
Setelah cukup lama kami berjalan menuju permukiman untuk mencari tempat penitipan hewan pribadi yang dimaksud oleh penjaga, Akhirnya kami sampai juga..
Permukiman yang dimaksud ternyata adalah tempat kumuh yang berada diluar kerajaan.. Tempat ini benar benar kumuh dan bahkan aku tidak yakin jika tempat ini adalah tempat yang aman untuk menitipkan sepasang binatang langkah.
"Hei Yuuta, aku sedikit tidak yakin dengan tempat ini...." Ucap Vishl ditengah jalan yang juga tidak yakin dengan tempat ini sama sepertiku.
"Jika kamu saja tidak yakin, apalagi denganku...." Balasku menanggapi perkataan Vishl.
Kami terus berjalan dengan dilihati oleh penduduk setempat. Bagaimana tidak? Kereta kuda, pakaian, ataupun Unicorn pasti akan sangat menarik perhatian mereka yang tinggal didaerah kumuh..
Aku dan Vishl hanya berjalan berdua dengan diikuti oleh kedua Unicorn yang menarik kereta.. sedangkan para pelayan duduk manis didalam kereta. Aku yang menyuruh mereka untuk diam dikereta.
Karena dengan adanya 5 orang yang berjalan bersamaan, itu terlalu ramai dan aku tidak suka....
Kami terus berjalan hingga di tengah jalan Kami berdua sempat berpikir untuk mengurungkan niat kami berdua untuk menitipkan Unicorn di tempat ini. disepanjang jalan ini saja terlihat sangatlah kotor dan pasti penuh dengan penyakit, terlebih lagi tempat ini sangat berpotensi banyak sekali terjadi tindak kejahatan. Yang anehnya ditempat ini tidak terlihat sama sekali tempat penitipan yang dimaksud oleh penjaga yang memberitahu kami.
Karena aku menyadari hal itu aku jadi merasa tidak bisa mempercayai penjaga itu..
Dengan terus mencari tahu aku dan Vishl akhirnya berniat berjalan untuk keluar dari daerah kumuh itu. Tapi sebelum kami benar benar pergi seorang gadis kecil berlari dan mendatangi kami berdua setelah dia melihat kami yang sedang membawa sepasang unicorn.
"Apa kalian berdua ingin menitipkan mereka?" Ucap gadis itu dengan menunjuk kedua Unicorn. Dia mengunakan bahasa asli dunia ini. Lebih tepatnya bahasa asli kerajaan ini.. dan dia juga adalah orang yang pertama kali ku temui yang mengunakan bahasa asli kerajaan.....
Aku yang mendengar dan melihatnya, langsung menawarkan unicorn Vishl untuk dijaga olehnya.. tapi tujuanku tidaklah itu....
"Begitulah, apa kau bisa menjaganya?" Balasku pada gadis kecil itu mengunakan bahasa yang asli kerajaan yang sedikit ku pahami.. Aku berniat mengujinya.
"Ohh tentu saja Tuan, namaku adalah Tia seorang beast Tamer. Aku bisa dengan mudah menjaga Unicorn cantik kalian itu" Ucapnya lagi dengan mengenalkan diri.
Dia mengucapkan Beast Tamer. Aku tidak menyangka jika adalah hal semacam itu didunia ini... Beast Tamer yang ku ketahui sendiri adalah job yang bisa dengan mudah memelihara banyak peliharaan yang bisa digunakan untuk mendapatkan berbagai macam manfaat. Tapi tetap saja dia tidak cukup meyakinkan....
Aku sebelumnya tidak berniat untuk menitipkan peliharaan Vishl padanya, tapi jika aku menolaknya akan membuatku merasa tidak enak pada gadis kecil itu... Tapi juga aku masih belum bisa percaya dengannya...
"Vishl kita ingin menitipkan mereka secepatnya kan.... Bagaimana jika kita menitipkannya pada gadis kecil ini" ucapku yang mengunakan bahasa Jepang pada Vishl. Aku ingin tahu apa yang sedang Vishl pikirkan saat ini.
"Menurutku baik baik saja jika kita menitipkannya pada Tia-chan......" Balas Vishl dengan bahasa Jepang juga.
Setelah mendengar keputusan Vishl aku berhenti sejenak untuk mulai berpikir.... Tapi sebelum aku menutup mataku aku mendengar suara langkah kaki yang sedang menurun kereta dan saat aku menoleh aku melihat salah satu pelayan Vishl turun dari kereta...
Aku tidak tau kenapa pelayan itu turun.... Aku melihat kearah Tia dan melihatnya yang terlihat seperti tercengang saat melihat pelayan Vishl.
"Mbak Ria?!" Teriak Tia secara tiba tiba setelah melihati pelayan Vishl cukup lama.
Reaksi dari Tia terhadap gadis yang disebut olehnya itu membuat, Vishl penasaran dan menanyakan sesuatu pada mereka.
"Apa kalian saling kenal?" Ucap Vishl dengan melihat mereka berdua secara bergantian dengan sedikit heran.
Tia tidak mendengarkan Vishl yang malah langsung berlari menuju pelayan yang dia sebut Ria itu dan memeluknya.....
"Mbak Ria adalah kakakku!..... Syukurlah kakak selamat!!" Ucapnya dengan tiba tiba dan menangis dibaju Ria.
Vishl sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Tia... Dan merasa terharu dengan pertemuan adik kakak itu..
"Lama tidak berjumpa Tia, maaf kakak tidak bisa segera menemuimu setelah selamat dari mereka" tangis Ria dengan tersenyum pada Tia adiknya...
"Iya kak aku tetap bersyukur saat melihat kakak selamat!" Balas Tia yang tangisan semakin pelan.
Aku yang melihat kejadian itu, entah kenapa aku tidak menyukai suasana itu.... Yang membuatku berniat untuk memecah suasana haru itu.
"Pantas saja, nama mereka sedikit mirip, ternyata mereka adalah kakak beradik..." ucapku yang ingin memecah suasana.
Maafkan aku bukannya ingin mengganggu momen kalian, tapi lakukan saja ditempat lain.
"Hei Yuuta, sifatmu sangat buruk!" Ucap Vishl menanggapi perkataanku. Yang pastinya dia sadar dengan apa maksudku setelah melihat suasana hatiku.
Setelah kejadian yang mengharukan itu, Tia pun membawa kami ke rumahnya, yang ternyata berada diluar daerah kumuh.
Tia mengatakan tujuannya datang ke daerah itu adalah untuk mencari pelanggan sekaligus ingin menyelamatkan orang yang tertipu..
Dan aku langsung bisa menebak siapa penipu itu.
Aku Vishl yang begitu antusia saat berbicara dengan Tia seakan akan dia baru saja mendapat Boneka baru dan langsung ingin bermain dengan boneka barunya itu...
Mereka cukup lama mengobrol Yang hingga akhirnya selesai setelah Vishl dan Tia membuat transaksi untuk jasa Tia yaitu menjaga peliharaan Vishl. aku tidak keberatan, karena Tia sudah terjamin dia bisa dimanfa- dijadikan rekan.
Setelah itu aku, Vishl dan ketiga pelayan pun harus berpisah dengan Tia untuk sementara waktu dan langsung kembali ke Ibukota dengan kereta kuda biasa yang dipinjamkan oleh Tia. Dari situ aku telah menyadari sesuatu, yaitu setting dunia ini sedikit berbeda dengan setting dunia fantasi yang ku ketahui....
.
Setelah 18 menit kereta kuda berjalan akhirnya kami sampai juga, saat dipos penjagaan gerbang masuk kami bertemu kembali dengan para penjaga dan langsung diperbolehkan masuk kedalam ibukota tanpa melakukan pemeriksaan sekali lagi.
Saat kami langsung masuk tanpa adanya pemeriksaan, beberapa orang yang sedang diperiksa dan menunggu lama marah kepada penjaga.
"Hei kenapa mereka bisa masuk tanpa diperiksa?!" Teriak salah satu dari mereka yang memprovokasi yang lain.
Akan tetapi, aku tidak peduli dengan hal itu. Begitupula dengan Vishl... Kami lebih memilih untuk langsung pergi mencari penginapan yang ingin kami tuju.....
Kota ini cukup luas dan memiliki toko yang sangat beragam dan pastinya banyak sekali stand yang didirikan disepanjang jalan. Karena besok adalah hari festival dimulai. Festival yang sangat besar dan ramai....
Aku dan Vishl langsung menemukan penginapan yang bisa dijadikan tempat peristirahatannya, tempat itu cukup besar. Dengan fasilitas yang sedikit melebihi standar dunia ini. Mungkin.....
Kami menyewa 2 kamar, 1 kamar untukku dan Vishl dan yang 1 lagi untuk ketiga pelayan yang ikut dengan kami....
Pada awalnya aku menolak untuk tidur dengan Vishl dikamar yang sama, tapi Vishl sendiri sangat bersih keras dan aku kalah suara karena para pelayan memihak Vishl.
Yang dengan begitu aku harus tidur disofa kamar itu....... (hanya anggapan Yuuta)
to be continued.
note: Sorry for late