
"..... Ah! Namaku ada!"
"Namaku juga!"
Teriak Lena dan Vishl kegirangan melihat nama mereka dipapan pengumuman siswa yang diterima di akademi.
"Meskipun aku buruk saat melakukan praktik sihir, namun seharusnya aku akan tetap lulus...." Ucap Yuuta bergumam dengan berharap dia juga diterima.
Setelah beberapa saat akhirnya Yuuta menemukan namanya dipapan itu. Dia juga lulus dan terima.
"Sudah ku duga, cara curang adalah cara yang terbaik.." Gumam Yuuta lagi membanggakan kecurangannya.
"Apa yang kau katakan Yuuta?" Jawab Vishl yang mendengar gumaman Yuuta yang samar.
"Tidak ada.."
Disaat ini, Yuuta, Vishl, dan Vishl telah menjadi pelajar akademi sihir Vaspilia dan mereka akan mulai masuk ke semester ajaran baru 1 Minggu kedepan, itu membuat mereka memiliki banyak waktu luang..
Keesokan harinya setelah mereka mengetahui mereka diterima di akademi Vaspilia.. mereka merayakannya dengan memasak banyak makanan.
Yuuta memasak makanan dunia lain, sementara Lena dan Vishl memasak makanan dunia ini.. mereka bertiga sedikit terbawa suasana sampai sampai mereka memasak terlalu banyak makanan.
"Sepertinya kita memasak terlalu banyak" ucap Yuuta setelah memasak..
"Benar juga..." Balas Vishl diikuti Lena.
Dengan terpaksa mereka harus mengabiskan makanan yang baru saja mereka masak itu.. mereka memakannya sambil mengobrol dan bercanda ria. Karena suasana Lena dan Vishl sangat baik, jadi Yuuta harus mengikuti suasana ini.
"Makanan ini sangat enak!!" Ucap Vishl.
"Mulutmu belepotan, makanlah pelan pelan!..." Jawab Lena, dia mengambil sapu tangan dan membersihkan mulut Vishl.
"Ahh... Lena jangan perlakukan aku seperti anak kecil!"
"Aku tidak pernah memperlakukanmu seperti anak kecil, tapi mulutmu belepotan seperti ini"
"Ya mau bagaimana lagi! Makanan ini sangat enak.."
"Iya aku tahu itu.. saat memakan masakan kak Yuuta, aku merasa seperti teringat sesuatu."
"Nah kan!"
"Ah... Masakan kalian berdua juga terasa enak..." Ucap Yuuta menanggapi masakan Vishl dan Lena.
"Ya.. itu sudah jelas, ya kan Vishl?" Jawab Lena menanggapi pujian Yuuta.
"Itu benar!"....
..
Setelah obrolan yang cukup lama itu, tidak terasa malam telah tiba.. lebih tepatnya tengah malam telah tiba. Mereka berdua mengobrol cukup santai, karena mereka sama sama menikmati obrolan itu.. meski topiknya sangat acak.
"Ahh... Aku tidak sadar sudah malam!" Ucap Lena baru menyadarinya.
"Iya sama! Kita terlalu banyak berbicara..."
"Ya sesekali seperti ini tidak buruk, sekarang yang jadi masalah siapa yang akan membersihkan tumpukan piring ini?" Balas Yuuta.
"... Mungkin kita bisa menyerahkannya pada pekerja penginapan ini..." Jawab Lena.
"Baiklah seperti itu saja." Ucap Yuuta menyetujuinya.
"Hei kalian yakin dengan itu?!" Jawab Vishl.
Pada akhirnya mereka pun menyerah tumpukan piring bekas mereka makan pada pekerja penginapan.. dengan memberi mereka uang sebagai bayarannya..
Setelah itu, mereka kembali masuk ke apartemen dan pergi ke kamar masing masing untuk segera tidur.
.
Keesokan harinya, Yuuta yang pertama kali terbangun... Meski begitu dia tetap berdiam diri selama beberapa menit. Mungkin kata orang lain nyawanya belum terkumpul.
"Hah.... Aku seperti melupakan sesuatu, tapi aku lupa apa itu." Ucapnya menghela nafas cukup panjang.
Yuuta rupanya juga berpikir bahwa dia melupakan sesuatu meskipun dia menyadari bahwa waktu telah terulang.
Ditengah Yuuta yang kebingungan pintu kamarnya terbuka dan Vishl bersama Lena masuk kekamar mendatanginya. Mereka masih keadaan setengah tertidur.
"Yuuta..."
"Kakak...."
Ucap mereka berdua yang sedang setengah terbangun.
"Hei kalian berdua ada apa?"
Tapi tak lama setelah itu, seakan mereka terguyur air.. mereka langsung terbangun seratus persen.
"Yuuta.. Aku ingin jalan jalan!"
"Aku juga!"
Ucap mereka berdua secara tiba tiba yang membuat Yuuta terkejut.
"Apa kalian masih belum puas berkeliling dari kemarin? Badanku terasa kaku semua."
"bilang saja kamu ingin tidur disana."
"Itu tidak benar!"
"Hm itu memang tidak benar, kami berdua hanya ingin berjalan jalan santai saja!"
"Eh... Bilang saja kamu ingin makan dikedai kedai sekitar taman." Ucap Yuuta mengatakan alasan Vishl setelah ia mengatakan alasan yang dimiliki Lena.
"Kenapa kau tau!!?" Rengek Vishl memalingkan wajahnya dari Yuuta.
"Baiklah kalau begitu, aku tiba tiba saja ingin mencari angin segar" jawab Yuuta yang berubah pikiran. Dia sebelumnya sedikit malas untuk pergi dari kamarnya.
"Nah begitu dong!" Balas Vishl.
"Segitunya kalian ingin ke taman itu sampai sampai langsung terbangun dari setengah tidur kalian?"
"Ya ini adalah rahasia.."
"Ah... Baiklah jika begitu."
"Yah tapi aku masih sedikit mengantuk dan ingin tidur sebentar...." Ucap Vishl yang langsung tertidur dikasur Yuuta.
Berbeda dengan Vishl, Lena sudah merasa tidak mengantuk sama sekali .. yang malah ia menunggu Vishl tertidur, agar dia bisa berbicara dengan Yuuta.
"Kak.. aku ingin berbicara denganmu."
Lena mengawali pembicaraan, ini adalah hal yang jarang terjadi sebelumnya.. dia saat ini ingin membicarakan suatu hal yang serius.
"Ada apa Lena?" Balas Yuuta menenggok ke arah Lena.
"Ikut aku ke atas atap penginapan ini"
Reina merasa yang ingin dia bicarakan adalah suatu hal yang penting.. yang membuatnya tidak ingin orang lain tahu, tidak terkecuali Vishl.
Yuuta pun berdiri dari kasunya dan segera mengikuti Lena untuk ke atap atas penginapan.. kebetulan kamar mereka hanya berjarak 1 lantai dari atap.
Setelah sampai, mereka menghentikan langkah mereka dan Lena mengatakan..
"Aku bertemu dengan Rika.. begitupula dengan Yuna."
Yang dimana Kata kata dari Lena itu membuat Yuuta terkejut dan langsung mendekati Lena untuk menanyakan lebih jelasnya.
"Apa maksudnya itu?"
"Aku tidak tahu pasti bagaimana caraku bertemu dengan mereka, namun saat itu aku ingat aku sedang berada disemacam perempatan jalan tanah dan disitulah kami bertemu."
"Apa itu mimpimu?'
"Mungkin iya, namun kakak tahu sendiri jika aku tidak memiliki ingatan tentang dunia lamaku.. dan itu membuatku tidak mengenali mereka pada awalnya."
Apa yang dikatakan oleh Lena adalah kebenaran, dia memang bertemu dengan teman temannya dari dunia lamanya.
Rika dan Yuna..
Namun saat ia bertemu dengan mereka penampilan mereka berubah. Seakan mereka juga adalah pelintas dunia.. tidak bukan seakan, namun mereka memang adalah pelintas dunia.
Yuuta masih terdiam kebingungan... Namun tidak lama setelah itu, dia tiba tiba mengatakan sesuatu.
"Distorsi alam bawah sadar...." Ucapnya secara tidak sadar.
"Suatu fenomena yang membuat sebuah objek bertemu dengan objek lain dari dunia lain didalam alam bawah sadar mereka dan ini hanya berlaku pada objek biologis" jelas Lena yang langsung memahami maksud yang dikatakan Yuuta dan sama seperti Yuuta, secara tidak sadar.
"Bagaimana caranya kamu bisa memberikan jawaban itu?" Tanya Yuuta mendengar penjelasan Lena.
"Tidak tau.... tapi ada 1 hal yang ingin ku tanyakan pada kakak" jawab Lena.
"Apa itu? Apa itu hal yang sampai tidak boleh Vishl mengetahuinya?"
"Tidak juga, namun mungkin Vishl akan terkejut dengan apa yang akan ku beritahukan."
"Ah.. baiklah apa itu?"
"Vena, apa kakak mengenalnya?"
"tentu saja aku kenal dia"
"Maaf salah pertanyaan.... Hubungan apa yang kakak miliki dengan perempuan yang bernama Vena ini?"
"Hanya teman masa kecil, dan kamu menganggapnya seperti kakak perempuanmu sendiri saat kalian masih berada didunia yang sama."
"... Pantas aku jadi merasa tidak enak pada diriku dimasa lalu."
"Kamu bisa menyesalinya, namun mau bagaimana lagi bukan?"
"Kalau begitu langsung saja, maaf terlalu banyak basa basi. Apa kakak tahu jika Vishl adalah anak dari Vena dan kakak?"
Ucap Lena mengatakan hal yang mengejutkan. Apalagi bagi Yuuta yang mendengar hal itu.
"Hah.. apa maksudmu itu Lena?!" Tanya Yuuta dengan langsung kebingungan.
To be continued
note: Maaf untuk keterlambatan menguploadnya chapter kali ini.