Re: Word to Realism

Re: Word to Realism
013,5 Pertemuan yang berujung perpisahan part 2



N: cerita diepisode ini banyak menampilkan kekerasan dan sedikit adegan Gore pada beberapa adegan..


Diwaktu yang sama dengan Vishl yang kehilangan Lisbeth karena diibunuh oleh para tentara kerajaan.. Yuuta bertemu dengan sesosok vampir.


Vampir itu berambut putih.. dengan mata yang berwarna merah terang yang bersinar dimalam hari. Dengan taring yang panjang.


Dengan keberadaannya saja sudah membuat Yuuta merasa merinding..


Tapi meski begitu, vampir itu adalah seorang perempuan.. yang dimana itu terlihat jelas dari rambut panjangnya dan wajahnya yang sangat cantik rupawan.


Yuuta saat pertama kali melihatnya, merasa sedikit ketakutan. Karena dikatakan jika ras vampir didunia ini adalah vampir yang beringas dan tidak akan segan membunuh makhluk yang ada disekitarnya. (Bukan ras True vampire)


Akan tetapi, gadis vampir itu terlihat tenang meskipun melihat Yuuta yang berjalan kearahnya.


"siapa kamu?" Ucap Yuuta yang mengabaikan rasa takutnya menanyai gadis vampir itu dengan rasa penasaran.


"Aku? namaku adalah Ai. Seorang Dengan ras True vampire" balas gadis itu dengan menolehkan wajahnya pada Yuuta.


"Baiklah Ai, kenapa kau ada disini? Bukankah desa para vampir ada dinegara yang jauh dari negara ini?" Balas Yuuta menanggapi gadis vampire yang bernama Ai itu.


"kenapa?.... Itu tidaklah penting. Hanya saja, bisa bilang aku kesini ingin bertemu denganmu.... Enma Yuuta" ucap gadis itu menanggapi Yuuta yang sedang duduk dibatu besar yang berseberangan dengan batu pijakan yang digunakan gadis vampir itu berdiri. ukuran batu yang dipakai Yuuta duduk lebih kecil.


"Apa maksudmu...." Balas Yuuta yang kebingungan dengan ucapan gadis itu... Namun, sebelum Yuuta mengucapkan kata kata terakhirnya..


Gadis vampir itu tiba tiba ada didepan Yuuta dan mengambill mata kanan Yuuta dengan paksa dan sangat cepat.


Saat Yuuta menyadarinya, matanya sudah berada ditangan gadis itu..


Seketika itu, rasa sakit yang luar biasa dialami Yuuta, dia berteriak kesakitan dengan memegangi matanya yang terus menyemburkan darah.


"Ahhh!!!! Apa yang kau lakukan!!" Teriak Yuuta yang begitu kesakitan..


Tidak sampai disitu... Tidak lama setelah Yuuta mulai berteriak kesakitan, gadis itu kembali mengambil mata Yuuta..


Gadis itu menempatkan tangannya tepat Dimata Yuuta dan mencabut langsung mata Yuuta secara perlahan.....


Yuuta begitu kesakitan dan tersiksa oleh gadis itu... Yang dengan mudahnya gadis itu mengatakan. "Ini juga adalah demi dirimu"...


Teriakan Yuuta semakin keras dan darah darah semakin banyak yang bersembur kearah gadis itu, yang membuat wajah dan pakaian gadis itu dipenuhi darah..


Yuuta yang saat itu sangat kesakitan, memilih untuk mengigit lidahnya sendiri karena tidak tahan dengan rasa sakit yang dia alami.. karena saking sakitnya ketika mata yang dicabut paksa itu, Yuuta lebih memilih bunuh diri daripada merasakan rasa sakit yang begitu besar.


Itu memang tidak seperti dirinya saja, namun... Yuuta bertujuan agar membuat gadis vampir itu panik karena orang yang dia Incar mati bunuh diri..


Yang benar saja, apa yang telah dilakukan Yuuta berhasil... Gadis vampir yang bernama Ai itu tidak membiarkan Yuuta yang adalah seorang yang penting baginya langsung dengan cepat membuat Yuuta tak sadarkan diri dengan membuat rasa sakit yang Yuuta alami tak terasa lagi..


Karena Yuuta tau, jika dia lebih lama merasakan sakit lagi... Itu akan membuatnya mati..


Dan Yuuta tidak ingin merasakan kematian untuk kedua kalinya.


Singkat Cerita, setelah Yuuta dibuat tak sadarkan diri.. Yuuta akhirnya terbangun setelah 2 hari penuh tak sadarkan diri.


Yuuta terbangun dengan rasa panik dan gelisah... Keringatnya bercucuran dari tubuhnya..


"Mataku... Tunggu mataku baik baik saja!!!" Ucap Yuuta yang sangat terkejut dengan keadaannya.


"Apa itu tadi hanya mimpi!!" Ucapnya sekali lagi yang kebingungan.


Karena mata Yuuta berfungsi seperti biasa. Bahkan tak ada tanda bekas luka sama sekali disekitar matanya. Itu membuat Yuuta beranggapan bahwa yang dia alami itu adalah mimpi.


Yuuta lalu berdiri terbangun dari kasur sederhana disebuah rumah gubuk yang kecil... Namun rumah itu berisi banyak sekali bahan makanan.


Yuuta terus melihat lihat sekelilingnya dan menemukan sebuah kaca yang digantung didinding gubuk itu.


Hal itu membuatnya langsung menuju ke arah kaca itu.... Namun, betapa terkejutnya dia saat melihat matanya yang berwarna mera..


Yang setelah itu, Yuuta tiba tiba saja merasa kesakitan pada matanya.. dan sebuah bekas luka terbentuk Dimata kanannya. Luka itu membentuk garis yang membuat seakan matanya memiliki tanda tertentu dibawahnya.


Yuuta memegangi area tersebut yang membuat tangannya banyak sekali darah yang menempel...


"Apa apaan dengan luka ini?!!" Teriak Yuuta yang kebingungan dengan terus menahan agar darah tidak terlalu banyak yang keluar.


Suara Yuuta itu terdengar oleh pemilik rumah gubuk itu, seorang perempuan pemilik rumah itu pun langsung datang dengan mendorong pintu dan menemukan Yuuta yang sedang menahan sakit yang luar biasa.


Barang bawaan perempuan itu terjatuh, karena perempuan itu langsung berlari kearah Yuuta dan membantu Yuuta yang sedang kesakitan.


"Tuan! Apa kau tidak apa?!" Ucap perempuan itu.


Singkat Cerita, setelah perempuan itu datang dan memberikan obat penghilang rasa sakit dan penyembuh, serta merapalkan mantra sihir penyembuh. Rasa sakit yang dialami Yuuta pun sudah tak terasa lagi...


Yuuta sangat berterima kasih pada perempuan itu dan Yuuta merasa dirinya terlalu menyedihkan karena dia dibuat seperti orang yang butuh pertolongan..


"Aku sangat berterima kasih padamu.... Siapa namamu?" Ucap Yuuta menanyakan nama dari perempuan tu..


"Namaku Sylph.. Aku adalah seorang elf yang tinggal didesa tersembunyi hutan Greenland.." balas perempuan itu yang ternyata adalah seorang dengan ras elf.


Mengetahui hal itu, pandangan Yuuta langsung tertuju pada telinga perempuan itu...


"Ahh... Kamu pasti heran, kenapa elf sepertiku tidak memiliki telinga panjang?"


"Aku hanya sedikit penasaran, kau apakan telingamu itu? Mengunakan sihir untuk menghilangkannya?" Ucap Yuuta yang penasaran.


Namun... Rada penasaran Yuuta itu malah mengungkapkan masa lalu dari elf itu. Yang ternyata...


"Telingaku dipotong oleh seseorang..." Ucap perempuan itu dengan wajah yang muram.


"Kenapa dia memotongnya...?" Tanya Yuuta sekali lagi.


"Itu karena.... Saat itu aku pernah menjadi budak seorang bangsawan dan menjadi budaknya selama 5 tahun lamanya..."


"Ah... Maafkan aku, aku tidak bermaksud membuatmu berbicara tentang masa lalumu."


Perempuan yang bernama Sylph, dulunya ia adalah gadis yang riang dan penuh semangat.. namun itu berubah saat seorang pemburu elf datang menyerang desa yang ditinggali oleh Sylph.


Desai itu adalah desa kecil, dan tidak ada yang bisa menggunakan sihir sama sekali.. itu yang membuat desa Sylph dengan mudahnya dihancurkan oleh pemburu elf..


Para elf yang masih kecil, dan beberapa gadis elf yang sudah menginjak usia dewasa dibawa oleh para pemburu elf untuk dijual dipasar budak.


Namun, yang lainnya langsung dibunuh tanpa segan segan oleh para pemburu elf itu... Bahkan banyak sekali elf elf wanita yang diperkosa oleh pemburuh elf yang ingin melampiaskan nafsunya..


Desa itu hancur.... Dan Sylph beserta elf kecil lainnya dibawah ke suatu kota yang menghalalkan pelelangan budak...


2 hari semenjak desa elf diserang.... Sylph mulai frustasi karena dia sering dilecehkan saat perjalanan menuju kota.. yang akhirnya mereka sampai dikota tersebut.


Para pemburu berniat langsung menjual Sylph dan lainnya... Para elf benar benar di perlakukan seperti budak..


Saat pelelangan Sylph pun dibeli oleh bangsawan gemuk yang rakus dan haus akan hubungan seksual....


Sylph dibeli dengan harga yang sangat mahal... Itu membuat para pemburu elf semakin menjadi jadi saat memburu elf.


Dan apa yang terjadi?


Permburuh itu membuangnya begitu saja di kota itu dengan keadaan telanjang bulat.... Dan itu membuat orang orang kota yang memang sudah bejat dan tidak karuan melecehkan elf yang malang itu....


Sylph pun dibawa kerumah bangsawan itu... Dan Sylph diperlakukan dengan baik oleh bangsawan itu.... Selama 1 Minggu, bangsawan itu dengan sengaja membuatnya sedikit dipandang baik oleh Sylph... Namun pada akhirnya dia akan merusak gadis suci yang riang gembira itu, tanpa rasa berdosa, maupun bersalah.


"Aku menyukai seorang gadis yang sebelumnya menganggap orang itu baik, tapi malah gadis itu disantap oleh orang itu...."


Bangsawan itu bernama Albryut Von Juqka... Bangsawan gemuk, menjijikan, tukang korupsi, dan suka bermain wanita... Entah itu adalah wanita sewaan, ataupun budaknya.. Dia juga adalah bangsawan yang masokis.. sekaligus sangat bejat.


Pernah suatu ketika, saat Sylph dengan mata yang mati tertidur lemas dikasur... Bangsawan gemuk itu memotong telinga Sylph dengan mengatakan...


"Bermain main dengan orang yang memiliki telinga panjang sedikit menjijikan, jadi jangan salahkan aku...."


Dan Sylph harus melayani bangsawan itu sebagai budak selama 5 tahun.... Hari harinya begitu menyiksanya.. hingga suatu ketika, Sylph berhasil kabur dari bangsawan itu setelah dia diselamatkan oleh kerajaan yang menyerang rumah mansion bangsawan itu, setelah bangsawan itu diduga telah mengkorupsi jutaan keping emas kerajaan.. (kerajaan yang berbeda dengan kerajaan pangeran Theth)


Itu adalah bagaimana Sylph bisa kehilangan Telinga panjangnya...


Yuuta pun paham dengan apa yang dialami Sylph, meski Sylph tidak menceritakan padanya....


"Hei.. Sylph bagaimana kau bisa menemukanku?" Ucap Yuuta...


"Aku menemukanmu, saat sedang mencari tumbuhan herbal dihutan..."


"Bagaimana dengan kondisi tubuhku saat kau temukan?"


"Sangat mengenaskan... Aku melihatmu ditengah tengah hujan yang membuat darah disekitarnya mengalir... Darah itu berasal dari matamu yang terus saja mengeluarkan darah..."


"... Apa saat itu hanya ada aku?" Tanya Yuuta sekali lagi.


"Maafkan aku, gadis yang bersamamu telah mati dengan memangkumu... Tangannya penuh dengan darah dan kedua matanya... Menghilang... Apa yang membuat kalian berada di situasi itu?" balas Slyph yang balik bertanya...


Ucapan Sylph itu membuat Yuuta kebingungan dan merasa janggal dengan apa yang dia alami...


"Aku tidak ingin menceritakannya... Itu sangatlah kejam" jawab Yuuta yang menghindar.


"Tidak apa, maafkan aku karena sudah membuatmu teringat kejadian buruk.." balas Sylph yang semakin salah paham..


Setelahnya mereka berdua mengobrol santai dengan menceritakan kehidupan mereka masing masing ...


beberapa jam kemudian setelah mereka mengobrol cukup banyak....


Yuuta merasa sudah baikan, dan dia ingin diajak Sylph berkeliling desa tersembunyi.


"Hei Sylph, apa kau mau mengantarku berjalan jalan disekitar desa ini?" Ucap Yuuta.


"Baiklah, tapi sebelum itu.. sembunyikan matamu itu dengan ini..." Ucap Sylph memberi Yuuta penutup mata.


Setelah itu pun Mereka berdua pun keluar dari rumah dan berkeliling...


Saat Yuuta berkeliling, Yuuta bertemu dengan banyak Elf yang sedang melakukan aktivitas harian mereka masing masing.


Yuuta beberapa kali menyapa mereka, bahkan mengobrol dengan elf elf tua yang sudah berumur ratusan tahun.


Yuuta disambut dengan ramah oleh mereka...


Tidak terasa malam hari pun tiba dan mengharuskan Yuuta dan Sylph harus kembali ke rumah Sylph..


Mereka berjalan kembali kerumah Sylph.. dan melihat banyak sekali hewan yang datang dimalam hari untuk meminta makanan pada para elf..


"Ini mungkin sudah menjadi kebiasaan didesa ini untuk memberi makanan hewan yang datang ke desa ini... Tapi kebanyakan binatang itu, datang dimalam hari..." Ucap Sylph yang melihat Yuuta sedikit tercengang dengan yang dilihatnya.


Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka... Dan bertemu dengan orang orang yang berlari ketakutan dengan berteriak ...


"Gerombolan pemburu datang!!!!! Mereka datang bersama dengan para tentara kekaisaran!!!"


Teriak orang itu ketakutan.


Hal itu jelas membuat orang yang mendengarnya panik, juga dengan Sylph yang langsung menundukkan kepala ketakutan....


"Aku tidak ingin bertemu dengan seorang bangsawan itu lagi... Tidak ini bukan salahku." Ucap Sylph yang sedang ketakutan berulang kali


Singkat Cerita tentara kekaisaran dan beberapa pemburu pun datang memanggil kepala desa untuk menemuinya..


Kepala desapun harus turun tangan bertemu dengan tentara itu.


"Ada masalah apa sampai tentara kekaisaran sampai bekerja sama dengan pemburu untuk tau tempat persembunyian kami para elf"... Tutur kepala desa pada tentara yang memanggilnya.


"Kami ingin kalian segera pergi dari kekaisaran, karena kekaisaran telah menentang keberadaan ras rendahan seperti kalian." Bentak tentara itu pada kepala desa yang adalah orang tertua di desa. Umurnya sekitar 800 tahun.


"Apa salah kami..." Ucap kepala desa dengan sedih karena rasnya yang dipandang rendah oleh mereka.


"Kami sudah berbuat baik pada kalian karena kami tidak membantai kalian, kalian harusnya menuruti perkataan kami!" Bentak tentara lain.


"Tidak kami tidak akan pergi meninggalkan rumah kami!" Ucap salah satu elf pria yang memprovokasi elf lain untuk mengusir tentara dan pemburu.


"Iya, kami tidak akan pergi!" Tegas elf lainnya..


Namun, pertengkaran terjadi dan perkelahian tak terhindarkan.... Dimalam itu juga penduduk desa dengan sihirnya dan prajurit bersama pemburu saking bertarung satu sama lain...


Tapi, itu adalah awal kekalahan bangsa elf... Karena satu persatu dari mereka mati.. didepan Yuuta.


Melihat itu, Sylph menarik tangan Yuuta dan berlari bersamanya.... Namun panah diluncurkan oleh seseorang.. dan itu mengenai punggung Sylph..


Dimalam itu juga adalah kematian Sylph.. dan kehancuran desa elf yang pertama kali ditemui Yuuta..


Mereka semua mengejar para elf dan membunuh mereka... Tentara dan pemburu itu mengabaikan Yuuta.


Yuuta hanya terdiam melihat elf elf yang sebelumnya dia sapa dibantai dan disiksa oleh mereka... Dan Yuuta Baru saja merasa telah melihat kejadian yang pernah dialami oleh Sylph.


Karena... Kejadian itu sama persis.. para elf dibantai, disiksa, dilecehkan, dan dikurung untuk dijual...


"Kau bukan elf... Sebaiknya kau segera pergi daripada aku akan ikut membunuhmu" ucap salah satu tentara pada Yuuta.


Namun Yuuta sudah merasa geram dan kesal pada orang orang itu... Tangan Yuuta bergetar, begitupula dengan tubuhnya yang gemetar ingin menghajar mereka, tapi Yuuta tidak bisa melakukan apapun..


Dan seketika itu, rasa sakit yang sebelumnya menghilang kembali.. dan mata kanan Yuuta semakin memerah... Yang bersamaan dengan mata kiri Yuuta yang mengeluarkan asap... Seakan matanya kiri Yuuta sangatlah panas.


Penutup mata kanan yuuta terlepas.. dan terlihat mata yang berwarna merah darah, kini bersinar terang....


Hujan deras tiba tiba datang dan... Dalam sekejap semua orang disekitarnya meledak menyemburkan darah didalam mereka.


Tubuh, maupun itu yang masih hidup ataupun yang sudah mati... Meledak dan menyisakan daging, darah, dan organ manusia yang berjatuhan setelah meledak..


Yang kemudian, seluruh tempat itu dipenuhi oleh darah yang mengalir dan tumpukan daging manusia maupun elf.