Re: Word to Realism

Re: Word to Realism
17. Kehancuran



Setelah beberapa jam setelah keberangkatan mereka bertiga menaiki kereta yang ditarik oleh Unicorn Vishl.


Akhirnya mereka sampai didepan desa Yamigawa Mura. Namun, tiada siapapun yang menyambut.. yang malah desa Yamigawa Mura kini telah hancur..


Vishl sangat syok dengan apa yang dia lihat... Banyaknya mayat yang berceceran direruntuhan reruntuhan bangunan desa yang telah hancur..


"Ehh.... Kenapa desaku hancur?" Ucap Vishl tepat setelah dia datang menghampiri desanya..


Tidak hanya Vishl, Yuuta juga sangat terkejut saat melihat desa tempat dia tinggal hancur. Bahkan dengan mansion besar Vishl yang ikut hancur.


Mereka berdua hanya terdiam, tak bisa berkata kata... Emosi yang dalam meluap luap dalam diri Vishl dan rasa kesal dan amarah yang sangat besar didalam diri Yuuta..


Vishl kebingungan dan tidak tahu apapun yang terjadi, tapi dia juga hanya terdiam... Karena dia tidak tahu untuk berkata apapun.


Seketika itu, saat mereka terdiam... Hujan lebat tiba tiba saja datang, seakan perasaan Vishl dan Yuuta yang meluap luap myang telah memanggil hujan tersebut.


Langit menjadi gelap dan hanya terdengar suarah rintikan hujan. Yang kemudian segerombolan orang datang dari belakang mereka bertiga..


Mereka adalah para tentara kerajaan dan Vishl langsung menyadarinya..


"Bukan hanya desa tempat Lisbeth meninggalkanku, tapi juga dengan desaku yang penuh dengan orang orang yang berharga bagiku pun dihancurkan? Apa pangeran itu sekeji dan sedendam itu padaku?" Ucap Vishl saat para tentara kerajaan itu berada dibelakang mereka bertiga (beberapa meter dibelakang mereka bertiga)


Aura gelap langsung memancar pada Vishl dan aura dingin terasa oleh semua orang disekitarnya.


Vishl sangat sangat marah dan muak dengan prilaku kerajaan, begitupula dengan pangeran Theth.


Aura membunuh seketika itu terpancar dari Vishl.. tidak hanya Vishl, Yuuta juga memancarkan aura yang sama.


Yuuta melihat tubuh dari seorang gadis pemilik toko bunga (gadis yang memberi Yuuta obat tidur untuk membuat Vishl tertidur) dengan pakaian yang robek robek dan tubuh yang penuh dengan luka pukul.


Begitupula dengan adiknya yang tubuhnya itu ditancapkan pada pagar runcing.. tidak hanya gadis pemilik toko bunga dan adiknya tapi seluruh penduduk desa lainnya juga mesti secara mengenaskan.


"Hahah, akhirnya mereka berdua pulang juga, sudah lama kami menunggu kalian.. tapi kenapa kalian malah membawa pulang putri Lena?" Ucap salah satu tentara yang membawa pedang.


"Ingatlah, kita tidak perlu berperilaku baik pada Lena, ratu yang bilang padaku" balas prajurit lain pada temannya itu.


"Benar benar menyedihkan, apa kalian tega melakukan hal ini? Kalian benar benar buruk! Aku tidak menyangka kerajaan akan memiliki sifat seperti ini" ucap Lena menanggapi tentara itu.


"Hei hei putri, aku memang sedikit menghormatimu.. tapi juga aku tidak akan segan untuk melakukan hal apapun padamu, kau sudah tidak dianggap lagi sebagai seorang putri kerajaan." Balas tentara yang mengejek dan merendahkan Lena.


Lena tidak suka dengan dirinya yang direndahkan pun langsung mengeluarkan tongkat sihir yang tiba tiba muncul saat dia mengulurkan tangannya.


"Kalian sudah sangat kurang ajar!" Teriak Lena pada tentara tentara itu dan menodongkan tongkat sihir pada tentara tentara itu dan apa yang dia lakukan juga adalah pertanda bahwa dia tidak akan segan membunuh yang dia incar.


"Apa yang kalian lakukan itu terlalu kejam!! Jika kerajaan tempatku lahir sudah tidak mengakui ku lagi, maka aku juga tidak akan segan untuk menghancurkan kerajaan ini!" Terus Lena yang seketika itu beberapa lingkaran sihir muncul didepannya.


Lingkaran sihir itu berwarna sangat hitam pekat dan disekelilingnya dialiri semacam darah yang terpercik keluar dari lingkaran sihir.


Yuuta berjalan ke arah Lena dan menepuk bahunya.. tapi Lena dengan cepat menolak permintaan Yuuta itu.


"Tidak akan! Sudah ku putuskan aku akan menghancurkan kerajaan ini! Kerajaan tempat Aku bernasib buruk!!" Teriak Lena menolak dan melepaskan lingkaran sihir itu ke udara.


Seketika itu, lingkaran sihir itu semakin lama semakin mengecil dan akhirnya meledak menyemburkan cairan darah seluruh penghujung kerajaan..


"Aku mengutuk kalian! Kalian akan binasa dengan rasa sakit yang tak tertahankan!" Ucap Lena mengutuk semua orang kerajaan.. tak terkecuali orang orang yang tak berdosa.


"Aku juga sudah muak dengan kerajaan.. dan mungkin aku sedikit setuju dengan Lena untuk membuat semua orang kerajaan ini mati secara perlahan dengan rasa sakit.."


Vishl menyadari bahwa sihir yang dilepas Lena adalah sihir kegelapan yang akan memberi kutukan pada target yang pengguna ucapkan.. Vishl menyetujui apa yang dilakukan Lena..


Tapi.


"Siapapun yang menghancurkan desa Yamigawa Mura milikku tidak akan ku maafkan!! Hukuman mati saja tidak cukup untuk kalian!!" Teriak Vishl meneteskan air matanya dengan sangat marah dan mengeluarkan sihir yang lebih besar dari Lena dan melepaskannya dengan memasukan sihir itu pada dirinya.


"Vishl apa yang kamu lakukan!?" Teriak Yuuta dan Lena.


Yang kemudian Vishl langsung tak sadarkan diri setelah mengeluarkan sihir itu.. Vishl telah mengunakan sihir yang mengurangi nyawanya sebagai bayarannya. Dan sihir itu bekerja saat semua orang kerajaan mati tanpa sisa..


Yang dimana sihir itu akan menghidup dan mengulangi 10 hari sebelum orang yang dihidupkan mati.. dan pada akhirnya mati lagi, yang setelahnya dihidupkan lagi dan mengulangi yang pada akhirnya mati lagi. Dengan kata yang lebih singkat Deathloop..


Deathloop itu aktif karena perpaduan sihir Lena dan Vishl.. yang dimana sihir itu adalah sihir baru yang tercipta karena luapan emosi pada mereka berdua.


Dan itu baru saja dimulai! Dengan tentara tentara yang ada didepan mereka memuntahkan darah secara terus menerus... Dan akhirnya mati satu persatu karena kehabisan darah..


Tidak hanya itu beberapa orang didalam kerajaan langsung mati karena memakan makanan yang terkena darah dari sihir Lena..


Semenjak hari itu... Kerajaan kini telah menjadi tempat terkutuk.. semua orang mati, hidup lagi, dan mati secara mengenaskan. Dan Yuuta merasa hal itu pantas didapatkan oleh para orang orang busuk dikerajaan... Tapi juga Yuuta merasa kasian pada orang yang tak bersalah.


Keluarga kerajaan pun merasakan hal yang sama... Pangeran, sang raja, dan seluruh penghuni kastil mengalami hal sama.


Sihir itu benar benar sihir yang mengerikan.


"Tapi, tak apa. Setidaknya itu bisa membuat dendam mereka berdua terbalaskan.. aku memang kakak yang buruk, membiarkan adiknya mengotori tangannya untuk membunuh orang sebusuk mereka."


"Mungkin, aku akan mencoba sesuatu."


Beberapa hari setelah sihir dilepaskan... Yuuta, Vishl, dan Lena kini sedang berada diperjalanan menuju suatu negara yang jauh dari kerajaan..


Tapi sebelum itu, Yuuta telah melakukan sesuatu pada kerajaan. Diantaranya menghapus keberadaan kerajaan diingatan semua manusia dan makhluk didunia itu dan membuat dimensi lain untuk tempat kerajaan bisa terus mengulangi hal yang sama berkali kali. Yuuta tidak melakukannya sendirian.


To be continued.