
Seorang gadis melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata, melewati setiap mobil dan motor yang menghalangi jalannya. Sesampainya di sebuah tempat dimana semua hal buruk itu terjadi. Walaupun begitu, banyak sekali kenangan di tempat ini. Sudah lama sekali Qilla tidak mengunjungi tempat ini, mungkin hari ini adalah saat yang tepat.
Ia tiba di suatu tempat yang familiar, tempat tersebut adalah rumah pohon. Tempat dimana kejadian itu terjadi, entah mengapa kakinya mengarahkan Qilla ke tempat ini. Gadis itu duduk di tepi danau, menatap danau tersebut dengan tatapan kosong. Yaa.. dari tempat inilah semua bermula. Mulai dari pertengkaran Hyades dan Arsen sampai ia harus pergi ke luar negeri untuk berobat.
"Sendiri?" ucap seseorang sambil menepuk bahu Qilla.
Qilla menoleh ke samping melihat dengan jelas, siapa orang tersebut. Pasalnya hanya mereka berlima yang mengetahui tempat ini. Apakah Hyades? Kiev? Arsen? atau Faren? ahh tidak mungkin Faren.
Dugaan Qilla salah total. Orang yang Qilla anggap tidak mungkin datang ke tempat ini justru sekarang berada di hadapannya.
"Kenapa? kaget gue ada disini?" tanya Faren tertawa ringan.
"Gak," ucap Qilla sambil menggelengkan kepalanya, meskipun saat ini ia benar-benar terkejut melihat kehadiran Faren.
"Lo gak berubah dari dulu, tetap Qilla yang gue kenal," ucap Faren tersenyum tipis. Sejujurnya ia sangat rindu dengan persahabatan mereka dulu. Namun, mamahnya melarang dirinya untuk berteman dengan Qilla oleh karena itu ia selalu berbuat jahat dengan gadis itu. Akan tetapi beberapa hari yang lalu, kedua orang tuanya mengalami kecelakaan sehingga meninggal ditempat. Hal itu membuat Faren merasa sangat terpuruk dan di hari yang sama Qilla datang membantunya tanpa ragu ketika tidak seorang pun datang menolongnya.
Apakah kalian masih ingat kejadian dimana Faren ditunjuk oleh Mr.Snape untuk mengerjakan test (cHapter 43 - HARI TERAKHIR )? tepat dihari itu kedua orang tuanya meninggal, namun tidak seorang pun tahu akan hal itu. Hanya Qilla yang selalu ada untuknya, mulai hari ini ia berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Ia akan selalu ada untuk gadis bertubuh mungil itu.
"Thanks," ucap Faren menatap lurus danau yang berada dihadapannya.
"Buat?" tanya Qilla bingung, pasalnya ia tidak berbuat apa-apa dan secara tiba-tiba Faren mengucapkan terima kasih. Sangat aneh.
"Semuanya," ucap Faren tersenyum senang, Qilla semakin bingung melihat sikap misterius gadis itu.
Qilla mengalihkan pandangannya ke arah rumah pohon yang berada tepat di samping danau, ia pasti akan merindukan tempat ini. Apakah suatu saat ia masih dapat melihat tempat ini? semoga saja.
"Lagi ada masalah?" tanya Faren memecah keheningan. Sedari dulu Qilla memang tidak dapat menyembunyikan apapun dari gadis berambut blonde itu.
Qilla hanya mengangguk kaku mengiyakan perkataan Faren. Sejujurnya ia kaget ketika mendengar pertanyaan Faren, bagaimana bisa gadis itu dapat mengetahui bahwa ia sedang memiliki masalah dengan begitu mudahnya? ia pikir Faren masih marah dengannya, entah apa yang telah ia lakukan sehingga membuat Faren marah.
"Gue mau pergi," ucap Qilla menunduk sedih. Sementara Faren tidak mengucapkan sepatah katapun, setia menunggu kelanjutan dari perkataan Qilla. Walapun saat ini, matanya memanas mendengar 3 kata yang keluar dari mulut Qilla.
"Grandma kritis," lanjutnya tak kuasa menahan tangis.
Faren mendekatkan dirinya kearah Qilla kemudian mendekapnya erat, "Everything will be fine," ucap Faren berusaha menenangkan sahabatnya itu.
"Gue tunggu lo pulang," ucap Faren mengusap punggung Qilla, menghibur sahabatnya itu. Walaupun saat ini ia ingin menangis kencang, mengapa disaat ia ingin memulai lembaran baru ada saja masalah yang datang?
"Awas aja lo dapat teman baru," ancam Qilla.
"Tergantung sih, kalo lo pulangnya lama. Yaa...gue cari yang lain," ucap Faren menggoda sahabatnya itu.
"Dih najis," ucap Qilla memutar bola matanya malas.
Akhirnya ada satu hal baik yang terjadi dalam hidup Qilla pada hari ini.
***
Hari ini adalah hari dimana Qilla harus meninggalkan kota tempat kelahirannya, meninggalkan teman-temannya, semua kenangan yang ada di tempat ini.
"Sudah siap sayang?" tanya sang mamah menatap anaknya sendu, ia tahu bahwa ini adalah sesuatu yang berat bagi putrinya itu.
"Udah mah," ucap Qilla tersenyum lembut, berusaha mengatakan kepada mamahnya bahwa dirinya baik-baik saja.
"Kalau sudah siap semua, kita segera berangkat." ujar sang papah.
Beberapa menit kemudian, mereka telah sampai di bandara paling terkenal di Indonesia, Bandara International Soekarno Hatta.
Gadis itu melihat sekelilingnya, ia berharap dapat melihat teman-temannya untuk yang terakhir kali. Namun, sepertinya mereka tidak akan datang. Lagipula, mereka tidak tahu bahwa hari ini adalah kepergian Qilla. Ia tidak sanggup memberitahukan hal ini kepada mereka.
"Mereka gak mungkin datang," ucap Qilla menunduk lesu.
"Sayang, pesawat sudah mau berangkat," ucap mamah Qilla mengelus kepala sang anak.
Qilla mengangguk pelan kemudian melangkah masuk-
"QILLAAAAA," teriak seseorang dengan suara yang sangat kencang sambil berlari menghampiri gadis itu.
Gadis itu membalikkan badannya kaget melihat teman-temannya yang sudah berdiri dihadapannya. Namun, yang lebih mengejutkannya lagi adalah Cella dan Hazel juga ada disana. Hal ini membuat Qilla sangat bahagia. Apakah mereka telah memaafkan dirinya?
"ANJIRR LO! KOK GAK BILANG-BILANG MAU PERGI," ucap Cella kesal melihat kelakuan temannya ini.
"Gue belum maafin lo," ucap Hazel memalingkan wajahnya.
Qilla hanya tersenyum melihat kelakuan kedua temannya itu.
Arsen mendekat ke arah Qilla kemudian mengusap kepalanya lembut bak seorang kakak,"cepat pulang," perintah Arsen. Sementara, Qilla hanya mengangguk pasti sambil menunjukkan senyuman manisnya.
"AAAAAAAA GUE GAK MAU LO PERGI," ucap Kiev memeluk Qilla erat, ia sudah menganggap Qilla seperti saudara kandungnya sendiri.
"Gue pasti pulang," ucap Qilla mengusap lembut punggung Kiev sambil tersenyum tipis.
"Awas lo gak balik lagi! gue bawa bom ke rumah lo," ancam Kiev.
"Bawa aja kalo berani," ucap Qilla menjulurkan lidahnya.
"Berani lah," ucap Kiev menantang.
"Udah anjir," ucap Faren berusaha melerai mereka berdua, pasalnya jika terus dibiarkan seperti ini maka pasti akan terjadi perang dunia ke-tiga.
"Pesawat lo udah mau berangkat," ucap Hazel ketus.
Qilla mengalihkan pandangannya ke arah gadis berambut sebahu itu dengan tatapan sendu kemudian memeluknya erat. Ia tahu bahwa Hazel paling tidak suka dipeluk. Namun, kali ini Qilla tidak dapat menahan dirinya untuk memeluk gadis itu.
"Maaf," ucap Qilla lirih.
"Gue gak terima maaf lo, ucapkan itu setelah lo pulang," ucap Hazel membuang muka, ia sangat sedih ketika mendengar kabar bahwa Qilla akan pergi. Qilla adalah teman pertamanya. Disaat semua orang mengabaikan dirinya, hanya Qilla yang ingin berteman dengannya.
"Gue pasti pulang," ucap Qilla menguraikan pelukannya.
"Sweetie, c'mon," ucap papah Qilla memanggil dirinya untuk segera masuk.
Ting
Qilla mengeryitkan dahinya bingung, ia pun membuka postingan tersebut.
10.355.788 likes
officialdivinityschool SAFE FLIGHT OUR QUEEN! WE LOVE YOU! @raqillaSequoia_rsl
(View all 400k comments)
officialfanbaseraqilla OH MY GOSHH QUEEN! I CRY
kiev_gavrielnic PULANG GAK LO!
revanterjtakep Cakep banget cewek gue
cellaaisley mana mau Qilla sama lo @revanterjtakep
hazellamichelle Lo utang maaf sama gue
arsenio.nathanie1 Safe Flight babe!
dinacantikbanget_ AAAA QUEENN
alvarosaputraaa Cantik!
kez1o_hans5l KAU BIDADARI JATUH DARI SURGA
kez1o_hans5l TEPAT DI HATIKUU EAAA
alvarosaputraaa Bacot!
officialsequoiaInternational_hs Safe Flight Queen
raqillasequoia_rsl Thank you semuaa!
Qilla tersenyum haru melihat postingan itu. Gadis itu melihat satu persatu wajah mereka, merekam di dalam pikirannya. Saat ini, di hadapan Qilla ada Cella, Hazel, Kiev, Faren dan Arsen. Apakah Hyades tidak datang? padahal ia sangat menantikan kedatangan Hyades.
Setelah dirasa cukup, Qilla membalikkan badannya kemudian berlalu pergi meninggalkan mereka yang sedari tadi menatap sendu dirinya. Bahkan, Kiev dan Cella tak kuasa menahan tangi melihat kepergian gadis itu.
"I will be waiting for you, baby girl," ucap seorang pria dari kejauhan, ia tidak dapat melepaskan pandangannya dari Qilla yang semakin menjauh. Jika kalian menebak bahwa pria itu adalah Hyades, maka tebakan kalian benar. Sebenarnya ia ingin sekali memeluk gadis itu namun ia tidak sanggup untuk menerima kepergian Qilla untuk yang kedua kalinya. Hyades takut dirinya justru akan menghambat kepergian gadis itu
...***...
Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Tak terasa sudah 3 tahun berlalu sejak Qilla meninggalkan kota kelahirannya dan tepat di hari terakhir pada bulan terakhir sebelum pergantian tahun Qilla menginjakkan kakinya kembali di kota ini. Tempat yang memiliki banyak sekali mengukir kenangan indah di hati Qilla. 2 tahun yang lalu, grandma Qilla meninggal dan sekarang grandma sudah tenang di surga. Grandma tidak akan merasakan sakit lagi, grandma pasti bahagia.
Qilla menghela napas kasar kemudian melangkah pasti masuk ke dalam sebuah restoran ternama di jakarta. Hari ini ia akan melakukan reuni bersama dengan teman-temannya, Qilla sangat tidak sabar untuk bertemu dengan mereka. Akhirnya hari yang telah ditunggu-tunggu telah tiba.
Ting
Telepon genggam Qilla berbunyi, ia pun melihat nama mamahnya tertera di layar Hp. Qilla pun membuka pesan dari mamahnya, mungkin saja itu adalah pesan yang sangat penting.
Bruk
Tanpa sadar Qilla menabrak dada bidang seorang pria sehingga sebuah benda terjatuh dari tangan pria itu. Ia mengambil barang tersebut kemudian,"Saya minta maaf-
Nafasnya tercekat setelah melihat pria yang berdiri dengan gagah di hadapannya ini, kakinya lemas melihat wajah rupawan itu. Ia sangat sangat merindukan pria ini. Oh God! rasanya Qilla ingin masuk ke dalam pelukan pria itu.
"Long time no see, baby girl," bisik pria itu tersenyum miring.
END
Haloo teman-temann semuaa! aaaa senang banget akhirnya cerita pertamaku selesai juga. Maaf banget kalau endingnya gak sesuai dengan ekspektasi kalian... maaf yang sebesar-besarnya.
Akuu akan buat kelanjutan dari kisah Qilla tapii ituu tergantung dari antusias kaliann! Kalau kaliann emang suka sama cerita ini, pleasee vote and comment.
Sekiann terimaa kasihh, salam dari author untuk kalian para pembacaku!
...***...
FOLLOW :
@sesa_putrii (untuk info lebih lanjut)
@raqillasequoia_rsl
@arsenio.nathanie1
@hyadeshealvito
@kiev_gavrielnic
@farenscaaaaaaa
@cellaaisley
@hazellamichelle
@alvarosaputraaa
@kez1o_hans5l
@revanterjtakep
- 1246 Words -