Phoenix: Rules Of The Harem

Phoenix: Rules Of The Harem
Bab 27: Menemukan Identitas Yang Sebenarnya



Di dalam kamarnya, Xia Hui Fang menatap sebuah hiasan jumbai berwarna biru gelap dengan liontin batu giok berwarna hitam yang ada di dalam genggamannya. Diusapnya dengan perlahan liontin giok tersebut, Hui Fang tersenyum kecil. Benda itu terjatuh begitu saja ketika tuan muda cantik yang dia temui beberapa hari lalu berjalan menjauh darinya, meninggalkan sebuah hiasan jumbai yang membuat Hui Fang mungkin saja dapat menemukan identitasnya. Sejak awal bertemu dengan Ling Chen, dia tertarik pada tuan muda cantik itu. Sudah cukup lama dia menunggu pertemuan keduanya dengan tuan muda itu, tapi entah kenapa beberapa hal terasa janggal untuknya sekarang. Dilihat dari namanya, tuan muda itu seharusnya memiliki marga Ling. Hal-hal seperti ini, haruskah dia menggunakan jasa informan Paviliun Yuanle untuk membantunya?


"Hui Fang Jiejie! Aku datang untuk mengunjungimu!"


Suara teriakan Huan Ran dari arah luar kamarnya membuat Hui Fang tersentak dan dengan segera meletakkan liontin giok yang ada di genggamannya ke atas meja yang ada di dekat peraduannya. Adiknya itu benar-benar! Huan Ran adalah lelaki muda yang begitu aktif dan ceria hingga Hui Fang terkadang merasa kesulitan ketika menjaganya.


BRAK!


"Hui Fang Jiejie, aku datang!" Huan Ran membuka pintu kamar Hui Fang dengan keras, wajah polos dengan senyum lebar itu terlihat jelas dalam pandangan sang Nona Besar keluarga Xia.


Melihat kelakuan Huan Ran, Hui Fang menghela napas lelah. "Bukan hal yang sulit jika kamu membuka pintu dengan perlahan, Ran'er!"


Tidak peduli dengan ucapan kakaknya, Huan Ran berjalan mendekat ke arah Hui Fang dan memeluk lengan kakak perempuannya itu dengan erat. "Jiejie, ayo bermain denganku! Sejak tadi tidak ada seorangpun yang mengajak aku bermain, itu membuatku merasa sangat bosan."


"Untuk saat ini aku memiliki hal yang harus aku selesaikan, Ran'er. Dalam hal itu, aku tidak bisa menemani kamu bermain." itu memang benar, saat ini Hui Fang harus mengurus beberapa dokumen tentang pengobatan dan juga mencari tahu mengenai identitas Tuan Muda Ling yang memikat hatinya. "Ha! Daripada itu, bagaimana rasanya tinggal di Manor Putri Keempat? Apa kamu menyukainya?"


"Aku ... aku memang menyukainya." Huan Ran menjawab dengan pelan dan wajahnya memerah secara tiba-tiba. Lelaki muda yang bahkan masih dikatakan sebagai anak-anak itu terlihat malu untuk beberapa hal yang tidak dijelaskan.


Melihat respon dari sang adik, Hui Fang menaikkan satu alisnya. Kemudian, dia bertanya kembali dengan wajah yang sedikit penasaran. "Lalu katakan, apa kamu sudah bertemu dengan Putri Keempat?"


"Itu ... aku sudah bertemu dengannya, Yang Mulia memiliki wajah yang indah dan terlihat seperti kelinci yang menggemaskan. Aku tidak melihat hal yang merepotkan darinya, sangat berbeda dari rumor yang mengatakan bahwa Yang Mulia Putri Keempat adalah putri sampah kekaisaran yang cacat mental dan tidak berguna."


"Ya, karena ibu telah menyembuhkannya dengan susah payah selama beberapa tahun, aku pikir itu sudah mulai berhasil sekarang." Hui Fang mengangguk dengan wajah yang mengerti, bahkan sekalipun Putri Keempat Shao Ling Mei masihlah terlihat sedikit kekanakan dan polos, dia sudah jauh lebih berubah dari kondisinya yang sebelumnya.


Huan Ran kembali berkata dengan wajah yang sedikit malu-malu. "Lalu, aku pikir aku tidak membencinya. Dia bahkan mengatakan padaku untuk memanggilnya Jiejie jika aku menginginkannya."


Hui Fang mendengus geli, sepertinya adik laki-lakinya itu menyukai Putri Keempat. "Itu bagus jika kamu menyukainya, sepertinya ibu ingin menjodohkan kamu dengan Yang Mulia Putri Keempat."


"Jiejie, itu tidak benar!" Huan Ran berseru dengan wajah yang terkejut dan kedua mata yang membulat.


Hui Fang menyeringai dengan raut wajah yang menggoda. "Lalu, jika itu benar, apa kamu mau memberikan beberapa tanaman herbal langka milikmu padaku?"


"Hui Fang Jiejie! Berhentilah menggodaku!" Huan Ran berteriak sembari mengalihkan pandangannya, punggung tangannya bergerak menutupi setengah wajahnya yang merah seperti buah persik matang. Namun, tak lama setelahnya, tatapan Huan Ran terpaku pada sebuah liontin giok yang tergeletak begitu saja di atas meja. "Tunggu sebentar! Sepertinya aku pernah melihat benda itu."


Mendengar ucapan Huan Ran, bahu Hui Fang menegang dan kedua matanya melebar. Ditatapnya dengan lekat wajah sang adik yang ada di depannya. "Adik kecil, apa kamu yakin?"


"Bukankah itu adalah liontin giok milik Yang Mulia Putri Keempat?" satu tangan Huan Ran bergerak meraih liontin giok tersebut, diusapnya dengan hati-hati sembari senyum kecil tersemat di wajah Huan Ran yang manis.


Dengan ekspresi bingung dan terkejut yang kentara, Hui Fang meraih kedua bahu Huan Ran dan mengguncangnya perlahan. "Apa?! Huan Ran, katakan sekali lagi!"


"Jiejie, jika aku tidak salah, aku pernah melihat Yang Mulia memakai liontin itu di pinggangnya."


'Ini ... ini adalah ... jika itu benar, maka Tuan Muda Ling....' penjelasan Huan Ran membuat Nona Besar keluarga Xia itu merasakan sakit kepala yang besar. Hal ini benar-benar membuatnya tidak percaya, untuk saat ini Hui Fang akan menyimpan informasi ini di dalam pikirannya sebelum dia benar-benar memastikannya dengan yakin.


Melihat Hui Fang yang terdiam, Tuan Muda Kecil Xia itu mengerutkan alisnya. "Jiejie! Hui Fang Jiejie! Kamu baik-baik saja?"


"A-ah! Tentu, aku baik." Hui Fang menjawab dengan sedikit terbata, dia mengalihkan pandangannya dari Huan Ran. "Ran'er, maafkan aku, tapi bisakah kamu kembali ke paviliunmu untuk saat ini? Ada beberapa hal yang harus aku selesaikan saat ini juga."


Raut wajah Huan Ran terlihat tidak senang, tapi dia tidak dapat membantah ucapan kakaknya begitu saja. "Uh, baiklah. Tapi, berjanjilah padaku kamu akan bermain dengan aku setelah semua pekerjaanmu selesai, Jiejie!"


"Ya, aku berjanji. Sekarang pergilah, Ran'er. Maaf karena aku tidak bisa mengantarmu."


Segera setelah Huan Ran keluar dari kamar Hui Fang, raut wajah gadis itu menggelap. Itu terlihat seperti raut patah hati dan kecewa dalam satu waktu, tentu saja! Jika kebenaran tentang pemuda cantik yang dia temui benar-benar Putri Keempat Shao Ling Mei, maka adalah hal yang sia-sia jika Hui Fang menyukainya dan berharap untuk menikahinya. Tapi, Tunggu! Bukankah Putri Keempat adalah seorang putri kekaisaran yang sakit mental? Bahkan jika pengobatannya berhasil, bukankah terasa aneh dengan pemulihan secepat ini? Putri Keempat Shao Ling Mei terlihat seperti orang yang tidak pernah mengalami cacat mental di tubuhnya. Ini tidak benar! Dalam hal ini, Hui Fang merasa seperti tengah dipermainkan. Secepatnya, dia harus menemui Putri Keempat dan mendapatkan kebenaran dari salah satu wanita terhormat di Kekaisaran Shao tersebut.


.....................................


Di sisi yang lain, raut wajah Ling Mei terlihat tidak tenang. Wanita muda itu berjalan ke sana kemari sembari mengobrak-abrik setiap sudut kamar dan tempat yang ada di Paviliun Yin.


"Sial! Ke mana perginya benda itu?" Ling Mei memejamkan kedua matanya dengan rasa kesal yang memenuhi hatinya, sepertinya liontin giok miliknya itu benar-benar jatuh di suatu tempat saat dia keluar menyamar sebagai pria beberapa hari yang lalu. "Tidak ada! Di sini benar-benar tidak ada!"


Berpikir tentang hiasan pinggang, jika itu benar, Ling Mei berharap bukan Hui Fang yang menemukan liontin giok itu atau semuanya akan menjadi rumit. Tidak akan ada alasan yang masuk akal jika seorang putri sakit mental sepertinya menyamar sebagai pria dan pergi ke rumah perjudian untuk menemui kekasihnya. Dari sudut pandang mana pun, hal itu terlihat sangat mencurigakan. Ling Mei merasakan sakit kepala yang besar memenuhi pikirannya, ini akan menjadi masalah jika Hui Fang membawa benda tersebut dan menemukan identitas sebenarnya dari dirinya. Lalu, jika perkiraannya tidak salah, maka Ling Mei harus bersiap untuk menunjukkan apa yang selama ini dia sembunyikan dari gadis itu. Keluarga Xia benar-benar membuatnya tidak berdaya, saat itu adalah ibunya, mungkin setelah ini putrinya akan membawa masalah untuknya.


Ling Mei mendudukkan dirinya di atas kursi bantal yang lembut, satu tangannya dia gunakan untuk menopang kepalanya yang terasa berat. "Itu benar. Keluarga Xia benar-benar membuat aku sakit kepala, Wu Jin."


"Apa itu karena penyamaran yang anda lakukan beberapa hari yang lalu, Yang Mulia?" Wu Jin menghela napas dengan halus, diam-diam dia menatap Ling Mei dengan tatapan yang lembut dan sedikit khawatir.


Ling Mei mengangguk dengan wajah yang puas, "Mn ... kamu selalu memahami segala hal tentang aku, Wu Jin. Itulah sebabnya aku menyukaimu."


Mendengar itu, Wu Jin terdiam dengan kepala yang sedikit tertunduk, semburat kemerahan terlihat di kedua telinganya. "Lebih dari itu, Yang Mulia, jika benar Nona Besar Xia yang menemukannya, apa rencana anda selanjutnya?"


"Wu Jin, aku tidak suka hal yang merepotkan. Lalu, jika dia benar-benar penasaran tentang hal ini, biarkan dia datang menemui aku secara langsung."


"Apa tidak apa-apa menunjukkan hal yang sebenarnya pada Nona Xia? Bagaimanapun saya mengkhawatirkan anda, Yang Mulia."


Ucapan Wu Jin membuat pandangan Ling Mei melembut, "Wu Jin, kemari dan duduklah di depanku!"


Pengawal pribadi Putri Keempat itu dengan cepat mendekat ke arah tuannya, seperti yang Ling Mei katakan sebelumnya, Wu Jin dengan patuh duduk tepat di depan Ling Mei yang terpisahkan sedikit jarak karena meja kecil yang ada di antara mereka berdua.


Ling Mei mengulurkan satu tangannya dan mengarahkannya ke atas kepala Wu Jin, kemudian dengan lembut Putri Keempat Kekaisaran Shao itu mengelus kepala Wu Jin. "Tidak perlu begitu khawatir, aku tahu apa yang harus aku lakukan."


Perlakuan Ling Mei membuat mata Wu Jin membulat lebar, serangan ini begitu mengejutkan dan tidak baik untuk hatinya. Wu Jin mungkin tidak akan bisa membuang perasaan cintanya yang tidak pantas untuk Ling Mei jika dia terus menerus goyah seperti ini.


"Yang Mulia, ini..."


Ling Mei tersenyum tipis dengan kilatan mata jahil yang terlihat jelas. "Wu Jin, ini sudah sangat lama, tapi kamu masih begitu gugup ketika aku melakukan hal-hal seperti ini padamu?"


"Yang Mulia, berhentilah menggoda saya! Jika orang melihat, ini bukanlah hal yang bagus!" itu memang benar, Putri Keempat Shao Ling Mei telah memiliki dua pria di sisinya sebagai suami dan selir. Posisi yang bahkan tidak pernah berani Wu Jin inginkan karena merasa tidak pantas.


Dibandingkan Pendamping Utama Wei Yun Rui dan Selir Resmi Kediaman Shi Yu Han yang merupakan pangeran kerajaan dan bangsawan terhormat, Wu Jin hanyalah seorang pengawal pribadi Putri Keempat yang memiliki latar belakang abu-abu. Hal itu membuat Wu Jin terkadang merasa takut untuk berada lebih dekat dengan tuannya, banyak orang membicarakan mereka, mengatakan bahwa sampah seperti Putri Keempat yang tidak berguna memang lebih cocok bersama seorang pria rendah sepertinya. Tapi itu adalah hal yang tidak benar! Bagi Wu Jin, Ling Mei adalah seorang putri kekaisaran yang terhormat dan berharga, tidak ada yang boleh mengatakan bahwa Ling Mei adalah putri rendahan yang tidak berguna. Memang benar jika Ling Mei akan jauh lebih cocok menikah dengan pria yang memiliki latar belakang besar sama seperti wanita muda itu, bukan dengan dirinya yang tidak berharga.


Ling Mei mengerutkan alisnya tidak senang, "Apa kamu akan terus merasa seperti itu? Wu Jin, berapa kali aku mengatakan hal ini kepadamu? Kamu adalah salah satu orangku yang berharga, bukan seorang pria rendah yang mengikuti aku dari belakang seperti seekor anjing! Katakan padaku, apa kali ini ada seseorang mengatakan hal seperti itu lagi padamu?"


"Yang Mulia, tidak seperti itu ... saya hanya merasa tidak pantas." Wu Jin menundukkan kepalanya, enggan menatap wajah Ling Mei yang ada di depannya.


Mendengarnya, Ling Mei menghela napas dengan raut wajah yang dingin, sangat sulit untuk meyakinkan Wu Jin agar pria itu tidak selalu merendahkan dirinya sendiri seperti ini. "Aku mengerti, lupakanlah! Aku akan pergi ke Paviliun Zuanshi setelah ini, tidak perlu mengikuti aku, kamu dapat kembali ke kamarmu dan beristirahat untuk saat ini."


Melihat Ling Mei yang bangkit dari duduknya, Wu Jin dengan cepat berdiri sebelum kemudian membungkuk hormat ketika Ling Mei berjalan melewatinya tanpa menoleh kepadanya. Dalam diam, Wu Jin menatap sendu punggung Ling Mei yang mulai menjauh dari pandangannya, terlihat guratan kesedihan yang samar di wajahnya yang menawan.


.


.


"Bagaimana? Apa kamu sudah mendapatkan sesuatu?" Hui Fang yang ada di ruangan kerjanya bertanya pada seorang wanita yang berdiri dengan sopan di depannya.


Wanita itu sepertinya adalah salah seorang pelayan yang setia pada Hui Fang, dia terlihat cukup kuat dan memiliki kemampuan dalam bekerja yang baik.


"Seperti yang Nona Besar inginkan, saya telah meminta orang dari Paviliun Yuanle untuk mencari tahu tentang informasi ini, dan saya menemukan tidak ada tuan muda bernama Ling Chen dalam catatan anggota keluarga bangsawan Ling. Keluarga Ling adalah bangsawan menengah yang menetap di kota Taiyang, mereka bekerja sebagai pegawai pemerintah daerah yang mengurus kota Taiyang, juga keluarga Ling merupakan kerabat dari Guru Besar Kekaisaran Mo karena suami dari Guru Besar Mo berasal dari keluarga Ling."


Mendengar hal itu, Hui Fang tertawa dengan ekspresi kecewa yang kentara. Dia bergumam dengan nada yang lirih, "Ternyata itu benar ... Yang Mulia, anda benar-benar telah menipu saya."


"Nona Besar, sebenarnya ada satu hal lagi yang ingin saya katakan tentang hal ini..." wanita yang berbicara dengan Hui Fang menatap gugup ke arah sang Nona Besar Xia, dia terlihat ragu untuk mengatakannya.


Hui Fang kembali menatap wanita itu, kali ini terlihat rasa penasaran yang besar di matanya. "Apa itu? Cepat katakan!"


Seorang wanita yang diketahui adalah pelayan setia Xia Hui Fang mendekat pada Hui Fang dan membisikkan sesuatu pada gadis itu. Segera setelah Hui Fang mendengarnya, dia terdiam dengan mata yang terbelalak.


Nona Besar keluarga Xia itu berdeham sebelum kemudian dia melambaikan satu tangannya pada wanita itu. "Aku sudah cukup mendapat informasi yang aku inginkan, kamu dapat pergi."


"Shì." wanita itu membungkuk hormat sebelum berbalik dan keluar dari ruang kerja Hui Fang.


Hui Fang menyibak rambut yang ada di dahinya ke belakang dengan alis yang mengerut dan tatapan tidak percaya. "Itu artinya, Ling Chen yang dimaksud oleh Yang Mulia Putri Keempat adalah ... Hah! Ini gila!"