


" Saya akan memberikan kesaksian untuk Master eh maksudnya nona Audrey " setelah hakim mengijinkan Veneca mulai memberikan sebuah map yang berisi bukti-bukti. Lalu hakim memeriksanya.


" Menurut bukti yang di berikan oleh pihak terdakwa, obat tersebut di dapat dari pedagang gelap. Dan penjualannya telah kabur ke luar negeri. Juga, pembeli obat tersebut adalah pelapor " ucap hakim menghebohkan penonton di ruang sidang.


" *Jadi pelapor yang meracuni tuan Duke? "


" Nona Clara memutar balikan fakta* "


" ITU SEMUA BOHONG?! TIDAK MUNGKIN AKU YANG MELAKUKANNYA?! KAKAK PASTI MEMBUAT BUKTI PALSU?! YA KAKAK MEMBERIKAN BUKTI PALSU " bantah Clara.


" Lalu kau? Memberikan saksi palsu dan menuduh ku sebagai pelaku. Atau? Kau mau aku memberikan bukti yang lain? "


Clara mulai cemas. Tapi, dia masih percaya diri bahwa Audrey tidak akan memiliki bukti yang lain.


Lalu Audrey mengambil sebuah bola. Lalu menyalakannya. Dan muncul sebuah rekaman. Rekaman itu menunjukkan Clara yang masuk ke dalam kamar Audrey, dengan membawa sebuah nampan berisi teh. Lalu memaksa Audrey untuk meminumnya. Hingga rekaman mati saat orang-orang datang ke kamar Audrey.


Seluruh orang yang ada di dalam. ruang sidang heboh setelah melihat rekaman tersebut. Clara langsung jatuh terduduk dengan keringat bercucuran. Wajahnya nampak horor.


" Rekaman ini membuktikan kalau aku tidak bersalah " ucap Audrey.


Hakim yang telah melihat rekaman tersebut, mengetuk palu lalu meminta pengawal untuk menahan Clara.


" Ha? A-APA YANG KALIAN LAKUKAN?! LEPASKAN?! " berontak Clara.


" Untuk sementara nona Clara akan di tahan sampai waktu yang tidak di tentukan " final hakim.


" TUNGGU?! KENAPA KALIAN MENAHAN CLARA?! SEHARUSNYA KALIAN MENAHAN WANITA ITU?! " - Cassandra.


" Sidang hari ini selesai " final hakim kembali.


Lalu semuanya di bubarkan. Clara di tahan di penjara. Dan Audrey kembali ke kediaman pribadinya bersama dengan Veneca.


Maaf kalau banyak typo.


Jangan lupa like.


Terima kasih🙏