
Pagi hari yang cerah dengan awan-awan putih dan sinar matahari yang hangat, Ling Mei dan Yu Han berjalan mengelilingi pasar dengan Yu Shen dan Mo Xi di belakang mereka. Saat ini Ling Mei menemani Yu Han berbelanja atas permintaan sang Selir Utama, pria muda itu mendatanginya dan mengatakan bahwa dia ingin membeli beberapa barang dengan Ling Mei di sisinya. Ada begitu banyak hal yang dapat dilakukan di pasar yang ramai, banyak orang terlihat sibuk membeli barang sesuai kebutuhan atau bahkan keinginan mereka. Ling Mei menatap Yu Han yang fokus memilih beberapa buah, pria muda itu terlihat sangat serius saat membandingkan buah mana yang lebih baik untuk dia beli. Mengalihkan pandangannya ke sekitar, Ling Mei merasa tidak ada satupun hal yang menarik untuknya.
"Istriku, apa kamu menyukai buah persik?" Yu Han bertanya pada Ling Mei sembari memegang dua buah persik di tangannya.
Ling Mei mengangguk dengan ekspresi yang datar. "Mn, suka."
"Itu bagus, aku berpikir untuk membeli sekantung buah persik dan memakannya bersama dengan kamu juga Pendamping Utama Wei di kediaman nanti." Yu Han menatap Ling Mei dengan wajah yang berseri, sorot matanya terlihat berbinar seperti sinar bintang yang terang.
Ling Mei meletakkan kedua tangannya di belakang punggungnya sembari memandang ke arah penjual yang lain. "Belilah semua yang kamu inginkan, kamu bebas untuk melakukan hal itu."
Melihat perhatian kecil yang diberikan oleh Ling Mei untuknya, Yu Han tersenyum manis dengan semburat kemerahan samar di kedua pipinya. Terima kasih, Yang Mulia."
Merasakan rasa bosan yang mengganggu, Ling Mei perlahan berjalan sedikit menjauh dari tempat Yu Han dan para pelayannya berada. Beruntungnya, tidak ada satupun mata-mata dari Putri Mahkota Shao Mu Lan yang terlihat, tentu saja itu karena Ling Mei telah membunuh semuanya. Bahkan dengan semua hal yang terjadi, Shao Mu Lan akan berpikir bahwa itu adalah perbuatan Jenderal Agung Kekaisaran Hong Chang Yi. Terlebih lagi, dengan kemampuan Jenderal Agung Hong yang cukup berpengaruh, Mu Lan tidak akan mudah untuk menyentuh neneknya begitu saja. Untuk seorang wanita tua yang selalu berperang hampir di sepanjang hidupnya, Jenderal Agung Hong Chang Yi terlalu kuat untuk disingkirkan dengan terburu-buru. Apalagi Permaisuri Agung yang diam-diam juga membantunya, semua hal itu cukup mempermudah Ling Mei untuk bergerak di luar kediamannya tanpa harus selalu menyamar dan bersembunyi.
Menjelajahi pasar dengan santai, Ling Mei sampai di jalan sempit yang tidak seramai seperti tempat Yu Han berada saat ini. Itu terlihat kosong dengan beberapa kios pedagang yang terbengkalai dan rumah-rumah kecil yang tertutup, karena merasa tidak cukup menarik, Ling Mei berpikir untuk kembali ke tempat Yu Han berbelanja dan pulang ke manor setelah selir utamanya itu selesai dengan kegiatannya.
"Berikan semua uangmu!"
"Tidak! Aku tidak mau! Pergilah kalian semua!"
Dari arah belakang, di tempat yang sepertinya tidak begitu jauh dari tempatnya berada, Ling Mei menghentikan langkahnya ketika dia mendengar suara keras beberapa orang yang sepertinya adalah kelompok pencuri jalanan dengan korban yang ingin mereka rampas uangnya. Bagaimanapun, itu bukanlah urusannya, bukan hal yang bagus jika dia ikut campur ke dalam hal yang tidak begitu penting seperti ini. Ling Mei berpikir untuk pergi dan berpura-pura tidak mendengar apa pun, hanya saja, baru beberapa langkah dia berjalan, Ling Mei kembali berhenti dan berbalik berlari menuju ke arah suara yang terdengar tersebut.
"Sialan!" Ling Mei mengumpat dengan keras, kedua tangannya terkepal erat. Entah kenapa dia tidak bisa membiarkan hal yang tidak adil terjadi di depannya.
Shao Ling Mei adalah Putri Keempat Kekaisaran Shao yang tidak akan segan untuk membunuh musuhnya, dia adalah orang yang tidak memiliki belas kasihan terhadap orang yang mencoba untuk menjatuhkannya. Dari awal Ling Mei bukanlah orang yang baik, yang akan diam dan menerima begitu saja ketika dia berusaha dilenyapkan oleh banyak orang karena statusnya. Dia telah kehilangan orang yang sangat berharga baginya, setengah jiwanya yang telah pergi meninggalkannya delapan tahun yang lalu. Tapi, mengapa dia tidak bisa menjadi orang yang benar-benar kejam dan kasar seperti kakak pertamanya?
Namun, ketika dia sampai di tempat itu, Ling Mei justru dikejutkan dengan pemandangan yang tidak biasa. Dari kejauhan, dia berdiri terpaku dengan kedua mata yang terbelalak lebar saat melihat seorang gadis kecil sedang melawan tiga orang wanita dewasa yang Ling Mei yakini sebagai pencuri jalanan yang berusaha merampas uang milik gadis kecil tersebut. Melihat hal itu, Ling Mei mengubah pikirannya, dia berpikir untuk sementara tetap berada di tempatnya berdiri dan mengamati pertarungan mereka dalam diam dari kejauhan. Pada awalnya, gadis kecil itu melawan ketiganya dengan tangan kosong sebelum kemudian dia berhasil membuat salah satu dari wanita dewasa itu menjatuhkan pedangnya, lalu gadis muda itu menggunakan pedang yang jatuh tersebut sebagai senjatanya untuk melawan mereka, di dalam penglihatan Ling Mei, itu adalah hal yang cukup bagus.
"Dia cukup berbakat ... ada potensi." gumam Ling Mei dengan sangat lirih, pandangannya terus tertuju pada gadis kecil itu.
Sayangnya, tidak lama setelahnya, gadis kecil itu mendapatkan kondisi yang sulit karena harus melawan tiga orang wanita dewasa sekaligus. Dia berada di ujung ketika para pencuri jalanan itu mengepungnya tanpa celah. Melihatnya, Ling Mei tahu bahwa dia tidak akan bisa membiarkannya. Ling Mei menghela napas, menganggap bahwa itu mungkin adalah kepingan kecil kebaikan yang masih tersisa di dalam dirinya. Gadis kecil itu memang menyerang dengan cukup ceroboh, tapi bukan berarti itu buruk. Dengan segera Ling Mei melompat ke arah para pencuri jalanan itu menggunakan qinggong dan menangkis pedang salah satu wanita yang hampir menebas leher gadis kecil itu dengan belati yang ada tangannya.
"Kamu! Beraninya mengganggu kami! Apa kamu tidak tahu siapa kami?!" seorang wanita berkata dengan keras sembari menggertakkan giginya, dia terlihat sangat kesal.
"Entahlah, aku pikir itu bukan hal yang penting. Aku hanya sedang lewat dan ingin membantu anak ini saja." Ling Mei menatap mereka dengan tatapan mata yang dingin.
Berbeda dengan para pencuri jalanan yang memandang Ling Mei kesal, gadis kecil yang hampir menjadi korban itu menatap Ling Mei dengan mata yang berbinar. Ling Mei menjadi terlihat seperti seorang pahlawan yang baik di matanya, selain itu Ling Mei memiliki aura yang dingin dan tajam, itu membuat sang gadis muda merasa mengaguminya.
Melihat gadis itu yang tak kunjung bergerak dari tempatnya dan pergi, Ling Mei menghela napas. "Gadis kecil, sebaiknya kamu mundur. Aku akan mengurus hal ini untuk kamu."
"A-ah! Ya, saya mengerti." gadis muda itu mengangguk dengan cepat sebelum kemudian dia memundurkan tubuhnya ke tempat yang lebih aman.
Dengan tenang, Ling Mei mengarahkan belatinya ke depan. "Hmph, majulah!"
Ketiga pencuri jalanan itu terlihat telah terbakar oleh emosi, wajah mereka tidak senang dengan tatapan yang menggelap. Kemudian, salah satu dari mereka berteriak, "Tunggu apa lagi? Serang dia!"
.
.
Di sisi yang lain, Yu Han dan dan dua pelayan pria yang lain, Yu Shen dan Mo Xi terlihat kebingungan karena tidak menemukan Shao Ling Mei di dekat mereka. Dengan wajah yang panik dan khawatir, Yu Han berlarian mencari istrinya yang menghilang entah kemana. Melihat selir tuannya yang menjadi begitu panik, Yu Shen dengan tenang menghentikan Yu Han dan berbicara pada pria muda itu.
"Tuan, anda dapat tenang sekarang. Ini adalah hal yang biasa terjadi ketika Yang Mulia keluar dari kediaman, anda juga tidak perlu khawatir, Yang Mulia memiliki kekuatan di atas rata-rata daripada orang lain. Saat ini kita bisa mencarinya dengan perlahan."
Yu Han terdiam untuk sementara waktu, namun setelahnya dia menghela napas. "Aku tahu itu ... tapi, aku tetap merasa khawatir jika itu dirinya. Yang Mulia adalah orang yang berharga bagiku, aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya."
Mendengarnya, Yu Shen tersenyum. Itu adalah hal yang bagus melihat tuannya dicintai banyak orang seperti ini, pelayan muda itu merasa lega dalam hatinya. "Saya yakin Yang Mulia tidak berada jauh dari sini, anda bisa mencarinya dengan tenang."
"Aku mengerti." Yu Han mengangguk, wajahnya terlihat jauh lebih tenang dari sebelumnya. Meski begitu, di dalam hatinya, pria muda yang berstatus sebagai selir Putri Keempat Shao Ling Mei itu masih merasakan kekhawatiran yang besar.
Hingga pada akhirnya, mereka berada di jalan sempit yang tidak seramai bagian pusat pasar. Pada awalnya, ketiganya berpikir untuk kembali karena tempat itu cukup sepi dan tidak memperlihatkan
"Selir Shi, sebaiknya kita menunggu di sini untuk sementara waktu. Yang Mulia pasti akan mengalahkan mereka, jadi anda tidak perlu begitu panik." Yu Shen berdiri diam dengan tenang, dia berucap dengan halus dan setengah berbisik pada Yu Han yang diketahui adalah selir utama milik Ling Mei.
Menuruti ucapan Yu Shen, Yu Han berdiri di tempatnya tanpa suara. Meski begitu, beberapa gerakan kecil terlihat pada Yu Han menunjukkan bahwa pria muda itu terlihat sedang mencemaskan sesuatu. Bahkan sekalipun Yu Han mengetahui secara langsung kekuatan bela diri Shao Ling Mei ketika wanita muda itu sedang berlatih bersama Jenderal Agung Kekaisaran Hong dan pernah berduel dengan Jenderal Besar Kekaisaran Shi yang adalah ibunya, Yu Han tetap merasa tidak nyaman melihat Ling Mei dikepung oleh beberapa orang. Di satu pukulan terakhir, terlihat Ling Mei menendang seorang wanita yang adalah salah satu dari pencuri jalanan itu dengan keras, itu adalah hal yang baik dan langka karena Ling Mei tidak langsung membunuhnya. Putri Keempat Kekaisaran Shao itu menghela napas panjang, merasa haus setelah bertarung kecil dengan para tikus-tikus kecil yang mengganggu itu.
"Gadis kecil, kamu baik?" Ling Mei dengan santai menghampiri gadis muda yang baru saja dia tolong, raut wajahnya terlihat dingin tanpa ekspresi.
Gadis itu tersenyum lebar, kemudian dia membungkuk penuh hormat. "Semua berkat Nyonya, saya merasa baik-baik saja. Terima kasih karena telah membantu saya, Nyonya Muda."
Ling Mei hanya mengangguk, Bintang Keempat Kekaisaran Shao itu berjalan menuju Yu Han yang menunggunya dengan cemas. Ketika Ling Mei sampai di depan Yu Han, pria muda itu dengan cepat memeluk sang Putri Keempat dengan erat.
"Yang Mulia! Mengapa anda tiba-tiba pergi begitu saja tanpa memberitahu kami?! Apa anda tahu seberapa khawatirnya saya ketika anda menghilang dari pandangan saya?!"
"Aku tahu, ini salahku." omelan Yu Han membuat Ling Mei mengakui kesalahannya dengan cepat, satu tangannya dia bawa untuk mengusap punggung Yu Han yang sedikit bergetar.
Yu Han mengangguk dengan puas, setengah wajahnya dia benamkan pada bahu Ling Mei dan dia menghela napas dengan lega, Yu Han bergumam dengan suara yang sedikit teredam. "Itu bagus jika anda mengerti, Yang Mulia. Anda tidak boleh melakukan hal itu lain kali! Saya senang melihat anda ba— Yang Mulia! Di belakang anda!"
Dengan satu tangannya yang membawa belati, Ling Mei menahan serangan salah satu pencuri jalanan yang berniat menusuknya dari belakang. Ketenangan berubah menjadi ketegangan, tanpa diduga sebelumnya, para pencuri jalanan itu ternyata berniat membalas dendam pada Ling Mei karena telah dikalahkan sebelumnya.
"Yu Han, menjauhlah dariku! Aku akan menyelesaikannya secepat mungkin." perintah Ling Mei dengan cepat sebelum kemudian Ling Mei berbalik menghadap ke arah para pencuri jalanan tersebut.
Kini tanpa setitik ampunan, Ling Mei menusukkan belatinya ke dada salah satu wanita tersebut. Dalam tatapannya hanya ada sorot yang dingin dan tajam, Ling Mei memperdalam tusukkannya tanpa berkedip sekalipun, membiarkan wanita yang sekarat itu mulai kehilangan napasnya dengan ekspresi tanpa belas kasihan yang nyata. Dua pencuri jalanan yang lain berubah menjadi penuh ketakutan melihat Ling Mei yang membunuh teman mereka, tapi mereka tidak dapat mundur untuk saat ini. Kemudian, dengan sekecil keberanian yang tersisa, mereka maju secara bersamaan dari arah yang berlawanan, membuat Ling Mei menekan kakinya ke tanah sebelum kemudian melayangkan dirinya ke udara dengan qinggong. Sang Putri Keempat dengan cepat melepas tusuk rambutnya dan melemparnya ke arah salah satu wanita yang menyerangnya dan berputar sembari menghunuskan belati miliknya ke arah satu pencuri jalanan yang tersisa.
Ketika satu yang lain telah mati karena tertusuk oleh tusuk rambut yang Ling Mei layangkan sebelumnya, Bintang Keempat Kekaisaran itu berhasil menebas leher pencuri jalanan terakhir itu hingga percikan darah sang pencuri jalanan mengenai wajah dan pakaian Ling Mei yang bersih. Saat semua itu terjadi, Yu Han telah melihatnya. Betapa mengerikan dan berbahayanya istrinya, Putri Keempat Shao Ling Mei. Berbeda dengan semua rumor yang selalu beredar hingga saat ini, Ling Mei adalah sisi gelap yang tersembunyi di antara tumpukan kapas yang terlihat tidak berbahaya. Tatapan Yu Han terpaku dengan sorot mata yang tak dapat diartikan, dalam pandangannya, Ling Mei terlihat sangat berbeda, auranya terlihat keras dan penuh dominasi yang tajam.
Ketika semuanya telah selesai Ling Mei terdiam dengan wajah yang dingin, tanpa berbalik dia berkata pada Yu Shen, "Yu Shen, bereskan semua mayat mereka dan bakar tanpa sisa. Aku tidak ingin ada jejak apa pun yang dapat ditemukan oleh para kakakku."
Yu Shen menundukkan kepalanya hormat, lalu berkata dengan patuh, "Seperti yang anda perintahkan, Yang Mulia."
"Kembali ke kediaman, Selir Shi." kali ini ucapan Ling Mei terdengar tanpa ada kehangatan yang terasa membuat Yu Han merasakan ketidaknyamanan dalam hatinya.
Namun, ketika Ling Mei, Yu Han dan Mo Xi melangkah pergi, kejanggalan terasa membuat Ling Mei menghentikan langkahnya. Seperti yang telah Ling Mei duga sebelumnya, ketika dia menoleh ke belakang, dia melihat gadis muda yang telah dia bantu sebelumnya justru berjalan mengikutinya. Itu terlihat saat Ling Mei berhenti, gadis tersebut juga ikut berhenti. Putri Keempat Shao itu mengerutkan alisnya keheranan, merasa aneh dengan gadis muda itu, bukankah seharusnya dia juga pulang ke rumahnya sendiri?
"Gadis kecil, kenapa kamu mengikuti aku?" tanya Ling Mei dengan datar.
"Nyonya! Nyonya! Tolong bawa saya bersama anda!" gadis muda itu mendekat ke arah Ling Mei, dia berlutut dengan jari tangan yang memegang ujung pakaian sang Bintang Keempat Kekaisaran.
Ling Mei menunduk menatap gadis kecil itu dengan wajah raut wajah yang sedikit terkejut. "Apa?"
"Nyonya, tolong bawa saya dan adik saya bersama anda! Saya dapat melakukan pekerjaan apa saja untuk anda! Saya mohon, izinkan saya mengikuti anda!"
Ling Mei menghela napas, merasa bingung dengan apa yang terjadi, bahkan Yu Han pun terkejut melihat hal ini. Namun setelahnya, Yu Han tersenyum dengan lembut dan berkata dengan hangat, "Nona kecil, di mana rumahmu? Dan di mana orang tuamu?"
Gadis muda itu menoleh, memandang Yu Han dengan ragu-ragu. "Itu ... tidak jauh dari tempat ini, Tuan. Juga, orang tua saya telah meninggal beberapa tahun yang lalu, Tuan."
"Siapa namamu? Dan di mana adikmu sekarang?" Ling Mei membungkukkan badannya, berniat membantu gadis kecil itu untuk berdiri dari tempatnya berlutut.
Gadis itu tersenyum, binar di kedua matanya terlihat dengan jelas. "Saya Fan Lin Hua, Nyonya. Adik saya adalah seorang laki-laki, karena itu dia tinggal di rumah untuk beberapa hal dan mengurus rumah ketika saya bekerja."
Melihatnya, Ling Mei menghela napas, tetapi pandangannya mulai melembut. Dari lengan hanfunya, dia mengeluarkan sebuah token pinggang berwarna putih dengan ukiran bertuliskan 'Empat Bintang' dalam aksara mandarin tradisional dan memberikannya pada Lin Hua. Itu adalah token yang dibuat khusus untuk orang-orang yang telah diberi izin oleh Ling Mei agar dapat keluar masuk dengan bebas di dalam Manor Putri Keempat.
"Setelah ini, datanglah bersama adikmu ke Manor Putri Keempat Shao Ling Mei dan tunjukkan token ini pada penjaga yang berada di depan gerbang, untuk selanjutnya seseorang akan menuntun kamu di dalam."
Gadis itu membulatkan matanya, wajahnya terlihat terkejut tidak percaya. "Anda adalah..."
"Akan lebih baik jika kamu merahasiakan hal ini, gadis kecil. Aku akan pergi, aku yakin kamu adalah orang yang dapat menutup mulutmu rapat-rapat dalam hal ini karena aku bukanlah orang sebaik itu. Sampai jumpa lagi, gadis kecil."
Di akhir ucapannya, Ling Mek berbalik dan berjalan menjauhi Lin Hua dengan Yu Han di sampingnya, juga Mo Xi yang berada di belakang mereka. Meninggalkan gadis muda itu yang tersenyum ke arah Ling Mei dengan wajah yang senang dan pandangan yang begitu hangat.
Ketika Ling Mei telah berada dalam kejauhan, Lin Hua berbisik kecil nyaris tanpa suara dengan nada yang tulus. "Yang Mulia Putri Keempat, terima kasih karena telah membantu saya. Saya akan membalas anda dengan seluruh kesetiaan yang saya miliki."