Re: Word to Realism

Re: Word to Realism
014. Hilangnya hal penting



Leina Finnestia... Lena, Ialah seorang putri kerajaan yang memiliki nasib malang. Namun dibalik itu dia adalah seorang gadis dengan kepintaran yang mampu membuatnya menduduki posisi teratas dalam segala hal yang dia mau.


16 tahun lalu, ia bereinkarnasi ke dunia yang sama dengan kakaknya yang dipanggil paksa setelah kematiannya.


Enma Yuuta, adalah kakak dari Lena. Meskipun hanya sekedar saudara angkat namun hubungan mereka sangat erat seperti benang takdir yang memang mempersatukan Mereka. Bahkan setelah kematian mereka.


Meski Lena telah terlahir sebagai seorang putri kerajaan, namun itu tidak bisa memuaskan dan membuatnya terbuka sama seperti saat didunianya dulu.


Didunia lamanya, Lena menjalani kehidupan sebagai gadis biasa disuatu kota bersama kakak dan teman temannya.. namun, kehidupannya sangatlah singkat.. kehidupan berakhir saat ia berumur 17 tahun.


Dia mati bunuh diri saat mengetahui kakaknya Yuuta mati karena suatu kecelakaan.


Tapi, Entah itu memang takdir atau hanya kebetulan.. teman temannya juga mati setelah dia bunuh diri.


Entah itu teman sekelasnya, atau bahkan kakak kelasnya dan orang yang lebih tua darinya mati karena kecelakaan. Fumagawa Rika, Vena Vinford, Fumagawa Reina, Yumeha Yuna, dan orang terdekat lainnya..


Mereka semua ditemukan telah mati di tempat yang berbeda.. dan langsung menjadi misteri yang dibicarakan oleh orang orang didunianya.


Lena selama hidupnya sebagai tuan putri, terasa sangat membosankan dan hampa. Yang bahkan ia seperti tidak menikmati kehidupan barunya sama sekali.


Bahkan hingga saat ini, dia tinggal disuatu hutan sendirian... Sebelumnya dia tinggal bersama seorang penyihir kelana..


Tapi mereka harus berpisah karena penyihir itu harus melanjutkan perjalanannya.


Reina selama beberapa waktu tinggal bersamanya dan belajar banyak sekali kemampuan yang sangat berguna baginya, entah itu sihir tingkat 10 sampai tingkat 4, ataupun skill pasif dan aktif tingkat menengah.


Sihir yang dipelajarinya memang tidak terlalu kuat, namun Lena mempelajari sihir itu bukan dari itu dampak kerusakan, melainkan kemampuan untuk memanipulasi suatu objek.. yang dimana Lena sekarang bisa sedikit memundurkan waktu beberapa detik pada beberapa objek sekaligus.


Hal itu tidak dapat dilakukan siapapun didunia itu, karena Lena sendirilah yang menciptakan sihir itu.


Lena terus bereksperimen dengan sihirnya itu, dia berniat menghilangkan rasa bosannya setelah kepergian penyihir yang menjadi gurunya itu..


Hingga disaat ini..


Lena kehabisan bahan makanan dan itu mengharuskan dia untuk keluar hutan membeli bahan makanan.. karena meski tinggal dihutan yang memiliki banyak makanan, namun Lena terlalu malas untuk mencarinya sendiri.


Yang untungnya Lena sebelum diasingkan, dia secara kebetulan menemukan beberapa puluh keping emas diruang tamu.. (koin emas milik Eriana)


Tidak hanya itu, Lena juga menyimpan sedikit sisa dari dia memasukan harta ke kamar Eriana..


Saat keluar hutan Lena juga tidak lupa untuk memberi tanda agar dia tidak tersesat saat kembali ke rumah ditengah hutan.


Setelah ia memberi tanda yaitu dengan sihir, Lena langsung berjalan menuju desa terdekat untuk membeli bahan makanan dari penduduk desa.


Saat diperjalanan Lena beberapa kali melihat banyak genangan air.. hai itu membuatnya berfikir bahwa dia tidak menyadari jika beberapa hari sebelumnya hujan.


"Sepertinya aku terlalu nyaman tiduran dikasur sampai sampai tidak menyadari hujan datang..." Ucapnya dengan berjalan dan mengecek berapa keping emas yang dia bawa.


Setelah berjalan beberapa menit, akhirnya dia sampai didesa..


Saat sampai, Lena beberapa kali disapa oleh penduduk setempat, karena Lena cukup sering datang ke desa.


Tanpa berlama lama, Lena langsung menuju ke toko desa yang menjual bahan bahan makanan.


Meskipun itu hanya desa terpencil, namun pasokan makanan didesa sangat melimpah karena adanya toko yang urus langsung oleh guild perdagangan negara tempat Lena diasingkan.


Lena membeli beberapa kilo gandum, herbal, dan bahan lainnya sekaligus.. karena ia tidak ingin berkali kali membelinya.


Setelah ia membeli, Lena pun langsung ingin kembali ke dalam hutan karena hari sudah gelap.


Jadi saat Lena sudah berada di luar desa, ia mengunakan angin untuk menerbang barang belanjaannya dan mengangkatnya sampai rumah.


"Andai saja diduniaku dulu ada sihir semacam ini.... Tapi juga untuk apa aku membahas itu sekarang" gumam Lena ditengah perjalanan pulang.


Tapi, saat Lena membuka pintu rumahnya... Lena dikejutkan dengan seseorang yang berdiri didalam rumah depan pintu masuk.


Lena pun, secara tidak sadar langsung mundur beberapa langkah.


"Siapa kau?!" Ucapnya yang langsung mengeluarkan tongkat sihir yang muncul dari tangannya.


"Tenanglah..." Balas orang itu.


Lena benar benar dibuat kebingungan dengan siapa dia, bagaimana dia bisa masuk kedalam rumahnya, dan makhluk apa dia sebenarnya.


Dia bertanya makhluk apa dia sebenarnya, karena dia hanya melihat sosok bayangan putih yang transparan.


"Hantu?!" Ucap Lena sekali lagi dengan mengambil ancang-ancang untuk melepaskan sihir.


"Kau bisa anggap aku apa saja, namun.... Aku datang kemari untuk bertemu denganmu." Ucap bayangan putih itu..


Lena mengabaikan ucapan bayangin itu dan langsung melesatkan sihir pada bayangan itu.


Namun.


Tepat sebelum sihir Lena mengenai bayangan putih didepannya itu. Bayangan itu malah sudah berada didepan Lena...


Dan bayangan itu menyentuh Lena.. yang kemudian tanpa jeda sama sekali.. kesadaran Lena tiba tiba saja menghilang dan membuatnya tak sadarkan diri selama beberapa jam.


.


Setelah Lena terbangun.. ia terbangun tanpa ingat apapun, tanpa ingat dengan apa yang terjadi sebelumnya.


Ia terbangun susah diatas kasur rumah kecilnya itu dan semua barang belanjaannya sudah tertata rapi di dalam rumah.


Lena pun bangun dari tempat tidur dan tidak merasakan apapun.. seakan memang tidak terjadi apapun padanya.


Lena memasak makanan, karena ia merasa lapar.


Setelah selesainya memasak dan memakan makanannya... Ia langsung tertidur kembali..


Dia merasa ada yang aneh terhadap dirinya.


"Aku seperti melupakan sesuatu namun tidak tau apa itu" ucap Lena yang tidak tau apapun.


Yang nyatanya dia memang telah kehilangan semua ingatan tentang dunia sebelumnya. Termaksud dengan Yuuta yang adalah kakaknya.


Tapi, Lena saat ini belum menyadarinya.. tapi juga dia akan segera menyadarinya.


Beberapa hari telah berlalu dan dia masih belum ingat sama sekali tentang hal yang dia lupakan..


Seperti biasa, yang dia lakukan adalah makan, tidur, dan beberapa kali melatih tubuh, sekaligus membaca beberapa buku yang ada dirumahnya.


Buku itu peninggalan penyihir yang mengajarinya.


Semakin lama ia melupakannya, semakin dia menyadari keanehan terhadap dirinya...


"Kenapa aku bisa melupakannya, padahal aku yakin jika hal yang ku lupakan adalah hal yang sangat penting..." Ucapnya.


Dia terus kepikiran akan hal itu, sampai sampai itu membuat sangat kebingungan dan beberapa kali lupa untuk tidur karena memikirkan apa yang telah dia lupakan...


To be continued.


N: maaf untuk sedikit downgrade cerita, karena saya sedikit bingung untuk mengembangkan karakter Lena.. tapi saya akan berjanji setelah episode ini, khususnya saat chapter 16, akan mulai mengembangkan cerita ini lebih baik dan mengunakan gaya penulisan yang baru agar lebih mudah mengembangkan cerita ini..