
Gadis berambut hitam yang panjang sedang tertidur lelap sebelum pada akhirnya ia terbangun oleh kedatangan Yuuta, Vishl dan Lena.
Gadis itu memiliki bulu mata yang lentik dan sangat cantik.
"Siapa kalian?" Ucap gadis itu pertama kali saat ia terbangun dari tidurnya yang sangat nyenyak itu.
"Maaf sebelumnya kami menganggu tidurmu, tapi saat melihat papan nama ruangan klub ini membuatku menghentikan langkahku karena penasaran," balas Yuuta.
"Ah... Kalian murid baru sekolah ini, duduklah dikursi itu..." Jawabnya setelah melihat tanda yang menunjukkan bahwa mereka adalah pelajar tahun pertama di akademi itu.
Yuuta pun duduk dikursi yang ditunjuk olehnya, yang kemudian diikuti dengan Vishl dan Lena yang ikut duduk..
"Apa kamu tertarik untuk bergabung ke klub ini?"
Ucap gadis itu meletakkan dagunya ditangan.
Ruangan itu terdapat beberapa benda yang aneh yang bahkan tidak diketahui oleh Vishl.
"Tidak juga, aku hanya penasaran dengan papan nama yang ada didepan pintu itu" balas Yuuta menunjuk pintu dibelakangnya.
"Papan itu menggunakan tulisan yang aneh, jadi kami penasaran akan hal itu" terus Vishl beralasan.
Yang lalu gadis itu berdiri dari tempat duduknya dan dengan liciknya memberi jawaban yang mengharuskan Yuuta dan lainnya gabung ke dalam klub itu jika ingin mengetahui tentang tulisan bahasa Jepang itu.
"Jika kalian ingin mengetahui tentang tulisan itu, kalian bisa bergabung dulu dengan klub penelitian sihir ini." Jawabnya menawarkan pada 3 pelajar baru yang ada didepannya itu.
"Bukan itu yang ku maksud, aku tidak penasaran dengan bahasa itu, tapi aku penasaran bagaimana bisa bahasa itu ada disana. Yang malah aku lebih mengetahui banyak tentang bahasa itu." Balas Yuuta langsung.
Yang kemudian gadis itu menjawab dengan perkataan yang lebih santai daripada perkataannya tadi.
"Maafkan aku memaksa kalian.. sebelumnya perkenalkan namaku Marie Tynestrea" Jawab gadis itu memperkenalkan dirinya dengan anggun.
"Nama yang sangat anggun..." balas Lena menanggapi perkenalan gadis itu yang memiliki nama Marie.
"Kalau begitu perkenalkan namaku Lena Finnestia..." Terus Lena yang menjawab perkenalan Marie sebagai sesama bangsawan..
Mereka berdua terlihat begitu anggun ketika memperkenalkan diri dengan cara ala bangsawan.
Vishl melihat mereka dan langsung berdiri ikut memperkenalkan diri juga, Vishl memiliki harga diri sebagai bangsawan.
"Aku juga! Perkenalkan namaku Vishl Lisbeth...." Ucap Vishl yang ikut memperkenalkan diri sebagau bangsawan.
"Apa harus memperkenalkan diri seperti itu?" Balas Yuuta yang tidak paham dengan tata krama dan aturan sebagai bangsawan.
"Sudahlah perkenalkan saja dirimu!" Jawab Vishl pada Yuuta.
"Baiklah... namaku Enma Yuuta..." ucapnya memperkenalkan diri dengan biasa dan mengabaikan tata aturan bangsawan.
"Perkenalan kakak terlihat sangat biasa."
"Apa apaan perkenalan itu..." balas Vishl dan Lena menanggapi perkataan perkenalan Yuuta.
"Mau bagaimana lagi kan? Aku saja bukan seorang bangsawan didu.. maksudku Aku sejak awal bukan seorang bangsawan" jawab Yuuta tidak sengaja hampir memberitahu asalnya.
"Kenapa kau malah memperpanjang pembicaraan dengan basa basi seperti perkenalan ini?" Terus Yuuta langsung mengeluarkan kalimat pedasnya.
Yuuta ingin memastikan apakah gadis yang ada didepannya itu adalah orang yang berbahaya atau tidak. Karena Yuuta menyadari, bahwa mereka bertiga tiba tiba terbawa arus pembicaraan yang dibuat oleh gadis itu.
"Maaf... aku tidak terbiasa berbicara dengan rakyat kecil seperti kalian" balas gadis itu terhadap ucapan Yuuta.
"Sudah dipastikan bahwa dia adalah gadis yang berbahaya, sampai sampai menanggapi ucapan biasa seperti itu.." balas Yuuta menanggapi.
"Maafkan aku... aku tidak bermaksud untuk mengatakan itu, hanya saja aku tidak tau harus bagaimana berbicara dengan orang dari dunia lain seperti kalian bertiga... tidak, aku ganti perkataanku.. Aku berani bilang bahwa aku itu introvert jadi aku tidak bisa memikirkan percakapan biasa agar dapat berbicara dengan kalian yang tidak biasa..." Jawab gadis itu berpanjang lebar dengan memalingkan kepalanya saat kalimat terakhir..
Marie terlihat agak canggung dan terbata-bata dalam menjelaskan alasan di balik ucapan kasarnya sebelumnya. Tampaknya dia tidak terbiasa berinteraksi dengan orang yang terlihat berbeda dengan dirinya. Yuuta, Vishl, dan Lena saling bertukar pandang, merasa sedikit terkejut dan bingung oleh perubahan sifat Marie yang berubah rubah sejak awal mereka bertemu
"Sudahlah, tidak masalah. Kami mengerti," kata Lena dengan nada lembut, mencoba menenangkan Marie. "Kami tertarik untuk bergabung dengan klub penelitian sihirmu. Bisa kamu jelaskan lebih lanjut tentang apa yang kamu lakukan di klub ini?"
"Tunggu, Aku tidak bermaksud begitu!" Bantah Yuuta pada ucapan Lena.
"Klub ini terlihat cukup menarik, baiklah aku akan ikut bergabung" balas Vishl.
"Ehh..."
"Sudahlah Yuuta, bergabung juga bukan pilihan terburuk bukan? Lagipula, mungkin saja kita akan menemukan hal yang mengejutkan." Ucap Vishl lagi membujuk Yuuta agar ikut bergabung"
Yang akhirnya, setelah Yuuta berpikir beberapa menit Yuuta memutuskan untuk masuk juga kedalam Klub. Yuuta menemukan beberapa keuntungan, jadi dia tidak keberatan untuk ikut bergabung. Namun.
"Berikan aku sedikit alasan mengapa aku harus bergabung... tidak, mungkin apa yang sudah kau teliti selama ini?" Ucap Yuuta yang tidak langsung mengatakan bahwa dia akan bergabung.
Marie pun terlihat sedikit lega mendengar jawaban Yuuta itu dan mulai menjelaskan dengan penuh semangat tentang klub apa yang mereka masuki itu dan apa saja yang sudah dia teliti selama bergabung kedalam klub itu.
Marie pertama tama mengungkapkan bahwa klub penelitian sihir adalah tempat di mana mereka yang bergabung akan belajar dan menggali lebih dalam tentang dunia sihir yang ada di akademi mereka. Mereka melakukan eksperimen, mempelajari mantra, dan menggali pengetahuan tentang berbagai aspek sihir yang belum terungkap. Atau bahkan menciptakan sihir itu sendiri. Setelah itu, Marie langsung menjelaskan penelitihan apa saja yang telah ia pikirkan dengan berpanjang lebar... termaksud dengan salah satu penelitiannya yaitu ruang dan waktu.
Yang sontak membuat Vishl, dan Lena, bahkan Yuuta dibuat tertarik akan penjelasan dari teori yang dikembangkan Marie itu.
Vishl dan Lena pun merasa bahwa bergabung dengan klub ini mungkin akan memberi mereka kesempatan untuk memahami lebih dalam tentang dunia sihir yang baru mereka temui setelah tiba di akademi itu. Karena mereka berdua adalah type orang yang haus akan pengetahuan...
"Cukip menarik," kata Yuuta akhirnya, dengan nada yang santai. "Baiklah aku akan bergabung dengan klub ini."
Vishl dan Lena menganggukkan kepala sebagai tanda setuju, dan Marie tersenyum senang mendengarnya.
Yuuta tidak menyangkah manusia didunia ini akan menjelaskan teori fisika yang menjelaskan ruang waktu yang bahkan masih dibingungkan oleh ilmuan diabad 20 didunianya.
"Baiklah, mari kita mulai petualangan baru kita di klub penelitian sihir!" ucap Marie dengan antusiasme yang merubah lagi sifatnya.
Mereka berempat pun duduk bersama disatu meja dan mulai berbicara, maksudnya Lena, Vishl, dan Marie... Yuuta terdiam dan binggung dengan darimana rasa antusiasme yang datang.
Yang tak terasa alarm batas waktu berada didalam akademi telah berbunyi dan mengharuskan semua pelajar harus segera pulang ke rumah masing masing..
Mereka berempat pun segera meninggalkan ruangan itu, Vishl dan Lena mendahului Yuuta karena mereka ingin membeli bahan bahan untuk makan malam.
"Apa itu semua adalah kekuatanmu?" Ucao Yuuta bertanya tepat setelah marie mengunci pintu ruang klub..
To be continued