Phoenix: Rules Of The Harem

Phoenix: Rules Of The Harem
Bab 22: Istriku, Tolong Jangan Pernah Membuangku!



Pagi hari di kediaman putri keempat, di dalam Paviliun Guang, tempat Selir Resmi Kediaman Shi Yu Han tinggal, terlihat pria muda itu sedang sibuk membantu Ling Mei memakai pakaiannya. Karena sehari sebelumnya Ling Mei telah bermalam di Paviliun Zuanshi, maka kemarin malam dia memilih untuk bermalam di Paviliun Guang. Itu benar-benar hanya bermalam biasa karena Ling Mei masih tidak ingin menyentuh Yu Han. Senyum lembut terulas di wajah Yu Han ketika dia telah selesai merapikan pakaian Ling Mei, istrinya benar-benar terlihat menawan, mungkin hal ini yang membuat banyak tuan muda tertarik padanya. Putri Keempat Shao Ling Mei memang memiliki aura yang tajam dan menawan.


"Nah! Sudah selesai! Istriku benar-benar terlihat indah seperti biasanya." Yu Han memandang Ling Mei yang ada di depannya dengan senang, rona merah terlihat jelas di kedua pipinya.


Mengelus kepala Yu Han dengan lembut, Ling Mei berkata, "Kamu terlalu memuji. Aku akan pergi setelah ini, baik-baiklah bersama Yun Rui di dalam kediaman."


"Sepagi ini? Apa itu akan lama?" Yu Han bertanya dengan mata yang membulat terkejut.


Menggeleng pelan, Ling Mei menepuk lengan Yu Han dan menatapnya sejenak. "Mungkin. Karena sudah menghabiskan banyak waktu, aku pergi."


Mendengar itu sorot mata Yu Han meredup, merasa sedikit kecewa karena waktu yang dia habiskan bersama Ling Mei terasa begitu singkat. Hanya saja, berkomentar lebih banyak membuat Ling Mei mungkin akan merasa tidak nyaman dengannya dan Yu Han tidak ingin hal itu terjadi.


Pria muda itu tersenyum dan mengangguk pelan, membiarkan Ling Mei pergi untuk beberapa waktu ke depan. "Selir ini mengerti."


Segera setelahnya, Yu Han mengantar Ling Mei hingga ke ruang utama paviliunnya, kemudian dia memandang lekat ke arah punggung Ling Mei yang mulai menghilang dari balik pintu paviliunnya. Yu Han menghela napas panjang, akan lebih baik jika dia meminta Mo Xi untuk menemaninya ke pusat kota setelah ini, mungkin dengan berbelanja akan membuat perasaannya menjadi lebih baik. Mengambil waktu untuk bersiap-siap keluar dari kediaman, Yu Han juga telah meminta Mo Xi untuk berpesan pada Yu Shen bahwa dia akan pergi ke pusat kota untuk berbelanja. Memasuki kereta kuda, Yu Han terlihat cantik mengenakan hanfu berwarna keunguan dengan motif bunga peony yang indah.


Selir Shi Yu Han adalah kecantikan bangsawan yang lembut dan terhormat, dia memiliki mata keunguan yang selalu berpendar lembut saat semua orang menatapnya, bibir tipis merah muda seperti buah persik matang, kulit putih yang halus seperti giok, dan rambut hitam keunguan yang akan terlihat begitu berkilau saat berada di tempat yang terang. Bahkan ketika dia turun dari kereta kuda, semua orang menatapnya, tentu saja semua orang juga mengenalnya. Yu Han adalah salah satu pria tercantik yang ada di kekaisaran, hal itu membuat banyak nona muda dari kalangan bangsawan atas maupun rakyat biasa begitu mendambakan parasnya. Sayangnya, berita bahwa dia menjadi selir dari Putri Keempat Shao Ling Mei yang cacat mental telah tersebar dengan luas. Banyak orang yang menyayangkan hal itu terjadi, namun tak bisa mengatakan apa pun tentang itu.


Menatap banyak toko yang saling berdekatan, Yu Han memilih untuk pergi ke kedai teh terlebih dahulu. Dia dapat melihat beberapa tuan dan nona muda yang berbincang dengan santai di sana, berbeda dengan kedai arak yang didominasi oleh para wanita yang minum, kedai teh justru dipadati oleh para pria di waktu santai mereka. Menyesap teh dengan perlahan, Yu Han mencoba menikmati waktunya dengan baik. Namun, tak lama setelahnya, Yu Han dan Mo Xi tanpa sengaja mendengar percakapan dari ruangan yang ada di sebelahnya. Di dalam kedai teh terdapat ruangan-ruangan yang dipisahkan oleh sekat-sekat kayu yang tertutup, itu sebabnya Yu Han dapat mendengarkan percakapan dari ruangan yang ada di sampingnya, begitupun sebaliknya. Meskipun kita tidak dapat melihat siapa yang ada di dalamnya, tapi ada kemungkinan besar suara mereka akan terdengar hingga ke luar.


"Apa kamu tahu bagaimana wajah dari Putri Keempat?" suara seorang tuan muda, Yu Han dan Mo Xi dengan jelas mendengarnya.


Seorang tuan muda lainnya menimpali, berucap dengan nada bertanya. "Putri Keempat? Maksud kamu putri sampah kekaisaran yang cacat mental itu?"


"Aiya! Jangan berbicara dengan keras! Aku dengar dia adalah putri kesayangan Permaisuri Agung, kita berdua mungkin dapat di hukum jika menghina keluarga kekaisaran! Dan apa kamu tahu rumor baru yang beredar?"


"Apa? Apa?" tuan muda ketiga bertanya dengan cepat, sepertinya dia merasa begitu penasaran dengan berita.


Kembali, tuan muda pertama berbicara dengan penasaran. "Rumor mengatakan bahwa Putri Keempat mulai pulih dari penyakitnya, apa itu berarti dia bukan lagi putri yang cacat mental dan akan bersiap untuk mengikuti perebutan takhta?"


"Oh! Oh! Banyak yang mengatakan sebenarnya dia adalah putri yang hebat dan kuat seperti Permaisuri Agung, hanya saja beberapa hal terjadi membuatnya menjadi seorang yang bodoh." berbeda dengan itu, tuan muda yang kedua menimpali dengan santai.


"Haish! Dibanding dengan perebutan takhta kekaisaran, aku lebih penasaran dengan satu hal!"


Tuan muda ketiga yang mendengarkan berkata, "Apa itu?"


"Putri Keempat Shao Ling Mei telah memiliki dua pria di sampingnya dan mereka berdua memiliki latar belakang yang tidak kecil! Itu benar-benar mengejutkan saat Putri Keempat menikahi Pangeran Kedua dari Wei sebagai suami resmi, tapi bagi aku adalah hal yang lebih mengejutkan saat Putri Keempat menjadikan Tuan Muda Pertama keluarga Shi sebagai selirnya!"


Terdengar helaan napas panjang dari ketiga tuan muda itu tepat setelah tuan muda pertama berbicara dengan panjang, saat itu Yu Han dan Mo Xi masih mendengarkan tanpa suara. Mereka ingin melihat seberapa jauh mereka akan membicarakan hal ini.


"Yah! Itu adalah putri kekaisaran! Mereka tidak akan cukup menikah dengan satu pria saja!" tuan muda ketiga kembali berkomentar, dia merasa cukup memahami tentang anggota keluarga kekaisaran.


"Itu benar! Istana Kekaisaran adalah tempat yang kejam! Banyak yang mengatakan jika para anggota kekaisaran berdarah dingin, bahkan Permaisuri Agung ataupun para putri kekaisaran, mereka memiliki hati yang dingin. Siapa pun yang dianggap tidak berguna akan dibuang dengan mudah! Dalam beberapa generasi ada beberapa selir yang dibuang ke Istana Dingin karena Permaisuri Agung tidak lagi menyukainya, itu benar-benar mengerikan!"


Penjelasan dari tuan muda kedua membuat Yu Han yang berada di ruangan sebelah diam-diam merasa tercekat, itu memang benar bahwa harem istana sangat kejam. Bahkan harem dalam kediaman bangsawan juga tidak ragu untuk saling menyingkirkan demi mendapatkan kasih sayang dari istri mereka.


Mo Xi yang melihat tuannya mulai merasa tidak nyaman pun bertanya dengan suara yang kecil, "Tuan, haruskah saya menegur mereka?"


Yu Han menatap Mo Xi dan tersenyum lembut. "Tidak, itu tidak perlu."


"Lalu, bagaimana jika Putri Keempat tidak lagi menyukai selirnya? Apa dia juga akan membuangnya dan menceraikannya?" dengan sangat tiba-tiba tuan muda ketiga mengatakan hal yang membuat dua tuan muda yang lain terkejut.


Tuan muda pertama berkata dengan panik. "Sstt! Apa kamu gila? Berbicara seperti itu tentang anggota keluarga kekaisaran! Bagaimana jika seseorang mendengarnya? Kita semua mungkin akan mendapat hukuman yang keras!"


"Berhenti membicarakan hal ini, kurasa kita sudah terlalu jauh! Lebih baik untuk diam dan menikmati teh saja." tuan muda kedua menutup pembicaraan dengan lembut, mengatakan pada dua temannya yang lain untuk diam dan tak lagi mengatakan apa pun.


Lagi, kembali terdengar ucapan dari ruangan sebelah yang membuat Yu Han terkejut sembari mencengkeram kain hanfunya kuat-kuat dengan tangan yang bergetar. Pertanyaan dari seorang tuan muda itu membuat Yu Han tiba-tiba merasa ketakutan, itu benar! Apa suatu saat nanti Ling Mei juga akan membuangnya jika dia tidak lagi menyukainya dan tidak berguna? Perlahan mata Yu Han berkaca-kaca dan wajahnya terlihat sedih. Mo Xi melihatnya, dia merasa begitu panik ketika memandang Yu Han yang mungkin akan menangis. Tuannya adalah orang yang lembut, perkataan seperti ini, dia tidak mungkin mampu menahannya.


"Tuan, anda tidak perlu memikirkan ucapan mereka! Itu hanya omong kosong yang tidak berarti, Yang Mulia Putri Keempat bahkan sangat menghargai anda. Haruskah saya memarahi mereka sekarang?" Mo Xi berseru dengan panik, mencoba untuk meyakinkan Yu Han bahwa ucapan tuan muda itu hanyalah omong kosong yang tidak berarti.


Mengedipkan matanya beberapa kali, Yu Han menggelengkan kepalanya kemudian berdiri sembari tersenyum kecil. "Tidak. Aku lapar, ayo pergi ke restoran dan makan enak!"


................................


Kembali dari pusat kota, Yu Han memiliki wajah yang tidak terlalu baik. Dia terdiam dengan mata yang lebih sering menatap kosong ke depan, itu membuat Mo Xi merasa khawatir dengan tuannya. Kereta kuda telah berhenti dan mereka sampai di kediaman putri keempat, Mo Xi turun dari tempat kusir kemudian berjalan menghampiri Yu Han yang masih berada di dalam kereta kuda.


"Tuan, kita sudah sampai."


Suara Mo Xi membuat Yu Han kembali tersadar dari lamunannya. "Ah! Aku akan turun."


Keduanya berjalan menuju Paviliun Guang dalam diam, sesaat setelah mereka sampai di ruangan utama paviliunnya, Yu Han menatap Mo Xi sejenak dan berkata, "Mo Xi, jika Yang Mulia datang dan menanyakan keberadaanku, katakan padanya aku telah pergi tidur lebih dulu."


"Tapi, Tuan, anda belum makan malam dan bukankah ini masih terlalu awal untuk tidur?"


"Aku tidak lapar, kamu lakukan saja sesuai perintahku. Aku akan pergi ke kamar, jangan menggangguku jika tidak ada hal yang penting."


Mo Xi menunduk hormat, lalu dengan sedikit ragu-ragu menjawab, "Pelayan ini mengerti, Tuan."


Beberapa waktu berlalu, suasana Paviliun Guang terlihat cukup sepi tanpa aktivitas yang terlihat, tapi dibalik kesunyian itu terlihat Ling Mei yang mengenakan hanfu berwarna hitam tengah berjalan menuju ke dalam area Paviliun Guang milik Selir Resmi Kediaman Shi Yu Han. Kedatangan Ling Mei bukan tanpa alasan, sebelumnya Mo Xi yang masih merasa begitu khawatir dengan keadaan Yu Han memilih untuk menunggu kepulangan Ling Mei dan menemui sang Bintang Keempat Kekaisaran dengan raut wajah yang gelisah. Pelayan muda itu dengan cepat menceritakan hal yang terjadi saat dia dan Yu Han pergi ke kedai teh, dia juga mengatakan keadaan Yu Han yang terlihat sedih dan takut setelah mendengar semua percakapan itu. Ling Mei mengangguk mengerti dan memutuskan untuk menemui Yu Han di Paviliun Guang setelahnya.


Sesampainya di kamar Yu Han, Ling Mei dengan perlahan memasuki kamar selirnya itu dan memandangnya dalam diam. Ling Mei dapat melihat bahwa Yu Han tidak tertidur seperti yang dia ucapkan sebelumnya pada Mo Xi, tapi pria muda itu justru duduk meringkuk di atas peraduan dengan lutut yang dia tekuk di depan dadanya dan mata yang menatap kosong ke arah jendela bulat yang memperlihatkan pemandangan malam yang cerah dengan beberapa bintang dan bulan purnama besar yang bersinar.


"Apa kamu akan terus melamun seperti itu?" suara Ling Mei memecah keheningan yang ada di sana, membuat Yu Han yang awalnya tidak menyadari keberadaan Ling Mei pun tersentak pelan.


Yu Han dengan cepat bangkit dan menunduk hormat, merasa kebingungan dengan kedatangan Ling Mei ke paviliunnya. "Ah! Y-Yang Mulia! Kamu datang?"


Ling Mei mengangguk singkat, lalu berjalan menghampiri Yu Han. "Pelayanmu telah memberitahu aku semuanya, aku datang untuk melihatmu."


"Mo Xi?" gumam Yu Han dengan suara kecil.


"Kamu tidak perlu memarahinya, dia adalah pelayan yang baik dan dia mengkhawatirkan keadaanmu, karena itu dia datang menemui aku."


Ling Mei menghela napas, ditatapnya wajah Yu Han yang masih diam tanpa mengatakan apa pun. Sang Putri Keempat Kekaisaran Shao membawa tangannya menuju pipi Yu Han, diusapnya perlahan pipi itu dan berkata dengan penuh kelembutan. Merasakan kehangatan itu, air mata Yu Han jatuh tanpa di duga. Pria muda itu menangis saat rasa takut itu terus menghantui dirinya, Yu Han takut ditinggalkan dan dia tidak ingin Ling Mei meninggalkannya setelah Yu Han sadar bahwa dia mencintai sang Putri Keempat Kekaisaran itu.


Yu Han menyentuh tangan Ling Mei yang berada di pipinya dan menggenggamnya dengan erat. "Sejak aku menikah denganmu, aku adalah milikmu. Apa pun yang ingin kamu lakukan padaku, aku akan menerimanya dengan patuh, tapi istriku, tolong jangan pernah membuangku!"


Ling Mei menatap mata Yu Han dengan serius, raut wajahnya terlihat melunak dengan tatapan yang lembut. Sejak dia memilih untuk menyetujui syarat Jenderal Besar Shi, Ling Mei telah menegaskan pada dirinya sendiri bahwa Yu Han kini adalah salah satu orang yang akan dia lindungi. Sekalipun tidak ada cinta di hatinya untuk Yu Han, tapi dia akan berusaha untuk memberikan semua yang Yu Han inginkan dan menjadi seorang istri yang baik untuknya.


"Dengar, Han'er! Sejak awal aku telah berjanji pada Jenderal Besar Shi untuk menerima dan menjagamu dengan baik, jika kamu berpikir aku akan membuang kamu setelah semua selesai, itu tidak akan mungkin terjadi. Aku selalu menghargai semua orangku dan kamu adalah salah satu orangku yang berharga, Han'er."


Mendengar itu Yu Han tersenyum, dia tahu bahwa Ling Mei adalah orang yang baik dan Yu Han merasa beruntung karena telah memiliki Ling Mei di dalam hidupnya yang kesepian. Ditatapnya dengan lekat wajah menawan sang Bintang Keempat Kekaisaran, lalu tanpa aba-aba Yu Han mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Ling Mei membuat wanita muda itu membulatkan kedua matanya terkejut saat menyadari apa yang sedang terjadi. Begitu menjauhkan wajahnya, Yu Han tertawa kecil melihat ekspresi Ling Mei yang masih mematung tak berdaya di depannya, wanita itu terlihat menggemaskan di saat seperti ini.


"Istriku, apa kamu akan tetap terdiam seperti itu?" terkekeh pelan, Yu Han berkata dengan nada yang menggoda.


"Kamu!" Beberapa detik setelah tersadar, Ling Mei berseru dengan sedikit keras membuat Yu Han semakin tertawa.