
...Aku bakal upload setiap hari yaa teman-teman! so, tungguin ajaa okayy. By the wayy sehat semua kah? pasti sehat dong. Kalau ada yang merasa kurang enak badan, cobaa deh baca cerita inii berulang-ulang. Dijaminn langsung sembuh HAHAHAHA tapi jangan lupaa jaga kesehatan yaa gais! kesehatan itu yang utama. Stayy safe semuaa! semangat....
...{Mulmed foto princess Aqilla siap untuk pergi jalan}...
...***...
Duk Duk Duk
Qilla menuruni tangga sambil berlari dengan penuh semangat. Rambut coklat gelombangnya dibiarkan terurai indah dengan hiasan motif buah strawberry berada di kepala mungilnya.
Cup
"Pagi mamahku yang cantik"
Cup
"Pagi jugaa papah ganteng"
Sudah menjadi kebiasaan bagi Qilla untuk mencium papah dan mamahnya sebelum mereka pergi bekerja.
"Morning my darling," ucap sang mamah tersenyum lembut.
"Pagi sayangnya papah, sini duduk," ucap Papah Qilla sambil menarik kursi untuk Qilla.
"Papah sama mamah berangkat jam berapa?" ucap Qilla.
"Mamah hari ini gak pergi ke kantor sayang, mamah mau nemenin kamu jalan-jalan," ucap mamah Qilla tersenyum kepada sang buah hati.
"Kok mamah gak bilang sih kalau kita mau jalan-jalan? kan Qilla belum siap-siap, masih bau ketek lagi," ucap Qilla mencium aroma segar yang menguar dari ketiaknya.
"Kalau gitu, selesai makan kamu langsung siap-siap ya. Kita langsung berangkat," ucap mamah Qilla semangat.
"Papah gak diajak nih?" tanya sang papah pura-pura sedih.
"Kan papah sibuk kerja wleee," ucap Qilla menjulurkan lidahnya.
"Iyaa iyaaa, kapan-kapan papah ajak kamu jalan yaa sayang," ucap papah Qilla membujuk.
"Okee deh papahku yang paling ganteng, semangat nyari duit jajan buat Qilla hehehe," ucap Qilla sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Yaudah kalau gitu, papah berangkat dulu yaa," ucap papah Qilla.
"Hati-hati ya sayang," ucap sang mamah mencium bibir suami tercinta.
Papah Qilla tidak mau kalah, ********** sebentar tanpa memperhatikan bahwa ada seorang anak kecil yang sedari tadi melihat mereka sambil bergidik ngeri.
"AAAAAAA matakuu ternodai, ohhh nooo," ucap Qilla sambil menutup kedua matanya menggunakan tangan.
"Papah berangkat ya, Love you," ucap sang papah melambaikan tangan sambil berjalan ke arah mobil.
...***...
Tok Tok Tok
"Qilla mamah udah siap, kamu milih baju aja lamanya minta ampun," ucap mamah Qilla sudah mulai kesal. Bayangkan saja ia sudah menunggu hampir 30 menit, gimana tidak kesal coba? anak cuma satu tapi susah sekali dikasih tahu. Dari tadi sudah disuruh untuk mandi, masih aja pantengin TV nonton Doraemon.
"QILLA SUDAH SELESAI BELUM," teriak mamah Qilla kesal.
"IYA BENTAR LAGI SELESAI MAH," ucap Qilla teriak tidak kalah keras.
"MAMAH TINGGAL NIH KALAU KAMU GAK BUKA PINTUNYA," ucap mamah Qilla teriak sekuat tenaga.
Ceklek
Qilla membuka pintu dengan wajah kesal. Ia terlihat masih mengenakan handuk yang terlilit di tubuhnya dengan rambut basah menandakan bahwa dia baru saja selesai keramas.
"Kenapa sih mah teriak-teriak? ini masih pagi loh," ucap Qilla dengan kening berkerut kesal.
"YA TUHAN AQILLA.... kamu dari tadi ngapain aja sih? masa di dalam udah 30 menit tapi belum selesai juga," ucap mamah Qilla menggerutu.
"Qilla dari tadi nyari baju mah, bingung mau pakai baju apa hehe," ucap Qilla cengengesan.
"Yaudah daripada kamu lama, biar mamah aja yang cari bajunya," ucap sang mamah masuk ke dalam kamar anaknya.
"YAAA AMPUNN AQILLA, INI KAMAR ATAU PASAR!!" ujar mamah Qilla kaget melihat kamar anaknya yang terlihat seperti kapal pecah.
"Setelah kita pulang, beresin kamar kamu. Belajar untuk bertanggung jawab... kamu pakai baju yang sudah mamah pilih. Nanti di mall, kita beli baju baru," ucap sang mamah menasehati sambil memberikan baju kepada Qilla untuk dipakai.
"Iya mamah cantikk, nanti Qilla beresin serapi mungkin," ucap Qilla ogah-ogahan.
"Kamu pakai baju ini sekarang, mamah tunggu di mobil. Kalau kamu lama, mamah tinggal," ucap mamah Qilla berjalan keluar dari kamar Aqilla dan menuju mobil.
Qilla buru-buru memakai baju agar tidak kena marah lagi. Walaupun Qilla terlahir dari keluarga kaya, hal itu tidak membuatnya di didik untuk menjadi anak yang manja. Dia selalu diajarkan untuk mandiri dan bertanggung jawab oleh kedua orang tuanya.
Akhirnya selesai juga Qilla memakai baju, ia melihat pantulan dirinya di cermin. Perfect! tidak lupa Qilla menambahkan jepitan rambut yang senada dengan warna bajunya.
"Cantiknyaa dirikuu inii," ucap Qilla memutar-mutar tubuh mungilnya.
...***...
Sesampainya disana, seisi mall kosong. Tidak ada seorang pun yang berlalu lalang. Tentu saja tidak ada orang, mall tersebut telah di booking oleh mamah Qilla. Hari ini ia ingin menghabiskan waktu berdua dengan anaknya.
Qilla melangkah masuk ke dalam mall sambil melihat-lihat sekitar, sekiranya ada sesuatu yang ingin dia beli.
Mereka memasuki Gucci, mamah Qilla mengambil sebuah tas branded seharga 500 juta. Sedangkan Qilla tidak tertarik untuk membeli apapun karena dia sudah memiliki segalanya. Akan tetapi ia heran sebab sangat jarang mamahnya membeli tas. Setahunya, sang mamah tidak terlalu menyukai barang-barang semacam itu.
"Mah, tumben banget mamah beli tas," ucap Qilla.
"Ini buat temen mamah sayang soalnya lusa dia ulang tahun," ucap sang mamah.
"ohhh gituuu" Ucap Qilla menganggukan kepala.
"Ada yang mau kamu beli gak?" tanya mamah Qilla.
"Akuu mauu....ice creamm hehehe," ucap Qilla cengengesan, mamah Qilla sudah menduga akan hal itu. Dimana pun mereka berada, pasti Qilla tidak akan pernah lupa dengan yang namanya ice cream.
"Kamu ini yaa, makan terus kerjaannya. Yaudahh, karena hari ini mamah lagi baik jadi kita beli ice cream yang banyakk," ucap sang mamah.
Qilla melihat toko ice cream dan bergegas menuju kesana. Ia sudah tidak sabar untuk merasakan kenikmatan makanan dingin itu.
"Pak, pesan ice cream rasa coklat 4 porsi ya," ucap Qilla penuh semangat.
"Mamah mau ice cream rasa apa?" tanya Qilla.
"Rasa vanilla aja deh sayang, 1 porsi ya," ucap mamah Qilla heran melihat tingkah anaknya.
5 menit kemudian..
"Ice cream sudah datang, selamat menikmati" ucap penjual ice cream tersenyum.
"YEYYY ICE CREAM DATANG, makasih pak," ucap Qilla bahagia. Hanya ice cream yang dapat membuat Qilla sebahagia ini.
"Qilla sayang, kamu habis makan ice cream sebanyak itu?" tanya sang mamah khawatir.
"Habis kok mah, jangankan 4 porsi. 10 porsi aja bisa Qilla habisin hehehe," ucap Qilla dengan raut wajah meyakinkan.
Qilla makan dengan lahap, bahkan hanya dalam 10 menit. 4 porsi ice cream kandas tidak bersisa. Ia mengambil tissue untuk membersikan sisa ice cream yang masih menempel di mulutnya.
"Mah, Qilla udah selesai nih. Pulang yuk mau nonton doraemon," ucap Qilla menarik tangan mamahnya sambil berlari menuju mobil.
"Iya sayang, pelan-pelan jalannya," ucap mamah Qilla.
"Ohh iyaa mah, lusa kan teman mamah ulang tahun. Emang siapa yang ulang tahun mah?" tanya Qilla penasaran, mamahnya ini jarang sekali memberikan kado ulang tahun untuk orang lain selain keluarga. Tentu saja Qilla penasaran.
"Lusa itu ulang tahun tante Vanessa sayang," ucap sang mamah.
"Hmm tante Vanessa? kok kayak pernah denger namanya ya," ucap Qilla berpikir.
"Tante Vanessa itu yang kemarin datang ke rumah kita, mamahnya Arsen," ucap mamah Qilla menjelaskan.
"HAH MAMAHNYA ARSEN!?" ucap Qilla kaget, jangan sampai Qilla bertemu dengan sosok pria berwajah galak itu lagi. Bisa kiamat dunia ini.
...***...
...[Beberapa Part di private, follow terlebih dahulu untuk dapat membaca]...
...Jadilah pembaca yang bijak! Mohon maaf bila terdapat kesamaan tokoh, latar dan tempat....
...- 1168 Words -...