
"Apa lo bilang?" tanya Qilla menatap tajam gadis berambut sebahu itu.
"Nope," ucap Hazel sambil menggelengkan kepalanya. Hazel merupakan sosok pemberani, ia tidak takut kepada siapapun. Akan tetapi, ia takut akan satu hal. Seorang Hazel yang terkenal pemberani akan takut jika melihat gadis rupawan dihadapannya ini sedang marah karena hal itu sangat sangat sangat mengerikan. Bahkan untuk membayangkannya saja ia tidak berani.
Mereka pun berjalan memasuki satu-persatu toko yang berada di mall itu, menghiraukan tatapan memuja dari orang-orang yang berlalu lalang. Tanpa membuka masker pun, setiap orang dapat melihat kecantikan dan wibawa yang terpancar dari sosok gadis berusia 15 tahun itu.
Setelah menghabiskan waktu hampir 5 jam untuk berbelanja, mereka duduk di salah satu Cafe yang terkenal disana dan hanya kalangan golongan atas yang dapat memasuki Cafe tersebut dan apakah kalian tahu? Cafe ini telah dibangun oleh Qilla ketika ia berusia 12 tahun. Sangat hebat bukan?.
"Tumben lo belanja banyak, bukannya kata lo cari uang itu susah so use your money wisely," ucap Cella sambil memperagakan gaya bicara Qilla.
"Bukan buat gue," ucap Qilla singkat kelewat santai.
"Hah? terus buat apaan?" tanya Hazel penasaran.
"Ohh gue tau, buat pajangan rumah lo kan pasti?" ucap Cella tersenyum semringah merasa jawabannya tepat sasaran.
"Gue jitak juga pala lo lama-lama," ucap Hazel kesal melihat tingkah laku temannya ini.
"Gue mau pergi," ucap Qilla tiba-tiba.
"Pergi kema- HAH" ucap Cella dan Hazel barengan. Bagaikan tersambar petir, perasaan Cella dan Hazel saat ini campur aduk antara sedih, kehilangan dan tidak rela.
"WHAT?"
"ARE YOU KIDDING ME?"
"ARE YOU SERIOUS RIGHT NOW?"
"THIS IS NOT FUNNY"
"Shut up and listen to me!" ucap Qilla tetap tenang.
"Gue bakal balik lagi tapi gak tau pastinya kapan, lo tau kan kalau gue udah nunggu saat-saat ini dari lama," lanjut Qilla berusaha menjelaskan.
Yaa sebenarnya Qilla memang sering sekali menceritakan tentang kampung halaman dan teman-temannya di Indonesia. Mereka juga tahu bahwa Qilla sudah menantikan saat-saat ini jadi mereka tidak dapat berbuat apa-apa.
"Huhh," Cella menghela napas panjang. Ia tidak rela berpisah dengan Qilla. Sementara Hazel hanya diam tanpa berniat untuk mengeluarkan sepatah kata pun.
Qilla mengulurkan tangannya dan merangkul pundak kedua temannya.
" Hey! walaupun kita dipisahkan oleh benua but we're still best friends," ucap Qilla sambil memeluk kedua sahabatnya erat. Mereka pun membalas pelukan tersebut lebih erat. Sejujurnya Qilla juga tidak rela untuk meninggalkan Hazel dan Cella. Akan tetapi rasa rindunya dengan indonesia dan teman-temannya telah meluap. Sudah 5 tahun mereka berpisah dan sampai detik ini Qilla tidak pernah mendengar kabar dari mereka kecuali berita kesuksesan mereka dari Internet.
Oleh karena itu, bisa dibilang Qilla sangat sangat merindukan mereka. Ia harus pulang.
...***...
Qilla dan kedua orang tuanya pergi menuju bandara, mereka akan berangkat jam 8 pagi. Sementara selama perjalanan Qilla fokus dengan telepon genggamnya sambil sesekali tersenyum aneh, entah apa yang sedang ia lakukan.
Babys Shark (3)
32 New Messages
Cella Toa
WOI
P
P
P
Anybody here
Kacang mahal
Anjerr dikacangin gue
Hazel Beast
Apee
Brisik bgt dah lu
Masih pagi juga
Tobat cell, keburu lu mati
Cella Toa
LU DOAIN GUE MATI!?
KEJAMM BGT KAMU
JAHAT
Hazel Beast
Kaga anjir
Sapa yang doain
Gue cuma kasih saran
QILLLAAA KEMANA LU, temen lu nih udah mulai stress @me
Cella Toa
Mari kita spam\~
Q
L
L
A
QILLLAAAAAAA
WOI
WOI
P
P
@me
@me
@me
^^^Me^^^
^^^What?^^^
Hazel Beast
Gue otw
Cella Toa
2INN
^^^Me^^^
^^^Awas aja telat! gue tinggal^^^
^^^5 menit belum nongol, gue tinggal ^^^
^^^Bye, teman teman tercinta koeh^^^
Hazel Beast
Gue udah nyampe
Cella Toa
Guys, tungguin dong
Asli lah
Gak setia kawan bgt
Ngambek nih gue
@me jangan tinggalin gue pliss huaaaa
Read
Qilla hanya membaca pesan dari Cella tanpa berniat untuk menjawab, sebenarnya dirinya pun belum tiba di Bandara. Memerlukan waktu selama 30 menit lagi untuk sampai di Bandara, ia sengaja berbohong karena Cella selalu datang telat setiap kali mereka janjian. Oleh karena itu, ia berbohong.
Setibanya di bandara Qilla berjalan dengan anggun bak seorang model papan atas, setiap orang yang berlalu lalang tidak dapat melepaskan pandangannya terhadap sosok malaikat yang ada di hadapan mereka. Bahkan ada yang mengambil foto Qilla secara terang-terangan dan Qilla hanya diam saja tanpa berniat untuk membuka suara. Ia sudah terbiasa dengan hal itu, dimanapun ia berada pasti dirinya selalu menjadi pusat perhatian. Terkadang Qilla lelah dengan ini semua akan tetapi orang tuanya selalu mengajarkan untuk selalu bersyukur karena masih banyak orang diluar sana yang bahkan tidak memiliki tubuh yang lengkap. Oleh karena itu, sampai hari ini Qilla selalu memegang setiap ajaran yang diberikan oleh orang tuanya.
"QILLLLAA," teriak seorang gadis sambil melambaikan tangan ke arah dirinya.
Qilla pun berjalan mendekat ke arah mereka kemudian berhenti tepat di hadapan mereka. Ia dapat melihat dengan jelas wajah kedua sahabatnya untuk yang terakhir kalinya. Yaa betul sekali, orang yang dengan tidak tahu malunya berteriak di depan banyak orang adalah..... siapa lagi kalau bukan si toa Cella. Sepertinya urat malunya telah putus.
"Kita udah nungguin lo ampe lumutan tau gak," ucap Hazel kesal, pasalnya yang sering ngaret adalah Cella. Lantas mengapa dirinya harus kena imbasnya juga. Ini sangat tidak adil.
"Sorry my honey bunny sweety," ucap Qilla menggoda sahabatnya itu sambil memeluknya erat, sifat Qilla memang aneh. Kadang dingin namun kadang juga sangat menyebalkan. Apakah Qilla memiliki 2 kepribadian? bisa jadi.
"Anjirr gak usah peluk peluk napa, najis," ucap Hazel cemberut, ia paling tidak suka bila ada seseorang yang memeluk dirinya. Si gadis anti peluk.
Tanpa memperdulikan ucapan gadis berambut sebahu itu, Qilla malah terus merapatkan tubuhnya ditambah lagi dengan Cella yang dengan tiba-tiba ikut memeluk mereka dari belakang. Terjadilah aksi peluk memeluk macam Teletubbies.
Hazel hanya bisa pasrah dan menggerutu dalam hati.
"Love you guys," ucap mereka bertiga secara bersamaan.
Qilla dan keluarga memasuki pesawat dengan langkah pasti, kemudian duduk di salah satu kursi penumpang. Ia mengarahkan pandangannya ke arah jendela pesawat, melihat pemandangan Canada sebelum ia meninggalkan negara yang telah mengasuh dirinya selama 5 tahun terakhir ini.
"Selamat tinggal Canada, terima kasih telah membuat hari-hariku yang melelahkan menjadi hari yang menyenangkan,"
"Untuk teman-temanku tercinta, Cella dan Hazel. Thank you for being a good friends to me, I'll miss you guys,"
...***...
...Halooo semuaa! pliss gaiss jadilah pembacaa yang baik dan berbudi luhur WKWKWKWK. ...
...Sedihh puoll! sepii bangett tapii gapapaa. Semangatt kaliann<3...
...- 1048 Words -...