Phoenix: Rules Of The Harem

Phoenix: Rules Of The Harem
Bab 7: Perayaan Kedewasaan, Menyelinap Keluar Istana Sebagai Pria



Sama seperti perayaan kedewasaan para putri Kekaisaran Shao sebelumnya, kali ini perayaan kedewasaan Ling Mei juga akan dilakukan secara besar-besaran. Sebuah perjamuan besar akan dilaksanakan dengan para keluarga bangsawan besar Kekaisaran Shao dan pejabat-pejabat istana beserta keluarga mereka sebagai tamu undangannya. Ditambah dengan adanya keluarga kekaisaran yang mengikuti perjamuan, itu menunjukkan posisi Ling Mei sebagai putri sah kekaisaran secara tidak langsung.


Hari ini adalah hari perayaan kedewasaan Ling Mei dilaksanakan, dalam beberapa jam lagi perjamuan akan dimulai. Semua anggota keluarga inti kekaisaran baik itu wanita dan pria, permaisuri agung hingga para selir resmi tinggi kekaisaran akan datang untuk merayakannya. Bahkan jika Shao Ling Mei adalah putri yang cacat mental dan bodoh, dengan seluruh kekuatan yang dia miliki di belakang punggungnya, suka atau tidak, orang-orang serakah itu berpikir akan mendapatkan keuntungan dan dilihat oleh Permaisuri Agung dengan berpura-pura menyukainya. Sayangnya mereka tidak cukup mengerti, sekeras apa pun mereka berusaha untuk menjilat, hal itu tidak akan pernah berguna untuk mereka.


Ling Mei merasa hari ini istana jauh lebih tidak menyenangkan dari sebelumnya, tentu saja itu karena dekrit pernikahannya dengan pangeran kedua Dinasti Wei Timur yang nakal. Karena itu dia memutuskan untuk menyelinap keluar istana dan menyamar sebagai tuan muda bangsawan biasa, dengan pakaian pria yang membuatnya terlihat cantik sekaligus tampan. Berpikir tentang itu, dia ingin melihat, hal menarik apa yang bisa dia dapatkan dengan menyamar sebagai pria cantik di ibu kota.


"Wu Jin, apa sekarang aku terlihat cantik seperti para pria muda keluarga bangsawan itu?"


Wu Jin di sebelahnya membungkuk hormat, kemudian dia berkata: "Benar, Yang Mulia. Anda terlihat sangat berbeda, jika saya adalah seorang wanita, mungkin saya akan jatuh cinta pada anda."


Ling Mei terkekeh, tetapi kemudian dia menatap dirinya dari pantulan cermin dan berputar. "Ini bagus, kupikir keluar dengan penampilan seperti ini bukanlah hal yang buruk."


"Wu Jin, temani aku keluar istana hari ini! Berada di istana terlalu lama membuatku merasa kesal dan aku tidak terlalu yakin akan tetap menahan diriku untuk tidak merobek dekrit pernikahan sialan itu." mendengar perintah Ling Mei, Wu Jin terkejut, dia dengan cepat mendongakkan kepalanya.


"Tapi, Yang Mulia, anda memiliki jadwal perjamuan untuk perayaan kedewasaan bersama dengan Permaisuri Agung dan para tamu terhormat lainnya. Di samping itu, dengan adanya Imperial Main Consort Hong membuat anda harus tetap berada di sana untuk menjaga wajahnya."


Ling Mei mendengus pelan, dia memegang lengan pakaiannya kemudian mengelusnya dengan perlahan. "Aku tahu. Kamu tenang saja, aku tidak mungkin melupakan reputasi ayah begitu saja. Aku hanya ingin berkeliling sebentar, kupikir akan ada hal yang bagus untukku di luar nanti."


Wu Jin menatap ke bawah dan tersenyum dengan lembut. "Jika memang seperti itu, sesuai dengan keinginan anda, Yang Mulia."


Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, kini Ling Mei dan Wu Jin bersiap keluar istana secara sembunyi-sembunyi. Hari ini suasana istana kekaisaran cukup ramai karena persiapan perjamuan sedang dilakukan. Banyak pelayan yang tengah berjalan ke sana kemari dengan banyak barang yang mereka bawa, sedangkan para pengawal terlihat berjaga secara bergantian dengan ketat. Berbicara tentang penyamaran, Ling Mei telah menelan pil penyamar penampilan dan membuatnya terlihat benar-benar seperti seorang pria muda yang cantik.


Mereka berdua memilih menggunakan qinggong untuk mempercepat perjalanan, ketika sampai di pusat ibu kota yang ramai, Ling Mei tersenyum tipis. Wu Jin yang juga telah menggunakan pil penyamaran memilih berjalan di belakang Ling Mei, mereka berdua terlihat berjalan dengan santai sembari memandang ke sekitar ibu kota. Terlihat indah, namun mematikan. Bagitulah ibu kota Xiaoyang, di tempat ini orang-orang yang serakah dan licik sangatlah banyak. Mereka adalah para penjilat kejam yang menyebalkan. Ling Mei memutuskan pergi ke dalam kedai aksesoris, karena penampilannya yang seorang pria muda, dia tidak mungkin masuk ke dalam kedai arak yang berisi banyak wanita.


Dilihatnya deretan giok dan perhiasan rambut itu, Ling Mei berpikir dia menemukan satu yang sempurna. Ketika satu tangannya bergerak untuk mendapatkan jepit rambut itu, satu tangan yang lain ikut datang memegang jepit rambut tersebut. Ling Mei tersentak kecil, sedikit terkejut ketika tangannya bersentuhan dengan tangan seorang wanita muda.


"Ah! Maafkan saya, saya tidak tahu jika ada yang menginginkan jepit ini selain saya." wanita muda itu menjauhkan tangannya, dengan sopan dia mengucapkan permintaan maaf.


Ling Mei tersenyum kecil dalam rupa seorang pria, dia berpikir wanita muda itu adalah orang yang baik. "Tidak apa-apa, Nona. Saya rasa saya cukup mengerti."


"Uhm, kalau begitu jepit rambut ini untuk anda saja. Saya akan memberikannya untuk anda, anggap saja bahwa ini hadiah dari saya untuk pertemuan pertama kita." wanita muda itu kemudian memberikan jepit rambut berbentuk bunga teratai berwarna biru itu kepadanya.


"Lalu, bagaimana dengan segelas teh di kedai yang ada di seberang jalan? Sebagai permintaan maaf dan juga bagaimana jika kita saling mengenal, Tuan Muda yang cantik?" lanjut wanita dengan rambut sewarna madu pekat dan wajah yang menawan itu, kemudian dia tersenyum menggoda. Namun, dalam pandangan Ling Mei, dia melihat sosok yang cukup familiar dalam ingatannya.


Sial! Dalam hati Ling Mei menarik pemikirannya tentang wanita itu adalah wanita yang baik! Wanita itu adalah seorang pemain pria dan itu sangat menjijikkan untuknya yang sebenarnya sama-sama seorang wanita! Ling Mei mengerutkan alisnya, dia memilih mundur dan mengambil jarak dari wanita itu.


"Maafkan saya, Nona. Saya pikir saya harus kembali ke kediaman sekarang, sudah terlalu lama sejak saya berada di luar hari ini." Ling Mei mencoba menolak dengan sopan.


Wanita itu menatap dengan cemberut kecil di wajahnya. "Ah, begitukah? Baiklah, saya mengerti. Tapi, izinkan saya untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu. Saya Xia Hui Fang, 17 tahun dan belum menikah."


Mendengar nama itu Ling Mei terdiam, dalam sejarah Kekaisaran Shao, hanya ada satu keluarga bangsawan yang menggunakan nama marga Xia. Benar! Itu adalah marga dari Kepala Tabib Kekaisaran, yaitu Tabib Xia! Xia Lu Si, Kepala Tabib Kekaisaran yang menjabat saat ini hanya memiliki dua anak dari satu-satunya suami sekaligus pasangan resminya. Itu artinya, wanita muda yang ada di depannya ini adalah putri sulung keluarga Xia dan juga calon penerus keluarga Doctor Xia. Ini tidak bagus! Tabib Xia telah mengenalnya begitu dalam dan Ling Mei tidak ingin terlalu terikat pada keluarga itu.


Dengan bertemunya dia dan Xia Hui Fang, ini akan menjadi hal yang berbahaya untuknya. Jika Xia Hui Fang ternyata berada dalam pihak Shao Mu Lan dan menemukan bahwa tuan muda yang menyamar saat ini adalah seorang putri kekaisaran yang dirumorkan cacat mental dan bodoh, itu mungkin dapat menjadi serangan balik yang tajam untuknya. Adalah hal yang benar dengan Ling Mei menjauh dari nona muda keluarga Xia ini.


"Ah! Tuan Muda, apa anda mau menikah dengan saya? Saya cukup lelah karena ibu memaksa saya untuk mencari pasangan secepat mungkin dan menikahinya. Bahkan Putri Keempat Shao Ling Mei yang satu tahun lebih muda dariku akan menikah dalam satu bulan ke depan. Aih! Ternyata aku benar-benar menyedihkan seperti yang ibu katakan."


Mendengar ocehan Hui Fang, Ling Mei hanya memandangnya dengan raut wajah datar. Berbeda dengan ibunya, Tabib Xia Lu Si yang misterius dan pendiam, Xia Hui Fang memiliki karakter yang cukup cerewet dan suka menggoda.


"Terima kasih untuk tawarannya, Nona. Tapi maaf, saya tidak berada dalam umur yang cukup untuk pernikahan. Saya pikir saya berada di luar terlalu lama dari perkiraan, dalam hal itu, saya permisi. Liao'er ayo pergi!"


Dalam hati Wu Jin cukup terkejut ketika tuannya, Shao Ling Mei memanggilnya dengan nama marganya. Selama ini Ling Mei lebih sering memanggilnya Wu Jin tanpa marga dan entah kenapa pria muda menawan itu cukup senang mendengarnya. Tersadar dari pikirannya, Wu Jin dengan segera berjalan mengikuti Ling Mei sedangkan Xia Hui Fang hanya dapat menatap kepergian dua pria muda dan cantik itu -dalam penglihatannya- dalam diam. Namun, tak lama kemudian kedua matanya membulat dengan mulut yang terbuka, Hui Fang menepuk dahinya dengan ekspresi menyesal.


"Dasar bodoh! Bagaimana bisa kamu lupa menanyakan namanya?! Aiya! Padahal aku masih bisa menunggu lebih lama lagi untuknya .... Aku menginginkanmu dan kuharap kita dapat bertemu lagi nanti, Tuan Muda yang cantik."


......................


Berpikir tentang keluar istana dengan menyamar sebagai pria, Ling Mei telah mendapatkan hal yang sangat menarik dan bahkan terlalu menarik dari yang telah dia perkiraan. Ling Mei menatap lekat jepit rambut berbentuk bunga teratai yang berada dalam genggamannya, dia berpikir sepertinya dia tak akan pernah dapat memakai jepit rambut itu. Begitu indah dan sesuai dengan dirinya, namun dengan seluruh situasi yang telah terjadi dan identitas miliknya yang dipertaruhkan, meletakkan kembali dalam kotak dan menutupnya, Ling Mei berpikir akan menyimpan jepit itu untuk waktu yang lama.


"Yu Shen!"


"Pelayan ini, Yang Mulia. Apa anda membutuhkan sesuatu?" seorang pelayan pria berjalan mendekat ke arah Ling Mei, dengan tampilan yang masih sangat muda dia membungkuk hormat pada putri keempat kekaisaran.


Ling Mei menatap pantulan dirinya yang berada di depan cermin, wajah berkilau dengan kulit sehalus giok dan seputih susu terlihat jelas di matanya. Garis matanya tajam dengan pandangan dingin yang membekukan semua orang yang melihatnya, bibir Ling Mei melengkung membentuk senyum dingin yang tipis. Kecantikannya seperti kecantikan seorang dewi murni surgawi yang diturunkan ke bumi oleh langit untuk menyelesaikan tugasnya, Shao Ling Mei benar-benar telah terlihat sempurna.


"Yu Shen, perjamuan resmi akan dimulai sebentar lagi. Aku yakin kamu tahu bahwa aku harus memperhatikan penampilanku untuk menjaga wajah ayahku, jadi berikan aku karyamu yang terbaik hari ini."


"Sesuai perintah anda, Yang Mulia." Yu Shen tersenyum, pelayan itu dengan lembut dan hati-hati mulai merias wajah dan menata rambut Ling Mei.


Sayangnya beberapa pelayan dan kasim yang didapatkan dari istana kekaisaran berusaha mengambil sesuatu yang bukan milik mereka dan ingin mencurinya, membuat Ling Mei memutuskan memberikan kesalahan untuk mereka kemudian memecatnya. Sang bintang keempat kekaisaran itu kemudian memilih mengganti semua pelayan dan pengawal di paviliunnya dengan para penjaga bayangan tingkat tiga miliknya, dengan begitu Ling Mei merasa bahwa dia tidak perlu berpura-pura cacat mental di dalam paviliunnya sendiri.


Setelah mengambil beberapa waktu untuk merias dan berganti pakaian, Ling Mei kembali menatap pantulan dirinya di depan cermin. Kini dia memiliki penampilan yang sedikit berbeda dari sebelumnya, dengan hanfu berwarna merah di bagian dalam dan hitam di bagian luar dengan tambahan sulaman bunga magnolia putih yang indah dan berkilau. Yu Shen kemudian menambahkan beberapa jepit dan tusuk rambut perak dengan ruby merah di bagian gulungan atas rambut Ling Mei, membuatnya terlihat begitu mendominasi dan kuat.


"Saya telah menyelesaikannya, Yang Mulia. Semoga anda cukup puas dengan hasil dari kemampuan saya yang rendah ini."


Ling Mei mengerutkan alisnya tak suka, dia berbalik menatap Yu Shen yang ada di belakangnya. "Rendah apa? Kamu memiliki bakat yang baik dalam hal ini, Yu Shen. Terima kasih, aku menyukainya."


"Yang Mulia, anda adalah orang yang baik. Saya berharap tidak ada hal buruk yang menimpa anda di masa depan." Yu Shen tersenyum hangat, matanya bersinar senang ketika mendengar pujian tulus dari tuannya.


Ling Mei tersenyum tipis, dalam hatinya dia berkata, "Saya bukanlah orang yang baik dan saya telah menemui hal buruk di setiap tahun kehidupan saya, Yu Shen."


"Yu Shen, bersiaplah! Kali ini Wu Jin akan menjaga paviliun dan kamu ikut denganku! Kupikir sudah waktunya aku pergi ke Aula Perjamuan, ayah pasti sudah menungguku di sana dan aku harus menemuinya."


Yu Shen menunduk hormat dengan pandangan yang menatap ke bawah. "Shì. Sesuai perintah anda, Yang Mulia."


.


.


Di dalam Aula Perjamuan Kekaisaran terlihat banyak orang yang telah berada di sana dan duduk di posisi mereka masing-masing. Terlihat Pendamping Utama Kekaisaran Hong, Selir Agung Kekaisaran Gu, Selir Agung Kekaisaran Shu, Selir Resmi Tinggi Fu, dan Selir Resmi Kekaisaran Yang, berada di tempat duduk mereka masing-masing dengan aura yang berbeda satu sama lain. Imperial Main Consort Hong Yu Wen memiliki aura yang tajam, namun tetap lembut di sisi lainnya. Dia memiliki karakter yang baik, tetapi dapat menekan seseorang untuk tunduk padanya, itu sebabnya Imperial Main Consort Hong dapat memimpin harem tanpa pemberontakan yang berarti dari para selir lainnya.


Imperial Noble Consort Gu Yun He memiliki aura yang baik dan hangat, dia adalah selir dengan hati yang bersih dan penuh cinta. Karena karakternya yang baik dan melihat hubungannya dengan Imperial Main Consort Hong yang akur tanpa peperangan internal, Permaisuri Agung Shao memutuskan untuk memberikannya gelar Selir Agung Kekaisaran tepat setelah putrinya Shao Mu Lan lahir. Sedangkan Imperial Noble Consort Shu Ji Nian adalah selir dengan aura yang misterius dan penuh kedinginan. Dia memiliki karakter yang tertutup dan sangat kritis terhadap sesuatu. Tidak peduli dengan hal lain, dia tak akan bertindak jika orang lain tidak mengusiknya. Ketidakpeduliannya terhadap kekuasaan yang besar membuat Permaisuri Agung senang dan memberikan posisi sebagai Selir Agung Kekaisaran bersama dengan Imperial Noble Consort Gu.


Imperial Consort* Fu Yu Ning memiliki aura yang tajam dan berbahaya, berbeda dengan Imperial Main Consort Hong yang memiliki kelembutan dalam hatinya, Imperial Consort Fu memiliki kegelapan yang pekat dalam hatinya. Dia adalah pria yang ambisius dan angkuh, semua yang dia inginkan harus dia dapatkan. Sesuai tradisi kekaisaran tentang selir yang memiliki putri dari permaisuri agung akan mendapatkan kenaikan posisi dan gelar. Sayangnya karena kegelapan hati dan sifat ambisiusnya itu, Permaisuri Agung memilih memberikan gelar Selir Resmi Tinggi Tingkat Tiga dari gelarnya yang sebelumnya adalah Selir Resmi Kekaisaran Tingkat Empat.


(Imperial Consorts: dapat juga disebut sebagai Selir Resmi Tinggi Kekaisaran adalah gelar yang berada di bawah Imperial Main Consort dan Imperial Noble Consorts. Berbeda dengan Imperial Noble Consorts yang memiliki tingkatan yang sama di antara dua selir, Imperial Consorts dibagi menjadi empat tingkatan yang berbeda. Yang tertinggi adalah selir resmi tinggi tingkat satu dan yang terendah berada di tingkat empat. Itu artinya, dalam posisinya Imperial Consort Fu berada empat tingkat di bawah Imperial Main Consort Hong dan tiga tingkat di bawah Imperial Noble Consort Gu juga Shu).


Imperial Noble Concubine* Yang Ruo Shan memiliki aura yang lembut dan menenangkan. Dia adalah orang yang patuh dan penuh kelembutan hingga tidak bisa membentak orang lain, bahkan putri keempat Shao Ling Mei menganggap Imperial Noble Concubine Yang sebagai ayah keduanya. Karena hanya memiliki satu putra yang adalah putra bungsu kekaisaran Shao Xu Cheng, maka posisi Imperial Noble Concubine tidak dapat naik sebanyak selir lain yang memiliki putri, namun karena Permaisuri Agung menyukai karakternya yang baik, dia mendapatkan kenaikan gelar yang cukup tinggi dari posisi awalnya yang seorang Selir Kekaisaran Tingkat Tiga* menjadi Selir Resmi Kekaisaran Tingkat Satu.


(Imperial Noble Concubines: dapat juga disebut sebagai Selir Resmi Kekaisaran adalah yang berada di bawah Imperial Consorts. Memiliki sembilan tingkatan yang tertinggi adalah tingkat satu dan terendah berada pada tingkat sembilan. Itu artinya Imperial Noble Concubine Yang berada enam tingkat di bawah Imperial Main Consort Hong, lima tingkat di bawah Imperial Noble Consort Gu dan Shu, dua tingkat di bawah Imperial Consort Fu).


(Imperial Concubines: dapat juga disebut sebagai Selir Kekaisaran adalah selir resmi tingkat rendah yang posisinya di bawah Selir Resmi Kekaisaran atau Imperial Noble Concubines. Memiliki sembilan tingkatan, yang tertinggi berada pada tingkat satu dan terendah adalah tingkat sembilan).


"Selamat atas dekrit pernikahan putri keempat, Pendamping Utama Hong. Saya ikut senang mendengarnya." Selir Agung Kekaisaran Gu tersenyum dengan raut wajah yang hangat.


Yu Wen tersenyum kecil, tapi dalam hatinya dia merasa tidak yakin. "Terima kasih, Selir Gu. Kudengar Putri Mahkota sedang mempersiapkan dirinya untuk mengikuti perburuan kerajaan tiga bulan lagi."


Yun He menghela napas. "Itu benar. Saya telah mengatakan padanya untuk tidak bekerja terlalu keras, tapi anak itu tidak pernah mendengarnya. Terkadang saya merasa khawatir padanya."


Selir Resmi Tinggi Fu membuka kipasnya dan mengibaskannya dengan pelan. "Saya pikir Putri Mahkota berusaha terlalu keras untuk membertahankan miliknya, itu adalah hal yang baik."


Selir Agung Kekaisaran Shu hanya dapat tersenyum tipis, dia meneguk teh digenggamannya dengan anggun. Dalam hati dia mengerti apa yang dimaksud oleh Selir Fu, dia juga yakin bahwa para selir lainnya dan Pendamping Utama Hong memahami dengan baik ucapan yang telah dilontarkan oleh Selir Fu. Rupanya Aula Perjamuan telah ramai dengan para tamu, hanya tersisa tiga kursi kosong milik Permaisuri Agung, Putri Keempat Shao Ling Mei, dan Pangeran Kedua Wei Yun Rui.


"Yang Mulia Permaisuri Agung, Putri Keempat Shao Ling Mei, dan Pangeran Kedua Wei Yun Rui telah tiba!"


Semua berdiri, membungkuk, memberi salam pada Permaisuri Agung Kekaisaran yang terhormat. "Salam kepada Permaisuri Agung Shao, semoga Yang Mulia panjang umur seribu tahun."


"Salam kepada Bintang Keempat Kekaisaran dan Pangeran Kedua Kerajaan Wei, semoga anda berdua selalu dipenuhi kebahagiaan."


Permaisuri Agung mendudukan dirinya pada kursi kebesarannya, kemudian dia tersenyum kecil. "Duduklah kalian semua!"


Permaisuri Shao meminta pelayannya untuk menuangkan arak. Dia menyeringai tipis dan berkata, "Aku melihat pakaian Putri Keempat dan Pangeran Kedua Wei memiliki warna yang sama, apa kalian berdua telah berdiskusi untuk itu?"


Semua menatap Ling Mei dan Yun Rui dengan wajah penasaran, terlihat bahwa keduanya memiliki warna pakaian yang sama yaitu merah dan hitam dengan hiasan kepala yang sama-sama dibuat menggunakan bahan perak. Berbeda dengan Yun Rui yang memerah malu dengan wajah yang panik, Ling Mei mendengus kesal dalam hatinya, dengan wajah yang tak peduli dari luar dia memainkan boneka kelinci putihnya tanpa mengatakan apa pun.


"I-itu tidak benar, Yang Mulia. Kami hanya secara kebetulan memakainya di acara yang sama." Yun Rui menjelaskan dengan panik, nada bicaranya terdengar gugup.


"Sudahlah, Shimei. Apa kamu tidak melihat wajah putraku telah menjadi merah?" Permaisuri Wei tersenyum geli sambil menatap putranya.


Permaisuri Agung tertawa, benar-benar tawa yang langka. "Baik, baik. Sepertinya aku bercanda terlalu berlebihan. Mari kita mulai perayaannya! Bersulang untuk Putri Keempat!"


Semua mengangkat arak masing-masing, "Yang rendah ini berterima kasih atas kebaikan hati Yang Mulia. Bersulang untuk Putri Keempat!"