
Saat ini... Suasana didalam ruangan menjadi sangat hancur.. Yang dimana beberapa orang yang tidak bersangkutan juga melihati apa yang sedang terjadi.
Akhirnya setelah beberapa menit semua orang terdiam, akhirnya Vishl mengatakan apa yang dia ingin sampaikan dari dulu.
"Maaf, tapi yang dikatakan Yuuta adalah kebenaran.... Aku sebenarnya tidak ingin pertunangan ini terjadi, apalagi dengan pernikahan.. maaf Theth." Ucap Vishl yang akhirnya dengan terang terangan menolak pangeran.
Vishl sebenarnya sangat ingin menolak pangeran, tapi dia tidak bisa melakukannya... Dan aku yang mengetahui itu langsung membuat keadaan dimana Vishl bisa menolaknya.
Yang dimana aku telah menulis sebuah surat pada pangeran yang menyuruhnya untuk ke penginapan ini. Pangeran telah dibutakan oleh cintanya pada Vishl.. itu kata naga sialan itu. Aku memanfaatkan hal itu.. pangeran sebenarnya semakin lama semakin gila.
"Hahah... Begitu ya, Vishl telah membenciku dan aku telah dicampakan olehnya.." ucap pangeran yang pasrah.
"Baguslah jika seperti itu, aku jadi tidak harus membuatnya menjadi lebih rumit lagi." Ucapku. Vishl yang mendengarnya juga merasa lega dan aku bisa melihatnya yang sangat ingin melompat kegirangan.
Tapi tidak lama kemudian.... Seseorang datang ke arah tempat terjadinya masalah ini... Yang membuatku terkejut saat melihatnya.. 1 masalah lagi telah datang.
"Hei kakak bodoh!! Apa yang kau lakukan! Aku bilang kau harus membawa tunanganmu itu segera ke istana, tapi apa yang kau lakukan sekarang?!" Teriak seorang gadis yang tiba tiba saja datang dengan mengolok ngolok pangeran Theth.
"Leina?!!" Teriakku yang terkejut karena gadis itu adalah adikku Lena... Penampilannya sangatlah mirip.
Tapi, aku merasakan sebuah perbedaan darinya. Itu sudah jelas... Dan itu juga membuatku tidak yakin.
"Siapa kau... Bagaimana caramu.. ah itu sepertinya sudah jelas, aku kemari karena tidak bisa mempercayakan semua tugas yang berhubungan dengan Vishl pada kakakku Theth yang sudah jadi gila semenjak 2 hari lalu." Balas gadis itu panjang lebar menjelaskan.
"... Apa kau yang bernama Vishl? Sang raja menunggumu.. dia ingin bertemu denganmu sekali lagi. Maafkan kakakku yang berbohong tentang saudari kami yang sedang sakit." Terus gadis itu dengan menghadap ke arah Vishl.
Aku yang saat itu sedang berada di depan pintu pas karena ingin menghalangi orang lain yang melihat... Aku langsung menutup pintu dan berjalan kearah gadis itu.
"Ohh kau cukup peka sebagai pelayan..." Ucap gadis itu.
Dia bukanlah adikku, dia bukanlah seorang yang ku cari. Dia hanyalah seorang sampah yang memanfaatkan posisi Lena sebagai tuan putri kerajaan dengan berubah menjadi Lena. Aku sangat membencinya... Lebih dari siapapun.
Aku merasa sangat jengkel saat melihatnya wajahnya yang menyerupai adikku, yang saking jengkelnya aku merasa sangat ingin memukul dia dengan sekeras tenaga.
"Maaf tapi aku akan memukulmu!!" Teriakku berlari kearahnya dengan melancarkan pukulan pada wajahnya.. pada akhirnya aku memukulnya karena terlalu jengkel padanya
Aku tidak peduli apapun dengannya, karena itu adalah balasan yang setimpal karena dia telah berani menyamar menjadi adikk Lena. Tapi itu hanyalah 1 balasan untuk 1 perbuatannya.
"Sialan!! Apa yang kau lakukan!!!??" Teriak pangeran padaku yang dengan marahnya dia langsung berdiri.
"Ohh apa yang dilakukan seorang pangeran adalah membela seorang yang hanya menyamar menjadi adikknya daripada adiknya sendiri? Kau itu hanyalah pengecut dan pecundang jadi tidak usah ikut campur!" Ucapku yang mengeluarkan uneg-unegku.
"hah? Apa seorang kakak tidak bisa membela adiknya??!?!" Teriak pangeran dengan kencangnya dan menyerangku.
Tapi aku dengan cepatnya langsung menghentikannya dengan memukulkan gagang pisau yang daritadi ku bawa dan sembunyikan.
"Membela adiknya?! Kau bahkan telah membuang adik perempuanmu sendiri dan memperlakukan adik perempuan paling muda bagai seorang pelacur dan budak!!!!" Teriakku pada pangeran karena kesal padanya...
Yang untungnya aku tidak langsung membunuhnya, karena aku masih ingin menjadi manusia.. apalagi aku merasa sangat tidak Sudi jika harus membuang sisi manusiaku hanya untuk membunuh pengecut sepertinya.
"Hei apa yang kau lakukan! Kau baru saja berbuat kasar pada kerajaan!!!" Teriak gadis yang tadi kupukul... Wajahnya langsung lebam karena aku memakai sarung tangan yang ku isi dengan batu saat memukulnya.
Tapi dari itu juga tanganku juga ikut terasa sakit...
"Aku bahkan tidak mempercayai jika kau adalah seorang Lena Finnestia yang asli..."
"Sialan kau brengsek!!!!" Teriaknya dengan berlari kearahku. Dia membawa pisau ditangannya.
"Aku tau sejak pertama kali kau mengeluarkan kata kata.... Karena aku tau jika Lena tidak akan pernah mengucapkan kalimat perintah secara langsung apalagi kepada seorang yang lebih tua darinya...." Aku tau karena aku sendiri adalah kakanya yang sudah tinggal bersamanya lebih dari 2 tahun!
Yang seketika itu gadis itu langsung pingsan tak sadarkan diri... Sama seperti pangeran....
Dan entah kenapa aku sekali lagi meneteskan air mataku... Aku tau jika masalah ini akan segera selesai, tapi aku tau juga jika aku harus segera meninggalkan Vishl agar dia tidak ikut masuk kedalam masalah ini..
"Aku sebelumnya tidak berniat untuk membuang sisi manusiaku sekarang, tapi sepertinya aku harus melakukannya jika keadaanku sedang sangat terdesak." Ucapku dengan sangat pelan... Suaraku seakan tidak ingin keluar..
"Yuuta!!! Kenapa kau menangis?!?!" Teriak Vishl yang sangat kebingungan dengan berlari menghampiriku..
"Aku terlihat begitu menyedihkan jika mengeluarkan air mata yang payah ini... Apa kamu tidak mengerti setelah melihat apa yang telah ku lakukan ini?"
Yang padahal aku tidak berniat untuk melukai mereka berdua, tapi mau bagaimana lagi.. aku sangat tidak menduga kedatangan gadis itu..
"Hei Vishl apa aku boleh bersandar pada da- pundakmu mu untuk terakhir kalinya...".
"Aku berjanji tidak akan membuat ini menjadi terakhir kali.... Akhirnya aku paham dengan apa yang kamu lakukan selama ini."
Dengan begitu, Vishl langsung memelukku dan aku dengan merasa sedih bersandar dipundaknya....
( Untuk saat ini tinggi Yuuta dan Vishl hanya berbeda 5cm.... Yuuta terjebak ditubuh Avatarnya yang masih berumur 14 tahun dan Yuuta belum menyadarinya.. maka dari itu saat pertama kali bertemu Vishl sedikit ragu jika Yuuta adalah orang yang lebih tua darinya.)
Aku tidak pernah sesedih ini bahkan aku tidak pernah sekali merasa sangat merasa enggan untuk meninggalkan seseorang...
"Maaf menganggu kalian berdua, perempuan yang tadi telah berubah penampilannya" ucap Lisbeth secara tiba tiba. Dia dari tadi hanya diam karena tidak paham dengan apa yang terjadi.
"Aku kan sudah bilang, jika dia bukanlah Lena.... Dia telah menipu seorang orang." Balasku.
"Bagaimana Tuan tau? Ah maafkan saya.... Tuan adalah kakak dari perempuan yang bernama Lena jadi itu adalah hal yang wajar..."
Setelah itu aku melepaskan pelukan Vishl dan berjalan menuju arah gadis itu.. penampilannya benar benar berubah dan betapa terkejutnya aku saat melihat wajahnya.
"Dasar kau laki laki brengsek!! Beraninya kau menggagalkan rencanaku, yang bahkan melukai saudariku!!!" Ucap Yuri yang tiba tiba mendobrak pintu.
Dia berlari ke arahku yang sedang duduk.... Dia membawa sebilah pisau.
"Apa yang lakukan Yuri!!!" Teriak Vishl berlari ke arah Yuri... Tapi Yuri malah mendorongnya sampai jatuh menghantam meja.
Vishl saat itu langsung tak sadarkan diri...
Melihat hal itu aku langsung berdiri, akan tetapi terjatuh karena kakiku yang terluka karena plat besi yang ku pasang.. aku tidak bisa berdiri dan Yuri langsung mengangkat tangannya yang membawa pisau berniat menusukku. Dia benar benar ingin membunuhku.
Tapi Lisbeth segera berlari dan menghantam Yuri dengan pukulannya.... Yuri langsung terpental karena pukulan Yuri....
"Brengsek apa yang kau lakukan pada Vishl......" Ucap Yuri dengan suara yang menyeramkan....
Aku baru pertama kali mendengar atau bahkan melihat Lisbeth yang satu ini.....
Singkat cerita....
Yuri bersama gadis yang menyamar menjadi Lena diberi hukuman berat... Begitupula dengan pangeran yang ternyata membantu mereka.. akan tetapi dia dengan mudahnya dapat keluar dari hukuman itu. Meskipun Vishl dan aku membeberkan semua yang dia lakukan, termaksud dengan perlakuannya pada kedua adiknya.....
Yang malah aku mendapat hukuman mati.... Akan tetapi sebelum pengumuman hukuman yang akan diberikan untukku di edarkan... Aku telah pergi sendirian dari kerajaan itu.. Vishl tidak tau dengan hal itu, jadi aku bisa menebaknya dia akan panik.. tapi setidaknya aku telah memberitahu Lisbeth dengan apa yang ku rencanakan.
Aku pun langsung menjadi seorang buronan yang dicari diseluruh negeri itu...
"Aku sudah menduga hal ini, tapi aku tidak menduga hal ini akan benar benar terjadi.."