Re: Word to Realism

Re: Word to Realism
16. kembali ke desa



Yuuta akhirnya dia dapat bertemu dengan adiknya Lena.. namun sayangnya Lena tidak ingat sekali tentang dirinya.


Yuuta selama beberapa hari tinggal didesa untuk beristirahat, dia benar benar kelelahan, entah itu secara fisik, ataupun mentalnya. Begitu juga dengan Vishl yang masih tinggal di rumah Lena.


"Lena apa benar kamu tidak ingat apa apa?" Pertanyaan Yuuta yang selalu dia katakan pada Lena.


Yuuta berkali kali bertanya pada Lena, tapi jawaban yang datang hanyalah jawaban yang sama... Bahkan Vishl tidak terdeteksi berbohong oleh Vishl.


Yuuta sempat ragu dan kecewa karena perjuangannya sekarang hanya berakhir sia sia.. selama beberapa hari Yuuta merenunginya.


Hingga akhirnya Lena sendiri yang berbicara pada Yuuta dan mengatakan beberapa hal padanya..


Yuuta sedang terdiam di kamar penginapan desa dan Lena menghampirinya.. dengan sedikit rasa tidak enak padanya setelah tahu seberapa besar perjuangan Yuuta untuk menyusul dirinya..


"Um.. Yuu.. kak..." Sapa Lena yang kebingungan setelah membuka pintu.


"Jangan paksakan dirimu untuk menjadi orang lain" balas Yuuta yang mendengar suaranya itu.


Perasaan Yuuta saat ini benar benar hancur.


Dia tidak tau apa yang harus dia lakukan untuk kedepannya, karena tujuannya benar benar hilang.. tapi untungnya Yuuta masih memiliki tujuan kecil, yaitu tinggal selamanya didalam rumahnya.


Yuuta berpikir, bahwa semuanya adalah salah dari mata kutukannya.. dan dia juga bertanya didalam pikirannya, "Apa pada akhirnya aku akan menjadi seperti diriku dulu?"


Lena mendengar balasan dari Yuuta... segera masuk dan menutup pintu serta menguncinya.


"Aku sebenarnya kebingungannya memikirkan semua ucapanmu selama berhari hari.. tapi aku masih tidak menemukan jawabannya." Ucap Lena.


"Ucapanku sebelumnya... Entah kenapa aku merasa tidak seperti memaksakan diriku, mungkin memang benar jika aku adalah adikmu.." terusnya dengan berjalan secara perlahan.


Yuuta masih tidak mengerti apa yang Lena maksud.


"Hei kak, Aku merasa seperti telah kehilangan sesuatu yang penting, dan aku baru saja menyadarinya beberapa hari saat aku memikirkan ucapanmu itu.."


Lena meneruskan ucapannya dengan membuka pakaiannya perlahan..


"Jadi, aku ingin membuktikannya dengan memberikan tubuhku padamu..." Terus Lena sekali lagi mengatakan hal bodoh.


Ucapan Lena itu seketika membuat Yuuta merasa De Javu..


"Kak, aku ingin membuktikan sesuatu dengan tubuhku.." perkataan yang muncul didalam pikiran Yuuta.. yang dimana perkataan itu sama persis dengan ucapan Lena barusan.


Yuuta pun berdiri dari kamarnya dan menanggapi tindakan Lena itu dengan menghentikan Lena untuk membuka kain terakhir yang menutupi tubuhnya.


"Hentikan itu... Kamu masih saja memiliki dada kecil bahkan setelah ke dunia lain, itu membuatku tidak tertarik...".. Ucap Yuuta..


"Apa kamu sengaja menghinaku?!" Balas Lena dan wajah memerah.. dia langsung menutupi dadanya dengan tangan kanannya.


"Tapi juga, meskipun telah kehilangan ingatan.. cara berpikirmu masih saja tidak berubah.."


Yuuta pun mengusap kepala Lena.. seakan seorang kakak yang ingin memuji adiknya..


"Pakai semua pakaianmu itu, setelah itu aku akan sedikit menceritakan tentangmu saat berada di dunia sebelumnya.. sebelum aku benar benar menyerang mu"


"Ya... Kakak baru saja mengatakan kakak tidak tertarik pada tubuh kecilku ini.. apa kakak berbohong?...."


"Sudahlah, pakai saja pakaianmu! Hari ini udaranya sangat dingin. Yang bahkan aku kedinginan yang membuatku merasa enggan untuk meninggalkan kasurku..."


"Jadi itu alasanmu tidak keluar dari kamar selama berhari hari...." Balas Lena.


Yuuta tidak membalasnya dan mengalihkan pandangannya..


Ditengah percakapan kakak adik itu, Vishl datang dengan bersemangat dan merusak suasana....


"Pagi kak!! Ehh.. Lena apa kamu ada perlu.. eh kenapa kamu melepas pakaianmu!?" Ucap Lena terkejut setelah mendobrak pintu dengan paksa.


"Apa hawa keberadaan Yuuta setipis itu sampai sampai dikira sebagai guling? Hmm maaf sepertinya aku telah merusak pintunya..." Balas Lena berbohong.


Vishl sudah tahu jika Lena dan Yuuta sedang mengobrol di kamar.. dan dia tahu jika Lena berbohong tentang bagaimana dia bisa hampir telanjang.


"Lagian kenapa kamu tiba tiba datang dengan bersemangat seperti itu?" Ucap Yuuta mengalihkan perhatian.


"Penduduk desa mengirimiku surat, jadi itu bisa sedikit membuatku ceria.. meskipun kehilangan Lisbeth...." Balas Vishl sedih.


"Sudahlah, jangan terlalu terbawa sedih.. Lisbeth tiba tiba saja terbunuh tepat sebelum kamu menyadari, jadi itu bukanlah kesalahanmu.." Ucap Yuuta menenangkan Vishl..


"Itu benar Vishl, tidak ada yang menyalahkan mu, bahkan aku sangat yakin jika Nona Lisbeth juga tidak menyalakan dirimu.."


Mendengar mereka berdua menenangkan dirinya, Vishl segera tersadar dan membulatkan tekad.. Mungkin dia ingin membumi hanguskan kerajaan.


"Terima kasih Yuuta, Lena.. jujur saja aku sempat khawatir tentang bagaimana dengan Lena... Tapi kamu benar benar baik." Ucap Vishl membalas perkataan Lena.


Lena mulai mempercayai Lena... Tidak mungkin sejak dia bertemu dengan Lena..


Dia awal memikirkan sifat apa yang dimiliki oleh adik Yuuta itu. Namun setelah melihat senyuman saat dia mengantarkan Lena ke desa dekat hutan dan percakapan mereka saat berjalan menuju desa bersama, serta saat Lena menenangkan Vishl saat dirumahnya dan apa yang saat ini terjadi menguatkan pikiran Vishl untuk menganggap Lena adalah gadis yang baik hati.


"Hmm maaf merusak suasana, Vishl tadi kamu mengatakan penduduk desa mengirimimu surat? Dari siapa itu?"


Yuuta benar benar merusak suasana...


"Kakak ini iblis?" Ucap mereka berdua serempak menanggapi ucapan Yuuta.


"Entah bagaimana kalian bisa sekompak ini..."


Yang kemudian Vishl langsung memberikan surat itu pada Yuuta. Surat itu mengunakan bahasa Jepang.. dan tulisan itu dapat dikenali oleh Yuuta. Yang pastinya pesan tersembunyi juga dapat dengan mudah dikenali olehnya.


"Surat ini dari kakak kakak penjual bunga... Tapi tak ada pesan penting didalamnya."


"Apa maksudmu Yuuta?" Balas Lena kebingungan.


"Tidak ada..."


"Sebenarnya aku kesini untuk mengajakmu pulang dan mengajak Lena.... Kamu mau kan ikut ke desa kami berdua?"


"Aku tidak keberatan selama tidak ada masalah"


Mendengar balasan Lena yang menerima tawaran Vishl, Yuuta langsung memutuskan untuk segera pergi kembali ke desa.


"Kalau begitu kita akan berangkat besok..."


Yuuta merasakan hal aneh.


"He.. kenapa sangat mendadak? Ya aku tidak papa sih, tapi bagaimana dengan Lena.."


"Aku akan ikut! Aku akan segera berkemas.."


"Kamu ternyata cukup bersemangat...."


Dan keesokan harinya pun mereka bertiga meninggalkan desa itu dan langsung menuju desa Yamigawa Mura..


Yuuta sempat melupakan janjinya yaitu untuk menceritakan tentang Lena dimasa lalu.. akhirnya pun menceritakan pada Lena saat di tengah perjalanan...


Disana ada Vishl yang ikut mendengar.. meskipun setelah beberapa menit setelahnya dia tidur dipangkuan Lena..


Mereka bertiga melanjutkan perjalanan tanpa kendala dan masalah sama sekali.. tapi....


To be continued..