
Beberapa waktu lalu Vishl menyuruhku untuk menunggunya diruang tengah. Aku berkesimpulan dia ingin mengajakku, entah kemana itu.
Ditengah aku yang sedang menunggu Vishl dengan termenung, sekali lagi aku teringat dengan suatu perasaan yang barusan terjadi padaku. Aku masih kebingungan apa yang harus ku lakukan setelah mengalaminya...
Tapi untungnya kali ini aku masih bisa bersikap biasa dan tidak sampai mengeluarkan emosi seperti saat perasaan aneh itu muncul...
"Mungkin untuk saat ini aku harus menghilangkan pikiranku itu terlebih dahulu. karena jika saja aku memikirkannya aku akan terlihat seperti orang yang sangat dingin saat pikiranku terfokus untuk memikirkan hal yang tidak ku pahami itu"
Karena pada dasarnya aku masihlah seorang manusia biasa yang akan berusaha keras untuk memahami sesuatu.. entah itu pemahaman yang akan membawa kepuasan ataupun penyesalan.
Aku terus termenung dan terdiam diruang tengah... Yang hingg akhirnya setelah beberapa waktu aku terdiam dan termenung, Vishl bersama dengan pelayannya datang dengan pakaian yang terlihat sangat rapi. Mereka datang dengan terlihat begitu anggun dan elok dimataku.
"Kenapa kalian berpakaian sangat rapi dengan memakai pakaian yang terlihat mahal itu?" Tanyaku setelah mereka berdua menghentikan langkahnya tepat didepanku. Yang jelas saja aku penasaran.
"Tentu saja kita akan datang menuju ibu kota kerajaan!" Balas Vishl yang mengatakan ingin ke ibu kota.
"Apa yang ingin dia lakukan?" Itu adalah pertanyaan yang pertama kali muncul dipikiranku. Untuk sekali lagi, aku tidak dapat memahami tingkah laku Vishl yang sering tiba tiba mengambil tindakan yang mendadak. Pikirku sekali lagi menanggapi tindakan Vishl yang begitu mendadak.
Aku langsung membuang rasa penasaran dan terkejut itu dengan bertanya padanya.
"apa yang akan kau lakukan kali ini? Apa kau berniat datang untuk membatalkan pertunanganmu dengan sang pangeran?" Tanyaku dengan melontarkan candaan kepada Vishl yang sekaligus ingin menunjukan bahwa aku sangat membenci sang pangeran.
"HM mungkin sebelum berangkat, aku akan mengatakannya sesuatu padamu" balas Vishl secara basa basi yang entah kenapa membuatku merasa tidak nyaman.
"Apa itu? Cepatlah katakan sebelum kita berangkat. Kau ingin segera ke sana bukan?"
"Kenapa kamu terlihat kesal? Seharusnya aku yang kesal karena kamu membuatku tertidur selama berhari hari..."
"Mungkin kau benar juga, maaf. Aku sedikit menyesal..... Lalu apa yang ingin kamu sampaikan...."
"Baiklah kalau begitu.... Sebenarnya aku dan pangeran belumlah bertunangan maka dari itu hari ini aku ingin secara resmi menerima pertunangan itu..." Ucap Vishl yang mengatakan hal diluar dugaanku, jauh diluar dugaanku.
Balasannya itu sangat membuatku kebingungan dan entah kenapa aku merasa marah kepada Vishl. Aku tidak kenapa aku marah, tapi aku benar benar merasa sangat emosional saat marah kepada Vishl.
"Kenapa kau tiba-tiba menerimanya?! Tidak jika sejak awal kalian tidak memiliki hubungan, kenapa kau memberi pangeran itu hal yang lebih berharga dari nyawamu? Apa kau bodoh?" Ucapku yang mulai terasa aneh bahkan bagi diriku sendiri.
"Tunggu kenapa kamu terlihat seperti menentangnya?"
"Aku memang menentangnya!"
"Kenapa? Kamu seharusnya tidak perlu menentangnya..." Ucap Vishl yang membuatku semakin marah.
"Hah? Apa maksudmu aku tidak berhak untuk menghentikanmu?"
"Tidak! Bukan itu maksudku.... Tapi.."
"Baiklah kalau begitu, lakukan saja apa maumu!" Balasku dengan sedikit berteriak
Tentunya juga teriakanku itu membuat Vishl sekaligus pelayannya sangat kebingungan dengan emosi yang terlihat dariku. Yang bahkan diriku juga terheran heran kenapa aku tiba tiba terbawa emosi sampai sejauh ini...
Vishl lalu menjawab perkataanku. "Apa yang kamu ucapkan sama sekali bukan seperti dirimu..." Balasnya dengan menundukkan kepalanya. Mungkin dia kecewa padaku....
"Bukan diriku ya? Ya benar aku yang sekarang bukanlah diriku yang seperti didunia sebelumnya. Makanya aku marah kepadamu! Aku merasa kau adalah orang yang sangat berharga didunia ini. Jadi aku tidak ingin kau jatuh ke dalam permainan bodoh pangeran itu!" Ucapku yang mengatakan niat apa yang sebenarnya dimiliki pangeran.
"Permainan apa yang kau maksud?....."
"Tentu saja tentang kebohongan saat pangeran ingin melamarmu. Kau seharusnya menyadarinya lalu kenapa kau menerimanya?! Apa kau ingin harta"
"Hmm... Mungkin itu sedikit benar"
"Apa kau melupakan sesuatu? Aku sebelumnya pernah menceritakan bahwa aku adalah orang yang memiliki harta yang sangat banyak. Yang bahkan itu adalah kali pertama aku menyakininya"
"Bukankah itu didunia sebelumnya? Bagaimana caramu mengambilnya?"
"Tentu saja aku akan melakukan apapun caranya untuk kembali. Aku akan segera kembali ke dunia busuk itu secepatnya!" Ucapku yang berterus terang ingin kembali ke duniaku sebelumnya. Meskipun aku tidak benar benar ingin melakukannya.
"Eh..... Kenapa kau sangat ingin kembali ke dunia itu??" Ucap Vishl yang terkejut dengan apa yang ku ucapkan.
Tidak lama setelah perkataanku selesai, Vishl tertawa berbahak bahak menertawakan apa yang kuucapkan dan mennganggap apa yang kuucapkan adalah sebuah lelucon.
Lantas, aku yang melihatnya langsung menamparnya yang kemudian membuatnya begitu terkejut dengan apa yang kulakukan.
"Aku tidak sedang bercanda. Aku baru saja teringat ketika kau mengucapkan ingin datang untuk menerima pertunangan dengan pangeran.... Kau akan mengalami takdir yang......"
.......
【bangunnya Yuuta dari mimpi buruknya】
"Yuuta, bangunlah.... Kenapa kamu malah tertidur saat menungguku?" Ucap Vishl yang membangunkanku dari mimpi yang begitu buruk itu.
Akhirnya aku bisa terbangun dan dapat memastikan bahwa yang terjadi hanyalah sebuah mimpi. Saat aku merasa lega... Aku tersenyum dengan perasaan yang begitu puas.
Mimpi yang ku alami itu sangat nyata. Yang bahkan aku tidak tau kalau itu hanyalah mimpi sebelum terbangun..
"Kenapa kau tersenyum seperti itu....?" Ucap Vishl sekali lagi... Yang membuatku tersadar bahwa Vishl yang ada didalam mimpi dengan Vishl yang baru saja membangunkanku adalah Vishl yang berbeda.
【Yang baru saja terjadi hanyalah mimpi Yuuta, mimpi terburuk yuuta.... yang saking buruknya dia sangat bersyukur karena bisa kembali ke dunia nyata】
"Ahh Vishl aku sangat senang ketika melihat dirimu yang ini membangunkanku...."
"Apa yang kamu ucapkan? Ah... Aku terpaksa membangunkanmu karena kita harus segera berangkat..." Balas Vishl yang sedikit memalingkan pandanganya.
"Apa kita akan menuju ibu kota kerajaan?"
"Ya kamu memang hebat. Seperti itulah.... Aku ingin melakukan sesuatu denganmu di ibukota...."
"Baiklah kalau begitu, tapi ngomong ngomong kenapa aku tertidur dipangkuanmu?"
Aku terbangun disesuatu yang terasa empuk dan nyaman dan tersadar aku tertidur dipangkuan Vishl..
"Apa rasanya aneh jika sang adik sedikit menjahili kakaknya?" Ucapnya dengan memalingkan wajahnya sekali lagi.
"Ahh.... Aku begitu lega dan bersyukur kepada tuhan karena yang ku mimpikan bukanlah kenyataan!!!!" Ucapku yang merasa sangat lega dan puas dengan bangun dari pangkuan Vishl.
"Apa kamu baru saja bermimpi buruk? Aku tidak pernah melihatmu merasa sangat lega, ataupun puas...."
"Begitulah, aku baru saja terbangun dari mimpi yang terasa sangat nyata dan sangat menyakitkan..."
Setelah aku mengucapkan apa yang ku rasakan, tiba tiba saja dari belakang Vishl mendekapku dengan sangat erat.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanyaku yang merasakan Vishl sedang mendekapku dari belakang. Dekapannya begitu hangat...
"Aku bisa merasakan suara hatimu yang seakan ingin menjerit..... Kau boleh saja menangis disini"..
"Hei hentikan itu, mimpi itu tidaklah seburuk itu sampai sampai membuatku ingin menangis...".. Tapi yang nyatanya itu memanglah sebuah mimpi yang sangat buruk. Sebenarnya bukan hanya mimpi dimana aku bertengkar dengan Vishl karena kejadian yang sangat berbeda dari yang ku alami, tapi juga beberapa mimpi buruk lainnya yang terhubung. Dengan kata lain dalam 1 kali tidur aku mengalami 3 mimpi buruk yang terasa sangat nyata dan suram. Tapi juga aku sangat bersyukur karena aku langsung melupakan apa saja yang terjadi didalam mimpi itu....
"Kamu.... Berbohong, suara hatimu dan pikiranmu sangat bertolak belakang. Kenapa kamu berbohong padahal baru saja mengalami hal seperti itu?"
"Tidak ada hal khusus, hanya saja aku tidak ingin seseorang melihat aku meneteskan air mata. Apalagi orang itu adalah orang yang sangat berharga bagiku.."
"Ehh...." Ucap Vishl dengan wajah memerah.
"Hei apa kamu baru saja membaca suara hatiku sekali lagi?!" Ucapku melontarkan candaan untuk mengalihkan topik pembicaraan.
"Tidak, itu tidak benar!!" Balasnya dengan wajah yang tambah memerah dan sekali lagi memalingkan wajahnya.
Tidak lama setelah percakapan yang penuh kehangatan itu, Yuri dan 2 pelayan lainnya datang membawa barang barang. Yang setelah itu Kami berdua benar benar akan berangkat menuju ibu kota....
Akan tetapi, dengan jalan takdir yang sangat berbeda dengan apa yang terjadi didalam mimpi.
....
To be Continued