Re: Word to Realism

Re: Word to Realism
006. Perjalanan menuju ibukota



Aku dan Vishl beserta beberapa pelayan saat ini sedang ditengah perjalanan menuju ibukota kerajaan dengan menaiki kereta unicorn yang terbang dengan sangat cepat. Mungkin saat ini baru 15 menit setelah kami menaiki kereta.


Pada awalnya aku sedikit terkejut saat melihat bahwa unicorn itu benar benar ada, sampai akhirnya aku mengingatnya lagi. Bahwa dunia ini bukanlah duniaku yang sebelumnya. Dengan artian lain, dunia ini adalah dunia lain yang memiliki setting dunia fantasi. Jadi mungkin saja hewan mitos yang ada diduniaku adalah hal yang lumrah di dunia ini....


Didalam kereta dan disepanjang perjalanan. Entah kenapa aku merasa Vishl lebih menempel padaku. Dia dari tadi bersandar dengan santai dibahuku.. Sementara itu ketiga pelayan termaksud Yuri duduk didepan kami. Mereka juga sesekali melihat kearah kebelakang.....


Khususnya Yuri yang dari tadi sangat penasaran kepadaku. Yang pastinya dia akan sangat penasaran dengan ucapan terima kasihku itu..


Aku yang sebelumnya tidak pernah mengucapkan kata terima kasih secara langsung atau bahkan aku sendiri sengaja telah memasang kepribadian yang membuat tidak cocok untuk mengucapkannya. Terlebih lagi aku mengucapkannya saat itu bukan karena suatu kejadian penting....


Aku juga beberapa kali melihat Vishl yang berusaha agar tidak memejamkan matanya, yang mungkin saja dia merasa sangat mengantuk karena bosan, tapi kemudian Vishl melihat Yuri dan menyadari Yuri yang beberapa kali melihatku. Jelas saja Vishl langsung mengerjai pelayannya itu dengan bertanya pada Yuri. Dia berniatan untuk menghilangkan rasa bosannya....


"Hei Yuri, kenapa kamu daritadi melihat Yuuta? Apa kamu tertarik padanya?" Tanyanya dengan menggenggam erat tanganku, seakan akan dia ingin mengatakan bahwa aku adalah miliknya....


Tapi itu aku hanya terdiam dan tidak menanggapi apa yang Vishl lakukan.... Karena ada sesuatu yang membuat pikiranku menjadi sedikit terganggu. Sehingga aku tidak memperhatikan sekitar.


Jujur saja aku masih terpikirkan dengan mimpi yang tadi kulihat. Aku tidak tahu kenapa, tapi aku tiba tiba teringat dengan beberapa mimpi tadi, yang dimana aku akan bertemu dengan Lena, tapi tidak lama setelah bertemu, dia akan membunuh Vishl karena merasa cemburu. Begitupula mimpi dimana Rika datang ke dunia ini. Yang kemudian dia akan menghancurkan dunia ini tepat setelah dia datang. Aku tidak tau apa yang dimaksud dengan mimpi itu.. mungkin saja mimpi itu hanyalah mimpi yang tergenerate secara acak.... Dengan begitu aku masih bisa untuk berkesimpulan bahwa 2 mimpi buruk yang tiba tiba menghilang dari ingatanku adalah mimpi yang tidak akan pernah teringat kembali padaku.


Aku juga akan menarik perkataanku, aku tidak mengalami 3 kali mimpi buruk secara beruntun, tapi aku mengalami banyak mimpi buruk secara beruntun sekaligus.


"Apa teori kami tentang mimpi akan terbantahkan?" Pikirku secara tiba tiba yang teringat dengan sebuah teori yang pernah ku pikirkan dengan Rika. Yaitu mimpi adalah sebuah fenomena halusinasi yang terjadi saat tertidur yang dimana asal halusinasi itu berasal dari pikiran diri sendiri. Yang dapat dikatakan, semua isi mimpi pasti akan sama seperti isi pikiran yang sedang dipikirkan. Entah itu secara tidak sengaja terlewat dipikiran ataupun sengaja sedang memikirkan hal itu... Tapi juga itu hanyalah teori yang dibuat oleh 2 anak sekolah menengah atas. Tidak ada bukti kuat tentang hal itu.


Aku terus melamun dan mengabaikan pembicaraan Vishl dengan pelayannya, yang hingga akhirnya Vishl memecah lamunanku karena merasa kesal kepadaku yang mengabaikannya.


"Oi! Yuuta... Kenapa kamu daritadi hanya diam saja!!!" Teriaknya dengan marah tepat ditelingaku.


Yang jelas saja, suaranya yang keras itu langsung memecah lamunanku.


"Apa yang kamu lakukan! Gendang telingaku bisa pecah kalau kamu berteriak dengan tiba tiba!..." Balasku dengan sedikit marah dan membentak. Yang kemudian aku tersadar dan langsung menenangkan diriku. Aku merasa sedikit bersalah karena membentak Vishl. Itu mungkin adalah pertama kalinya aku membentak seseorang didunia ini.


"Ma maaf Yuuta, tapi aku melihatmu sedang melamun dan mengabaikan perkataanku... Apa kamu memikirkan sesuatu?" Ucap Vishl dengan menyesal dan menundukkan kepalanya.


Aku yang melihatnya merasa bahwa diriku ini adalah yang terburuk......


"Maafkan aku, aku tidak berniat membentakmu, seperti yang kamu katakan ada suatu hal sedang menganggu pikiranku.." dengan terpaksa aku menjawab pertanyaan Vishl tanpa berbohong sama sekali, karena Vishl memiliki kemampuan untuk membaca suatu aura pikiran. Jadi dia bisa tau apa yang sedang orang itu pikirkan. Hal yang buruk, baik, ataupun rumit. Begitupula dengan berbohong atau tidak...... Maka dari itu aku tidak bisa secara langsung berbohong pada Vishl....


"Aku juga meminta maaf, cerialah Yuuta!, kita akan menghadiri festival!" Ucapnya dengan memohon didepanku dengan memegangi tanganku.


"Festival? Apa di ibukota sedang diadakan festival?" Tanyaku yang baru tau tujuan kamu adalah festival yang akan diadakan di ibukota


"Ahh.... Aku tidak tau, jadi kita akan menginap untuk beberapa hari di ibukota?" Aku benar benar tidak tau tentang hal itu, karena aku masih tidak tau tentang sejarah dunia ini....


"Ya seperti itulah, kita akan segera mencari penginapan sesegera mungkin setelah sampai. Mungkin sebentar lagi kita akan sampai" terus Vishl.


Aku yang Mendengar ucapan Vishl yang ingin mengajakku bersenang senang bersama, membuatku berpikir "sepertinya aku harus menyingkirkan pikiran negatifku dan mungkin aku akan meminta maaf padanya tentang 2 hari lalu"


"Maaf, aku terlalu banyak berpikir. Mungkin aku akan menceritakan apa yang membuat pikiranku terganggu setelah mencari penginapan" Aku juga telah memutuskan untuk menceritakan apa yang sebenarnya menganggu pikiranku. Mungkin ini kulakukan juga untuk menunjukan bahwa aku benar benar mempercayai Vishl.


Dan mungkin juga aku ingin membuang pikiran itu jauh jauh.......


.


Singkat waktu, kami telah sampai di gerbang ibukota dan kami harus turun untuk menjalani pemeriksaan serta harus mencari tempat untuk menyembunyikan sepasang unicorn milik Vishl. Yang ternyata unicorn juga bukanlah hal yang biasa didunia ini... Aku mengetahuinya setelah Vishl menceritakannya.


Tapi Vishl tidak ragu untuk turun tepat didepan pos penjagaan. Yang malah pejaga itu yang menyarankan kami untuk pergi menuju permukiman kecil yang bisa dijadikan tempat untuk menitipkan unicorn milik Vishl.


"Ohh apa kamu sedang mencari tempat untuk menyembunyikan hewan hewan legendaris ini? Kalau begitu kalian berdua bisa pergi menuju permukiman kecil yang tidak terlalu jauh dari sini" ucap penjaga itu setelah Vishl bertanya.


Ternyata mereka adalah orang yang pernah diselamatkan oleh Vishl, maka dari itu penjaga itu membantu kami berdua.....


Setelah itu kami segera menaiki kereta dan langsung menuju permukiman yang dimaksud dengan unicorn yang berjalan biasa.. Kami juga sudah menjalani pemeriksaan jadi ketika kami datang lagi kami bisa langsung masuk.


Saat masih didalam kereta aku menyempatkan diriku untuk bertanya pada Vishl kenapa dia tiba tiba ingin datang ke festival dan apa dia tidak marah dengan apa yang ku lakukan padanya 2 hari lalu. Karena jika dilihat dia tidak merasa marah sama sekali, yang bahkan aku jadi merasa kebingungan kenapa dia menangis saat itu....


Tapi dengan jahilnya Vishl tidak segera menjawab pertanyaanku itu dan dengan tingkahnya yang eksentrik mengatakan.


"Kamu akan segera mengetahuinya!!!".....


"Ya aku akan memberitahunya juga saat sampai di penginapan" terus Vishl setelah mengucapkan kata kata Chuunibyo miliknya itu.


(Chuunibyo adalah sebuah sindrom yang dimana seseorang akan berusaha untuk bertingkah keren..,)


"Baiklah, aku mengerti... Tapi kenapa kamu mengatakan kalimat pertama dengan pose aneh?"


"itu tidak aneh!! Itu keren!!" Teriak Vishl menanggapi candaan yang ku lontarkan padanya.


to be continued