
(Yuuta POV)
Tak terasa sehari telah terlewati.... selama sehari penuh ini Vishl telah banyak bermain dan banyak juga menghabiskan uang....
Aku tau karena Setiap Vishl mampir dari stan ke stan lainnya, aku telah menghitung tuang yang dia keluarkan dan di stan terakhir telah terhitung total Sekitar 78 keping emas telah dia keluarkan selama sehari ini...
Yang dimana 1 koin emas Sama dengan 100 koin perak dan 1 koin perak sama dengan 50 koin perunggu....
(Dan 1 koin perunggu sama dengan 100¥.)
Aku tahu jika dia adalah adalah orang yang kaya raya, bahkan melebihi banyak bangsawan kelas atas... Tapi dia tidak terlalu suka menghamburkan uangnya. Maka dari itu aku terkejut ketika dia mengeluarkan begitu banyak uang hari ini.
Harga harga disetiap stan sendiri terbilang cukup melambung tinggi daripada harga dihari biasa. Jadi masih bisa terbilang wajar....
Vishl juga banyak membeli pakaian dari beberapa toko... Entah itu untuk dirinya sendiri, ataupun para pelayan dan orang yang dia kenal lainnya. Dia juga membelikanku mantel bewarna hitam....
"Mantel ini terlihat cocok untukmu... Baiklah aku akan mengambil ini" ucapnya saat itu setelah melihat mantel bewarna hitam yang terpajang didinding toko baju..
.
Setelah hari yang melelahkan itu... kami langsung tepar dikamar saat baru saja tiba ... yang membuat kami berdua tertidur cukup lama.... Dan membuat kami terbangun ditengah malam.
Yuri dan yang lainnya telah tidur, begitupula semua orang.. mau itu penginap ataupun staff penginapan. Tidak ada orang yang masih terbangun.
Kami telah tertidur sekitar 2 jam dan terbangun karena lapar, tapi saat terbangun kami tidak menemukan makanan sama sekali.....
"Hei Yuuta aku lapar, apa tidak ada makanan?" Ucap Vishl yang sedang kelaparan..
"Jelas saja tidak ada, aku juga lapar... Tapi mau bagaimana lagi, ini tengah malam tidak ada pekerja penginapan yang bangun...."
"Kalau itu aku tau.. baiklah apa kamu mau menemaniku untuk keluar mencari kedai ataupun toko yang masih buka?" Ucapnya lagi yang mengajakku keluar penginapan.
Aku saat itu yang juga sedang kelaparan pun menyetujuinya dan Kami saat ini tengah berjalan dimalam hari untuk mencari toko makanan yang masih buka, karena saat ini sudah tengah malam maka wajar tidak ada toko yang buka sama sekali.
aku tidak sengaja berpikir, "Andai saja dunia ini adalah duniaku....".
Aku berjalan dengan mengusap tanganku karena kedinginan dan tidak sengaja melihat kearah Vishl, dia menggenakan pakaian semacam sweater berwarna hitam. Itu mengingatkanku pada Vena dan Vishl.... Juga dengan Yuna yang sangat suka mengunakan sweater dimalam hari.
Entah mengapa saat dimalam hari, Vishl bertambah sangat cantik dan menawan. Rambutnya berwarna hitam panjang dan matanya berwarna biru terang.... Saat aku menatapnya aku merasa tenang.
Yang tanpa ku sadari, aku telah menatap Vishl beberapa kali...
Kami terus berjalan dan tidak menemukan toko ataupun kedai yang masih buka. ditengah jalan yang cukup gelap dan hanya ada sinar bulan yang menerangi... Aku juga beberapa kali melihat sekitar untuk berjaga jaga.
Dijalanan yang kami lewati cukup banyak gang dan gang gang itu terlihat sangat gelap, tidak nampak apapun...
Setelah kami cukup lama berjalan, akhirnya kami menemukan kedai yang buka. Satu satunya tempat terang yang kami temui juga.
Kami menghampiri kedai itu... Setelah tepat didepannya Vishl langsung masuk kedalam, sementara itu aku masih diluar karena mataku tidak sengaja melirik pada seseorang berjubah merah yang sedang duduk dengan memakan sesuatu. Jaraknya sekitar 10 meter dariku.
Aku tidak tau dia laki laki atau perempuan, tapi yang pasti aku dapat melihat dengan jelas bahwa matanya berwarna merah menyalah. Matanya sangat terang... Itu yang terlihat olehku...
"Sepertinya mataku mulai rabun... Aku tidak dapat melihat wajah orang itu dengan jelas, hanya mata menyalahnya yang terlihat jelas olehku..."......
Aku melihatnya cukup lama karena penasaran yang membuat Vishl bingung saat melihatku yang tidak segera masuk, dia pun langsung menghampiriku dan menarik tanganku masuk kedalam kedai..
"Hei Yuuta apa yang kamu lakukan? Ayo segera masuk!" Ucapnya.
Aku pun masuk kedalam dan disambut oleh kakek kakek yang berjualan dikedai kecil itu. Dia menjual semacam mie... Yang terlihat seperti ramen.
"Kek, kami pesan 2 porsi... Yang satunya jangan terlalu pedas" ucap Vishl pada kakek itu dengan menunjukan salah satu menu.
Kakek itu pun langsung membuatkan kami mie yang disebut dengan taraate.... Tapi agar mudah aku akan menyebutnya ramen.....
Setelah beberapa menit akhirnya ramen pun siap dan kami berdua memakannya secara perlahan menggunakan sumpit.. kakek itu sangat ramah dan baik pada kami berdua. Kami beberapa kali mengobrol dengannya.
Selang beberapa waktu, kami telah selesai makan... Yang Setelah itu kami langsung membayar dan berpamitan pada kakek itu..
Kami keluar dari kedai dan saat pertama kali keluar, aku mengecek tempat orang tadi duduk... Tapi aku tidak menemukannya. dia sudah pergi.
Kami berjalan lagi untuk kembali ke penginapan, setelah sampai kami langsung pergi menuju pemandian umum dan tidur setelahnya...
Keesokan harinya kami bangun, yang entah bagaimana caranya Vishl lebih dulu bangun dariku.....
Beberapa menit kemudian pelayan yang sudah berseragam rapi datang dan memberikan surat pada Vishl...
Vishl membuka surat yang berstempelkan kerajaan itu dan mengatakan.
"Sepertinya kita diundang dipesta dansa kerajaan besok... Dan ini juga termaksud dalam perayaan ulang tahun kerajaan yang bersamaan juga dengan hari lahirnya putra bungsu raja yang bernama Putri Lili.." ucap Vishl setelah membaca surat undangan dari kerajaan itu..
"Ya kalau begitu mau bagaimana lagi..." Balasku yang seakan merasa terpaksa harus ikut...
.
Singkat cerita, festival hari kedua selesai dan kini kami sedang makan direstoran sebelum tidur... Kebiasaan yang sedikit buruk...
Kami berdua memakan makanan yang mewah dengan ketiga pelayan yang berdiri dibelakang kami. Itu mengundang perhatian... Karena semakin banyak pelayan pribadi yang dimiliki maka semakin tinggi kedudukan orang itu.
Aku tidak ingat siapa yang mengatakan hal itu, tapi menurut para bangsawan semakin banyak pelayan pribadi yang dimiliki maka semakin penting orang itu. Pelayan pribadi yang dimaksud disini adalah pelayan yang hanya mengurus 1 tuan ataupun sepasang kakak beradik....
"Ya aku tidak tau darimana asal pemikiran itu...."
(Yuuta sedikit salah paham, banyak pelayan pribadi adalah hal yang biasa.. tapi banyaknya pelayan pribadi dengan pelayan berstatus tinggi (Yuri dan Lisbeth memiliki gelar Viscount, sementara Ria memiliki gelar Baron) adalah hal yang tidak biasa, didunia ini pelayan dijunjung tinggi)
Setelah kami makan, kami pun langsung menuju penginapan yang hanya berjarak 1 bangunan dengan restoran ini.... Kami berniat langsung tidur dan melewatkan acara pasar malam yang berisikan banyak sekali pertunjukan... Karena besok akan ada festival Drama, jadi Vishl harus melewatkan pertujukan malam yang sedang berlangsung demi bangun lebih pagi...
"Yuuta, seandainya aku tidak bangun saat pagi hari.. kamu harus membangunkanku!" Ucapnya dengan tegas. Yang dimana dia sangat menanti pertunjukan drama itu... Entah apa yang membuatnya sangat bersemangat.
"Baiklah, itu jika aku tidak tertidur...."
Setelah itu kami pun tertidur dan aku menyadari sesuatu... Aku sudah terbiasa tidur bersebelahan dengan Vishl.....
Keesokan harinya.... Lagi lagi Vishl bangun lebih awal dariku... Yang malah dia sudah bersiap untuk segera berangkat ke panggung besar pertunjukan drama...
Jadwal pertama dimulai pagi hari, hingga pertujukan terakhir yang dijadwalkan malam hari... Pastinya pertunjukan terakhir itu akan sangat meriah dengan pertunjukan para pemeran bintang.. tapi sayangnya kami tidak bisa mengikutinya karena dimalam hari kami harus menghadiri pesta dansa diistana.
Sepertinya Vishl bernasib buruk....
"Hei yuuta apa yang dari tadi kamu lakukan, segeralah bersiap! Kita akan langsung menuju panggung drama" ucapnya setelah melihatku yang hanya duduk dikasur. Dia sedang menyisir rambut panjangnya...
Aku malah dibuat sedikit kebingungan dengan Vishl yang sangat bersemangat dan sangat menantikan festival ataupun pertunjukan drama ini.. yang bahkan dia telah melupakan apa yang terjadi padanya beberapa hari lalu....
"Ya baiklah, kamu tunggu saja sebentar... Ngomong ngomong apa Yuri dan lainnya sudah terbangun?" Balasku....
Entah kenapa ketiga pelayan Vishl tidak segera datang ke kamar ini, yang padahal sebelumnya mereka pasti datang sebelum kami bersiap..
"Aku tidak tau, mungkin saja mereka sedang bersiap" terus Vishl yang sibuk menata riasannya.
Aku pun dengan bantuan sihir Vishl langsung memakai pakaian tanpa pergi mandi.. jujur saja aku sedikit malas untuk menuju pemandian yang selalu ramai saat pagi hari..
"Hei Vishl kau jangan mengintip saat aku Menganti celanaku...." Ucapku sedikit bercanda pada Vishl.
"Siapa yang mau melihatmu yang sedang Menganti pakaian!!!" Balasnya dengan berteriak....
Entah kenapa juga aku jadi sedikit terbiasa saat kami Menganti pakaian diruangan yang sama...
Tidak lama setelah aku selesai Menganti semua pakaianku, tiba tiba saja Lisbeth datang dengan mendobrak pintu.
"Putri!! Pangeran Theth datang menjemput putri!" Teriak Lisbeth memberitahukan berita yang buruk pada Vishl.
"Tunggu... menjemput? Menjemput kemana?!" Balas Vishl kebingungan
"Pangeran Theth bilang dia ingin membawamu ke istana bersamanya!" Balas Lisbeth yang daritadi mengeluarkan nada keras.
Lisbeth juga pastinya akan panik, karena dia sendiri sangat mengerti perasaan Vishl yang sangat menantikan pertunjukan drama hari ini.
"Kenapa dia tiba tiba datang?! Aku ingin pergi ke pertunjukan drama bersama Yuuta!"....
"Aku tidak tau mengenai hal itu, tapi pangeran sangat bersih keras untuk membawamu, bahkan saat aku memberitahunya putri akan segera pergi menuju pertunjukan drama" balas Lisbeth menjelaskan pada kami.... yang tidak lama setelah itu pangeran Theth datang dari belakang Lisbeth dan mengatakan sesuatu pada Vishl.
"Vishl adikku sangat ingin bertemu denganmu, aku ingin kau bertemu dengannya... Dia sedang sakit sakitan!" Ucap pangeran Theth....
Aku yang langsung mengerti dengan keadaannya, langsung berdiri dan mengatakan sesuatu hal yang kejam pada pangeran. Karena aku tidak peduli dengan drama klasik semacam ini..
"Lalu? Apakah itu ada hubungannya dengan Vishl?.... Vishl sangat menantikan pertunjukan drama yang akan segera dimulai"
"Apa kau iblis? Kau tidak peduli dengan seseorang yang sangat ingin bertemu dengan calon istri dari kakaknya sebelum dia mati?" Balas pangeran yang menyulut perdebatan.
"Aku tidak peduli, bahkan juga dengan Vishl... Apa kau tidak ingat saat kau ditolak oleh Vishl saat kau melamarnya 2 hari lalu?"
"Dia tidak menolakku! Dia hanya butuh waktu untuk berpikir!"
"Lalu apakah benar seperti itu?"
Adu mulut terjadi, pangeran dengan emosinya mencoba membatah ucapanku, yang padahal apa yang kuucapkan adalah hal yang mutlak.
"Kau tidak menolakku kan Vishl!!" Teriaknya pada Vishl...
Akan tetapi Vishl tidak menjawabnya, dia mengabaikannya dan memalingkan wajahnya..
Pangeran yang terlihat seperti orang bodoh itu langsung berteriak sekali lagi, yang dimana teriakannya itu membuat beberapa orang menyaksikan apa Yang sedang terjadi.
"Hei Vishl... Tidak begitu kan?!!!"
Dan sekali lagi Vishl mengabaikannya. Yang membuat pangeran jatuh tersungkur.. menangis....
"Kukira kelas atas, ternyata hanyalah anak kecil bodoh yang naif." Ucapku yang tidak sengaja keluar karena aku terlalu gembira dengan melihat pangeran itu
Yang dimana permulaan drama klasik itu adalah tanda dari kemenangan ku.....