
Note: Kalian dapat mengabaikan tanda kurung, karena hanya berisi penjelasan.
"Hm......, Entah kenapa Vishl yang sedang tertidur terlihat sangat erotis dimataku."
Aku baru saja masuk ke dalam ruangan dan baru beberapa langkah aku langsung melihat Vishl yang tertidur dengan sedikit baju tidurnya terbuka.
"Aku harus membangunkannya terlebih dahulu, sebelum fantasiku sebagai seorang laki laki semakin menjadi jadi.."
Tapi Vishl benar benar sangat imut dan cantik, mengingatkanku kepada Vena. Tapi juga mengingatkanku dengan adikku Lena.
Tanpa berlama lama aku pun segera menghampirinya dan langsung mencoba untuk membangunkan Vishl. Tapi aku menyadari sesuatu yaitu aku telah melupakan bahwa Vishl adalah tipe seorang yang akan sangat sulit untuk dibangunkan ketika dia tidur lebih dari 8 jam...
"Hei Vishl bangunlah, ini sudah pagi. Mau berapa lama lagi kau tertidur seperti itu?" Ucapku dengan sedikit berteriak dan menggoyangkan tubuhnya. Akan tetapi Vishl masih belum juga terbangun.
"Sebentar lagi.... aku masih harus berpikir" balas Vishl yang masih dalam keadaan tertidur. Dia mengigau.. dan membalikan seluruh Tubuhnya membelakangiku..
Aku benar benar tidak boleh membiarkan Vishl tertidur lebih lama lagi. jika dia dibiarkan akan terjadi masalah dan Aku sangat tidak ingin masalah itu terjadi dan menimpah diriku. Mau bagaimana lagi, aku harus mencoba sesuatu yang mungkin dapat membangunkannya.
Setelah beberapa detik terdiam, tanpa pikir panjang aku langsung naik ke ranjang dan membisikan sesuatu langsung ke telinga Vishl..
"Hei.... Vishl jika kau tidak segera bangun, aku bisa saja melakukan apapun padamu, termaksud dengan hal ecchi.."
( Ecchi \= Mesum, digunakan untuk sedikit menggambarkan bagaimana gaya bahasa yang digunakan oleh Yuuta )
Yang benar saja seperti dugaanku. tidak lama setelah aku mengucapkanya Vishl langsung terbangun karena terkejut dan membuat dahi kami saling berbenturan.
"Ahh, kepalaku...." Ucapnya dengan memegangi dahinya dengan meringik.
"Apa kau gila?! Rasanya sangat sakit dan kau hampir saja membuatku bermimpi hal hal aneh?!" Terus Vishl yang mengeluh padaku dengan sedikit berteriak.
"Maaf maaf, aku tidak bisa berhenti menjahilimu, kau terlalu imut saat tidur...."
Vishl terdiam sejenak yang kemudian langsung menjawab perkataanku dengan berteriak.
"B... bodoh dasar Yuuta bodoh!" Teriak Vishl yang langsung memalingkan wajahnya.
( Wajah Vishl memerah karena teringat mimpi yang sempat dia lihat )
".... Kesampingkan hal itu, lebih baik kau segera mandi. Karena kau sudah tidak mandi selama 2 hari lamanya....." Ucapku yang semakin membuatnya marah.
"Hah?! tunggu.... Bodoh, mesum! Apa kau tadi mencium bau badanku?!"
"Tidak tidak, kalaupun bisa pasti aku melakukannya. Penciumanku sejak 3 hari lalu sedikit bermasalah....".. Yang padahal aku hanya ingin memberitahunya bahwa dia sudah tertidur selama 2 hari lamanya.
".... Ahh!! aku tidak peduli lagi, Kau sekarang keluar dan tunggulah aku di ruang tengah!" Balasnya dengan langsung memerintahku.
"Ya ya baiklah, aku tidak akan bertanya apa maumu. Tapi kusarankan kau segera mandi, karena kau sedikit bau keringat....."
"Ckk Ahhhh!!!! Dasar Yuuta bodoh mesum!!!!! Pergi kau sekarang..." Teriak Vishl secara terus menerus.
(Seharusnya para pembaca tau apa yang Vishl ucapkan dalam bahasa jepang... ͡° ͜ʖ ͡°)
Setelah percakapan yang tidak penting itu aku keluar menuruti Vishl dan segera pergi menuju ruangan tengah, atau ruangan tempat pintu masuk utama rumah ini berada...
Dengan berjalan, aku mengevaluasi percakapanku dengan Vishl yang jujur saja percakapan itu sangat tidak biasa dan asing bagiku. Karena sangat jarang juga aku membuat sebuah candaan yang sedikit erotis. Atau bahkan membuat candaan biasa.
Aku dengan santainya berjalan dengan beberapa kali menyenandungkan nada dari sebuah lagu, yang kemudian aku merasakan sedikit keanehan yang entah bagaimana caranya Aku tiba tiba bisa meneteskan air mata yang membuatku menghentikan langkah.
"Air mata? Kenapa aku mengeluarkan air mata?"
Aku benar benar tidak tau bagaimana bisa air mata itu menetes. Akan tetapi aku merasa telah teringat sesuatu tapi juga aku tidak tau apa itu...
Sesuatu yang sudah sangat lama terjadi, tapi juga tidak lama terjadi. Hal itu bukanlah suatu hal dari duniaku sebelumnya. Tapi aku tidak mengetahui apa itu? Aku tidak tau apa isi ingatan itu sehingga aku bertanya tanya Apa yang membuatku sampai meneteskan air mata?
"Apa yang membuat manusia sepertiku ini tiba tiba meneteskan air matanya? Apakah tuhan sedang mencoba mengingatkanku kepada suatu hal yang sangat penting didalam hidupku?"
Tidak lama setelah air mata yang terus keluar itu menetes seseorang datang dari belakangku dan dengan cepat aku menghentikan air mataku yang menetes itu dengan mengusapnya.
"Tuan Zhee?" Ucap seorang dari belakangku yang ternyata dia adalah Yuri.
"Yuri? Ada apa kau memanggilku?" Balasku...
"Ohh.. tidak ada apa apa, hanya saja Nona Vishl akan segera menyusul Tuan..." Terus Yuri yang memandangi wajahku.
"Ahh... Begitu, terima kasih telah memberitahu" aku berterima kasih padanya setelah dia memberitahu hal itu
"Eh...?" Ucap Yuri tiba tiba yang setelah mendengar ucapanku.
"Ada apa Yuri? Apa ada hal yang aneh?"
"Tidak ada Tuan, kalau begitu saya pamit undur diri...."
Dengan begitu percakapan singkat itu diakhiri dengan pamitnya Yuri yang pastinya dia menyadari sesuatu yang aneh dariku. Ini adalah kali pertamanya aku dibuat kebingungan sampai sampai diriku ini terlihat seperti diriku yang berbeda.
"Sepertinya aku harus melakukan sesuatu untuk mencari tahu apa yang baru saja terjadi padaku. Tidak masukku adalah mau tidak mau aku harus melakukannya......"
Karena jika tidak, aku hanya akan membuat diriku dipenuhi rasa penasaran. Meskipun aku tidak tau apa yang harus ku lakukan untuk mencari sesuatu apa yang membuatku kebingungan itu....
【??POV】
【16 tahun lalu sebelum kedatangan Yuuta.】
Aku.... Baru saja mati karena bunuh diri.....
Tapi apa ini? Apa aku telah bereinkarnasi? Apa itu adalah hal yang mungkin bisa terjadi?
"Paduka anak anda telah lahir!" ucap seorang biarawati kepada seorang yang mungkin adalah ayahku.
"Selamat nyonya, anak anda telah terlahir. Dia adalah seorang gadis!" Ucap biarawati lainnya kepada wanita yang melahirkan ku.....
Dan singkat waktu semenjak hari itu, aku terus tumbuh menjadi seorang putri kerajaan. Akan tetapi, hal itu tidak membuatku senang....
Meskipun aku telah terlahir kembali, tapi aku tetap merasa suram serta muram. Hari hari yang ku lakukan hanya mengikuti pertumbuhanku didunia ini. Menjadi seorang putri kerajaan yang menjauhi kehidupan sosial apapun.
tapi meskipun begitu aku cukup beruntung, orang tua baruku di dunia baru ini, tetap mendukungku dan tidak membuatku harus mengikuti sistem sosial kerajaan yang begitu rumit dan sangat ku benci.
Suatu ketika, aku berdoa kepada siapapun yang dapat mengabulkan permintaanku. "Aku ingin dia juga berada di dunia ini, aku ingin dia datang menghampiriku sama seperti saat dia meyakinkanku bahwa dia adalah kakakku." Ucapku pada saat itu yang sedang memohon...