
...VOTEE YUKK GAIS! BIAR LEBIH SEMANGAT UPLOAD<3...
...***...
Qilla kaget melihat tangan yang baru saja ia tarik. Ternyata bukan tangan Faren yang ia tarik melainkan tangan Arsen. Astaga, kok bisa salah tarik sih. Perasaan tadi aku narik tangan Faren deh. Ucap Qilla dalam hati.
"Makanya sebelum narik tangan orang itu liat dulu siapa yang lo tarik, jangan asal tarik. Punya mata dipake, bukan cuma dipajang doang," ucap Arsen sewot.
"Lagian tadi kan aku nariknya tangan Faren, kok jadi kamu sih!?" ucap Qilla tidak kalah sewot.
"Jelas-jelas sekarang yang ada disini itu gue, yaa berarti lo nariknya tangan gue," ucap Arsen kesal.
Bisa-bisanya ada spesies kayak gini, udah salah gak mau ngaku lagi. Ucap Arsen dalam hati.
Aduh iya juga sih, mending aku minta maaf aja deh. Ucap Qilla dalam hati.
Mereka seperti berbicara satu sama lain di dalam hati. Inilah yang dinamakan heart to heart.
"Aku minta maaf karena udah narik tangan kamu," ucap Qilla menunduk takut sambil memainkan jari-jarinya.
Lucu, ucap Arsen dalam hati
"Hm," ucap Arsen dingin. Padahal tadi bilang Qilla lucu, sekarang sok bersikap dingin. Hati dan pikiran memang tidak sejalan.
"Kamu belum maafin aku ya? kata mamah aku, kita harus saling memaafkan," ucap Qilla memohon.
"Iya gue maafin, tapi ada satu syarat," ucap Arsen mengeluarkan smirk jahatnya.
"Emang apa syaratnya? jangan yang susah-susah ya," ucap Qilla merasa gelisah.
"Gue lagi pengen makan buah, jadi tugas lo ambilin buah yang ada diatas pohon itu," ucap Arsen jahil.
"HAH KAMU GILA?" ucap Qilla kaget. Kalau dirinya jatuh gimana, memang Arsen mau tanggung jawab?
"Ya udah kalau lo gak mau, gue gak akan maafin lo," ucap Arsen berlalu pergi.
Kena kan lo, macem-macem sih sama gue. Ucap arsen dalam hati.
"Ya-ya udah deh, aku ambil. Kamu pegangin di bawah ya," ucap Qilla. Ya Tuhan lindungilah Qilla, aku belum mau mati Tuhan. Kalau aku mati, kan kasihan papah sama mamah. Doa Qilla dalam hati.
"Iya gue pegangin, cepetan naik," ucap Arsen.
Qilla memberanikan diri untuk memanjat pohon itu, ia mendekati pohon tersebut dan mulai memanjat. Qilla tidak berpengalaman dalam hal semacam ini. Sepertinya ia harus mengikuti les memanjat.
Hap Hap Hap Hap
"Astagaa itu buahnya tinggi banget, udah kayak monyet aku manjat-manjat begini," ucap Qilla menggerutu.
"Udah cepetan, mau gue maafin gak lo?!" ucap Arsen sewot.
Sewot amat itu cowo, kayak cewe aja. Dikira gampang apa manjat pohon setinggi ini. Ucap Qilla dalam hati.
Qilla terus memanjat, tanpa menyadari bahwa jarak dirinya dengan tanah sudah semakin jauh. Ia semakin dekat dengan buah itu. Akan tetapi tiba-tiba...
"ASTAGAAA QILLA, KAMU NGAPAIN," teriak histeris Faren.
"QILLA TURUN SEKARANG, KALAU KAMU JATUH GIMANA," ucap Kiev khawatir.
Hyades buru-buru pergi meninggalkan mereka.
"Loh-lohh itu Hyades mau kemana," ucap Faren bingung.
"Udah biarin aja, yang penting sekarang kita bantuin Qilla dulu," ucap Kiev.
Qilla kaget mendengar teriakan Faren dan Kiev. Ia kehilangan keseimbangan dan-
Bruk
Qilla terjatuh dan tidak sadarkan diri.
"QILLAAAA!" teriak semua orang.
Para orang tua datang bersama dengan Hyades. Papah Qilla tanpa basa-basi langsung mengangkat gadis mungil itu dan membawanya ke dalam. Mamah Qilla sangat panik dan terus berdoa agar anak semata wayangnya baik-baik saja.
Sementara Arsen merasa bersalah karena dialah yang menyuruh Qilla untuk memanjat pohon.
Papah Qilla meletakkan Qilla di sofa dengan hati-hati. Dokter pribadi keluarga Alexander datang dan segera memperiksa keadaan Qilla.
"Terdapat memar dibagian punggung Qilla akibat benturan yang cukup keras, hanya memerlukan istirahat selama beberapa hari. Tidak ada penyakit yang serius, jadi bapak ibu bisa tenang. Saya kan memberikan resep obat untuk meredakan rasa sakit dan mempercepat penyembuhan," ucap Dokter tersebut.
"Syukur ya pah, baik terima kasih banyak dok," ucap sang mamah merasa lega.
"Terima kasih dok," ucap papah Qilla
Siapapun yang berani buat lo seperti ini, akan gue balas berlipat-lipat kali lebih sakit. Ucap seseorang dalam hati.
Gue minta maaf Qill, please buka mata lo. Kita semua khawatir. Ucap Arsen dalam hati.
"Kalian ber-empat, jelaskan ke saya kenapa Qilla bisa sampai jatuh dari pohon" ucap papah Qilla tegas.
"Aku, Kiev sama Hyades gak tau apa-apa om. Kami tiba disana, Qilla sudah naik ke pohon," ucap Faren menjelaskan.
"Maafkan saya om, saya yang menyuruh Qilla untuk manjat pohon," ucap Arsen merasa bersalah.
"Arsenio Nathaniel Alexander," ucap papah Arsen tegas.
Arsen merasa takut karena bila papahnya menyebut nama lengkapnya, maka sudah dapat dipastikan bahwa ia benar-benar marah.
"I-iya pah," ucap Arsen gugup.
"Kamu tau kan itu berbahaya? apalagi Qilla adalah seorang perempuan," tanya papah Arsen.
"Siapa yang mengajarkan kamu untuk berbuat seperti itu kepada perempuan?" lanjut papah Arsen
"JAWAB PAPAH ARSEN," ucap papah Arsen marah.
Ughhh
Qilla sudah membuka kedua mata indahnya dan berusaha untuk menegakkan diri di sofa.
"Pah, mah Qilla haus," ucap Qilla.
Mamah Qilla mengambil segelas air putih kemudian Qilla meminum air tersebut sampai habis tak bersisa
"Qilla, ada yang sakit sayang?" tanya Vanessa lembut.
"Gak ada yang sakit kok tante, Qilla kan kuat hehehe," ucap Qilla tersenyum memperlihatkan gigo ompongnya.
"Maafin anak om ya Qilla," ucap papah Arsen merasa tidak enak karena perbuatan anaknya.
"Ini bukan salah Arsen kok om, salah Qilla juga karena udah gangguin Arsen sampai buat Arsen marah," ucap Qilla menjelaskan.
"Tetapi tetap saja walaupun Arsen marah, tidak seharusnya menyuruh kamu memanjat pohon," ucap papah Arsen.
"Gue minta maaf ya Qill, gue janji bakal rawat lo sampai sembuh," ucap Arsen senyum tipis.
"Iyaa gak papa kok sen, aku kan strong," ucap Qilla tersenyum lebar.
"Aku juga mau ikut rawat Qilla, pokoknya sampai sembuh," ucap Faren semangat.
"Aku juga mau ikut, boleh kan tante?" tanya Kiev.
"Boleh dong sayang, semakin banyak yang membantu semakin baik," ucap mamah Qilla.
"Hyades mau ikut juga nak? kalau mau, boleh banget," lanjut mamah Qilla.
"Iya tante," ucap Hyades singkat.
Qilla merasa sangat bahagia karena ia memiliki teman-teman yang begitu peduli padanya.
"Hari ini kalian menginap dirumah kami saja dulu, bahaya kalau pulang malam-malam," ucap papah Arsen.
"Baiklah Rio, terima kasih atas tumpangannya," ucap papah Kiev.
"Tidak perlu sungkan, kita ini sudah seperti keluarga," ucap papah Arsen.
"Betul itu Agra (papah Kiev)," ucap mamah Arsen.
"Kalian tidur di kamar gue aja, kamar gue luas banget," ucap Arsen sombong.
"Gue sama Qilla juga tidur di kamar lo?" tanya Faren memastikan.
"Iyaa lah," ucap Arsen.
"Emang cukup kasurnya?" tanya Faren.
"Kasur gue ada 2, jadi lo sama Qilla terus gue sama Kiev dan Hyades. Biar kita juga bisa rawat Qilla bareng-bareng," ucap Arsen menjelaskan tujuannya.
"HAH JADI KITA BERLIMA SATU KAMAR?" tanya Qilla terkejut. Padahal sudah dijelaskan dari tadi tapi baru mengerti sekarang, ya ampun Qilla.
...***...
...[Beberapa Part di private, follow terlebih dahulu untuk dapat membaca]...
...Jadilah pembaca yang bijak! Mohon maaf bila terdapat kesamaan tokoh, latar dan tempat....
...- 1124 Words -...