
Tuk tuk tuk
Qilla terlihat menuruni tangga dengan menggunakan dress, bak seorang princess yang sudah siap bertemu pangeran berkuda putih. Dress itu terlihat sangat cantik dan cocok ditubuhnya dengan motif bunga berwarna pink dan pita melekat di kepala mungilnya.
Sejujurnya, ia sangat malas menghadiri acara tersebut. Apalagi dia tidak mengenal siapapun disana kecuali orang tuanya.
"Mah, boleh gak Qilla di rumah ajaaaa," ucap Qilla memohon.
"Qilla juga gak kenal siapa-siapa disana, nanti kalau Qilla bosen gimana,"lanjutnya.
"Mending Qilla dirumah, bisa nonton, tidur, makan ice cream terus main game. Ahh enaknya," lanjut Qilla membayangkan betapa enaknya hidup tanpa kekangan kedua orang tuanya.
"Qilla sayang, kamu tetap harus ikut nak. Mamah mau kenalin kamu sama teman-teman mamah," ucap mamah Qilla mengusap lembut rambut putrinya.
"Disana juga ada anak teman mamah kok, jadi kamu bisa main sama mereka," lanjut mamah Qilla membujuk.
"Huftt yaudah deh," ucap Qilla menghela napas.
Hilang sudah harapan Qilla untuk menikmati hidup seperti di surga tanpa omelan dan teriakan mamahnya. Ehh tapi disana kan banyak makanan, pasti ada ice cream juga. Kalau gitu gapapa deh aku ikut. Ucap Qilla dalam hati.
"Ada makanan gak mah?" ucap Qilla bersemangat.
"Adaa dong, ice cream juga ada. Impor dari luar negeri lagi," goda sang mamah, membuat anaknya itu semakin tidak sabar.
"Yes, aku ikuttt," ucap Qilla membayangkan ice cream memenuhi mulutnya.
"Kita berangkat sekarang yuk," ucap papah Qilla sambil berjalan ke arah mobil.
"LET'S GOO! jangan sampai telat nanti ice creamnya habis," ucap Qilla tanpa rasa malu.
...***...
Keluarga Rossler memasuki ruangan pesta, Qilla melongo melihat dekorasi yang super duper mewah ditambah lagi dengan kue bertingkat yang sangat besar. Menurutnya ini lebih telihat seperti pesta pernikahan, sangat berlebihan. Pesta besar seperti ini pasti banyak makanan, ucap Qilla dalam hati.
Setiap tamu yang diundang, telah disediakan kursinya masing-masing. Qilla melihat sebuah kursi yang bertuliskan namanya. Ia duduk di kursi tersebut, bersebelahan dengan sang mamah.
"Mah, ini acara ulang tahun atau pernikahan sih? kok besar banget," tanya Qilla polos.
"Ini acara ulang tahun teman mamah sayang," ucap mamah Qilla menjawab pertanyaan anaknya dengan sabar.
Mamah dan papah Qilla berdiri dari tempat duduknya, membuat Qilla bingung.
"Mamah sama papah mau kemana?" tanya Qilla bingung.
"Mamah mau menyapa teman mamah dulu ya sayang," ucap mamah Qilla sambil mengelus kepala Qilla.
"Kamu duduk yang manis disini ya sweetie, nanti mamah sama papah bawakan ice cream kesukaan kamu," ucap papah Qilla berlalu pergi.
Qilla melihat mamah sama papahnya semakin menjauh. Ia memutar kepalanya menghadap ke depan sambil memperhatikan orang yang berlalu lalang. Baru ditinggal sebentar saja, Qilla sudah merasa bosan. Ini semua ia lakukan demi mendapatkan ice cream favoritnya. Qilla sungguh tidak sabar.
15 menit kemudian
"HUAAAAA inii mamah sama papah kemana sih? kok lama banget," ucap Qilla lelah menunggu.
Qilla sangat tidak sabar menunggu ice cream kesukaannya tiba. Membayangkannya saja sudah membuat liurnya menetes.
Seorang anak laki-laki menghampirinya sambil memakan ice cream.
"Ada yang jomblo nih, sendirian aja HAHAHA," tawanya mengejek.
"Aku single yaa bukan jomblo, kamu juga sendirian tuh blee," balas Qilla menjulurkan lidahnya.
Yaa, itu adalah Kiev Gavriel Nicholas, anak dari pasangan Kayana Nicholas dan Agra Nicholas. Keluarga terkaya ke-lima di dunia, terkenal akan keahlian di bidang pertanian seperti kelapa sawit dll. Kiev adalah teman berantem Qilla (baca chapter 2 - TEMAN BARU).
Sedari tadi Qilla terus memperhatikan ice cream yang dipegang oleh Kiev. Ia ingin mencicipinya akan tetapi gengsi untuk meminta. Emang dasar cewek.
"Wanna try?" tanya Kiev sambil menyodorkan ice creamnya.
Qilla membuka mulutnya untuk memakan ice cream tersebut, tetapi tiba-tiba Kiev menarik tangannya kembali dan berlari.
"KIEVV AWAS KAMU YAA!" teriak Qilla kesal, membuat semua orang melihat ke arahnya.
Terjadilah aksi kejar-kejaran antara Qilla dan Kiev. Mereka tidak peduli akan tatapan seisi ruangan yang tertuju ke arah mereka.
Qilla terus berlari mengejar Kiev. Ia bahkan tidak melihat bahwa di depannya ada orang yang berjalan berlawanan arah dengannya. Tiba-tiba...
Bruk
Qilla terduduk di lantai akibat menabrak seseorang yang jauh lebih tinggi darinya.
"Awwww, pantat indahku," ucap Qilla tanpa rasa bersalah
Qilla mendongkak melihat siapa yang berani menabraknya. Dia melongo seketika, perasaannya campur aduk antara gugup, kaget dan takut. Habislah aku, Kiev kemana sih!? bukannya bantuin malah ditinggal sendirian. Dasar tidak setia kawan, ucap Qilla dalam hati.
Ternyataa.. orang yang dia tabrak adalah papahnya sendiri. Qilla merasa gugup karena sedari tadi ia diperhatikan oleh teman-teman papahnya. Bahkan Kiev juga ada disana menertawakan kebodohannya.
"Kamu gak papa kan sayang? sini papah bantu," ucap sang papah sambil membantu Qilla berdiri.
"Qilla gak papa pah, maaf ya tadi Qilla lari-lari sampai nabrak papah hehehe," ucap Qilla merasa bersalah.
"Lain kali jangan diulangin ya, nanti kalau kamu jatuh gimana," ucap papah Qilla menasehati.
Ini juga udah jatuh kali pah, ucap Qilla dalam hati.
Qilla kembali melihat teman-teman papahnya, dan ternyata selain Kiev disitu juga ada Faren, si dingin Hyades dan juga si galak Arsen.
"Qilla sayang, ini teman mamah yang hari ini ulang tahun. Bilang apa sama tante Vanessa?" ucap mamah Qilla.
Qilla berjalan mendekat ke arah teman mamahnya itu sekaligus mamah dari si galak Arsen.
"Happy birthday tante cantik, Qilla doain semoga tante selalu sehat dan tambah cantik. Maaf Qilla gak bawa kado, tapi Qilla punya jepit rambut. Ini buat tante aja, hadiah dari Qilla," Ucap Qilla memberikan jepit rambut kesukaannya.
"Terima kasih yaa Qilla sayang, kamu lucu banget sih. Gemas tante jadinya. Nanti kalau Qilla sudah besar, Qilla mau jadi menantu tante? tante pengen banget punya anak perempuan yang cantik dan lucu seperti kamu," ucap Vanessa gemas melihat tingkah laku Qilla.
Ucapan Vanessa membuat Arsen menatap tajam mamahnya, menandakan bahwa dia tidak setuju dengan keputusan sang mamah. Dia tidak ingin berbagi ibu dengan orang lain.
"Tapi aku gak suka sama Arsen tante, dia galak banget sama aku," ucap Qilla bergidik ngeri, membayangkannya saja sudah membuat Qilla ingin kabur.
"Gue juga gak minat kali sama lo," ucap Arsen memutar kedua bola matanya.
Qilla is mine, ucap seseorang dalam hati dengan amarah.
"Ya sudah begini saja, semua keputusan tetap kita serahkan kepada anak-anak kita. Biar mereka yang menentukan pasangan mereka masing-masing," ucap papah Qilla dengan bijak dan berwibawa.
"Qill, ke taman yuk. Disini tamannya bagus banget loh, ada ayunannya juga," ucap Kiev menarik tangan Qilla. Dia merasa situasinya sudah mulai memanas oleh karena itu ia mengajak Qilla pergi.
Hyades, Arsen dan Faren mengikuti mereka dari belakang. Mereka tidak ingin berada dalam pembicaraan orang dewasa yang sangat membosankan.
Sesampainya di sebuah taman yang sangat luas, Qilla menikmati keindahan pemandangan yang ada di depannya, tidak ada orang yang berlalu lalang. Tampak sunyi tetapi tetap terlihat asri, ditambah lagi dengan adanya cahaya kunang-kunang yang menyinari taman tersebut. Sangat Indah.
"WAAAA KERENN BANGET TAMANNYA," ucap Qilla senang.
"FAREN, MAIN AYUNAN YUKK," ajak Qilla berlari sambil menarik tangan seseorang.
Dia terus berlari tanpa memperhatikan tangan siapa yang sedang ia tarik.
Qilla menoleh ke belakang dan ternyata....
"KOK KAMU!?" ucap Qilla kaget, seingatnya ia menarik tangan Faren.
...***...
...Taman indah ditemani dengan cahaya kunang-kunang ...
...- 1167 Words -...