RAQILLA

RAQILLA
CHAP 38 - HYADES VS QILLA



Pertarungan sengit antara Qilla dan Hyades terjadi hari ini, tepatnya pada tanggal 2 September. Hal ini perlu kita abadikan karena setelah sekian lama, kita dapat menyaksikan kehebatan Hyades dalam bermain basket. Selain itu, sebagai pendatang baru yang bernama lengkap Raqilla Sequoia Aurora Rossler akan menunjukkan kemampuannya dalam bermain basket. Apakah sang pendatang baru ini dapat mengalahkan seorang kapten basket Sequoia International High School? mari kita saksikan pertandingan bersejarah hari ini.


Begitulah kira-kira perkataan seorang pria yang berada diatas podium, ia menggunakan toa agar suaranya dapat terdengar lebih keras.


Entah bagaimana ceritanya sehingga saat ini lapangan basket sudah penuh dengan siswa/i Sequoia International High School bahkan guru pun tidak ingin ketinggalan pertandingan bersejarah ini. Ini kesempatan yang langka bagi mereka untuk dapat masuk ke dalam lapangan legendaris itu, dimana hanya tamu terhormat yang dapat memasuki lapangan tersebut.


"Itu Qilla kan?" tanya seorang gadis, melihat temannya berdiri di tengah lapangan sambil menggiring bola basket.


"DEMI APAPUN ITU QILLA WOI,"ucap gadis berambut pirang, siapa lagi kalau bukan Cella dan Hazel.


"GILAAAA QILLA MAIN BASKET," lanjutnya.


"AAAAA KEREN ABIS TEMEN GUE," teriak Cella histeris, pasalnya setelah kembali dari Canada. Ia jarang sekali melihat Qilla bermain basket. Padahal tanpa mereka sadari, di rumah Qilla terdapat lapangan basket dan hanya Qilla yang memiliki akses masuk ke lapangan tersebut.


"AHHHHH HYADES SEMANGAT SAYANG"


"GILAAAAA"


"MIMPI APA GUE SEMALEM"


"AAAAAA MAU PINGSANN"


"CAKEP BANGETT TOLONG"


"ANJERRR ITU MANUSIA?!"


Teriakan kaum hawa yang memekakkan telinga membuat Cella dan Hazel kesal.


"WOI, BISA DIEM GAK ANJ*NG?" ucap Hazel mengeluarkan semua unek-uneknya sambil menatap mereka tajam, saat ini ia akan memakai mode Qilla ketika marah.


Melihat tatapan Hazel membuat mereka meringkuk ketakutan, auranya sangat menyeramkan.


Wush


Bola masuk ke dalam ring dengan sempurna, "WOOOOOO HYADES," seluruh podium meneriakkan nama Hyades. Bahkan ada yang sampai pingsan ditempat akibat pesona yang dimiliki oleh pria berwajah dingin itu. Skor saat ini 2 : 2, dimana kedua pemain memiliki skor seri.


"Get ready, my future wife," bisik Hyades tepat di telinga Qilla sehingga membuat sang empunya tubuh mungil itu tidak fokus. Alhasil, Hyades mengambil bola yang berada di tangan Qilla dan berlari ke arah ring kemudian loncat dann...


Wush


"HYADES HYADES HYADES"


"WOOOOO SUAMIKUU"


"AAAAAA GANTENG BANGET"


"KERINGATNYA KECIUM SAMPE SINI"


"SEMANGAT SAYANGG"


Begitulah teriakan kaum hawa, sepanjang pertandingan teriakan itu terus menggelegar. Sepertinya pesona seorang Hyades memang tidak terkalahkan.


Tidak mau kalah dengan para penggemar Hyades, kaum adam pun menyerukan nama Qilla dengan kencang. Sehingga terjadilah aksi sahut menyahut antara penggemar Hyades dan penggemar Qilla. Walaupun Qilla merupakan anak baru, ia memiliki penggemar yang sangat banyak.


"QILLA QILLA"


"SEMANGAT HONEYY"


"YOU CAN DO IT"


"BIDADARIKUU SEMANGATTT"


Kira-kita seperti itulah teriakan kaum adam yang menyerukan nama Qilla tanpa henti membuat sang empunya nama tidak fokus selama pertandingan. Telinga Qilla sangat sensitif, oleh karena itu ia sangat membenci keributan.


Qilla memejamkan matanya berusaha untuk tetap tenang, dengan begitu ia akan memperoleh kemenangan.


"Come on Qilla, you can do it!" ucap Qilla menyemangati dirinya sendiri, ia tidak akan kalah dengan Hyades.


Detik-detik terakhir pertandingan, Qilla akan menunjukkan kemampuannya yang sebenarnya. Ia tidak menyangka bahwa, lawannya kali ini cukup kuat. Ia salah karena telah meremehkan seorang Hyades.


Qilla tersenyum miring ketika melewati Hyades yang sedang menggiring bola menuju ring. Ketika Hyades melompat, sepertinya akan mencetak skor kembali. Akan tetapi tiba-tiba...


Bukk


"QILLA QILLA QILLA," seluruh kaum adam menyerukan nama Qilla lebih keras lagi.


Gadis bertubuh mungil itu berhasil menghalangi serangan Hyades dan membalikkan keadaan. Posisi sekarang adalah Qilla yang memegang bola sementara Hyades berusaha mendapatkan bola tersebut. Sepertinya kedua pemain memiliki kekuatan yang sama, jangan meremehkan Qilla walaupun ia perempuan.


Wush


Gadis mungil itu berhasil mendapatkan three points, Qilla mengarahkan pandangannya ke arah Hyades kemudian tersenyum miring seolah-olah ingin mengatakan bahwa tidak ada yang dapat mengalahkan seorang Qilla. Sementara pria itu membeku, masih dalam keadaan terkejut akibat kejadian tadi. "Udah mulai berani ya, baby girl," ucap Hyades dalam hati, ia akan membuat Qilla memohon tanpa ampun karena telah mengacak-acak hatinya.


Mari kita lihat perolehan skor saat ini.


Qilla mendapatkan skor 16


Hyades memperoleh skor 15


JADI PERTANDINGAN BASKET KITA HARI INI DIMENANGKAN OLEH SANG PENDATANG BARU DARI KELAS DIVINITY, QILLA.


"WOWOWOWOOWOWOW QILLAAA"


"WE LOVE YOU!"


"QILLA QILLA QILLA"


Seluruh podium dipenuhi dengan sorak-sorai atas kemenangan Qilla, pasalnya tidak ada seorang pun yang pernah mengalahkan Hyades dan hari ini Qilla telah membuktikan bahwa perempuan itu tidak lemah. Bukan hanya pria saja yang dapat bermain basket, wanita juga bisa.


"Liat aja lo nanti," ucap seseorang menahan amarah yang sedari tadi ia pendam.


Hyades menghampiri Qilla kemudian mengatakan sesuatu yang membuat gadis itu terdiam, "That's my girl," ucap Hyades kemudian mengecup pipi Qilla singkat.


"OHH MY GOSH HYADES SO SWEET BANGET"


"CENTIL BANGET ITU CEWEK"


"L*NTE DASAR MURAHAN"


"WUUUU HYADES GAK PANTES SAMA LO"


"COUPLE GOALS KITAAA"


"GILAA SECAKEP APA ANAKNYA NANTI"


Ada hujatan dan juga pujian untuk kedekatan Qilla dan Hyades, beberapa dari mereka menolak dengan tegas dan ada juga yang merestui hubungan keduanya. Lantas apa hubungan mereka berdua sebenarnya? penasaran bukan? tentu saja hanya sebatas teman masa kecil. Belum ada pernyataan secara resmi dari Hyades maupun Qilla sehingga kita hanya dapat berspekulasi.


Qilla merasa ada yang aneh dengan pertandingan tadi, apakah Hyades sengaja mengalah? ini sangat tidak biasa. Ia tahu bahwa kemampuan basket Hyades tidak dapat dikalahkan, lalu apa tujuan Hyades yang sebenarnya?


Hyades berlalu pergi dari lapangan basket tersebut sementara Qilla hanya menatap punggung Hyades yang semakn menjauh dengan penuh tanda tanya.


"QILLAAAA KEREN ABIS GILE," ucap Cella buru-buru berlari menghampiri temannya itu.


"TEMENN GUE TERDEBEST," lanjutnya.


"Gue ngerasa ada yang aneh," ucap Hazel tiba-tiba, ia percaya Qilla pun merasakan hal yang sama.


"Hah? apanya yang aneh?" tanya Cella berpikir keras.


"Gue juga," ucap Qilla, ia merasa ada sesuatu hal yang salah dengan pertandingan tadi.


"EHH WOI QILLA JADI TRENDING LAGI DI TWEET," teriak Cella heboh.


"Hyades dikalahkan oleh pendatang baru," ucap Cella membacakan salah satu topik pencarian terpanas di twitter.


"Hyades Vs Qilla"


"Kemampuan basket sang pendatang baru tidak tertandingi"


"Hyades dikalahkan oleh seorang perempuan," lanjut Cella.


Qilla berpikir dengan otak cerdasnya, apa yang sebenarnya terjadi? mulai dari Hyades mengajaknya bertanding basket kemudian podium yang dipenuhi oleh siswa/i dan guru yang seharusnya tidak dapat masuk ke dalam lapangan basket kecuali mendapatkan ijin dari salah satu tamu terhormat. Terakhir, berita Hyades dan dirinya yang menjadi topik terpanas saat ini.


Gadis itu menyadari sesuatu, ia bergegas mencari Hyades untuk memastikan apakah yang ia pikirkan itu benar adanya atau hanya dugaan saja.


Brak


Pintu ruang OSIS terbuka dengan keras, dibalik pintu tersebut terdapat seorang pria yang sedang duduk santai di kursi kekuasaannya.


"Gue butuh penjelasan," ucap Qilla menatap Hyades tajam, penuh intimidasi.


- 1144 Words -