Re: Word to Realism

Re: Word to Realism
009,5 Keinginan Vishl 2 (Filler)



Aku dan Yuuta, bersama dengan Lisbeth, Yuri, dan Ria sedang menuju ke ibukota dan bertemu dengan orang yang sebelumnya tidak ku sangka, kami bertemu dengan adik Ria yang sebelumnya berpisah dengannya beberapa tahun lalu.


Kami bertemu dengan adik Ria yang bernama Tia, itu saat kami sedang mencari penitipan hewan pribadi yang dimaksud oleh penjaga gerbang masuk ibukota, akan tetapi kami tidak bisa menemukan tempat itu, yang malah kami sampai didaerah kumuh yang jaraknya tidak jauh dari ibukota.


Setelah pertemuan yang cukup mengharukan itu kami semua diajak oleh Tia untuk pergi ke rumahnya yang cukup jauh dari daerah kumuh tersebut.... Yang kemudian dia menceritakan dan memberi kami cukup banyak informasi.


Tia datang ke daerah kumuh karena ia ingin mencegah dan menyelamatkan orang orang yang ditipu oleh para bandit. Yang dimana selama 1 Minggu ini Tia menemukan 5 rombongan yang diserang oleh bandit... Dan setelah rombongan itu diselamatkan alasan mereka datang ke daerah kumuh adalah sama.


Yaitu mereka ditipu oleh seseorang.


Tia adalah gadis kecil yang mungkin masih berumur 10 tahun dan dia harus menjalani hidup sendirian di rumahnya ini..


Ya itu adalah kesalahanku juga karena menyeret kakaknya Ria untuk menjadi maid pribadiku.. dan jika diperhatikan lagi, mereka berdua cukup mirip meski auranya berbeda.


Aku bisa membaca baik atau tidaknya, ataupun bagaimana isi dari pikiran orang melalui aura yang mereka pancarkan... Yang jujur saja itu adalah kutukan bagiku, karena aku hampir saja mati karena terlalu banyak orang yang terbaca pikirannya olehku...


Aku cukup tertarik pada Tia, yang terlihat masih polos dan imut serta pada sifat kekanak-kanakannya... Dia mengunakan kata Yua, atau dalam bahasa yang disebut Yuuta bahasa Jepang adalah Boku (aku).


Saat dirumah Tia kami disuguhi olehnya kue kue kering yang dia buat melalui tungku pemanas yang dia buat sendiri... Dia sangat mandiri dan pintar memasak.


"Tia apa kamu ingin menjadi adikku?!" Ucapku yang sekali lagi secara blak blakan mengatakan isi pikiranku.. sama seperti saat bertemu dengan Yuuta, tapi sedikit berbeda.


Semua orang termaksud dengan Yuuta yang mendengarnya terkejut dan segera menoleh ke arahku yang memegangi kedua tangan Tia...


"Hei Vishl, dia bukan boneka barumu yang bisa langsung kamu mainkan...." Ucap Yuuta yang menyindirku. Aku mendengarnya dan langsung menyindirnya balik.


"Lalu, apa aku bisa menganggapmu sebagai bonekaku?" Ucapku yang membuat langsung terdiam... Yang padahal jika dilihat lebih teliti mungkin akulah boneka Yuuta..


Ria dan Lisbeth datang dengan membawakan teh dan langsung menanggapi ucapanku yang ingin membuat Tia menjadi adikku.


"Saya tidak akan membiarkan Putri Vishl mengambil Tia dari saya" Ucap Ria padaku dengan meletakkan teh yang masih panas.


"Semuanya saja jadikan bonekamu" terus Lisbeth....


"Kalian berdua terlalu jahat!!! Aku sebelumnya menawarkan kalian untuk menjadi saudariku tapi kalian malah menjadi pelayanku!!!" Aku membalas mereka dengan cukup kesal.


Yang kemudian Yuri juga ikut bergabung dengan membalas ucapanku.


"Vishl-sama.... Menjadikan seseorang menjadi saudari bukanlah hal yang mudah, apalagi bagi Vishl-sama yang adalah orang penting."


"Kenapa tidak ada yang memihakku?!!!!"


Semuanya menyudutkanku dengan membuatku kesal.... Tapi itu cukup masuk akal...


"HM aku tidak tau apa menjadikan seseorang menjadi saudara ataupun saudari tiri itu adalah hal yang rumit didunia ini, tapi didunia asal ku. bahkan seorang teman saja kadang sudah bisa dianggap seperti saudara jika saking dekatnya mereka" ucap Yuuta yang tiba tiba dengan meminum secangkir teh.


"Yuuta-sama seperti biasa kalimatmu sangat rumit...." Balas Lisbeth menanggapi.


Ucapannya itu memang rumit, tapi mau bagaimana lagi itulah dia.....


Aku tau Yuuta sengaja mengucapkannya karena ingin membenarkan sesuatu... Aku bisa melihat auranya yang memiliki warna biru pudar... Dia bahkan menyempatkan diri untuk berfikir.


("Akhirnya aku mengingat kalimat dari manga yang ku baca bersama dengan Lena....."(isi pikiran Yuuta yang sebenarnya))


.


Akhirnya setelah cukup lama kami semua mengobrol, aku dan lainnya harus meninggalkan Tia untuk 2 hari kedepan... Tia baru bisa datang ke festival dihari keduanya.


Tia meminjami kami kereta kudanya yang dimana itu sangat membantu kami... Kami pun berpisah dengannya dan dalam 15 menit lebih kami sampai di Ibukota..


Sesampainya kami diibukota kami langsung mencari penginapan... Dan bertemu dengan kenalanku yang menawari kami untuk menginap di penginapannya dengan diskon 10 persen....


"Kamu bisa menginap di penginapan keluargaku dengan diskon 10 persen... Anggap saja itu adalah balas budiku." Ucapnya menawarkan diskon dan bukan gratisan untuk membalas Budi...


"Aneh...." Pikirku untuk pertama kali saat mendengarkannya.


Yuuta tidak keberatan dan yang lainnya menyetujuinya. Jadi kami semua menginap di penginapan yang bernama Respeace dengan harga yang sedikit murah.


Aku ingin menghemat uang sebanyak mungkin, karena aku baru saja membeli sesuatu... Jadi aku ingin lebih banyak menghabiskan uang difestival ketimbang untuk menyewa penginapan.


1 kamar untukku dan Yuuta dan 1 kamar lagi untuk Yuri, Lisbeth, dan Ria.


Awalnya Yuuta sangat bersih keras untuk tidak satu kamar denganku yang akhirnya membuat kami bertengkar, tapi pada akhirnya dia hanya bisa menerimanya... saat kami ingin segera untuk tidur... Aku dan Yuuta sekali lagi bertengkar karena aku ingin dia satu kasur denganku.


Dia sangat menolaknya, yang padahal aku sangat mempersiapkan hal ini dengan jantung yang sangat berdebar kencang. Bahkan hingga saat ini!


"Aku tidak ingin tidur dengan orang yang tidurnya berantakan!!" Ucap Yuuta yang membuatku marah...


Kami terus beradu mulut yang hingga akhirnya Yuuta mau tidur denganku setelah aku mengancamnya....


Saat ingin tertidur aku baru sadar jika aku hanya membawa kaos dalaman tanpa baju tidur...... Yang membuatku malu sendiri karena telah memaksa Yuuta untuk tidur bersamaku.


"Kenapa aku jadi malu sendiri!!" Ucapku dengan sangat pelan...


Kami pun tertidur dengan posisi yang saling terbalik....


Aku memaksanya untuk tidur denganku karena aku ingin dia lebih dekat denganku... Tidak tidak!! Aku hanya tidak ingin dia masuk angin hingga dia tidak bisa ikut denganku besok!! Ehh .....


"Kenapa kau sangat berisik?!!" Ucap Yuuta padaku yang tidak sengaja keceplosan.


"Tidak ada apa apa, aku hanya bergumam" balasku.... Untunglah dia tidak mendengar semuanya.


Aku masih menghadap belakang yang kemudian. aku mencoba untuk membalikan badanku ke arah Yuuta yang membuatku terkejut.... aku melihat wajahnya yang ada pas didepan wajahku!.... Dia sudah tertidur lelap. mungkin dia terlalu lelah...


Tapi entah mengapa aku tidak merasa deg degan lagi saat melihat wajahnya itu, yang malah aku merasa sangat nyaman dan merasa hangat saat menatapnya....


Aku terus menatapinya yang hingga akhirnya aku ikut tertidur lelap.....