RAQILLA

RAQILLA
CHAP 44 - KEMENANGAN



Attention please! seluruh siswa/i berkumpul di aula karena perlombaan akan dimulai sebentar lagi. Mohon hadir tepat waktu, bagi siswa/I yang terlambat akan kami diskualifikasi. Thank you for your attention!


Terdengar suara seseorang dari balik speaker yang mengatakan bahwa seluruh peserta didik diharapkan untuk segera menuju aula.


Setiap siswa/i berbondong-bondong menuju aula, begitupun dengan Qilla beserta teman-temannya. Mereka dapat melihat bahwa saat ini aula telah dipenuhi dengan siswa/i Sequoia International High School dengan bapak dan ibu guru yang sudah berada diatas mimbar. Sepertinya perlombaan kali ini akan mengejutkan kita semua.


"Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua, selama 29 hari terakhir anak-anak sekalian telah berjuang dan berusaha. Tepat hari ini di tanggal 30 Oktober, kita akan melakukan test untuk menguji sejauh mana pemahaman dan kita akan melihat kelas terbaik yang berhak menjadi juara. Saya yakin kalian telah mempersiapkan yang terbaik, oleh karena itu saya mewakili para guru merasa bangga dengan perjuangan kalian. Perlombaan resmi dibuka!" kepala sekolah aka kakek Qilla memberikan sambutan hangat kepada para peserta didik.


Prok Prok Prok


Seisi ruangan bertepuk tangan menyambut dengan meriah. Selain para guru dan kepala sekolah, para donatur pun ikut memeriahkan acara. Hal itu membuat para peserta didik semakin gugup, begitu pula dengan Qilla. Kedua orang tuanya merupakan donatur terbesar, oleh karena itu tidak mengherankan lagi papah dan mamahnya hadir.


"Qillaaaaa gueee takutttt aaaaa," ucap Cella, ia sangat gugup.


"Gue juga anjirr," ucap Hazel melihat sekelilingnya, terlihat bahwa siswa/i lain sedang bersiap.


"We can do it!" ucap Qilla memberikan semangat kepada kedua temannya, yaa walaupun saat ini pun Qilla juga merasa gugup. Akan tetapi ia dapat mengatasi hal itu.


Peserta didik diharapkan duduk di kursi yang telah disediakan, perlombaan akan dimulai dalam 5 menit.


Satu persatu siswa/I mulai duduk di kursinya masing-masing, begitu pula dengan Qilla dan kedua temannya.


Setelah para guru memastikan seluruh siswa/i telah duduk di tempatnya masing-masing, mereka mulai membagikan soal kepada para peserta didik. Waktu untuk mengerjakan soal tersebut adalah 3 jam, Terdapat 200 soal yang perlu mereka kerjakan. Setiap bidang terdiri dari 20 soal.


Berikut daftar jumlah soal beserta bidang yang diperlombakan (BABAK 1) :




Business Management (tertulis) : 20 soal




School of Government (tertulis) : 20 soal




Humaniora (tertulis) : 20 soal




School of Engineering & Applied Sciences (tertulis) : 20 soal




Divinity School (tertulis) : 20 soal




School of Design (tertulis) : 20 soal




Arts & Sciences (tertulis) : 20 soal




Medical Science (tertulis) : 20 soal




Sports Science (tertulis) : 20 soal




Computer Science and Information Technology (tertulis) : 20 soal




Lantas apa yang membedakan perlombaan tahun ini dengan tahun lalu? tahun lalu ada beberapa bidang yang dibedakan dan dilakukan secara praktik seperti Sports Science, Computer Science and Information Technology dan School of Design. Namun ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa hal itu tidak adil bagi seluruh siswa. Tentu saja ketiga jurusan itu yang akan menang setiap tahun bila menggunakan cara yang sama. Oleh karena itu, setelah berunding para dewan memutuskan untuk membuat ujian tertulis secara merata.


2 Jam kemudian


"Bagi siswa/i yang telah menyelesaikan test, dapat menekan tombol submit yang ada di layar komputer. Nilai akan langsung keluar bersamaan dengan tombol submit ditekan dan nilai tersebut akan dilampirkan di layar monitor yang berada di hadapan saya," ucap salah seorang guru wanita sambil.


Beberapa siswa/i sudah menyelesaikan test tersebut, begitupun dengan Qilla. Gadis itu telah menyelesaikan testnya tanpa ada kesulitan. 200 soal ia kerjakan sampai habis hanya dalam kurun waktu 1 jam. Namun, daripada mengumpulkan jawaban dan menjadi pusat perhatian. Qilla lebih memilih untuk duduk bersantai sambil mengamati siswa/i lain yang sedang mengerjakan test dengan penuh konsentrasi.


Ting Ting Ting Ting


Suara dari layar monitor memenuhi ruangan, hal ini menandakan bahwa sudah ada siswa/i yang mengumpulkan jawaban. Berikut perolehan peringkat sementara :




Computer Science and Information Technology : 868




School of Engineering & Applied Sciences : 765




Medical Science : 755




Divinity School  : 754




Business Management : 732




School of Government : 649




Humaniora : 647




School of Design : 630




Arts & Sciences : 599




Sports Science : 555




Ting Ting




Computer Science and Information Technology : 868




Divinity School  : 845




School of Engineering & Applied Sciences : 788




Business Management : 780




Medical Science : 755




School of Government : 649




Humaniora : 647




School of Design : 630




Arts & Sciences : 599




Sports Science : 555




"Hal menakjubkan telah terjadi, Divinity School naik 2 tingkat hampir menyamai Computer Science and Information Technology. Apakah Divinity School akan memenangkan perlombaan kita hari ini? ataukah sang juara bertahan mampu mempertahankan posisinya," ucap guru tersebut bak seorang reporter bola.


Semua orang kaget melihat perkembangan pesat yang ditunjukkan oleh kelas dengan peringkat terbawah itu, ada beberapa orang yang tidak percaya akan hal itu. Mereka berkata bahwa murid dari Divinity School pasti telah menyuap salah seorang guru. Apakah hal ini masuk akal? tentu saja tidak, setiap guru sudah mendapatkan peringatan keras mengenai hal itu. Oleh karena itu, sangat tidak masuk akal bila seorang murid menyuap guru. Hal itu tidak akan pernah terjadi di Sequoia International High School.


45 menit telah berlalu, siswa yang belum mengumpulkan dapat dihitung dengan jari. Beberapa dari mereka masih mengerjakan dengan penuh konsentrasi, tidak dengan Qilla. Gadis itu malah asik dengan dunianya sendiri tanpa memperdulikan tatapan remeh yang ditujukan kepadanya.


Ting Ting


1.Computer Science and Information Technology : 900


2.Divinity School  : 900


3.School of Engineering & Applied Sciences : 867


4.Business Management : 823


5.Medical Science : 790


6.School of Government : 759


7.Humaniora : 647


8.School of Design : 630


9.Arts & Sciences : 599


10.Sports Science : 555


"Wowww sebuah keajaiban, Computer Science and Information Technology dan Divinity School mendapatkan nilai yang sama. Tersisa 2 murid yang belum mengumpulkan jawabannya, mari kita lihat siapakah yang akan keluar sebagai juara pada perlombaan tahun ini," ucap guru wanita itu, sebut saja namanya Ms.Clarissa.


Ting


"Lagi dan lagi Hyades mendapatkan nilai sempurna sehingga saat ini kelas Computer Science and Information Technology memimpin dengan perolehan skor 1000," ujar Ms.Clarissa dengan semangat menggebu-gebu. Perlombaan kali ini lebih menarik dari perlombaan-perlombaan sebelumnya.


"Ahhh kita udah pasti kalah," ucap Anggi menunduk lesu, salah seorang murid dari Divinity School. Pasalnya tidak seorang pun yang bisa mengalahkan skor Hyades.


"C'mon Qilla, you can do it!" ucap Hazel dalam hati. Ia yakin Qilla dapat membalikkan keadaan.


"Udah lah, gak mungkin menang," ucap salah seorang murid pria sambil melihat perolehan skor kelas mereka yang sudah tertinggal jauh.


"Gak, Qilla pasti bisa," ucap Cella memberikan harapan kepada teman-temannya.


"Seharusnya kita semangatin Qilla, bukannya kayak gini," lanjutnya kesal melihat teman-temannya yang sangat pesismis itu.


Mereka mengingat kembali perjuangan Qilla agar kelas ini membawa kemenangan.


Flashback On


"Kalian udah rekam kan?" tanya Qilla menatap satu persatu teman-temannya.


"Ini hasil rekaman dari kelas Business Management"


"Ini dari School of Design"


"Hasil rekaman dari kelas Medical Science"


"Ini udah gue rekam"


Begitulah ucapan beberapa murid kemudian memberikan hasil rekaman tersebut kepada Qilla. Walaupun mereka tidak tahu apa yang akan Qilla lakukan namun mereka percaya dengan gadis itu.


"Sekarang kita mulai dari kelas yang paling gampang dulu, Business Management. Gue mau kalian dengar rekaman ini, setelah itu baru gue jelasin," ucap Qilla kemudian memutar sebuah rekaman.


Yaa itu adalah rencana Qilla, alih-alih mencatat. Qilla lebih memilih untuk mengajarkan kepada mereka satu persatu melalui sebuah rekaman karena ia yakin manusia akan lebih mudah untuk mengerti ketika mendengar dibandingkan membaca. Oleh karena itu, ia menggunakan metode ini.


"Sekarang gue jelasin, jadi kata bisnis bisa berarti organisasi/perusahaan yang menjual jasa atau produk kepada konsumen. Nah berdasarkan makna awal 'seni melaksanakan dan mengatur' ini maka beberapa ahli memiliki pendapat yang berbeda-beda tentang pengertian manajemen bisnis.Misalnya saja dari pendapat Ricky W. Griffin yang berpendapat bahwa manajemen bisnis adalah sebuah proses yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian dan pengendalian sumber daya untuk mencapai target dan tujuan bisnis secara efektif dan efisien. Sedikit hampir sama dengan pendapat yang dikemukakan oleh Henry Fayol yang mengatakan bahwa manajemen bisnis merupakan sebuah disiplin ilmu yang didalamnya ada fungsi dan gagasan utama seperti merencanakan, memerintah, mengorganisir, mengontrol dan mengkoordinir. Ada juga pendapat yang dikemukakan oleh George R Terry yang maknanya kurang lebih mirip yaitu pengertian manajemen bisnis adalah suatu proses yang khusus yang di dalam proses tersebut ada tindakan-tindakan yang berupa perancangan, pengorganisasian, penggerakan, dan kontrol/pengawasan. Semua proses yang berisi tindakan-tindakan ini nantinya ditujukan untuk menentukan dan mencapai target yang yang telah ditentukan tersebut dengan memanfaatkan sumber daya manusia (SDM) dan sumber-sumber pendukung lainnya. Dari beberapa pendapat para ahli tersebut kita dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa manajemen bisnis adalah sebuah proses tertentu untuk merencanakan, mengarahkan, mengorganisir dan mengontrol semua kegiatan tersebut agar target-target bisnis yang dicanangkan sejak awal dapat tercapai dengan sempurna. Semua target dari perusahaan tersebut bisa dicapai dengan memanfaatkan segala sumber daya yang ada seperti sumber daya manusia (SDM) dan lain-lain," Jelas Qilla panjang x lebar x tinggi, sepertinya ia memang cocok menjadi seorang guru.


"Paham?" tanya Qilla menatap teman-temannya.


Sementara mereka menatap satu sama lain menandakan bahwa mereka belum paham dengan penjelasan Qilla.


Gadis itu menghela napas panjang, "Oke gue jelasin sekali lagi pakai ilustrasi," ujar Qilla mengambil spidol, mengganti metode yang cocok untuk teman-temannya.


Ia menuliskan sesuatu di papan tulis kemudian menjelaskan lagi secara rinci kepada teman-temannya.


"Paham?" tanya Qilla dan seisi kelas mengangguk serentak. Gadis itu tersenyum puas.


Begitulah metode yang Qilla lakukan selama 29 hari agar teman-temannya dapat memahami semua materi yang diujikan.


Flashback Off


Jika diingat-ingat kembali, bagaimana perjuangan seorang Qilla untuk sampai dititik ini membuat mereka terkagum akan semangat gadis mungil itu. Benar apa kata Cella, seharusnya mereka tidak bersikap seperti ini.


"QILLA QILLA QILLA," ucap seluruh murid Divinity School menyemangati Qilla.


"SEMANGATT QILLA," padahal tanpa semangat dari mereka pun, Qilla dapat menyelesaikan test ini dengan mudah. Namun, tidak ada salahnya menghargai perjuangan mereka.


Ting


"Saya mengucapkan selamat kepada-


- 1707 Words -