
Beberapa minggu semenjak aku datang ke dunia yang asing dan bertemu.... Hm lebih tepatnya aku di selamatkan oleh seorang gadis yang bernama Vishl itu.
Dia adalah gadis yang aneh yang bahkan entah apa yang dipikirkan olehnya, dia dengan terang terangan mengatakan bahwa dia ingin menjadi adik perempuanku. Yang padahal hari itu adalah hari pertama aku bertemu dengannya.
Vishl-Lisbeth adalah seorang gadis yang sangat eksentrik. Meskipun dia sedikit pendiam. Dia adalah gadis yang aneh... tapi para desa yamigawa mura sangat menyukainya dan menyayanginya.
Aku tidak itu adalah perasaan tulus, atau perasaan yang mengharuskan untuk menghormatinya karena dia adalah kepala desa.
Vishl mengenalkanku kepada penduduk desa yang populasinya kurang dari 300 orang. Awalnya mereka sedikit tidak menyukaiku, yang pada akhirnya mereka harus segera ikut menghormatiku karena sejak Vishl atau kepala desa mereka mengenalkanku ke desa ini sebagai kakak angkat dari seorang yang harus mereka hormati.
Yang juga entah kenapa aku perlahan merasa beradaptasi dengan kehidupan yang sebelumnya tidak pernah terpikir olehku. Semuanya dimulai semenjak Vishl menarikku ke dalam kehidupannya.
Prilaku dan tingkah laku Vishl sering kali membuatku harus menghelakan nafasku. Yang bahkan saat ini dia baru saja membuat dewa pelindung desa marah karena Vishl menolak permintaan dewa itu untuk memberinya satu gadis perawan setiap bulannya....
"Tapi kali ini sepertinya masih dapat dianggap wajar, karena prilaku mahkluk yang dianggap penduduk desa sebagai dewa pelindung mereka terlewat berengsek...."
Mungkin jika saja kepala desa ini bukanlah Vishl pasti orang lain yang menjadi kepala desa juga akan tidak menyetujui apapun yang diminta oleh dewa itu. Karena dewa itu kelewat berengsek yang sampai sampai melukai Vishl...
Meskipun dia langsung berhenti seketika setelah merobek sebagian pakaian Vishl karena dia melihat ke arahku. Yang dimana peliharaan Vishl yang berupa makhluk mitologi dan legenda berdatangan setelah aku menyalahkan sinyal kepada mereka.
"Apa aku tidak salah dengar? Kau baru saja meremahkan dewa dari desa ini...."
Ucapnya yang mendekatiku setelah mendengar suaraku yang tidak sengaja ku keluarkan. Dia mendekat yang membuatku dengan jelas melihat matanya yang begitu letih sekaligus wajah pucatnya itu yang membuatku sedikit mengerti kenapa Vishl membuat permintaan yang terang terangan itu kepadaku.
"Begitulah, apa salahnya aku menghina dewa palsu itu?"
"Mungkin ucapanmu benar juga.... ngomong ngomong terima kasih karena kau memanggil mereka semua... dan terima kasih untuk pakaianmu ini" balasnya yang mengucapkan kata kata yang sama persis dengan apa yang ku pikirkan.
"Ya aku tidak mepersalahkannya, lagi pula pria macam apa aku yang membiarkan seorang gadis berjalan dengan pakaian yang compang camping.... kau terlihat sangat kelelahan lebih baik kau diam dan segera beristirahat saat sampai ke rumah, aku membenci matamu saat sedang kelelahan itu.. Tapi juga kenapa kau mengendus bajuku?"
"Oh tidak ada apa apa, terima kasih telah mengkhawatirkanku.... tapi untuk saat ini aku baik baik saja" balasnya sekali lagi yang dimana perkataanya itu seperti bukan dirinya yang selalu terlihat ceria dihadapanku..
Senyuman palsunya itu.... benar benar buruk. Lebih buruk dari kebohongannya sebelumnya. Jujur saja Vishl adalah gadis yang pintar yang bahkan dia pernah beberapa kali mengalahkanku didalam permainan catur.. dari caranya memperlakukan bidak bidak yang dapat menjadi apapun hampir saja membuatku ikut terhasut oleh permainannya karena sempat lengah akan sifatnya yang polos dan lugu itu.
"Maka dari itu... kebohonganmu kali ini tidak akan membuatku tertipu, kau lebih baik jujur kepada tubuhmu sendiri bahwa kau sangat kelelahan.." aku tidak berbohong dengan kekhawatiranku ini. Karena aku sering kali melihat Vishl yang bergadang untuk keluar desa dan mengurus banyak dokumen dokumen penting kerajaan. Yang padahal dia bukanlah anggota keluarga kerajaan.
"Kau terlihat kelelahan semenjak pangeran itu datang ke rumah, apa kau harus memaksakan diri untuk membantu keluarga kerajaan?"
Balasannya itu membuatku merasa sedikit merasa dendam kepada pangeran yang dimaksudnya itu dan mungkin saja aku juga merasa sangat membenci pangeran yang memanfaatkan kebaikan Vishl yang adalah kelemahan dirinya sendiri. Vishl bersifat terlalu baik bahkan kepada keluarga kerajaan... yang membuatnya diperalat oleh pemerintahan.
Aku tidak tau apa itu adalah kesengajaannya atau memang dia harus melakukan hal itu, tapi aku membenci seseorang yang bekerka keras bukan untuk dirinya sendiri.
Sialan. Baru kali ini ada seseorang selain mereka membuatku merasa bersimpati dan ibah kepadanya. Mungkin aku akan melakukan sesuatu jika bertemu dengan sang pangeran itu.....
Ditengah aku yang sedang berpikir. Kami terus berjalan dan sudah beberapa langkah lagi sampai ke rumah. Mungkin ini juga adalah hal yang mendadak. Tapi aku akan melakukan sesuatu untuk Vishl....
"Hmm baiklah aku akan percaya tapi kau lebih baik istirahat, atau aku akan mengambil ciuman pertamamu dari sang panggeranmu...." ucapku yang memulai sesuatu dengan mengambil permen disaku untuk ku masukan kedalam mulut.
"Hentikan candaanmu itu. Kita akan segera sampai rumah.... dan mungkin aku akan tertidur untuk beberapa jam jadi pastikan kau membangunkanku!.."
"Ya baiklah itupun jika aku tidak dalam keadaan tertidur juga....".. untuk sekian kalinya aku berbohong. Aku tidak akan membangunkanmu karena aku juga akan tertidur untuk beberapa jam..... maaf tapi ucapanku sebelumnya bukanlah sekedar candaan.
... tepat setelah kami sampai rumah dan berdiri di depannya, aku yang tadinya mengambil sesuatu untuk dimakan langsung menyudutkan Vishl dan mencium bibirnya yang terasa sangat lembut itu.
Aku mengambil ciuman pertama Vishl demi kepentinganku dan aku tidak peduli dengan perasaannya.... beberapa hari lalu saat rumah kedatangan pangeran Vishl berharap dia bisa berciuman dengan sang pangeran yang ternyata adalah teman masa kecilnya dulu. Meskipub aku sedang tidak berada di rumah saat itu, tapi aku tau saat Vishl membicarakan pangeran didepanku.
"Pada akhirnya kau melakukannya....." ucapnya yang tiba tiba meneteskan air mata..
Aku tidak tau apa maksudnya.... tapi jika saja Vishl kecewa kepadaku maka aku akan memperbolehkannya untuk menbenci diriku ini, aku tidak ingin seseorang yang bisa menandingiku, jatuh diperalat oleh pemerintahan kerajaan, ataupun dunia....,
"Maaf Vishl, lebih baik kau tertidur untuk beberapa hari, serahkan semuanya padaku....."
Tidak lama setelah aku melepas ciuman kami, Vishl mulai terpengaruh oleh obat tidur yang langsung membuatnya tertidur lelap dibahuku.
Permen yang ku ambil adalah obat tidur yang sangat kuat, yang bahkan aku yang berusaha untuk tidak membuat obat itu terpengaruh padaku tapi aku tetap terkena pengaruh obat itu dan harus jatuh tertidur tepat setelah pelayan datang dan mengendong Vishl..
Mungkin apa yang dikatakan oleh Vena dan Rika tidak salah, aku akan tetap berusaha melindungan seseorang yang mungkin berharga bagiku meski harus melakukan apapun untuk menghindari kemungkinan terburuk dari yang paling buruk.
Didalam tidurku yang akhirnya aku sampai didalam kondisi REM dan tidak sengaja memikirkan perkataan Vena dan Rika langsung bermimpi aku yang sedang berdiri diatas sekolah bersama dan beradu catur saat membolos kelas dengan Rika dan Vena.
Yang setelah itu mimpi mimpi lainnya terus berubah, tapi tetap berhubungan dan membuatku nostalgia dan menunggu apa yang akan yang terjadi pada mimpiku yang selanjutnya....
To be continued to next chapter....