
...Aku bakal upload setiap hari yaa teman-teman! so, tungguin ajaa okayy. By the wayy sehat semua kah? pasti sehat dong. Kalau ada yang merasa kurang enak badan, cobaa deh baca cerita inii berulang-ulang. Dijaminn langsung sembuh HAHAHAHA tapi jangan lupaa jaga kesehatan yaa gais! kesehatan itu yang utama. Stayy safe semuaa! semangat❤️...
...***...
Qilla merasa kesal dengan ucapan Arsen, perasaan dirinya tidak se-pendek itu. Ralat, ia bukan pendek tetapi kurang tinggi saja. Ucap Qilla dalam hati. Bukannya sama aja ya? sudahlah terserah Qilla, yang penting Gadis itu bahagia.
"Aku gak pendek kok, ini badan ideal tau," ucap Qilla membantah.
"Ideal dari mananya? ambil buku aja gak nyampe," ucap Arsen meledek.
"Bukunya aja yang ketinggian, bukan Qilla yang pendek," ucap Qilla kesal.
"Iya iya, ngalah aja deh sama anak kecil," ucap Arsen gemas.
"Kita cuma beda 2 tahun, jangan bilang Qilla anak kecil," ucap Qilla cemberut.
"Iyaaa Qilla sayang," ucap Arsen sambil mengelus kepala Qilla.
"Arsennn, jangan berantakin rambut aku ihh," ucap Qilla kesal, sebab ia sudah menghabiskan waktu hampir 30 menit untuk menyisir rambut panjangnya, lalu dengan mudahnya Arsen menghancurkannya. Ia benar-benar kesal saat ini.
"Nahh udah rapi lagi kan," ucap Arsen sambil merapikan kembali rambut Qilla.
Qilla mengabaikan Arsen karena kesal dengan perbuatan yang ia lakukan.
"Jangan ditekuk gitu dong mukanya, nanti aku beliin ice cream," ucap Arsen berusaha membujuk Qilla.
"5 ice cream?" tanya Qilla semangat. Qilla adalah penggemar berat ice cream. Mumpung gak ada mamah terus gratisan lagi hehehe. Ambil banyak aja sekalian. Yuhuuuu ice cream aku datang. Ucap Qilla dalam hati.
"Emang kamu bisa habisin semua?" tanya Arsen bingung.
"Habis dong, Qilla gitu loh," ucap Qilla menyombongkan diri.
"Anak kecil makan ice cream nya banyak juga ternyata," bisik Arsen pelan, akan tetapi hal itu terdengar oleh Qilla.
"Tambah 5 lagi, jadi 10 ice cream," ucap Qilla kesal. Ia bukan anak kecil.
Arsen melotot kaget, 10 ice cream terlalu banyak untuk ukuran anak seusia Qilla. Apalagi ia memakannya sorang diri.
"3 ice cream aja gimana? besok aku janji beliin ice cream lagi," ucap Arsen.
"Gak, pokoknya Qilla mau 10 ice cream," kekeh Qilla.
"Kalau kebanyakan makan ice cream, nanti kamu sakit," ucap Arsen khawatir.
"Enggak, Qilla kuat kok gak akan sakit," ucap Qilla membantah.
Tiba-tiba Hyades berjalan ke arah mereka dan menarik tangan Qilla.
"Lo cuma boleh makan 2," ucap Hyades menarik Qilla pergi.
"5 aja deh, boleh yaa?" ucap Qilla menawar.
"Gak," ucap Hyades singkat padat jelas.
"Yaudah, Kalo 3 aja gimana?" ucap Qilla mengeluarkan puppy eyes, jurus andalan.
"Gak," ucap Hyades dingin.
"Ihhh Hyades, bolehh yaa," ucap Qilla memohon.
Hyades berhenti secara mendadak. Ia memutar tubuhnya menghadap Qilla. Berjalan mendekat sampai wajah mereka berjarak 10 cm.
Deg Deg Deg
"Lo bilang apa tadi?" ucap Hyades menatap tajam Qilla.
Qilla mengingat kembali, apakah ia salah ngomong sampai membuat Hyades marah. Ia menyadari sesuatu.
"Al-alvi," ucap Qilla gugup. Ia sadar bahwa dirinya baru saja melakukan kesalahan.
Hyades menarik pinggang Qilla mendekat. Qilla kaget karena wajah mereka saat ini hanya berjarak 5 cm. Sangat dekat.
"Good," ucap Hyades tersenyum tipis sambil mengelus kepala Qilla.
Qilla terpana melihat senyuman indah milik laki-laki di hadapannya itu.
"Jadi beli ice cream?" ucap Hyades lembut.
Qilla melihat di seberang jalan terdapat toko ice cream, gadis itu dengan semangat 45 menghampiri toko tersebut. Sementara Hyades hanya mengikuti Qilla sambil tersenyum tipis nyaris tak terlihat.
"Pak, saya mau pesan 2 ice cream coklat yaa," ucap Qilla tersenyum. Ia sudah tidak sabar untuk memakan ice cream coklat kesukaannya.
"Siap dek," ucap penjual ice cream.
"Kamu mau ice cream rasa?" tanya Qilla kepada Hyades.
"Vanilla," ucap Hyades.
"Pak, satu ice cream vanilla juga ya. Buat teman saya hehehe," ucap Qilla cengengesan.
"Siapp, tadi bapak kirain itu pacar kamu," gods penjual ice cream itu.
"Hah engga pak, kan aku masih kecil. Gak boleh pacar-pacaran dulu," ucap Qilla.
Hyades hanya menyimak pembicaraan mereka dalam diam, entah apa yang sedang dipikirkannya dalam otak pintar itu.
Tiba-tiba ada beberapa orang yang berlari ke arah Qilla dan Hyades. Mereka adalah Kiev, Arsen dan Faren. Bagaimana Arsen bisa bersama dengan mereka? tanya Qilla dalam hati.
"QILLAA, LO KEMANA AJA SIH?" Tanya Kiev heboh.
"Aku lagi beli ice cream, kamu mau?" ucap Qilla polos. Padahal sedari tadi mereka panik mencari dirinya. Susah memang punya teman lemot.
Kiev yang merasa kesal pun memilih untuk menghampiri Hyades yang sedang duduk di salah satu bangku, Faren yang melihat Hyades duduk sendirian langsung berlari mengambil kursi tepat di samping Hyades. Sementara Arsen menghampiri Qilla.
"Pak, saya pesan 1 ice cream rasa coklat," ucap Arsen.
"Kamu juga suka rasa coklat ya? sama dong kayak aku," ucap Qilla semangat. Semua hal yang berhubungan dengan ice cream coklat, Qilla pasti sangat antusias.
"Itu namanya, kita ditakdirkan untuk berjodoh" ucap Arsen tersenyum jahil.
"Jijik," ucap Qilla memutar bola matanya malas.
"Ini ya dek 3 ice cream coklat dan 1 ice cream vanilla," ucap penjual ice cream.
"Makasih yaa pak" ucap Qilla semangat, ia sampai lupa untuk membayar.
"Lohh kamu gak jadi pesan 5 ice cream? gak papa biar aku yang bayar," tanya Arsen.
Qilla hanya menunduk, bingung mau menjawab apa. Pasalnya Hyades melarangnya untuk makan ice cream lebih dari 2, akan tetapi ia tidak bisa menahan godaan untuk membeli ice cream lagi.
"Gak," ucap Hyades tiba-tiba, entah kapan datangnya pria itu.
"Emang lo siapa nya dia? kok lo yang ngatur," ucap Arsen.
"Dia pacar gue," ucap Hyades menatap tajam Arsen. Qilla kaget, sejak kapan mereka pacaran.
"Dia istri gue, mau apa lo?" ucap Arsen menantang. Yaa... begitulah anak kecil ketika berantem.
Hyades merasa sangat marah, ia mendekati Arsen.
"She is mine, don't touch her or i'll kill you," bisik Hyades tersenyum devil.
Hyades langsung menarik tangan Qilla dan membawanya pergi dari sana. Arsen ingin mengejar mereka tiba-tiba ada seseorang yang memanggil dirinya.
"Ehh dek, ice cream nya belum di bayar," ucap penjual ice cream.
"Astaga lupa, berapa pak?" ucap Arsen.
"20 Ribu," ucap penjual ice cream.
"Ini ya pak uangnya, sekalian sama tips nya," ucap Arsen sambil memberikan uang senilai 100 Ribu. Orang kaya mah bebas.
Arsen berusaha mencari Qilla dan Hyades, akan tetapi tidak menemukan mereka. Sama halnya dengan Arsen, Kiev dan Faren juga mencari mereka sedari tadi.
Baru juga tadi ketemu, eh sekarang malah ilang lagi. Heran deh gue, panjang amat kakinya. ucap Kiev dalam hati.
"Aww, Hyades tangan aku sakit," ucap Qilla melihat tangannya yang memerah. Hyades berhenti.
"Lo tadi bilang apa?" ucap Hyades dingin.
Astaga aku lupa, ucap Qilla dalam hati.
- 1087 Words -