
Satu minggu setelah pertemuan tak terduga di dalam perpustakaan, Huan Ran menemukan bahwa dia bertemu dengan Putri Keempat beberapa kali setelahnya. Begitu canggung dengan Sang Bintang Keempat Kekaisaran yang menatapnya dengan senyum jahilnya yang menakutkan. Hari sudah hampir sore, Huan Ran dengan perlahan berjalan sembari membawa tumpukan tinggi buku tentang ilmu medis dengan kedua tangannya. Cukup banyak hingga Huan Ran sendiri terlihat kesusahan saat menatap ke arah depan membuatnya harus berjalan dengan perlahan dan hati-hati. Lagi-lagi Tuan Muda Kecil Xia itu pergi dari pengawasan pelayannya dan memilih bersembunyi di dalam perpustakaan, beruntungnya tidak ada Ling Mei di sana atau Huan Ran mungkin akan merasa malu.
Dengan perasaan senang Huan Ran berjalan membawa semua buku itu ke arah paviliunnya, dia berniat untuk membaca semuanya di dalam paviliunnya. Tinggal satu belokan dan dia akan sampai ke lorong yang akan menuju paviliunnya. Namun, karena pandangannya yang tidak terlalu jelas tanpa sadar dia bertabrakan dengan tubuh seseorang di depannya yang juga sedang berjalan tergesa-gesa.
"WAAA!"
Huan Ran berteriak dengan keras ketika dia jatuh dan semua buku yang dia bawa berserakan di lantai. Tuan Muda Kecil Xia itu memejamkan matanya dengan erat ketika dia merasa akan jatuh telungkup ke depan dengan posisi wajahnya yang akan membentur ke lantai lebih dulu.
BRUK
Suara benturan keras itu terdengar dengan jelas, namun dalam penglihatannya yang gelap, Huan Ran tak merasakan rasa sakit sedikitpun pada tubuh dan wajahnya yang seharusnya membentur pada lantai.
"Apa berada di atas tubuhku begitu nyaman hingga kamu tidak juga membuka matamu, Tuan Muda Kecil Xia?" Ling Mei yang berada di bawah Huan Ran berkata dengan nada datarnya membuat Huan Ran tersentak dan dengan cepat membuka kedua matanya.
Raut wajahnya terlihat terkejut dengan mata yang membulat saat melihat Ling Mei terlentang di bawahnya sembari satu tangannya menahan pinggang Huan Ran agar tidak benar-benar jatuh menimpanya. Huan Ran terdiam, dari jarak sedekat ini dia terpaku pada wajah Ling Mei yang begitu menawan dan indah bagai batu giok yang berharga. Dengan ini, Huan Ran tahu jika penampilan Ling Mei benar-benar berbahaya, banyak tuan muda yang mungkin akan menyukai dan mendekatinya di masa depan. Lalu, entah kenapa, Xia Huan Ran merasa tidak bahagia ketika memikirkannya. Seketika wajah Huan Ran memerah hingga ke telinga, Tuan Muda Kecil Xia itu mengedipkan matanya beberapa kali dan tersadar, kemudian dia dengan cepat bangkit menjauh dari tubuh Ling Mei yang sebelumnya dia tindih.
"Ma-maafkan atas ketidaksopanan saya, Yang Mulia." Huan Ran menundukkan kepalanya dengan wajah yang masih memerah malu, lelaki muda itu bahkan tak berani menatap Ling Mei sedikitpun.
Ling Mei menghela napas dan berpura-pura tersenyum dengan wajah yang polos seperti putri naif yang kekanakan, tangannya bergerak menepuk kepala Huan Ran dengan lembut beberapa kali. "Tidak masalah, itu juga salahku yang berjalan dengan tergesa-gesa."
Meskipun Ling Mei berpura-pura polos dan sering tersenyum untuk menipu banyak orang, jauh di dalam hatinya Putri Keempat Kekaisaran Shao itu memperlakukan Huan Ran dengan tulus. Karena bagi Ling Mei, Huan Ran terlihat seperti adiknya yang merasa bersalah setelah melakukan kenakalan kecil. Sedangkan Tuan Muda Kecil Xia itu tertegun dengan perlakukan Ling Mei, tiba-tiba Huan Ran merasa begitu gugup dengan perasaan aneh yang meluap di dadanya. Ini tidak benar! Tapi, Huan Ran tidak dapat menyangkal jika perasaan aneh itu membuatnya merasa senang dan asing di waktu yang bersamaan. Dulu, kakaknya, Xia Hui Fang pernah berkata padanya jika perasaan yang Huan Ran rasakan saat ini adalah tanda bahwa dia sedang jatuh cinta. Apa itu mungkin jika dia mulai menyukai Putri Keempat Kekaisaran Shao yang berharga?
"Sebagai permintaan maaf, jika Yang Mulia tidak keberatan, maukah anda minum teh dengan saya? Saya ... saya akan melayani anda dengan baik." ucap Huan Ran dengan wajah yang malu-malu.
Mendengar itu Ling Mei menaikkan satu alisnya dengan wajah yang terlihat sedikit berpikir, kemudian dia berkata, "Tidak masalah, seperti yang kamu inginkan."
Huan Ran tersenyum lebar, wajah cerianya terlihat senang dengan mata yang bersinar cerah. Setidaknya mungkin dengan hal ini Ling Mei akan memaafkannya dan melupakan kesalahan yang dia buat saat berada di perpustakaan waktu itu.
"Kemari! Aku akan membantu kamu membawa buku-buku ini." beberapa telah dibawa oleh Ling Mei di tangannya dengan Huan Ran yang membawa sisa buku yang tersisa. Keduanya berjalan beriringan menuju paviliun sementara yang ditinggali oleh Huan Ran saat ini.
Dalam kejauhan, dari balik punggung Ling Mei dan Huan Ran yang sedang berjalan, terlihat dua orang yang sejak tadi memperhatikan mereka dalam diam. Shi Yu Han yang telah melihat interaksi manis dari keduanya menatap sendu istrinya yang memperlakukan Huan Ran dengan hangat. Itu sedikit menyakitkan mengingat Ling Mei yang dengan terang-terangan mengatakan padanya bahwa sang Bintang Keempat Kekaisaran itu tidak dapat mencintainya. Bahkan kini Yu Han dan Pendamping Utama Wei Yun Rui sedang bersaing untuk mendapatkan cinta dari istri mereka dalam diam secara sehat. Mungkin keduanya memang tidak ingin menjadi seperti ini, tapi ini adalah peraturan harem yang mutlak, hal yang begitu sulit dihindari bahkan untuk Wei Yun Rui dan Shi Yu Han yang hidup dengan harmonis di dalam harem manor putri keempat.
"Tuan? Anda baik-baik saja?" Mo Xi yang berada di samping Yu Han bertanya dengan hati-hati, dia cukup memahami perasaan tuannya yang sedang tidak baik-baik saja.
Yu Han menghela napas, tatapannya tetap terlihat lembut meski kilatan sedih terlihat samar di kedua matanya. Mungkin dalam beberapa tahun ke depan, harem manor putri keempat akan ramai dengan beberapa pria muda yang berbakat. "Aku sudah melihatnya, ayo pergi, Mo Xi!"
Yu Han berbalik, berjalan meninggalkan tempat itu dengan Mo Xi di belakangnya. Tatapannya lurus ke depan dengan wajah yang tidak secerah biasanya, sekalipun pandangannya yang penuh kelembutan itu tidak hilang, pria muda itu memiliki banyak rasa takut dalam hatinya.
.
.
Di dalam Paviliun Baoshi yang ditempati Huan Ran, dapat terlihat Ling Mei dan sang Tuan Muda Kecil Xia duduk berhadapan dengan sebuah meja kecil di tengah-tengah mereka. Dengan hati yang gugup, Huan Ran memegang teko teh dan menuangkannya pada cangkir Ling Mei dengan perlahan. Diam-diam Huan Ran menghela napas lega ketika dia berhasil melakukan hal itu tanpa membuat kesalahan, dengan begitu tidak akan ada masalah baru yang timbul antara dirinya dan Putri Keempat Shao Ling Mei. Putri Keempat Kekaisaran Shao itu meneguk tehnya dengan perlahan, dia terdiam sebentar sembari memandang ke arah Huan Ran membuat lelaki muda tersebut menunduk dengan wajah yang memerah malu.
"Kamu ... aku melihat kamu membawa banyak buku tentang pengobatan, apa kamu menyukainya?" dengan nada yang bingung Ling Mei bertanya pada Huan Ran.
Ketika hal yang disukainya disebut, Huan Ran mendongak dan mengangguk dengan wajah yang antusias. Tuan Muda Kecil Xia itu terlihat senang dengan tatapan mata yang berbinar cerah. "Itu benar! Sejak saya kecil, ibu dan ayah mengajari saya banyak hal tentang pengobatan, itu membuat saya menyukainya ketika meracik banyak bahan untuk membuat obat dan merawat orang-orang yang sedang sakit."
Saat melihatnya, pandangan Ling Mei melembut. Dia berdeham dengan wajah yang sedikit canggung dan malu-malu di depan Huan Ran membuat lelaki muda itu menganggap Ling Mei seperti kelinci lucu yang menggemaskan. "Manor ini memiliki kebun di belakang yang menanam beberapa tanaman obat, jika kamu bosan kamu dapat mengambil beberapa dan meraciknya sesuai keinginan kamu."
Ling Mei menaikkan sebelah alisnya, tidak mengerti dengan maksud dari Huan Ran. Hanya saja sebelum dia benar-benar bertanya, lelaki muda itu memajukan tubuhnya ke arah Ling Mei dengan satu tangan yang terulur ke wajah menawan sang Bintang Keempat Kekaisaran. Melihat hal itu, tubuh Ling Mei mematung, merasa terkejut dengan tindakan tiba-tiba dari sang Tuan Muda Kecil Xia. Huan Ran mengarahkan tangannya pada rambut Ling Mei, dengan hati-hati Huan Ran mengambil serpihan benda kecil yang tidak sengaja tersangkut di rambut Ling Mei. Tapi, sepertinya Huan Ran tidak menyadari jarak wajah keduanya yang cukup dekat hingga Ling Mei dapat melihat secara jelas setiap sisi dari wajah Huan Ran.
"Ah! Aku mendapatkannya! Yang Mulia, sepertinya benda ini tidak sengaja tersangkut di rambut anda ketika kita berdua terjatuh saat it—"
Seketika Huan Ran terdiam, matanya membulat terkejut ketika menyadari jarak wajahnya dan Putri Keempat yang terlalu dekat. Satu tangannya tanpa sadar tetap berada di posisi yang sama yaitu berada di samping wajah Ling Mei sembari membawa sebuah serpihan benda kecil. Tatapan Huan Ran terpaku pada mata biru Ling Mei yang juga menatapnya lekat, benar-benar terlihat indah dan berkilau bagai lautan yang jernih. Huan Ran tidak bisa tidak terpesona saat melihatnya, ini tidak benar! Huan Ran menurunkan pandangan matanya sebelum kemudian dia menjauhkan tubuhnya dengan wajah yang canggung. Begitupun dengan Putri Keempat Ling Mei yang berdeham kecil, berusaha untuk melupakan kejadian aneh yang baru saja terjadi.
"Ma-maaf atas kelancangan saya, Yang Mulia! Itu ... saya terbiasa berinteraksi dengan kakak saya seperti ini, jadi...."
"Apa kamu merindukannya?"
"Ya?" Huan Ran menatap Ling Mei dengan tatapan bingung yang kentara.
Ling Mei menurunkan pandangannya, ditatapnya cangkir teh yang ada di depannya. "Kakakmu, apa kamu merindukannya?"
Huan Ran mengangguk dengan wajah yang polos. "Tentu saja. Walaupun terkadang kami bertengkar, tapi Hui Fang Jiejie adalah satu-satunya saudara yang saya miliki. Dia selalu menyayangi saya dan memperlakukan saya dengan baik."
"itu bagus. Semua kakakku tidak menyukaiku karena aku putri sah Permaisuri Agung, orang-orang mengatakan aku adalah putri cacat mental yang tidak berguna, mereka membenciku dan bergosip bahwa aku tidak pantas bahkan hanya untuk menyandang gelar sebagai putri kekaisaran."
Ling Mei tersenyum kecil, dari luar Ling Mei menunjukkan wajah sedih yang jelas. Namun, dari dalam hatinya Ling Mei merasa dingin. Kebencian di antara anggota keluarga kekaisaran adalah hal yang biasa terjadi, tapi dia harus sedikit berpura-pura untuk menipu Huan Ran yang polos karena Tuan Muda keluarga Xia itu tidak boleh mengetahui karakter asli dirinya. Setelah ini hubungan mereka tidak akan dekat lebih dari batas, seharusnya hubungan adik kakak ataupun seseorang yang saling kenal dengan singkat adalah hal yang cukup untuk mereka. Ling Mei mungkin dapat menawarkan dirinya sebagai kakak perempuan untuk Huan Ran seperti Hui Fang karena Huan Ran begitu mirip dengan saudaranya, tapi untuk lebih dekat dari itu sepertinya akan sulit.
Mendengar hal itu, alis Huan Ran mengerut tidak senang. "Yang Mulia, itu tidak benar! Anda adalah putri yang baik, anda sangat pantas dengan gelar putri kekaisaran di depan nama anda! Anda bahkan tidak layak untuk dibenci, Yang Mulia."
'Tidak, Tuan Muda Kecil Xia. Aku adalah orang yang sangat pantas untuk dibenci, aku bahkan dapat membunuh orang dengan satu tebasan jika itu diperlukan.' memandang ke arah Huan Ran, Ling Mei tersenyum dengan mata yang berkilat samar. Beberapa orang selalu mengatakan bahwa dirinya adalah orang yang baik, tapi Ling Mei bukanlah orang sebaik itu.
"Terima kasih untuk itu. Sebagai balasan karena telah menghibur, Jika kamu mau, kamu bisa menganggapku seperti kakak perempuanmu."
Huan Ran tersenyum lebar, raut wajahnya yang ceria membuatnya terlihat semakin menawan. "Shì. Yang Mulia, anda tidak boleh menarik kata-kata anda setelah ini!"
.
.
"Yang Mulia! Yang Mulia Pendamping Utama Wei!" Shu Lian berjalan tergesa-gesa nenemui Yun Rui, wajahnya tidak terlihat sebaik biasanya.
"Apa yang terjadi hingga kamu begitu gelisah, Shu Lian?" Yun Rui tersenyum kecil sembari menggelengkan kepalanya, merasa tidak begitu terkejut dengan tingkah pelayan setianya. "Lebih dari itu, apa kamu tahu di mana keberadaan Putri Keempat? Aku berniat untuk menemuinya jika dia tidak sedang bekerja."
"Itu yang ingin saya katakan pada anda, Yang Mulia! Saya mendapatkan informasi dari pelayan Paviliun Yin jika Yang Mulia Putri Keempat sedang berada di paviliun yang ditempati oleh Tuan Muda Kecil Xia."
Yun Rui menghela napas, kuas yang dia pegang sebelumnya dia letakkan di samping buku yang ada di depannya. Ini adalah laporan anggaran keuangan kediaman yang harus dia selesaikan dengan hati-hati, tanpa menatap ke arah Shu Lian, Pendamping Resmi Putri Keempat itu mengambil tongkat tinta dan menggilingnya di atas batu tinta. Ekspresinya terlihat begitu halus tanpa ada guratan kekesalan yang terlihat.
"Seperti yang sudah aku duga sebelumnya, cepat atau lambat itu mungkin akan terjadi."
Shu Lian menatap khawatir ke arah tuannya, pengaruh harem benar-benar mengerikan bahkan jika itu adalah harem kediaman bangsawan biasa. "Pendamping Utama Wei, apa tidak apa-apa membiarkannya seperti itu? Ini mungkin tidak akan baik untuk anda."
"Aku tahu, tapi ini juga bukanlah hal yang mudah aku cegah begitu saja. Aku sudah mencintainya sejak lama dan yang aku inginkan adalah Putri Keempat kembali mencintaiku seperti dulu. Meskipun Putri Keempat akan memiliki beberapa selir lain, itu tidak akan menjadi masalah selama dia tidak meninggalkanku, karena Putri Keempat sudah berjanji untuk itu."