
Seminggu berlalu dan tahun ajaran baru akademi Vaspilia telah dimulai. Yang otomatis semua peserta ujian yang lulus sudah resmi menjadi pelajar.
Yuuta, Vishl, dan Lena kini sudah berada didalam kelas mereka, yang kebetulan mereka bertiga sekelas.
Sebelum mereka masuk kelas, mereka harus mengikuti upacara penyambutan murid baru dilapangan besar yang ada didalam akademi. Sudah 30 menit terlewat sejak upacara penyambutan berakhir.
Kini semua murid akademi diberi waktu 1 jam untuk saling mengenal teman baru dan teman sekelas baru mereka.
Yuuta hanya diam dan memilih mengacuhkan semua interaksi yang ada didalam kelas.. namun, meski Yuuta mengacuhkannya.. Yuuta sebenarnya tidak sepenuhnya acuh tak acuh dengan semua interaksi yang ada didalam kelas itu.
Yuuta mengamati dengan diam diam semua yang ada dikelas itu. Yuuta lebih suka mengamati daripada berinteraksi secara langsung, dia merasa malas saat melakukan hal itu.
Tidak seperti kakaknya itu, Lena dan Vishl sedang mengobrol dengan beberapa orang disekitarnya. Vishl sangat mudah bergaul dan Lena yang sekarang bisa dengan mudah mengikuti arus interaksi..
.
Singkat cerita, 1 jam berlalu dan guru tiba dengan langsung memberikan arahan pembelajaran kepada semua murid dikelas. Yang kemudian mereka sudah diperbolehkan untuk beraktivitas bebas disekitar akademi.
Hal itu dilakukan agar para murid baru bisa mengenal dan terbiasa dengan suasana diakademi, itu berlangsung selama 3 hari..
"Apa kalian yakin ikut aku berkeliling?"
"Memangnya tidak boleh? Ayo kita mencari klub bersama!"
Vishl dan Lena mengikuti Yuuta untuk berkeliling mencari klub kegiatan sekolah. Vishl dan Lena menolak ajakan teman teman baru mereka untuk berkeliling bersama dan memilih untuk bersama Yuuta.
Mereka bertiga berjalan ditengah lorong yang banyak sekali siswa yang juga sedang berjalan, atau bahkan mondar-mandir sibuk mencari anggota untuk klubnya.
Akademi Vaspilia memiliki kebebasan agar Muridnya dapat melakukan apapun yang mereka mau. Tapi tentunya dengan aturan aturan yang ada.
Saking bebasnya, untuk murid kelas spesial Y dapat melewati jam pelajaran, selama nilai mereka masih berada diatas nilai yang ditentukan.
Yuuta, Vishl dan Lena tetap berjalan tanpa melihat lihat area sekitar mereka. Dan ini adalah 1 kesamaan mereka, yaitu tidak peduli dengan apapun saat sedang berjalan. Mereka memiliki kecenderungan untuk bersikap sedikit arogan saat berjalan disekitar banyak orang. Apalagi rambut Yuuta yang masih panjang dan menjulak membelakang itu menambah kesan arogan pada dirinya.
"bahasa ini...."
Tanya Yuuta penasaran.
Yang kemudian disaut oleh Vishl.
"Bahasa Jepang? Bagaimana bisa ada disini?" Saut Vishl yang sama bingungnya.
"Bahasa Jepang? Bahasa apa itu? Apa itu ada hubungannya dengan tulisan ini?" Tanya Lena yang tidak tau apa apa.
Pada akhirnya mereka membuka pintu itu dan masuk kedalam ruangan klub dimana hanya ada seorang gadis yang tertidur lelap didalam ruangan itu.
Lena penasaran melihat gadis itu yang bisa dengan pulas tertidur.
"Apa dia kakak kelas?" Tanya Lena mendekati gadis itu.
Namun, sebelum Lena benar benar mendekati tempat gadis itu tertidur, Yuuta menarik tangan Lena. Seakan Yuuta tau jika ada jebakan dibawah tempat gadis itu tertidur.
"Ada apa Yuuta?" Tanya Lena pada Yuuta yang memegangi tangannya.
"Tidak ada, hanya saja ada sesuatu dilantai." Jawab Yuuta.
Yang kemudian Vishl langsung mengecek lantai yang dimaksud oleh Yuuta dan benar seperti apa yang katakan, Vishl menemukan balok kayu yang memiliki gelombang sihir didalamnya.
"Aku menemukan sesuatu!" Ucap Vishl dengan nada yang keras. Dan Kegaduhan yang dibuat mereka bertiga itu membuat gadis itu terbangun.
"Siapa kalian?" Tanya gadis itu pertama kali pada mereka bertiga yang telah masuk kedalam ruangan tanpa izin..
To be continued.