Re: Word to Realism

Re: Word to Realism
013. pertemuan yang berujung perpisahan



N: untuk episode ini akan mengunakan sudut pandang orang ketiga karena akan sedikit rumit jika mengambil sudut pandang orang pertama.


Beberapa jam setelah Vishl dan Lisbeth pergi dari desa menaiki unicorn.... Yang dimana saat ini sudah pagi hari.


"Putri, bagaimana jika beristirahat didesa dekat sini? Adik saya dan suaminya tinggal didesa itu.." ucap Lisbeth yang menyarankan mereka beristirahat terlebih dahulu.


Pada awalnya Vishl sedikit ragu dengan saran pelayannya itu. Tapi pada akhirnya dia menerimanya...


"Baiklah, mungkin para prajurit kerajaan tidak akan berpatroli didesa itu dan mungkin saja mereka sudah sedikit kecapekan..." Balasnya yang menerima saran dari Lisbeth.


Mereka pun turun dengan memerintahkan unicorn yang mereka naiki dan turun dihutan yang dekat dengan desa.


Setelah turun, tanpa berlama lama mereka langsung pergi menuju desa dengan meninggalkan unicorn Vishl.


Unicorn itu adalah makhluk yang pintar, jadi Vishl dapat dengan mudah meninggalkannya dihutan dengan memberi mereka sihir pelacak dan sihir yang akan memberikan sinyal khusus jika mereka terancam bahaya.....


Vishl saat itu pernah diberi sebuah buku yang berisi sihir sihir yang berguna untuk hewan hewan legenda dan mitologi.. dan Vishl menemukan sihir yang bisa membuatnya dengan leluasa meninggalkan unicorn kesayangannya itu. Karena dia sekarang bisa dengan mudah memanggil mereka dari kejauhan.................


Saat mereka sampai didepan pintu masuk atau gapura desa. Mereka melihat desa yang sepi dan sunyi.. mereka tidak menemukan siapapun disana.


Tapi, tanpa merasa waspada dan khawatir. Mereka terus berjalan masuk kedalam desa..


Dan betapa terkejutnya Vishl saat melihat banyaknya orang yang keluar dengan tiba tiba dengan berteriak dan mengeluarkan berbagai sihir yang beragam dan mewarnai langit yang tiba tiba saja berubah menjadi malam..


"Selamat datang didesa ini, dan selamat atas hari kelahirannya tuan putri......" Ucap Lisbeth dengan mengangkat gaun pelayannya..


Semuanya telah direncanakan oleh Lisbeth.. yang sebelum mereka berangkat. Yaitu 1 jam setelah Vishl yang memutuskan untuk pergi mencari Yuuta, Lisbeth menulis surat dan mengantar surat itu menuju desa yang akan mereka lewati dan desa tempat adiknya tinggal.


(Lisbeth berumur 24 tahun, namun ia terlihat seperti berumur 17-18 tahun... Dan adiknya baru berumur 19 tahun.)


"Itu benar.... Hari ini adalah hari kelahiranku.." ucap Vishl yang sedikit murung.


Vishl sebenarnya sangat senang, namun ia merasa tidak enak jika merasa senang saat Yuuta sedang berada di situasi yang sedikit berbahaya.. meskipun itu hanya pemikirannya..


Yang padahal Yuuta saat ini tertidur ditengah matahari yang sangat terik....


"Putri, apa kamu tidak senang dengan ini?" Ucap Lisbeth yang khawatir dengan Vishl yang terlihat murung.


"Hei tuan putri, kenapa anda terlihat muram di hari yang membahagiakan ini? Kamu seharusnya menikmatinya." Ucap salah satu warga desa.


"Hei!" Bentak Lisbeth yang mendengarnya.


"Tidak Lisbeth, tidak papa... Aku hanya merasa senang dan bingung bagaimana caramu mengeluarkan rasa senang itu."


"Pria yang bernama Yuuta baik baik saja Vishl-sama" ucap seseorang yang datang. Suaranya begitu lembut...


"Freis.... Apa yang kau katakan itu benar?" Ucap Lisbeth yang bertanya pada orang itu yang ternyata adalah adiknya yang bernama Freisja.. (Dibaca Freiya)


"Aku bertemu dengannya beberapa hari lalu saat ia kehilangan kuda yang membawa barang barang...." Balas Freisja yang menjelaskan pada Vishl.


"Ah... Maksudmu laki laki yang tidak bisa menunggangi kuda yang malah membawa kuda itu?" Ucap penduduk desa itu lagi yang seakan akan menceritakan kekonyolan Yuuta.


"Maka dari itu aku heran kenapa dia membawa kabur salah satu kudaku yang ku simpan di kandang kuda desa....." Balas Vishl yang sengaja memecah suasana hatinya...


Dari ucapan Vishl itu, orang orang yang mendengarnya langsung tertawa...


"Hmm ngomong ngomong, bagaimana cara kalian mendapat item sihir yang bahkan bisa mengeluarkan ilusi sebesar ini?" Ucap Vishl yang penasaran dan menyadari bahwa sihir yang dipakai penduduk desa itu adalah item sihir ilusi.


Yang ternyata item itu adalah pemberian Yuuta setelah Yuuta mendengar sedikit cerita dari penduduk desa yang mengagumi Yamigawa Mura sekaligus pemimpinnya. Benar, penduduk desa ini sangat mengagumi Yamigawa Mura yang terkenal dengan keasriannya, keamanan, keindahan, dan ketentramannya... Dan dari kekagumannya itu, mereka membuat desa mereka menjadi desa yang mirip dengan suasana desa Yamigawa Mura.


"Hmm kalau begitu sebagai imbalan karena kalian telah mencarikan kudaku... Ambillah ini dan buat kepala desa dari desa yang kalian kagumi itu menangis terharu..." Ucap Yuuta pada saat itu...


Yang ternyata barang pemberian Yuuta adalah item sihir mahal dan berharga milik Vishl yang dicuri oleh Yuuta.


"Item sihir itu pemberian dari pria yang kamu cari!" Ucap seorang nenek nenek yang memberikan surat pada Vishl...


"Surat?"...


"Ini adalah titipan darinya.. dia benar benar pria yang sangat cerdas sampai sampai bisa memprediksi kedatanganmu." Terus nenek nenek itu.


"Aku sebenarnya hanya menebak nebak... Tapi semoga saja tebakanku benar." Ucap Yuuta pada saat berbicara pada nenek itu.


Vishl pun membuka surat itu yang berisikan kertas kosong.... Tapi hanya Vishl yang mengerti maksudnya. Karena kerta itu berisi tinta khusus yang akan menyalah saat diterangi oleh suatu cahaya.


Tapi Vishl tidak membaca isi surat itu sekarang juga dan langsung berpesta dengan penduduk desa.


Penduduk desa itu sangatlah Rama sampai sampai membuat Vishl sama seperti saat dia didesanya sendiri...


Waktu pun berlalu.... Dan kini malam hari telah datang. Vishl bersama Lisbeth beristirahat di tempat menginap tamu Yang ada dibalai desa.


Mereka pun tidur...


Tapi, disaat mereka berdua tertidur... Para tentara kerajaan datang..


Tentara tentara itu dihadang oleh penduduk desa..


"Minggir kalian! Kami datang untuk mencari Vishl-Lisbeth sama" ucap salah satu tentara.


Namun salah satu penduduk desa membalas dengan berbohong pada mereka.


"Dia sudah tidak ada disini! Dia sekarang ada di hutan...." Ucapnya yang tanpa ragu berbohong.


"Benar! Mereka sudah pergi dari tadi!!!" Ucap penduduk desa yang lainnya... Yang perlahan berkumpul.


Tapi siapa sangka.. kebohongan mereka itu malah menjadi akhir mereka semua.


"Aku tidak tau kalian sedang berbohong atau tidak, tapi.. kalian telah membantu penghianat itu dan kalian harus mati!!" Ucap salah satu tentara sekali lagi yang turun dari kuda yang ia tunggangi.


Yang setelah itu dengan cepat puluhan warga mati dibunuh oleh tentara yang sudah tidak peduli dengan penduduk kerajaan dan menganggap yang telah membantu Vishl dan Yuuta adalah penghianat.


Adik Lisbeth dan suaminyapun datang setelah mereka mendengar suara teriakan dari luar rumah dan betapa terkejutnya mereka melihat penduduk desa lainnya yang telah dibunuh..


"Aahhh!!!!!!!" Teriak Freisja yang ketakutan dan syok dengan apa yang dia lihat.


"Apa yang kalian lakukan!! Kalian baru saja membunuh rakyat sipil!" Bentak suami Freisja yang marah.


Namun, dengan cepat tangan milik suami Freisja terputus..


Karena yang dia bentak adalah komandan baru kerajaan yang bernama Patra.. dia adalah komandan yang tanpa hati dan nurani yang akan membunuh siapapun yang berani membelot dari kerajaa. Tidak hanya itu dia disebut sebagai Patra si kilat karena memiliki kecepatan tangan yang luar biasa.


"Ahh... Tanganku tanganku!!!!!!!" Teriak suami Freisja yang menjerit kesakitan.


Lisbeth yang terbangun pun segera berlari kerena suara teriakannya..


Dan Lisbeth begitu terkejut dengan apa yang dia lihat..


Seketika itu, dia tersungkurnya ketakutan..


...


Sementara itu Vishl baru saja terbangun karena suara yang suara aneh yang dia dengar..


Dia tidak menemukan Lisbeth yang tidur disebelahnya... Itu membuatnya khawatir dan keluar untuk mencarinya...


Dan Vishl harus menerima kenyataan pahit... Dengan apa yang dia lihat.


Yaitu kematian penduduk desa... Dan orang yang dia percayai dan dia sayangi dan anggap sebagai kakaknya harus mati ditangan Patra.....


"Ehh... Apa ini.. kenapa kepala Lisbeth ada di tanganmu sedangkan tubuhnya tergeletak di sana??...." Ucap Vishl yang terkejut dan syok dengan apa yang dia lihat..


Dimalam itu juga dia kehilangan banyak orang yang bisa dia percaya.. yang padahal dia baru saja menemui mereka.


Vishl begitu syok sampai sampai tidak menerima kenyataan yang sedang dia hadapi....


To be continued.