
Qilla kaget ketika mengetahui bahwa mereka berlima tidur di kamar yang sama.
"Iyaa Qill, biar kita bisa jaga kamu bareng-bareng," ucap Faren.
"Yaaa tapi... gak satu kamar juga kali," ucap Qilla.
"Gak papa nak, mamah khawatir kalau kamu tidur sendiri. Biar kalian tambah dekat dan lebih mengenal satu sama lain, iya kan pah?" ucap mamah Qilla memberikan pengertian kepada anaknya.
"Iyaa sayang, kamu mau kan?" ucap sang papah.
"Yaudah deh, Qilla nurut aja," ucap Qilla menyerah.
Tik Tok Tik Tok
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 11 malam. Qilla sangat mengantuk karena biasanya jam 10 ia sudah terlelap di kasur empuknya. Para orang tua sudah kembali ke kamar mereka masing-masing. Sedangkan mereka berlima masih setia duduk di sofa menemani Qilla dengan hawa yang menegangkan karena sedari tadi tidak ada yang berniat untuk memulai pembicaraan.
"Kamar gue ada di lantai 2 paling pojok, sebelah tempat gym," ucap Arsen memecah keheningan.
"Lo berdua duluan aja, gue Kiev sama Hyades nyusul," usulnya.
" Emang kalian mau ngapain?"tanya Faren penasaran.
"Kita mau main game dulu, biasalah anak cowo," ucap Kiev mengedipkan salah satu matanya.
"Gue sama Qilla boleh ikut gak?" tanya Faren sambil sesekali mencuri pandang ke arah Hyades.
Diem aja cakep, apalagi kalo senyum. Meleleh kali gue, ucap Faren dalam hati.
"Qilla kan masih sakit, mending kalian tidur duluan deh" ucap Arsen.
"Tapi gue sama Qilla belum ngantuk, ya kan Qill?" ucap Faren tetap memaksa untuk ikut.
"Iyaa, aku juga belum ngantuk," ucap Qilla. Padahal sedari tadi gadis itu terus menguap menandakan bahwa saat ini ia sangat mengantuk, mulut dan pikiran memang selalu bertolak belakang.
"Yaudah, kalian boleh ikut tapi jangan berisik ya," ancam Kiev.
Qilla berusaha menyeimbangkan tubuhnya untuk berdiri akan tetapi lukanya masih terasa nyeri ditambah lagi rasa kantuk yang terus saja menyerang membuat tubuhnya tidak seimbang.
Hap
Hyades mengangkat tubuh Qilla dengan tiba-tiba. Teman-temannya kaget melihat sikap Hyades yang tiba-tiba berubah menjadi perhatian.
"Eh-ehh aku masih bisa jalan kok," ucap Qilla gugup.
"Hm," ucap Hyades dingin.
Astagaaa malu banget aku, ucap Qilla dalam hati.
Faren mengepalkan kedua tangannya, merasa kesal dengan Qilla.
"Kamar?" tanya Hyades kepada Arsen.
Arsen menunjukkan arah menuju kamarnnya, mereka mengikuti dari belakang dengan Qilla yang masih berada di gendongan Hyades.
Setibanya di kamar Arsen, Hyades meletakkan Qilla di kasur dengan sangat lembut dan hati-hati. Seakan-akan Qilla adalah sebuah kaca yang mudah retak.
"Ma-makasih Hyades" ucap Qilla menundukkan kepalanya malu.
"Tidur," ucap Hyades kemudian duduk di sebelah ranjang Qilla
"Gue juga mau temenin Qilla, kan kasian kalo Hyades sendiri yang jaga," ucap Faren tidak rela membiarkan Hyades dan Qilla hanya berdua.
Dan pada akhirnya tidak ada yang pergi untuk bermain PS. Semuanya ikut menjaga Qilla.
Qilla tidak bisa tidur karena sedari tadi mereka terus memperhatikan dirinya dengan berbagai macam tatapan.
"Ehh gimana kalau kita main game?"ucap Kiev memecah keheningan.
"Ide bagus, game apaan? awas aja kalau aneh-aneh," ucap Faren mulai tertarik.
"Kita main...tepok nyamuk," ucap Kiev mengeluarkan ide briliant nya.
"Gak ada game yang bagusan dikit apa?" bentak Faren kesal akan ide Kiev. Sementara Kiev hanya terdiam tanpa berniat menjawab perkataan Faren.
"Bagus kok itu game nya," ucap Qilla merasa kasihan dengan Kiev.
"Tuh Qilla aja bilang bagus, sewot lo," ucap Kiev tersenyum penuh kemenangan.
Faren tambah kesal dengan Qilla karena membela Kiev secara terang-terangan seolah-olah ingin menentang dirinya. Padahal niat Qilla itu baik, ia hanya merasa kasihan dengan Kiev.
Kiev membagikan kartu kepada mereka ber-empat. Lalu mereka melakukan hom pim pah untuk menentukan siapa yang akan bermain lebih dulu. Dan ternyata Faren mendapatkan urutan pertama, dilanjutkan oleh Arsen, Qilla, Kiev dan yang terakhir Hyades.
Faren mengeluarkan kartu pertamanya
"Satu," ucap Faren.
"Tiga," Ucap Qilla.
"Empat," ucap Kiev.
"Lima," ucap Hyades.
Kartu yang Hyades keluarkan adalah angka lima.
Pak Pak Pak
Tangan mereka saling bertumpukkan dengan tangan Arsen dibagian bawah, dilanjutkan tangan Hyades, tangan Qilla, tangan Faren-
"Awwww," ucap Qilla melihat tangannya yang memerah.
Sepertinya Faren menepuk terlalu keras tangan Qilla sampai tangan mungil itu memerah. Hyades menarik tangan Qilla lembut dan mengecupnya.
Cup
Mengusap perlahan agar sang pemilik tangan tidak merasa kesakitan.
Deg deg deg
Suara degup jantung Qilla yang berdetak tak tentu. Faren merasa sangat kesal melihat pemandangan yang ada di depannya. Tiba-tiba Arsen menarik tangan Qilla secara paksa.
"Mana yang sakit?" ucap Arsen lembut.
"I-ini, tapi udah gak sakit kok," ucap Qilla gugup, sebenarnya ada apa dengan kedua pria ini?
Arsen tidak memperdulikan perkataan Qilla, ia terus saja meniup tangannya dengan lembut. Qilla bisa merasakan deru nafas Arsen yang menyapu punggung tangannya.
Liat aja lo!, ucap Faren dalam hati.
"Ini mau dilajut main atau udahan aja?" ucap Kiev kesal melihat adegan romantis di hadapannya. Saat ini, ia terlihat seperti nyamuk.
"Udah," ucap Hyades tegas, tidak ada bantahan. Ia tidak ingin gadis yang ia cintai terluka lagi. Melihatnya terluka membuat Hyades ikut terluka juga.
Kiev merapikan kartu dan segera kembali ke tempat tidurnya. Sementara Arsen dan Hyades masih setia menemani Qilla sampai ia benar-benar tertidur.
"Kalian tidur aja, aku bisa sendiri kok," ucap Qilla merasa tidak enak.
"Gak, gue mau disini nemenin lo sampai tidur," tolak Arsen lembut.
Hyades mengambil kursi dan meletakkannya di sebelah ranjang Qilla. Ia duduk disitu sambil membaca buku. Arsen pun melakukan hal yang sama.
Qilla mulai terlelap dan memasuki alam mimpi. Arsen yang sudah melihat Qilla tertidur pun kembali ke tempat tidurnya dan meletakkan badannya di kasur empuk itu. Sementara Hyades masih setia menemani Qilla sambil fokus kepada buku bacaannya.
30 menit kemudian
Hyades menutup bukunya dan melihat Qilla sudah terlelap. Ia mengusap kepala Qilla dan mendekatkan kepalanya melihat wajah malaikat yang sedang tertidur pulas, bagaimana bisa ada perempuan secantik ini pikirnya.
Cup Cup Cup
Ini sudah ke-dua kalinya Hyades mencium Qilla. Ia mencium Qilla di bagian pipi, kening, hidung dan...
Cup
Ia mendaratkan bibirnya ke bibir pink merona milik gadis itu. Bibir mereka bersentuhan dan tidak ada yang melihatnya kecuali Hyades sendiri. Akan tetapi, ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Hyades. Amarahnya memuncak melihat pemandangan itu.
Gue gak akan biarin hal itu terjadi, liat aja lo. Ucap orang tersebut mengeluarkan smirk jahat.
Deg Deg Deg
Detak jantung Hyades berdegup tak karuan.
"You are mine, Raqilla Sequoia Aurora Rossler," bisik Hyades dengan suara pelan.
...***...
Cara Bermain Tepuk Nyamuk :
1. Bagikan kartu kepada seluruh pemain.
2. Melakukan hom pim pah untuk menentukan siapa yang jalan terlebih dahulu.
3. Pemain pertama yang mendapat giliran harus membuang kartu teratas dan menyebutkan 1-10 secara berurutan. Setiap pemain hanya boleh menyebutkan satu angka saja.
4. Jika ada pemain yang membuang kartu yang sama dengan yang disebutkan[contoh : pemain menyebut 5 dengan mengeluarkan kartu 5 juga] maka seluruh pemain harus menepuk kartu itu. Pemain yang terakhir menepok kartu tersebut harus mengambil SELURUH kartu yang ada dibuangan.
5. Jika ada pemain yang menepuk kartu terdepan di buangan padahal pemain sebelumnya meneriakkan angka yang berbeda dengan yang dikeluarkan maka pemain tersebut harus mengambil SELURUH kartu yang ada dibuangan.
6. Permainan selesai jika ada yang telah menghabiskan kartu terlebih dahulu [dapat juga melanjutkan permainan hingga tersisa 1 orang yang masih memiliki kartu yang ada ditangannya dan dia yang kalah].
...- 1186 Words -...