
... "hei adikku, aku ingin kau mengabulkan satu pemintaan dari kakakmu ini!" Ucap seorang kakak berniat meminta sesuatu pada adiknya.
Yang lalu sang adik membalas perkataan kakaknya.
... "Apa yang kau inginkan?."
Setelah itu sang kakakpun mengucapkan permintaannya, yang tanpa disadari oleh sang adik itu adalah permintaan pertama sekaligus terakhir dari kakaknya.
Cerita yang menyedihkan itu sangat melekat didalam ingatanku. Bagaimana tidak? Yang tidak lain dari tokoh sang adik adalah diriku sendiri....
Beberapa tahun lalu Aku telah kehilangan kakakku yang saat itu aku berumur 7 tahun dan saat itu aku masih belum bisa membaca perasaan seseorang. Maka dari itu aku tidak menyadari bahwa itu adalah permintaan terakhirnya sebelum aku benar benar kehilangan dirinya.
"Tapi aku malah lebih terkejut saat aku terbunuh olehnya yang telah mati...... ya ampun kenapa aku memikirkan hal yang harusnya tetap menjadi mimpi saat baru terbangun dari mimpi itu...."
Aku terbangun dan 8 jam telah berlalu semenjak aku dan Vishl tidak sadarkan diri. Aku terbangun tepat disebelah Vishl yang masih tidak sadarkan diri.
Aku masih terbaring dan menoleh ke arah wajah Vishl yang sedang terlelap. Wajahnya yang begitu cantik dan imut membuatku teringat dengan ciuman dadakanku padanya.
"Aku saat itu benar benar terbawa perasaan, jadi maafkan aku Vishl..... tapi sial kenapa disaat sekarang rasa malasku sangat membara??"
benar aku saat ini merasa sangat sangat enggan untuk keluar dari ranjang ini. Ranjang ini begitu nyaman dan hangat...... entah itu karena ada Vishl atau tidak, tapi aku benar benar enggan untuk keluar dari ranjang...
"Mungkin aku akan meluangkan waktuku untuk sedikit berbaring disini, karena aku mungkin ketagihan melihat wajah imut Vishl yang sedang tertidur lelap..."
Aku tetap seperti itu sampai beberapa menit aku terdiam dan berbaring, akhirnya aku keluar dan berdiri dari ranjang yang nyaman itu.
Saat berdiri, aku melihat lihat sekitar dan menemukan pakaian ganti untukku dan lansung tau siapa yang menaruhnya. Karena tidak lain dan yang pastinya pakaian ini adalah dari pelayan Vishl yang bernama Yuri. Jika dipikir pikir dia benar benar mencintai tuannya.... maksudku setia... karena jika saja dia tidak sesetia itu, maka dia tidak akan mendukung rencanaku.
Akupun segera menganti pakaian dan setelah aku memakai pakaian ganti, aku segera keluar dari kamar dan menuju ruang tamu untuk menyiapkan sesuatu. Jika semuanya sesuai dengan apa yang kupikirkan maka akan berjalan dengan lancar... Tapi aku tidak tau juga apa yang ku pikirkan ini adalah suatu hal yang benar.
"Siapa yang peduli hal itu? Bagiku yang kulakukan adalah kebenaran itu sendiri, tapi yang ku lakukan jntuk saat ini hanya ingin bermalas malasan sampai waktunya membangunkan Vishl..."
Aku terus berbicara sendirian dan setelah itu aku keluar dari kamar untuk menuju ruang tamu. Aku berniat ingin bersantai sepanjang waktu selama Vishl masih tidak sadarkan diri.... Tapi aku sendiri tidak tau seberapa ampuhnya obat itu, yang bahkan aku bisa terbangun lebih dulu dari Vishl adalah sebuah keberuntungan.
"Yang ku lakukan hanyalah ingin membuat Vishl beristirahat, hanya itu. Yang pastinya aku sangat berterima kasih pada pelayan Vishl" ..
"Hm... sepertinya aku tidak bisa menghilangkan kebiasaanku untuk berbohong secara spontan"
Ditengah koridor aku melewati perpustakaan dan memutuskan untuk masuk kedalam perpustakaan berniat mengambil beberapa buku. Meskipun aku tidak akan bisa membaca semuanya.
Perpustakaan yang cukup tua. Tapi buku yang ada dipenuhi oleh debu yang seakan Buku buku ini tidak pernah tersentuh, ruangan ini juga terasa sangat klasik dan kuno... aku sedikit menyukai suasananya dan pastinya juga dengan buku yang disimpan di Perpustakaan ini. Perpustakaan ini sendiri menyimpan banyak sekali buku, entah itu buku non ilmiah, ataupun ilmiah.
"Hm.. Entah kenapa aku sangat menikmati novel romansa yang ada didalam perpustakaan ini..... yang padahal aku tidak menyukai cerita romansa apapun didunia sebelumnya... mungkin aku juga akan mengambil buku buku novel...."
Tidak lama setelah aku mengambil cukup banyak buku, aku langsung keluar dan menuju ruang tamu untuk bersantai diruangan itu.
Diruangan tamu yang luas dan dipenuhi karpet, serta terdapat artefak pendingin udara diruangan ini. Serta aku bisa menutup semua jendela dengan korden!
"Tapi sayangnya aku tidak bisa membawa device apapun ke dunia ini...... baiklah, saatnya bagiku untuk memikirkan sebuah rencana yang pantas untuknya...."
Tepat setelah Vishl telah memasuki dunia Lucid dreamnya.
........
Ahh!! Aku tidak tau jika dia ingin menciumku! Terlebih lagi dia menciumku dibibir!
A.... Aku jadi merasa tidak ingin bangun dari dunia mimpi ini! Aku sudah menduga jika dia akan melakukan sesuatu untukku, tapi tidak dengan ciuman dadakan itu!
...... Jika aku memikirkan dia aku merasakan tubuhku yang memanas, meskipun aku tidak benar benar merasakannya...
Untung saja aku belum terbangun, tapi meski begitu apa aku bisa menatap wajahnya ketika aku terbangun nanti?
Tapi, semuanya berjalan sesuai dengan rencanaku..... setidaknya itu yang membuatku merasa tenang.
Aku tidak pernah bertemu dengan orang secerdik dia. Yang bahkan aku terkejut saat dia dengan mudahnya berhasil membuat naga sialan itu terdiam dan ketakutan. Tapi juga dia adalah type yang nekat jika dia benar benar serius ingin melakukan sesuatu...
Ahh! Kenapa aku memikirkannya. Dia sekarang adalah kakakku, jadi hubungan kami hanyalah sebatas saudara! Tapi meski begitu saat memikirkan wajahnya yang khas dengan kantung mata membuatku sedikit deg degan.
Sepertinya niatanku untuk mengkhianati Theth akan benar benar terjadi. Bagaimana tidak Hanya dalam beberapa minggu saja aku sudah dibuatnya jatuh hati, dia adalah laki laki yang mengerikan!...
Tidak tidak!, lagi lagi aku memikirkannya.... lebih baik aku memikirkan apa yang harus kulakukan selanjutnya. Mumpung aku sedang berada didalam keadaan mimpi dengan kesadaran (Sebutan Vishl terhadap Lucid dream). Aku sengaja membuat Yuuta meminumkan obat tidur padaku agar aku dapat berada didalam mimpi ini. Karena jika aku sendiri yang membuat diriku tidak sadarkan diri selama beberapa hari akan membuat beberapa masalah.
Persetan dengan dokumen dari pangeran. Dari awal aku tidak sudi mengerjakan jika bukan ingin balas dendam. Sepertinya aku sedikit tertular dengan Yuuta.
Mungkin saatnya aku mengatakannya...
"Namaku Vishl-sama akan membuat perhitungan dan menyatakan perang terhadap kerajaan karena telah membunuh orang tuaku. Aku tidak peduli dengan tunanganku sendiri, karena sejak awal dia hanyalah orang bodoh yang mengejar ngejarku!"(sama yang dimaksud Vishl, merupakan panggilan untuk orang yang dihormati/berada diatas)
Aku juga tidak peduli lagi dengan penduduk desa. Yang ingin ku lakukan adalah membuat raja brengsek tukang penipu itu merasakan penderitaan!
Hm ngomong yang baru saja ku ucapkan adalah deklarasi yang cukup keren.......
【Back Yuuta Pov】
【Sudut pandang Yuuta adalah saat Vishl masuk kedalam mimpi, yang dimana sebelumnya Vishl sempat terbangun dan segera tertidur lagi dengan menjaga kesadarannya tetap terjaga (salah satu metode untuk masuk kedalam lucid dream)…】
Hmmm..... tanpa ku sadari matahari telah terbit untuk kedua kalinya. Mungkin saatnya aku membangunkan Vishl......
"Tapi Sebelum itu aku ingin mandi....... aku lupa kalau aku sudah tidak mandi selama beberapa hari..."
Aku berdiri dan segera keluar dari ruangan yang kemudian berjalan menuju pemandian dirumah Vishl dan saat sampai aku langsung menatap wajahku sendiri dicermin yang memiliki kantung mata yang cukup lebar dan terlihat jelas.
"Uwah... aku terlihat seperti panda, Mungkin setelah ini aku harus beristirahat....."
To be continued.......
z