Re: Word to Realism

Re: Word to Realism
009. Keinginan Vishl (Filler)



Semenjak tanganku ditarik oleh Vishl tepat saat festival itu dimulai.... Aku dengan terpaksa mengikuti dan menuruti kemanapun Vishl berlarian ditengah ramainya orang dalam festival perayaan.


Kami mampir dibanyak stan yang sudah buka dihari pertama....


Kami mulai dari mencari stan makanan dan membeli banyak makanan, yang kemudian setelah semua makanan yang kami beli habis kami langsung memainkan banyak sekali permainan di stan stan kecil.... Karena stan maupun panggung besar baru akan dibuka besoknya harinya.


"Ayo segeralah habiskan makanannu itu! Kita akan bermain!" Teriak Vishl tepat setelah menghabiskan makanannya..


Meskipun hanya stan stan kecil dan hanya ada permainan tradisional. Tapi aku tidak akan mengeluh karena ekspektasi ku yang sebelumnya terlalu tinggi, justru disaat kami memainkan begitu banyak permainan tradisional asal dunia ini... Aku menjadi cukup menikmatinya, banyak juga permainan yang yang mirip dengan permainan diduniaku.


Yang dimana secara langsung aku merasakan nostalgia saat aku masih kecil yang jauh jauh pergi menuju Jepang untuk bermain difestival musim panas. Mungkin itu saat aku berumur 7 tahun.... Dan aku ingat saat itu aku pergi bersama Vena yang mengatakan sangat ingin pergi ke Jepang yang akhirnya disaat itu juga kami langsung dibawa oleh kakakku Marie untuk pergi menuju festival musim panas di Jepang.


saat itu adalah saat beberapa bulan sebelum kakakku Marie meninggal..


Seketika itu aku menjadi terdiam karena mengingat hal itu lagi.. Aku tidak sengaja mengingatnya lagi. Hal yang membuatku begitu kebingungan dengan apa yang terjadi sebenarnya. Saat aku memikirkannya aku menjadi sedikit terdiam pandangan mata yang sedikit berbeda.


Suasana hatiku tiba tiba saja berubah. Perasaan yang awalnya sedikit hangat tiba tiba saja terasa dingin saat mengingat hal itu..


Aku terdiam disaat Vishl dengan asiknya mengambil hadiah yang dia dapatkan saat memenangkan permainan yang dia mainkan. Yang pastinya dia menyadari apa yang sedang ku pikirkan saat itu......


【Vishl POV】


(Tepat setelah Vishl terbangun dan menyuruh Yuuta untuk keluar dari kamar....)


note: cerita ini hanyalah sebagai pemanjang cerita sebelum permasalahan pertama pada cerita ini muncul. saya terpaksa memberi Filler semacam ini karena beberapa hari lalu saya ada penugasan sekolah di bali dan tidak memiliki cukup banyak waktu untuk memikirkan chapter ini.


.


"Aku tidak menyangka dia akan melihatku dengan mata yang sedikit...... Tunggu kenapa saat aku menatap dan memikirkan matanya aku menjadi deg deg an!"


"Dan Apa apaan dengan matanya itu?! Apa dia tidak merasa bersalah karena telah mengambil ciuman pertamaku?!!" terusku yang marah pada Yuuta.


Saat aku terbangun aku terus mengeluh dan marah pada apa yang telah Yuuta lakukan padaku, tapi aku hanya bisa diam dan tidak mempersalahkan hal itu.... Karena itu juga adalah yang ku mau.


"Bukan soal ciuman itu yang ku mau!!!"


Aku terus kepikiran bahkan setelah terbangun yang membuatku beberapa kali menjadi terdiam karena teringat dengan ciumanku dengan Yuuta... Yang membuatku berpikir "apa aku jatuh hatii padanya?..."


Tapi, Aku tidak merasa bahwa itu salah karena aku telah memiliki seorang tunangan, malah aku merasa itu bisa dijadikan suatu alasan..


Ditengah aku yang sedang melamun dan terdiam, Yuri dan Lisbeth datang memecah lamunanku. Mereka berdua datang dengan membawa pakaian ganti. Mereka berdua bekerja sesuai dengan instruksi yang ku berikan pada mereka beberapa hari sebelum aku dibuat Yuuta tertidur cukup lama.


"Putri kami datang dengan membawa pakaian ganti..... Tapi meskipun begitu, aku sarankan putri untuk juga mandi daripada hanya menggunakan sihir pembersih itu dan langsung memakai pakaian ini!" Ucap Lisbeth setelah dia datang bersama dengan Yuri......


Sihir yang dimaksud oleh Lisbeth bukanlah sihir suci ataupun sihir yang sederhana... Melainkan itu adalah sihir atom yang dapat menghapus atom atom yang ku inginkan untuk menghilang..


Atom sendiri adalah partikel pembentuk semua yang ada didalam alam semesta. Aku mempelajarinya dari bibiku....


"Mungkin kamu benar, lebih baik aku mandi terlebih dahulu..... Aku juga sudah lama tidak merasakan berendam didalam air.." balasku yang kali ini menurut pada Lisbeth.


"Tumben sekali tuan putri ini menurut.." balas Lisbeth dengan bercanda padaku.


"...."


"Tidak aku tidak apa apa.... Setidaknya untuk kali ini..."


Setelah perbincangan itu aku segera bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu keluar kamar dengan diikuti oleh Lisbeth dan Yuri.


Aku membuka pintu dan mengajak Lisbeth untuk ikut denganku ke area pemandian.


"Lisbeth bisa kamu temani aku?"


"Aku tidak keberatan..." Balasnya dengan wajah yang cantik itu.


"Untuk Yuri tolong kamu bilang ke Yuuta aku akan segera menyusul!" Terusku....


Aku dan Lisbeth berpisah dengan Yuri dan menuju permandian yang sebalik dengan arah yang dituju oleh Yuri.


.


Sesampainya kami berdua diruang ganti, kami langsung melepaskan semua pakaian kami dan langsung berjalan menuju pintu tempat pemandian air panas berada.


Kami berdua membersihkan tubuh kami terlebih dahulu, yang kemudian langsung berendam bersama.


"Aku dan Yuri padahal baru saja berendam sebelum kami datang ke kamar putri..." Ucap Lisbeth yang mengeluh padaku.


"Sudahlah, kamu temani aku saja! Hanya kamu yang bisa ku ajak bicara tentang...." Ucapku yang tidak sengaja mengatakan tujuanku.


Aku berniat menceritakan perasaanku.


Singkat cerita aku telah menceritakan semuanya pada Lisbeth dan setelahnya kami langsung keluar dari pemandian dan segera Menganti pakaian kami agar Yuuta tidak terlalu lama menunggu..


Aku segera berlari menuju ruangan tengah, sementara itu Lisbeth memanggil Yuri dan Ria, untuk ikut bersama kami menuju ibukota kerajaan untuk bermain main di festival perayaan.


Aku sebelumnya telah berencana untuk pergi ke ibu kota, tapi aku tidak menyangka akan benar benar mengikuti dan bermain-main difestival perayaan itu.


Jujur saja, bahkan bagiku semua hal yang terjadi dan dilakukan oleh Yuuta adalah hal yang sangat mendadak... Yang saking mendadaknya semuanya terlihat begitu cepat dan entah kenapa aku harus membuatnya menjadi sebuah hal yang wajar..


Saat aku sampai diruang tengah, aku melihat Yuuta yang sedang tertidur dikursi. Aku yang melihat itu langsung berjalan menuju tempatnya dan memberinya sedikit hadiah.........


"Entah kenapa saat melihatnya tertidur dipangkuan ku...... Kenapa aku jadi deg degan lagi?! Bukankah aku sendiri yang memberinya pangkuan?!!!!"


"Vishl??" Ucap Yuuta secara tiba tiba yang membuatku terkejut.


"Apa dia sedang mengingau?"


Aku kebingungan kenapa dia memanggil namaku. Yang tidak hanya itu, dia juga memanggil namaku dengan wajah yang suram... Dan aura pikirannya sangatlah gelap.


Aku yang mendengarnya mengingau beberapa kali memutuskan untuk membangunkannya, tapi secara perlahan.... karena aku terlalu malu untuk membangunkannya. tapi aku juga merasa harus membangunkannya sebelum pikirannya semakin gelap.


to be continued


Note: Maaf sekali lagi untuk ketelatan dalam mengupload chapter terbaru.... dan maaf juga untuk episode kali ini yang cukup bertele-tele..