
Beberapa waktu berlalu sejak Huan Ran telah kembali ke kediaman Xia, Ling Mei memutuskan untuk kembali menyamar sebagai pria dan berkeliling di pusat kota. Kali ini tanpa ditemani oleh Wu Jin, Ling Mei mengelilingi pusat kota Xiaoyang. Demi menghindar dari pengintaian Shao Mu Lan, untuk beberapa saat dia tak bisa keluar dengan penampilan aslinya. Tujuannya saat ini adalah Paviliun Yuanle, rumah judi sekaligus agen informan terbesar dan paling terkenal di seluruh kekaisaran. Namun, yang menjadi rahasia umum dari Paviliun Yuanle adalah terdapat guild pembunuh bayaran yang sangat ditakuti oleh banyak orang. Guild Pembunuh Bayaran Yuanle memiliki seorang ketua sekaligus pemilik dari Paviliun Yuanle yang misterius, bisa dikatakan belum ada satupun orang yang pernah bertemu dengannya.
Guild Pembunuh Bayaran Yuanle adalah tentara bayaran tingkat tinggi, para pengguna jasa Guild Yuanle adalah para bangsawan kelas atas atau menengah yang membutuhkan bantuan mereka untuk melenyapkan nyawa seseorang atau bahkan sekelompok orang. Namun, bukan itu yang menjadi tujuan utama Ling Mei. Di dalam Paviliun Yuanle terdapat seorang wanita yang adalah salah satu penjaga bayangan miliknya yang dia tugaskan untuk berpura-pura bekerja di dalam paviliun tersebut untuk mendapatkan sebuah berkas penting yang telah dikirim dari kota Taihua. Karena merasa itu cukup beresiko, maka Ling Mei memutuskan untuk mengambilnya sendiri dari tangan Lin Yin, salah satu penjaga bayangan tingkat satu miliknya tersebut di dalam Paviliun Yuanle yang penuh dengan para wanita yang berjudi.
Ling Mei datang dengan penampilan seperti seorang tuan muda cantik, tentu saja itu mengundang banyak nona muda untuk menatapnya ketika dia memasuki ruangan utama Paviliun Yuanle. Untuk itu, dia akan berpura-pura masuk sebagai seorang tuan muda yang menemui kekasihnya yang adalah seorang pekerja dari Paviliun Yuanle. Hanya saja cukup sulit untuk segera sampai di tempat penjaga bayangannya berada, beberapa nona muda bahkan sempat menghentikannya dan menggodanya membuat Ling Mei mendengus jijik dalam hatinya.
"Wah! Wah! Apa yang membuat seorang tuan muda datang ke Paviliun Yuanle?" beberapa nona muda tiba-tiba berdiri tepat di depan Ling Mei dan menutup jalannya.
'Sial! Ini jauh lebih buruk dari yang aku duga!Dan di mana Lin Yin?! Mengapa dia belum muncul? Aku membutuhkan bantuannya saat ini!' Ling Mei mendengus dalam hati, sedikit merutuki keadaan Paviliun Yuanle yang entah mengapa jauh lebih ramai hari ini. Pandangannya dia edarkan ke sekitar, berusaha mencari Lin Yin di antara para wanita yang sibuk berjudi dan bertaruh.
"Maaf para Nona Muda, tapi aku harus pergi."
"Eh! Eh! Akan ke mana? Aku tidak mengizinkan kamu untuk pergi!" seorang nona muda berkata dengan keras, dia mendekati Ling Mei dan memegang dagu Putri Keempat Kekaisaran itu sembari tersenyum miring. "Kamu sangat cantik! Lebih baik temani saja kami bermain, hm? Bagaimana?"
'Ini menjijikkan! Jika mereka menyentuhku lebih dari ini, akan ku pastikan aku akan membunuh mereka sama seperti saat aku membunuh para pembunuh bayaran itu!' Ling Mei terdiam sembari menelan rasa kesal dalam hatinya, dia tidak bisa melawan karena tidak ingin terlihat mencolok dan diperhatikan oleh banyak orang.
"Apa kamu akan terus diam seperti itu? Kemari-kemari! Ikut dengan kami!" nona muda lainnya melingkarkan lengannya pada bahu Ling Mei membuat sang Bintang Keempat Kekaisaran diam-diam mengepalkan kedua tangannya penuh kemarahan.
Sudah cukup! Ling Mei tak dapat menerima hal menjijikkan ini lebih lama! Sorot matanya terlihat dingin, dengan kasar Ling Mei melepaskan lengan nona muda yang melingkar di bahunya. "Aku tidak—"
"Apa yang sedang kalian lakukan?" seorang gadis muda datang dengan wajah datarnya membuat para nona muda itu terkejut ketika melihatnya.
"Nona Besar Xia!" salah satu dari mereka berseru keras, tidak menyangka akan bertemu dengan putri sulung keluarga Xia yang terhormat di tempat perjudian.
"Apa yang sedang kalian lakukan dengan orangku?" Xia Hui Fang mengabaikan mereka dan kembali bertanya dengan sorot mata yang tajam.
Salah satu dari mereka, yang terlihat paling berkuasa bertanya dengan nada yang terdengar gugup. "O-orang kamu?"
"Ya, tuan muda yang kalian ganggu itu adalah orang aku! Jika sudah mengerti, apa kalian masih berani untuk ini?"
Semuanya mundur dengan ketakutan, semua bangsawan di ibu kota Xiaoyang tidak ada yang tidak tahu betapa berkuasanya keluarga Bangsawan Xia. Keluarga Xia adalah salah satu dari lima keluarga bangsawan paling berpengaruh dan terhormat di Kekaisaran Shao. Bisa dikatakan jika keluarga Xia memiliki pengaruh yang sama kuatnya dengan keluarga Bangsawan Gu, keluarga Bangsawan Hong, keluarga Bangsawan Mo dan keluarga Bangsawan Shi. Apalagi dengan keahlian Nona Besar keluarga Xia yang dikabarkan sangat ahli dalam membuat racun, mereka cukup tahu diri untuk tidak mengganggu singa yang sedang tertidur.
"Tidak! Tidak! Tidak! Kami tidak berani! Kami akan pergi, silahkan Nona Besar Xia menikmati waktu kamu dengan santai!"
Para nona muda itu dengan cepat pergi dari hadapan Ling Mei dan Hui Fang. Bagi mereka lebih baik menghindar dengan cepat daripada mengusik ketenangan salah satu keluarga bangsawan paling berkuasa di Kekaisaran Shao. Melihat semua itu, Ling Mei terdiam tanpa memandang ke arah Hui Fang. Diam-diam sudut bibir Hui Fang tertarik ke atas, respon tuan muda yang ada di depannya itu membuatnya tersenyum tanpa sadar.
"Apa tidak ada ucapan terima kasih untukku, Tuan Muda?" Hui Fang menatap tuan muda yang menoleh ke arahnya itu sembari menaikkan satu alisnya.
Dalam hatinya Ling Mei mendengus kesal, mengapa dia harus bertemu dengan Xia Hui Fang di saat seperti ini? Seharusnya tidak ada pertemuan kedua untuk mereka! Tidak dengan penampilannya yang menyamar menjadi seorang pria!
"Karena Nona Xia telah menolongku, aku harus berterima kasih. Terima kasih untuk bantuannya, Nona Besar Xia."
"Ah! Tapi, apa yang sedang Tuan Muda lakukan di sini?" Hui Fang bertanya dengan raut wajah penasaran yang kentara.
"Hmph! Sepertinya Nona Xia sangat ingin mengetahui urusan orang lain! Tentu saja, aku di sini untuk menemui kekasihku!"
"Kekasih? Bukankah Tuan Muda mengatakan padaku jika kamu belum memiliki umur yang cukup untuk pernikahan?"
Ling Mei mendengus pelan, kemudian menatap Hui Fang datar. "Lalu? Bahkan jika aku belum memiliki umur yang cukup untuk pernikahan, memangnya hukum kekaisaran melarang aku untuk memiliki seorang kekasih?"
"Itu memang benar. Kalau begitu beritahu aku namamu?" Hui Fang mengangguk, kemudian bertanya kembali dengan senyum di wajahnya yang menawan.
"Tidak ... ah! Itu dia! Yin Jiejie!"
Ling Mei menatap senang ke arah Lin Yin yang berdiri cukup jauh darinya tempatnya berdiri, beruntungnya ketika dia memanggil nama Lin Yin, gadis muda itu dengan cepat menoleh ke arahnya dan berjalan menghampirinya dengan senyum di wajahnya. Dalam hati Ling Mei berterima kasih atas kemunculan gadis itu yang dia anggap cukup membantunya lepas dari Hui Fang. Melihat tuan muda itu akan pergi, Hui Fang dengan cepat mencekal pergelangan tangan tuan muda cantik itu dan menarik tubuh sang tuan muda mendekat ke arahnya membuat tuan muda yang telah mencuri hatinya itu menoleh ke arahnya dengan raut wajah yang kesal.
"Lepaskan aku!"
"Namamu, Tuan Muda? Setelah itu aku akan melepaskan kamu."
Ling Mei mengerutkan alisnya kesal, dia benar-benar menahan diri untuk tidak memukul Hui Fang yang sedang menggenggam pergelangan tangannya cukup erat. Memejamkan matanya sejenak, Ling Mei memutuskan untuk membuka mulutnya dan berkata, "Ling Chen. Apa itu cukup?"
"Ling Chen? Nama yang indah seperti pemiliknya."
Mendengar itu, tatapan Ling Mei meredup dengan kilatan sedih yang samar. Kemudian dia berbisik dengan lirih, "Ya. Nama yang indah..."
"Tidak. Aku sudah memberitahu namaku, sekarang lepaskan aku!" Ling Mei dengan cepat menyentak tangannya dan pergi menjauh dari Hui Fang dengan tergesa-gesa, meninggalkan Hui Fang yang terpaku sembari menatapnya.
Hui Fang terdiam sembari memandang lekat punggung tuan muda yang dia ketahui bernama Ling Chen yang mulai menghilang dari pandangannya sebelum memutuskan untuk meninggalkan tempatnya berdiri. Namun, baru satu langkah Hui Fang berjalan, langkahnya dengan cepat terhenti ketika dia merasa telah menginjak sesuatu. Hui Fang menunduk, menatap ke bawah tepat di kakinya. Wanita muda itu melihat sebuah hiasan jumbai pinggang berwarna biru gelap dengan liontin batu giok hitam tergeletak begitu saja di lantai. Meraihnya dengan perlahan, Hui Fang menggenggam liontin giok itu erat dengan senyum kecil di wajahnya.
.
.
Berbeda dengan Hui Fang, Ling Mei yang telah berdiri di samping Lin Yin dengan cepat menyeret gadis muda itu menjauh dari kerumunan. Wajahnya terlihat dingin dengan sedikit emosi yang berkilat di matanya, sepertinya Bintang Keempat Kekaisaran itu masih merasa kesal dengan Hui Fang yang menurutnya terlalu mengganggu.
"Yang Mulia, apa anda baik-baik saja?" dengan setengah berbisik, Lin Yin bertanya pada Ling Mei yang masih terlihat keruh.
Ling Mei menatap tajam Lin Yin, "Apa kamu pikir aku akan tetap baik-baik saja saat para nona muda itu mencoba untuk menggodaku?"
Lin Yin meringis ketakutan, aura tuannya saat marah benar-benar mengerikan. "Itu ... anda benar, maafkan saya Yang Mulia. Lebih dari itu, saya telah mendapatkan berkas yang anda inginkan."
"Berikan padaku!"
Dengan cepat Lin Yin mengambil berkas itu dari balik hanfunya dan memberikannya pada Ling Mei. "Seperti yang anda perintahkan, Yang Mulia."
"Lalu, orang yang membawa berkas ini sebelumnya?" Ling Mei menatap berkas yang berada di tangannya dengan tatapan dingin, ini adalah bukti penting untuk menjebak Shao Mu Lan di masa depan.
"Saya telah membunuhnya sesuai dengan yang anda katakan sebelumnya dan saya pastikan tidak ada seorangpun yang melihat saya."
Ling Mei mengangguk dengan puas, dia cukup senang dengan hasil kerja penjaga bayangannya. "Hǎo. Karena aku sudah mendapatkannya, aku akan pergi setelah ini."
"Saya akan mengawal anda, Yang Mulia."
Ling Mei menggelengkan kepalanya sembari memasukkan berkas itu ke dalam hanfunya sebelum kemudian dia merapikan penampilannya sebentar. "Tidak, itu tidak perlu. Aku akan kembali ke manor sendiri, itu bukanlah hal yang sulit untuk aku."
"Lin Yin mengerti. Sesuai dengan keinginan anda, Yang Mulia." Lin Yin membungkukkan badannya, memberi hormat pada sang Bintang Keempat Kekaisaran Shao yang berharga.
Meninggalkan area rumah perjudian Paviliun Yuanle, Ling Mei berjalan melewati jalan sepi yang berada tak jauh dari Paviliun Yuanle. Dia harus berhati-hati agar para pengintai yang ditugaskan oleh Mu Lan untuk mengawasinya tidak dapat mengenalinya. Namun, baru beberapa langkah berjalan di tempat itu seseorang yang Ling Mei kenal berdiri tepat di depannya sembari tersenyum lebar.
"Kita bertemu lagi, Tuan Muda Ling!"
'Sial! Aku tak pernah menduga dia akan berada di sini!' Ling Mei memalingkan wajahnya, hal seperti ini ternyata cukup melelahkan untuknya. Dengan nada yang sedikit kesal, Ling Mei bertanya pada Hui Fang. "Apa yang Nona Besar Xia inginkan dari aku? Pemuda ini hanyalah dari keluarga kecil biasa."
Melihat itu Hui Fang tersenyum, dia mendekatkan tubuhnya pada lelaki muda yang ada di depannya. "Tuan Muda Ling, apa kamu benar-benar tidak dapat mempertimbangkan penawaran dari saya?"
"Penawaran apa?" tanpa menatap ke arah Hui Fang, Ling Mei berkata seolah dia tidak tahu. Nona Besar Xia ini terkadang benar-benar membahayakan, saat ini Hui Fang terlihat seperti Tabib Xia Lu Si di matanya.
Hui Fang semakin merapatkan tubuhnya pada Ling Mei, membuat sang Bintang Keempat Kekaisaran yang sedang menyamar menjadi seorang pria itu memundurkan tubuhnya tanpa sadar.
"Tolong jangan berpura-pura tidak mengingatnya! Di pertemuan pertama kita, aku menawarkan lamaran pernikahan untuk kamu."
Diam-diam Ling Mei merasa sedikit panik, gadis itu! Dia benar-benar tidak mengerti apa itu batasan! Untuk menjaga harga dirinya, Ling Mei menatap mata Hui Fang dan berseru dengan dingin. "Nona Xia, sebaiknya kamu menjaga jarak!"
"Menjaga jarak dari apa?" Hui Fang menyeringai dan semakin memajukan tubuhnya hingga dia benar-benar berada di depan tubuh Ling Mei dengan jarak yang sangat dekat, bahkan putri dari Kepala Tabib Kekaisaran itu dengan berani menyentuh pipi Ling Mei dan mengusapnya perlahan. "Bukankah kamu dan kekasihmu juga sedekat ini?"
"Nona Xia, aku peringatkan kamu!" Ling Mei telah berada dalam batas kemarahannya, punggungnya kini telah menempel pada dinding jalan yang sepi karena ulah Hui Fang.
Putri Keempat Kekaisaran Shao itu merasa bahwa Hui Fang telah kehilangan akal sehatnya, Ling Mei bukanlah benar-benar seorang pria dan hal ini membuatnya merasa marah karena seseorang yang sebenarnya sama dengannya mencoba untuk menggodanya. Itu memang benar jika Hui Fang tidak mengetahui bahwa Tuan Muda Ling yang dia kenal sebenarnya adalah wanita yang menyamar, tapi tetap saja ini menyebalkan bagi Ling Mei.
"Tuan Muda Ling, aku menyukaimu. Aku bahkan tidak keberatan untuk menunggu kamu memasuki usia pernikahan." bisik Hui Fang di samping telinga Ling Mei.
"Omong kosong apa yang kamu bicarakan Nona Besar Xia? Saya tidak tertarik menikah dengan kamu!" Ling Mei menolak dengan cepat, ditepisnya tangan Hui Fang yang berada di pipinya dengan kasar.
Hui Fang mendengus geli, seulas senyum terbit di wajahnya yang rupawan. "Kamu benar-benar berbeda, Tuan Muda Ling. Itu sebabnya aku tertarik padamu."
"Terserah! Apa pun itu, tolong jangan ganggu aku lagi, Nona Besar Xia!" Ling Mei memalingkan wajahnya dari pandangan Hui Fang dan tanpa berkata apa pun lagi, Bintang Keempat Kekaisaran Shao itu berjalan menjauh dari sang Nona Besar keluarga Xia yang berbahaya.
Ini gila! Bagaimanapun caranya, dia tidak boleh terlibat lebih dalam dengan Xia Hui Fang atau itu akan menjadi sulit! Banyak hal yang kini berada di luar kendali Ling Mei sekarang, situasi menjadi semakin sulit dari waktu ke waktu. Seperti yang telah diperkirakan sebelumnya, ini akan menjadi perjalanan yang panjang untuk Putri Keempat.